
Dr. Chandra dan dikter dan perawat yang tidak sedang bertugas menyambut kedatangan kunjungan menteri kesehatan. Pasien dan keluarga pasien serta tamu rumah sakit melihat kehadiran para pejabat langsung heboh.
" selamat datang bu menteri mohon maaf kalau tidak ada penyambutan." kata dr. Chandra
" terimakasih dr. Chandra, ini sudah cukup bahkan menurut saya ini juga berlebihan, saya berkunjung kesini karena ada laporan bahwa rumah sakit ini banyak menerima pasien yang tidak mampu, saya akhirnya mencari siapa pemiliknya, kebetulan pak menteri sosial mengenal pak vian dan tadi saya berkunjung ke rumah beliau, beliau mengajak saya untuk berkunjung langsung kesini." kata bu menteri kesehatan, mereka mengobrol sambil jalan.
" iya bu menteri, itu amanat pak vian kepada saya dan tim rumah sakit ini jangan sampai membeda bedakan pasien, layani dan tangani dulu baru bicara masalah pembayaran, nyawa yang utama. Makanya itu kita sebagai dokter sangat menghargai beliau karena tugas seorang dokter seharusnya seperti itu, dan kami para dokter dan perawat serta karyawan rumah sakit ini juga alhamdulillah enggak sampai mengalami penundaan gaji dan kita juga tetap memberikan pelayanan yang menurut kami sudah bagus, mohon maaf ibu menteri ibu mau meluhat kemana terlebih dahulu atau mau bicara di ruang rapat." kata dr. Chadra
" enggak usah ke ruang rapat, saya lebih suka lihat kelapangan langsung, saya ingin lihat pelayanan rumah sakit ini," kata bu menteri kesehatan, dr. Chandra dan silvia membawa ibu menteri ke tempat pendaftaran pasien disana terlihat ada beberapa yang sedang antri.
" mohon maaf pak, bapak pasien atau keluarganya." kata bu menteri kesehatan
" saya keluarganya bu, ibu saya yang sakit, dia sudah dibawa ke ruang pemeriksaan." kata sodikin keluarga pasien
" siapa nama ibunya kalau boleh tau, sudah berapa kali bapak ke rumah sakit ini, dan bagaimana menurut bapak pelayanannya." kata bu menteri kesehatan
__ADS_1
" nama ibu saya bu salimah, ini yang pertama kali, kebetulan ada yang merekomendasikan kesini aja karena menerima surat keterangan tidak mampu dan pasien bisa ditangani langsung tanpa harus mengurus dulu. Ternyata benar, semenjak datang ibu saya langsung di bawa ke ruang UGD untuk diperiksa karena tadi ibu saya sesak dan memerlukan oksigen, saya ini sedang mengurus kamar inap karena ibu harus di rawat. Saya sangat puas atas pelayanan rumah sakit ini, semoga saja rumah sakit lain bisa seperti ini karena saya sebelumnya pernah di tolak karena tidak mampu membayar deposit rumah sakit." kata pak sodikin
" terimakasih pak atas informasinya," kata bu menteri kesehatan, dia meminta ke ruangan UGD, di ruangan UGD beliau menanyakan pasien bernama ibu Salimah, ibu salimah sedang berbaring di ranjang rumah sakit dengan sudah terpasang selang infus di tangannya dan selang oksigen di hidungnya. Setelah itu bu menteri minta berkunjung ke ruang inap. Dr. Chandra membawa ke ruang inap kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan Kamar VIP, di setiap kamar bu menteri pun menanyakan kondisi pasien dan pelayanan rumah sakit. Tak lupa bu menteri juga menanyakan kepada karyawan dan perawat serta dokter di rumah sakit livi ini.
" dr. Chandra kalau tidak sibuk sama tim dokter yang tidak ada tugas kita ngobrol di gedung livi group ya, ini mengenai pembahasan perkembangan rumah sakit livi ini sesuai yang dr. Chandra sampaikan melalui laporan. kita makan siang bersama dulu di rumah saya." kata vian
" baik pak, nanti saya menyusul sama teman teman lainnya." kata dr. Chandra. Vian dan yang lainnya pun pamitan lalu kembali pulang ke rumah vian. Jam 12.27 menit mereka tiba di rumah. vian pun mengajak mereka untuk makan siang terlebih dahulu, vian pergi ke musholla untuk sholat dulu, lily menemani bu menteri bersama ibu ibu lainnya. baru setelah sholat vian makan siang, tak lama dr. Chandra dan tim rumah sakit juga datang, mereka pun makan siang bersama.
" Setelah saya melihat langsung, saya sangat terharu bahwa masih ada pengusaha yang tidak hanya memikirkan keuntungan semata tapi memprioritaskan pasien, saya mengucapkan terimakasih ke pak vian dan tim rumah sakit livi atas kinerjanya melayani warga masyarakat yang membutuhkan pengobatan." kata bu menteri kesehatan
" sama sama bu, itu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling membantu, alhamdulillah saya diberi kesempatan Allah untuk bisa membantu melalui rumah sakit livi." kata vian
" nanti akan saya sampaikan di rapat, bahwa kita selaku pemerintah harus memberikan apresiasi kepada rumah sakit livi karena telah membantu pemerintah dalam menangani kesehatan warga masyarakat." kata bu menteri kesehatan
" betul bu, saya juga akan mengusulkan ke dewan supaya pak vian mendapatkan apresiasi sebagi pengusaha yang peduli terhadap lingkungan dan warga masyarakat, dari sisi sosial, kesehatan, penurunan tenaga kerja, menciptakan pengusaha pengusaha baru melalui UMKMnya, bahkan di sunia pendidikan pun beliau berperan dengan membangun sekolah negeri di KBB, itu prestasi yang luar biasa menurut saya." kata pak bambang
__ADS_1
" saya setuju pak dewan, nanti saya akan menguslkan itu." kata pak menteri pendidikan, pak menteri UMKM, pak menteri sosial, pak gubernur pun sama.
" nanti saya akan mengundang pak vian untuk hadir ke gedung dewan, kalau perlu saya akan mengundang bapak dan ibu yang hadir disini untuk memberikan opini juga." kata pak bambang
" siap pak," kata mereka
" bukan karena kita sering mengobrol dan bareng liburan sama pak vian, bapak dan ibu juga mendengar tadi dari pasien, warga masyarakat, contohnya penghuni rusun, penghuni panti asuhan, karyawan perusahaan pak vian. Tujuannya adalah untuk memotivasi pengusaha lainnya dalam membantu warga sekitarnya, tidak hanya mencari keuntungan semata." kata pak bambang
" nanti saya akan bicarakan juga di rapat kabinet masalah ini, saya akan tunjukan video waktu kita melakukan kunjungan kerja ke pabrik PBN dan Pabrik LA." kata pak menteri Tenaga kerja.
" pak vian bersediakan kalau kita undang ke gedung dewan." kata pak bambang
" insyaAllah pak, kalau itu memang akan membawa dampak positif bagi yang lainnya." kata vian
" aku ikut ya pah kalau ke gedung dewan atau ke istana presiden." kata lily
__ADS_1
" aku juga ikut pah." kata astrid, dilla dan shinta
" ini yang akan menambah kehebohan, besok saya akan coba sampaikan ke anggota dewan lainnya." kata pak bambang. Mereka pun makan siang sambil mengobrol, gara gara obrolan biasa memunculkan ide baru buat mereka.