Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Reuni Kelas 1


__ADS_3

Lily menggenggam tangan vian, vian berusaha untuk menahan emosinya.


" pah, kenapa papah ngomong gitu, papah mau ninggalin aku, kita bicara seperti itu karena kita khawatir kita enggak bisa jadi isteri yang baik untuk papah, kalau ada ucapan aku yang salah aku minta maaf, aku sayank sama papah." kata lily


" papah bicara seperti itu karena papah juga khawatir kalian merasa terkekang dengan kehidupan ini bersama papah, papah juga enggak tau hati kecil kalian seperti apa, apa memang benar benar bahagia bersama papah. Yang jelas jangan sampai keberadaan papah menjadi penghalang kebahagiaan kalian, jika memang kejadiannya seperti itu papah akan mundur dari kehidupan kalian, bukan karena papah enggak sayang atau cinta lagi tapi papah enggak mau menjadi penghalang kebahagiaan orang lain hanya untuk kesenangan papah, papah udah banyak dosa, akan terus berdosa kalau begitu." kata vian


" kalian cantik, enggak pantes bersama papah, mungkin kalian malu. Untuk itu jika apa yang papah katakan benar adanya, lebih baik dibicarakan terus terang saja kepada papah, jangan takut papah akan kenapa kenapa atau melakukan hal hal yang enggak enggak, papah enggak akan sakit hati kok kalian tenang saja, yang terpenting kalian jujur, terus terang. Kalau kalian minta papah pergi saat ini papah bersedia, papah akan bawa devan, de qinar, bapak ibu, kakek nenek dan ika saat ini juga, sedangkan anak yang di kandungan kalian kalau sudah lahir kasih kabar saja papah akan jemput mereka." lanjut vian, mata dia sudah memerah


" papah jangan ngomong gitu dong, aku enggak mau kehilangan papah." kata lily lalu memeluk vian dan menangis, astrid dan dilla pun sama.


" iya pah, jangan bicara gitu lagi ya, aku sangat sayang sama papah." kata astrid


" iya pah, aku bahagia dan bangga bisa jadi isteri papah, jadi tolong papah jangan bicara itu lagi ya." kata dilla


" papah bicara begitu karena enggak mau kalian susah, enggak bahagia, papah enggak mau egois sehingga tidak memikirkan kalian, hati dan perasaan kalian." kata vian


" kita bahagia kok pah." kata lily, astrid dan dilla


" iya sudah kalian tidur, istirahat." kata vian


" enggak mau, aku mau bobo sama papah." kata lily manja


" iya, aku mau bobo dan kelonan sama papah." kata astrid dan dilla. Lily, astrid dan dilla pun memeluk vian, lalu menciumi vian. Setelah itu mereka pun pergi ke kasur.

__ADS_1


" aku pengen, papah mau kan." kata lily, dia pun langsung mencium bibir vian, pemanasan permainan pun dimulai, astrid dan dilla pun enggak tinggal diam mereka pun ambil bagian. Mereka pun bergulat dalam permainan tersebut, melupakan kesedihan tadi dan melampiaskannya dengan permainan panas sehingga mendapatkan kenikmatan yang mereka alami. Setelah mereka mendapatkan puncaknya vian mencium kening mereka satu satu, perasaan tadi hilang sudah, mereka pun berpelukan dan tertidur.


Setelah sholat berjamaah vian pamitan pergi ke gazebo, lily meminta dibuatkan sarapan nasi goreng buatan vian. Vian pergi ke dapur memberitahukan bi narsih supaya enggak masak karena dia yang akan masak, setelah itu dia pergi ke gazebo, lalu melakukan olahraga ringan, setelah itu dia membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. merasa sedikit santai vian pun memikirkan maksud perkataan isterinya. Jam 6 karena sudah terang vian pergi melihat progres pembangunan mess dan kamar untuk tamu. Melihat pembangunan tersebut vian puas akan kerja dari tim L-Pro, karena isterinya meminta dibuatkan sarapan vian pun pergi ke dapur, bahan bahan sudah disiapkan bi narsih dan mirna, vian pun membuat bumbu, lalu masak nasi goreng, sedangkan mirna dan bi narsih disuruh menggoreng udang. Vian pun membuat saus yang enggak pedas sama enggak. Setelah selesai vian menyajikannya di atas meja makan. Lily, astrid dan dilla sudah duluan ada disana. Lily mengajak keluarga pak bambang, pak gubernur dan endris untuk sarapan.


