
vian membuka handphonenya dan membaca pesan tersebut
" pak saya mau minta bantuan bapak, nanti malam bapak dan ibu membawa istri saya ke rumah no 8, alhamdulillah sudah rampung transaksinya sekarang sedang dibersihkan karyawan kalau gak keberatan bawa juga keluarga bapak lainnya. Jangan bilang bilang ke istri bilang saja mau cari makan." kata pak bambang
" oke. Siap pak." jawab vian
" nanti saya kabari waktunya. Soalnya nanti sore saya mau jemput anak dulu yang sedang libur sekolahnya ke bandara." kata pak bambang
" baik pak kabari saja." kata vian
" pesan dari siapa pah." kata lily, vian gak menjawabnya tapi dia menyerahkan handphonenya ke lily.
" benar benar kejutan nih, kita bawa apa ya." lanjut lily sambil mendekat dan berbisik ke vian serta menyerahkan handphone.
" beli kue aja mah. Sekarang papah suruh pak edi beli." jawab vian, Vian pun pamit pergi ke cafe lalu memesan kopi dan menyuruh pak edi untuk membeli kue lalu menyerahkan uang kepada pak edi, setelah itu menyalakan rokoknya. Vian menelepon pak dede supaya mempersiapkan minibus karena lusa mau di pake ke KBB bersama pak bambang dan pak gubernur.
" sudah selesai dibersihkan dan sudah siap pakai." kata pak dede
" oh iya hari ini saya perlu juga minibus, cuma keluar komplek masuk lagi ke komplek tapi ke no 8 ke rumah pak bambang, beliau mau kasih kejutan untuk ibu sisil." kata vian
" jam berapa pak." kata pak dede
" habis magrib aja sudah siap di rumah ya." kata vian
" baik pak." kata pak dede
vian dan pak dede pun membuat skenario bagaimana bagusnya.
Vian juga menerima pesan dari pak daryat bahwa villa hari ini selesai dan besok sudah bisa di masukan meubeul dan yang lainnya. Dan hari ini balong sedang di uji coba sekalian merendam balong supaya bisa dimasukan ikan. Vian pun memberikan pesan ke opik supaya membeli kasur, Lemari, kulkas kecil, Televisi, sofa, kursi santai buat di teras, water heater, perlengkapan tidur dan mandi serta kebutuhan lainnya. untuk di 3 villa. Vian pun mentransfer uang untuk pembelian itu semua.
Jam 4an vian dan yang lainnya kembali pulang ke rumah. Sampai di rumah lily memberikan kabar kepada mertuanya. Ibu sisil sudah masuk ke kamar tamu untuk bersih bersih
" pak, bu bakalan punya cucu baru nih." kata lily
" kamu hamil lagi ly." kata ibu retno
" gak lah, tapi astrid dan dilla tuh mereka udah 7 minggu." kata lily
__ADS_1
" wah selamat ya sayang." kata ibu ningsih lalu memeluk kedua menantunya itu
" kok aku gak dipeluk sih bu, ibu gak sayang lagi sama aku ya." kata lily cemberut
" pasti selalu sayang dong, masa gak sayang kalian kan anak anak ibu yang cantik dan baik." kata ibu ningsih lalu memeluk lily, ibu retno, pak adi dan pak bowo pun memberikan selamat kepada astrid dan dilla
" terimakasih pak ibu atas doa doanya dan kasih sayang kalian kepada kita." kata astrid dan dilla.
" o iya bu pak nanti malam kita akan berkunjung ke rumah tetangga, tapi jangan bilang ke ibu sisil ya," kata lily
" memangnya kenapa ly." kata ibu retno
" tetangga kita itu ibu sisil, pak bambang audah beli rumah nomor 8 beliau mau kasih kejutan." kata lily
" wah ternyata kita mau tetangga sama pak bambang." kata ibu retno
Setelah itu mereka masuk ke kamar masing masing untuk mandi dan berganti pakaian. Selesai sholat magrib vian menerima pesan dari pak bambang
" saya sekarang sudah dijalan habis jemput anak mungkin 15 menitan lagi sampai." kata pak bambang
" baik pak, saya sekarang siap siap juga." kata vian
" ibu ayo kita makan malam diluar kami sedang menunggu ibu." kata lily
" ibu sama keluarga lainnya saja, saya nunggu di rumah." kata ibu sisil setelah membuka pintu, terlihat dia sedang kesel ke suaminya karena dari tadi gak ada kabar.
