Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mau Hadiah Lainnya


__ADS_3

Tak lama keluarga pak bambang datang kesana, walaupun waktu sudah menuju pagi hari, suasana kegembiraan diacara ulang tahun lily masih berlanjut.


" selamat bu lily, semoga panjang umur, selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan serta rumah tangga yang harmonis." kata ibu sisil sambil menyerahkan kado ke lily


" selamat ulang tahun tante." kata silvy dan silvia


" selamat ulang tahun bu lily, semoga selalu sehat dan diberikan kemudahan segala urusannya." kata pak bambang


" terimakasih pak, ibu, silvy dan silvia." kata lily


" terimakasih ibu sudah mau menerima keluarga kita disini." kata ibu sisil


" saya juga berterimakasih karena ibu mau menjadi bagian keluarga kami ini. Saya enggak pernah membayangkan keluarga saya bisa banyak seperti ini." kata lily


" ternyata pak vian bisa romantis juga ya." kata pak bambang


" saya juga enggak mengiranya pak, dikira saya memang sengaja area ini ditutup karena lagi ada pembangunan, eh ternyata ada yang sedang dekorasi ini." kata lily


" tadinya dia udah ngambek tuh pak, katanya enggak kasih kejutan." kata vian


" dikira udah lupa sama saya, oh iya pak, ibu ayo makan sama sama." kata lily mengajak mereka makan.


" ini enaknya rumah terpisah dari yang lain, jadi enggak mengganggu orang lain." kata pak bambang


" betul pak, kenapa saya dulu tertarik, bukan karena enggak mau bertentangga, tapi karena saya khawatir akan mengganggu tetangga." kata vian sambil makan jagung bakar


" itu jadi bangun mess dan kamar tamu pak." kata pak bambang


" iya pak alhamdulillah, karena saya khawatir kalau seperti sella, selly, lusi dan muthi menginap di rumah mereka akan merasa privasi mereka keganggu dan kalau kost di luar takut juga walaupun mereka sudah dewasa. Ini salah satu tanggungjawab saya sebagai pimpinan livi group, tapi kalau mereka mau keluar dari lingkungan sini juga saya gak akan melarang." kata vian


" betul itu pak, kalau kita sudah siapkan dan mereka enggak mau itu pilihan mereka." kata pak bambang


" iya pak gimana lusa bisa bantu kita buat pasport." kata vian

__ADS_1


" insyaAllah bisa pak, sekalian nanti sama saya kesananya." kata pak bambang


" soalnya hampir 30 orang dari sini, jadi yang akan berangkat nanti umroh di 80 orangan. Bapak siapa saja yang akan ikut." kata vian


" yang udah pasti keluarga saya aja." kata pak bambang


" oke kalau begitu, soalnya besok saya akan ketemu sama orang dari travelnya." kata vian


" oh iya pak gimana proses pembangunan pabrik lancar." kata pak bambang


" alhamdulillah pak lancar, sekarang lagi proses pembangunan pabrik dan pengolahan limbah." kata vian


" jadinya pabrik itu akan di bawah perusahaan LA pak atau bagaimana." kata pak bambang


" sepertinya iya pak, tapi kalau memang bapak mau masuk dan bapak menginginkan nama lain bisa saja kita buka perusahaan baru." kata vian


" kalau masih tetap menggunakan itu nanti tinggal di RUPS luar biasa saja pergantian kepemilikannya, sama kaya ibu, silvy dan silvia nantinya." lanjut vian


" kalau saya masuk sekarang bisa dapat dividen gak nih." kata pak bambang sambil ketawa


" siapa aja memangnya sekarang yang menjadi pemilik LA." kata pak bambang


" saya, lily, opik aja pak, opik saya kasih saham dia yang sebagai direktur utamanya." kata vian


" wah ibu lily banyak juga ya sahamnya." kata pak bambang


" hanya nama aja pak." kata lily


" kalau ibu astrid sama ibu dilla di perusahaan mana saja pak." kata pak bambang


" mereka di Dilas sama di LCI aja." kata vian


" wah benar benar sudah pak vian aturkan. Kalau perusahaan dibawah livi group apa saja pak." kata pak bambang

__ADS_1


" perusahaan LNI, LA, BSL, L-Trans, L-Pro, Livi Hospital, Livi education, sama Resort yang di bali." jawab vian