" ayo pak bambang, pak gubernur, pak endris coba masakan pak vian." kata lily


" seriusan ini pak vian yang masak." kata pak gubernur


" iya pak gub, silahkan di coba." kata vian, pak gubernur, pak bambang dan endris bersama isterinya mengambil masakan vian lalu mencobanya.


" waduh ini luar biasa enak, saya enggak nyangka pak vian jago masak juga." kata pak gubernur


" pak vian ikutan master chef aja." kata pak bambang


" saya hanya bisa beberapa masakan saja pak." kata vian


Devan berasama azka, Devina dan Ferdy pun datang ke meja makan, orang tua, mertua dan kakek nenek vian pun datang kesana.


" papah untuk aa mana, aa laper nih mencium masakan papah." kata devan


" itu udah papah siapkan, udah makan sama azka, Devina dan ferdy." kata vian


" ayo kita makan, masakan papah aa enak banget loh." kata devan

__ADS_1


Tak lama ika, bella dan teman temannya pun datang kesana, setelah selesai makan vian menemui indra di taman, lalu menyuruh indra untuk merapihkan tempat disana karena nanti siang akan ada teman teman sekolah vian yang datang untuk reuni kelas. Vian menelepon pak dede supaya datang ke rumah membawa minibus karena mau ke livi residence. Lily pun memberi tau kalau nanti ada dari catering supaya menatanya di taman. Setelah siap semuanya mereka naik minibus, sedangkan vian naik mobil pribadi di sopiri pak edi. diperjalanan vian meminta pak edi berhenti di supermarket untuk membeli sembako untuk kakek braja, pak zainuri, pak agus dan keluarganya hilda, karena vian mendapat informasi bahwa hilda dan keluarganya sudah pindah ke rumah barunya.


selesai berbelanja vian pun melanjutkan perjalanan ke perumahan livi residence, sesampai disana vian memanggil pak agus untuk menyerkan sembako ke keluarga hilda dan pak zainuri menyerahkan sembako ke kakek braja. devan sudah mengajak teman temannya pergi ke kandang thunder setelah pak zainuri datang, vian, pak adi, pak bowo, pak bambang, pak gubernur dan endris pergi melihat pembangunan sekolah dan kampus


" wah cepat sekali pembangunannya." kata pak gubernur


" benar luar biasa tim L-Pro kerjanya." kata pak bambang


" iya pak, mudah mudahan tahun depan sudah menerima siswa dan mahasiswa baru." kata vian


Setelah itu mereka kembali ke perumahan livi residence.


" perumahan juga sedang melakukan pembangunan pak." kata pak bambang


" iya pak, itu untuk karyawan rumah sakit livi pak." kata vian


tak lama datang hilda dan keluarganya ke villa, mereka pun menyalami semuanya.


" perkenalkan pak bambang, pak gubernur, ini hilda dan keluarganya yang waktu itu saya ceritakan." kata vian


" pak, ibu saya mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga, sehingga ibu mendapatkan perlakuan penolakan dari rumah sakit, dan mohon maaf atas penggusuran rumahnya." kata pak gubernur


" tidak masalah pak, malahan saya berterimakasih kepada pak gubernur twlah memberikan informasi yang penting tenatang rumah sakit livi, dan mengenai penggusuran tersebut tidak ada masalah karena kami sudah mendapatkan ganti rugi. Kami juga memenag sudah bosen pak tinggal disana karena selalu terkena banjir, mudah mudahan dengan adanya revitalisasi sungai tersebut bisa memberikan dampak yang bagus." kata bapaknya hilda

__ADS_1


" kami juga bersyukur kalau tidak mengalami musibah tersebut kami tidak akan kenal sama pak vian yang sangat baik ini." kata ibunya hilda


mereka pun mengobrol, sedangkan vian pamit untuk merokok. Vian ditemani pak dede sambil menikmati kopi.


__ADS_2