" kalau ibu gak pergi kita juga gak akan pergi bu, masa tamu kita tinggal di rumah sedangkan kuta tuan rumah pergi." kata lily
" iya sudah, saya ganti pakaian dulu." kata ibu sisil. Lily pun pergi ke ruang keluarga, tak lama ibu sisil juga datang. Mereka semua naik ke minibus, setelah berjalan ke luar komplek minibus berhenti, vian pun pergi ke depan menanyakan kenapa berhenti
" ada apa pak dede, kok berhenti." kata vian sedikit membesarkan suaranya supaya ibu sisil mendengar
" ini pak, barusan saya pegang ke saku ternyata kunci mobil pemilik rumah no 8 kebawa saya, saya tadi lupa setelah ngasih mobil setelah dicuci kuncinya ketukar dengan mobil kantor dan saya tadi gak ngecek dulu karena buru buru ke rumah bapak, jadi gimana nih pak." kata pak dede
" iya sudah kembali aja ke rumah no.8 itu, khawatir dia keluar sedangkan kita lagi makan." kata vian
" iya sudah kalau begitu pak, saya mohon maaf." kata pak dede lalu memutar minibus kembali masuk. Vian mengirim pesan ke pak bambang bahwa dia sudah menuju ke rumahnya.
__ADS_1
Sampai di rumah no.8, minibus berhenti, pak dede nyamperin vian yang duduk dibelakang.
" pak maaf, pemilik mobil tadi marah dia ingin ketemu sama bapak katanya mau komplain, gimana." kata pak dede
" iya sudah saya temuin dia, tapi kayanya saya sudah gak selera makan diluar lagi kalau kaya gini pak de, pak dede nanti langsung pulang saja bersihin mobil karena lusa mau di pakai ke KBB." kata vian
" terus bapak dan keluarga bagaimana." kata pak dede
" kita turun aja dulu semuanya, nanti kita jalan sambil nikmati lingkungan sini." kata vian, lalu mengajak keluarga turun. Setelah turun semua termasuk ibu sisil, Vian memencet bell rumah tersebut. pintu pagar pun dibuka oleh pemilik rumah tersebut oleh Silvy dan Silvia anaknya ibu sisil.
" loh kok kalian ada disini?, Lagi ngapain kalian disini?, kapan kalian datang?." kata ibu sisil membrondong pertanyaan
" tadi sore kita sampai di jemput bapak." kata silvy
" terus bapak kalian dimana." kata ibu silvy yang masih kesal kepada suaminya
" ada di rumah." kata sivia
" ibu mau masuk dulu aja." kata silvy lalu mengajak ibunya itu masuk ke dalam, vian dan yang lainnya mengikuti
" selamat datang di rumah." kata pak bambang lalu memeluk istrinya yang sedang kesal itu
" emang ini rumah siapa." kata ibu sisil
" ini rumah kita lah, katanya ibu mau pindah kesini mau tetanggaan sama ibu lily." kata pak bambang
" beneran pak ini rumah kita." kata ibu sisil yang masih belum percaya
" masa bapak bohong, tadi bapak minta pak vian untuk mengatur supaya bisa ngasih kejutan buat ibu." kata pak bambang
" ayo pak bu silahkan masuk, kita makan malam bersama." lanjut pak bambang.
Semuanya pun masuk ke dalam rumah, disana sudah tersedia makanan. Lily pun menyerahkan kue kepada ibu sisil
" maaf ya bu, karena mendadak, saya gak bisa kasih apa apa, semoga kita bisa jadi tetangga yang baik." kata lily
" iya bu, terimakasih banyak, ini kejutan luar biasa." kata ibu sisil yang langsung memeluk lily
__ADS_1
" o iya pak vian ini anak anak saya silvy dan silvia." kata pak bambang, pak bambang pun mengenalkan vian dan keluarganya kepada Silvy dan silvia.