" L-Trans sama L-Pro itu perusahaan apa pak." kata pak bambang


" L-Trans itu yang memegang expedisi di bawah perusahaan Livi Group ada juga travel, bengkel, sedangkan L-Pro yang melakukan pembangunan perumahan, dan pembangunan lainnya seperti pabrik yang sedang dikerjakan itu pembangunannya dibawah L-Pro." kata vian


" benar benar pak vian ini, jadi sebenarnya uang yang berputar di perusahaan pak vian di situ situ aja." kata pak bambang


" saya sedang belajar pak, jadi semua perusahaan saya satu sama yang lainnya memiliki keterikatan." kata vian


" saya harus banyak belajar nih sama pak vian." kata pak bambang


" saya juga masih perlu banyak belajar pak." kata vian


" iya sudah saya gabung di LA aja pak, saya lihat prospeknya sangat bagus, jadi enggak usah buat perusahaan baru lagi, toh hanya sebuah nama yang penting keuntungannya." kata pak bambang


" boleh pak nanti saya kasih laporan keuangannya dan perhitungan perencanaan pabrik jadi biar sama sama di untungkan." kata vian


" siap pak, jadi bisa saya cicil juga kan setor modalnya." kata pak bambang


" bisa diatur pak, nanti saya buatkan perjanjiannya." kata vian


" pak vian atur saja, saya percaya sama bapak." kata pak bambang.


Karena sudah jam 1 pagi mereka pun bubar, pak bambang dan keluarganya pamitan pulang, vian, lily, astrid dan dilla pun masuk ke kamar.


" terimakasih ya papah sayank atas surprisenya dan hadiahnya." kata lily


" iya sayank sama sama." kata vian


" tapi mamah masih mau hadiah lainnya." kata lily


" mamah mau hadiah apalagi." kata vian. Lily langsung memeluk dan mencium bibir vian, vian pun membalas ciuman tersebut lalu membawa lily ke atas kasur. " mamah mau hadiah ini." bisik lily sambil memegang pusaka vian. Lalu dia membuka kaos dan celana yang dipakai vian, setelah itu dia pun membuka pakaiannya, lalu mencium bibir vian dan menyerahkan bukit kembarnya untuk dihisap, setelah itu memberikan mahkotanya dan dia pun memiankan pusaka vian, birahinya sudah meningkat lily pun mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian. Astrid dan dilla melihat itu mereka bergairah membuka pakaiannya lalu mencium vian dan astrid memberikan bukit kembarnya untuk di remas remas, dilla meremas bukit milik lily, " kalian membuat aku enggak bisa lama, pah mamah mau keluar." kata lily, astrid mengambil alih pusaka vian dengan mengarahkan mahkota miliknya, sedangkan vian asyik memainkan bukit kembar dilla dan setalah astrid ambruk di atas tubuh vian kini giliran dilla yang bermain, vian menyuruh dilla untuk tiduran, sambil menciumi dilla, " mas aku gak tahan lagi mau keluar." kata dilla dia pun menggelinjang, vian membiarkan dia mencapai puncaknya, setelah itu mengarahkan pusakanya ke mahkota milik lily, sambil menciumi lily dan meremas bukit kembarnya lily sudah tidak tahan lagi akan perlakuan vian. " papah mamah mau keluar, mamah gak tahan." desah lily. Vian pun mempercepat permainannya, disaat tubuh lily menggelinjang vian pun mencapai puncaknya. Vian mencium kening lily dan memeluknya, setelah itu vian juga mengecup kening astrid dan dilla. Karena lelah mereka pun tertidur salinh berpelukan di bawah selimut. Raut kebahagiaan terpancar di wajah lily.

__ADS_1


Di pagi hari seperti biasa vian bangun terlebih dahulu lalu mandi, selesai mandi vian membangunkan lily, astrid dan dilla, walau susah vian memaksa mereka untuk bangun dan mandi, setelah itu mereka sholat berjamaah, lily dan dilla pamit istirahat lagi, sedangkan astrid membuatkan susu panas buat vian lalu menyerahkannya ke vian yang duduk di sofa. Astrid pun menemani vian duduk disana. Mereka berdua mengobrol, astrid pun menyandarkan kepalanya dibahu vian.


__ADS_2