Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Doa Ibu itu Mustajab


__ADS_3

" kok pak vian bisa tertarik sama ibu lily." kata pak bambang


" kasian pak, karena saya dapat informasi dari teman teman terutama sopir pak yacob bahwa pak yacob sering pergi ke discotik dan main cewek," kata vian


" oh jadi papah hanya kasian ke mamah." kata lily


" iya, kok cewek secantik itu dia sia siakan malahan main di luar sama cewek enggak jelas sampai harus mengeluarkan uang pula, sedangkan isterinya yang cantik dia anggurin." kata vian


" memang sih mamah salah, tapi waktu itu mamah pengen ngasih mahkota mamah ke orang yang mamah benar benar sukai." kata lily


" terus kenapa suka sama papah, padahal pasti banyak teman mamah yang lebih mapan dari papah." kata vian


" enggak tau, suka aja, papah pekerja keras, bukan type orang yang suka cari muka di depan atasan, baik kepada semua orang." kata lily


" dari mana bisa ambil kesimpulan bahwa papah enggak suka cari muka dan mau belajar" kata vian


" mamah tau papah suka tidur di kantor kalau habis dari bank walaupun itu bukan waktu istirahat, tapi mamah tau bahwa papah itu cape habis kerja dan waktu istirahat papah kepake kerja, sampai mau mengeluarkan uang sendiri buat beli makanan untuk karyawan bank." kata lily


" mamah juga tau papah tuh di jodoh jodohin sama teler bank itu." lanjut lily


" kok bisa sampai segitunya, jangan jangan beli makanan untuk mengambil hati perempuan itu." kata pak bambang


" enggak pak, saya berusaha lebih dekat sama mereka saja, karena kita kan enggak tau siapa yang memberi tau penjahat kalau kita lagi bawa uang." kata vian


" dia itu seperti nasabah prioritas pak, sampai Supervisornya saja kenal, tapi kalau bawa uang dia tuh pakai kantong kresek." kata lily


" makanya waktu itu ibu bilang ke vian, udah a keluar aja, kerjaan kamu tuh resikonya besar banget dan nyawa taruhannya." kata ibu ningsih


" oh ibu toh yang menyuruh vian keluar kerja, pantas aja dia mengajukan pengunduran diri." kata lily


" doa ibu itu mustajab, makanya papah buka usaha sendiri juga." kata vian


" ternyata begitu perjalanan hidup pak vian." kata pak bambang


" LNI itu dulunya Vianca pak, setelah mau nikah sama lily baru diganti jadi livi." kata vian


" terus waktu kerja bareng sama pak dede sama pak opik kerja di perusahaan apa pak." kata pak bambang

__ADS_1


" kaoskaki muslimah pak, makanya pas anak anak mengajukan itu saya enggak asing lagi, awalnya saya juga mau main disana tapi saya berfikir karena saya enggak enak saja dengan tempat kerja dulu." kata vian


" distributor LNI kebanyakan dari tempat kerja saya dulu, seperti pak anam dan pak dodi mereka distributor yang saya tangani dulu." lanjut vian


" aa tau dong pak iwan dan pak yana yang besok akan ketemu kita." kata ika


" tau lah, kualitas produk mereka bagus, tapi lebih baik kalian yang menghadapi dulu aja." kata vian


" makanya kalau omzet SPI enggak bisa sampai 3 milyard sebulan keterlaluan kalau udah di tambah kaoskaki, aa dulu bisa mencapai 3 milyard sebulan dari kaoskaki aja." lanjut vian


" iya teh ika benar itu, pak vian itu kalau kurang 200 juta aja tinggal telepon pak dodi sama pak anam, beres deh." kata pak dede


" sampai pak vian tuh mengecek barang yang enggak laku, dia bundling produk itu dengan barang fast moving, sampai direktur marketing aja bilang ya udah urus sama kamu aja terserah mau di apakan." kata opik


" jadi peluang itu masih sangat terbuka lebar, kalian harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin." kata vian


" iya a, kita akan usahakan lebih baik lagi." kata ika


" kalian jangan jadi follower, tapi kalian harus jadi pencipta trend." kata vian


" produk yang polos harus selalu ada ukuran pendek dan panjang warna dasar cream, hitam, putih, itu harus di produksi lebih banyak warna lain silahkan kalian cari yang sedang trend, untuk produk yang motif luncurkan 3 sampai 5 motif usahakan minimal 2 bulan sekali ada motif baru dan harus konsisten. Makanya besok tanya berapa kapasitas produksi setiap bulan, kalau produksi motif berapa lama bisa terealisasi." kata vian


" rencana kita motif itu akan diselaraskan dengan motif kerudung om," kata silvy


" bagus itu, kalau enggak buat bundling produk, nanti sella dan selly bantu bella untuk design ya karena di LCI enggak begitu banyak yang akan kalian kerjakan. sepertinya SPI perlu banyak yang harus dikerjakan, kalau memang kekurangan tenaga bisa tarik nadhine, erni atau wati." kata vian


" iya pak." kata sella dan selly


" buat kan scedule perencanaan pruduksi, nanti silvy, febby, nirmala mencari trend yang akan muncul kedepannya, kalau bisa membuat trend sendiri itu lebih bagus." kata vian


" untuk masalah tugas masing masing kalian pasti sudah tau, tapi jangan terpaku akan tugas kalian saja, buat juga stok minimal dan maximal setiap produk." lanjut vian


" itu sudah dilakukan a untuk stoknya." kata ika


" kamu cari system barcode untuk keluar masuk barang, aa lagi cari tenaga IT untuk di livi group." kata vian


" kamu harus praktekan apa yang kalian dapatkan di kuliahan." kata pak gubernur L

__ADS_1


" iya pak." kata febby


" ini ilmu yang sesungguhnya, jadi jangan disiasiakan." kata pak gubernur D


" sekarang omzet SPI sudah berapa." kata pak gubernur L


" minimal di 1,5 milyard pak, net profit minimal 10%, karena kita baru jadi harus banyak mengeluarkan biaya promosi." jawab ika


" itu harus di jaga, jangan sampai produk baru menggerus keuntungan." kata vian


" bagus itu, jadi kakak enggak harus minta uang lagi dari bapak ya, kan udah dapat gaji dan nanti dapat deviden." kata pak bambang


" iya pak, tapi kalau aku pengen sesuatu dan kurang bapak tambahin ya." kata silvy


" jadi dapat gaji bulanan juga ya." kata pak gubernur L


" kalau ikut dalam manajemen pak, baru dapat gaji kalau hanya sebagai pemilik enggak dapat dapatnya setiap tahun aja berupa deviden." kata vian


" aku mau ikutan ya pak," kata febby


" kasih pak, supaya febby ada aktivitas dan ibu juga mau gabung di LCI ya." kata bu nurul


" enggak ikut di manajemen kan, kalau ikut bapak sama siapa." kata pak gubernur L


" iya ibu enggak pak, febby aja jadi ibu bisa datang ke jakarta 1 bulan sekali." kata ibu nurul


" iya deh boleh. Nanti bapak ngobrol sama pak vian." jawab pak gubernur L


" mala gimana pak." kata nirmala


" boleh, bapak senang melihat kamu antusias gitu, nanti bapak ngobrol juga sama pak vian." kata pak gubernur D


" terus ibu gimana pak." kata ibu athia


" kalau ibu nanti di fikirkan." kata pak gubernur D


Setelah mengobrol mereka pun pergi istirahat karena waktu juga sudah malam. Endris dan keluarganya pamitan pulang, rencananya besok pagi datang lagi.

__ADS_1


__ADS_2