Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Usaha Restoran Astrid


__ADS_3

Tak lama teman Astrid datang dengan orang design. astrid memperkenalkan vian ke temannya itu.


" mas kenalin ini teman aku dilla, dil ini mas vian yang akan modalin buka usaha ini." kata astrid memperkenalkan, vian dan dilla pun bersalaman


" o iya kenalin ini bayu yang akan mendesign tempat ini." kata dilla


" o iya dil, kamu udah buat rencana anggarannya kan." kata astrid


" udah dong." jawab dilla sambil membuka laptopnya.


sedangkan bayu langsung melihat ke dalam toko lalu dia membuat coretan di kertas yang ia bawa. untungnya disana masih ada kursi dan meja bekas usaha sebelumnya.


" maaf kalau untuk konsep interiornya ini mau apa ya." kata bayu


" saya sih pengen yang sederhana tapi memiliki kesan exclusive buat nongkrong dan bisa dijadiin buat pertemuan bisnis juga." kata vian


" oke saya akan buat dulu gambar kasarnya dulu." kata bayu


" oh iya mas bayu bisa sekalian mengerjakannya kan." tanya vian


" bisa mas, nanti ada tim khusus buat pengerjaannya." jawab bayu


" sama sekalian toko yang sebelah juga mas, saya pengen jadikan toko buah buahan segar sekalian disana bisa bikin jus gitu, dan di depan itu karena masih luas bisa buat kursi tamu." kata vian


" baik mas." jawab bayu


" kalo menurut kamu gimana." kata vian


" aku ngikut apa kata mas aja. mas ini rencana anggaran untuk membuka restoran" kata astrid sambil memperlihatkan laporan di laptop dilla


" iya udah nanti untuk peralatan dan perlengkapan lainnya kamu harus tanyakan ke chefnya, jadi tugas kamu selanjutnya cari chef yang bisa bikin makanan nusantara dan barat." kata vian


" iya mas nanti aku cari, kalau untuk pelayan sementara aku juga bisa." jawab astrid


" baiknya jangan, karena kamu harus fokus untuk memasarkan dan mengembangkan usaha, kalau sekali kali ya gak apa apa." kata vian


" siap pak bos." jawab astrid


" jadi rencana anggaran ini sudah bagus tapi harus juga disesuaikan dengan keperluan chef." kata vian. setelah itu vian keluar toko sambil membawa minuman dan menyalakan rokok melihat lahan sebelah.


dilla yang dari tadi melihat penjelasan vian cuma bengong. melihat temannya bengong astrid menegurnya


" hai kok kamu malahan bengong sih." kata astrid


" trid, kamu kenal dimana sama mas vian." kata dilla


" dia itu bos aku tau. awas aja kalau kamu suka dia ya, dia itu udah punya istri dan dia sebentar lagi mau nambah istri." kata astrid


" beneran trid." kata dilla


" masa aku bohong sih." kata astrid


" aku juga mau deh jadi istrinya." jawab dilla


" kamu mau jadi istri ke tiganya gitu." kata astrid


" iya gak apa apa, ganteng, pengusaha." jawab dilla polos


" mba aku juga mau jadi istri mas vian." kata bella

__ADS_1


" kamu ya. masih kecil. masa suami kakaknya kamu mau ambil juga" kata astrid keceplosan


" jadi istri ke duanya kamu trid." kata dilla


" belum baru rencana, makanya usaha ini harus jalan dulu." jawab astrid yang udah kepalang tanggung


" emang usaha mas vian cuma resort yang kamu kerja itu aja ya." kata dilla


" resort itu baru kemarin dia ambil alih, sebelumnya ada perusahaan perlengkapan bayi dan anak, perkebunan dan peternakan serta froozen food dan minuman, Bank, expedisi, property. karyawannya udah seribu lebih metk dagangnya Livi." kata astrid bangga


" terus kenapa harus buka usaha. livi pasti nama istrinya ya." kata dilla


" dia gak mau nafkahin aku dari hasil usahanya sama istrinya itu, jadi dia ngasih tantangan ke aku. makanya kamu harus bantuin aku ya. iya livi itu lily vian." jawab astrid


" terus nama restoran ini apa. asvi." kata dilla


" bukan. Viastri namanya." jawab astrid


" jadi kalo aku nikah sama mas vian Divi dong ya." kata dilla


" wah ini mau mencuri start nih." jawab astrid


" kalo aku jadi Belvi, bagus kan." kata bella sambil nyengir


" kamu anak kecil ikut ikutan aja." kata astrid


" kamu beneran trid mau nikah sama mas vian." kata dilla menyelidik


" iya doain aja ya." kata astrid


tak lama vian datang dan bayu juga sudah selesai menggambar design toko itu dan memperlihatkan kepada vian


" saya ikut aja, nanti kirim aja ke astrid atau dilla juga gak apa apa. kira anggarannya berapa dan berapa lama pengerjaannya." tanya vian


" untuk pengerjaan interiornya kurang lebih di 2 bulanan maximal 3 bulan, soalnya sama pengerjaan lahan sebelah dan toko sebelah. o iya untuk nama usahanya apa dan perlengkapan furniturenya dari siapa." kata bayu


" kemarin namanya apa." tanya vian


" Viastri mas." jawab astrid


" nah itu namanya. furniture semuanya dari mas bayu saja biar bisa cocok dengan design yang mas buat, sama sekalian juga buat toko buah buahannya ya. kaya kulkas perlu berapa." kata vian


" baik mas, kalo seperti itu kayanya bisa sampai 250jtan. tapi untuk fixnya saya akan buatkan pengajuannya." jaqab bayu


" oke saya minta secepatnya ya. soalnya kemungkinan 3 bulan ke depan saya mau umroh sama keluarga dan teman serta rekan bisnis saya." kata vian


" baik mas paling lama besok saya kirim kan design dan penawaran harganya." jawab bayu


" mas vian, kerjaan aku apa dong." kata dilla


" kamu bisa bantuin astrid ngelola usaha ini komunikasikan saja sama dia." kata vian


" o iya mas saya minta nomor kontaknya biar nanti bisa lebih cepat, nanti juga saya kirim.ke mba astrid dan dilla." kata bayu


" boleh ini nomor saya xxxxx." jawab vian


" iya mas, saya udah kirimkan nomor saya ke mas." jawab bayu


" nomor aku juga sudah aku kirim ke mas ya." kata dilla

__ADS_1


" oke terimakasih. mohon maaf saya mungkin gak bisa lama lama karena harus pulang dan mempersiapkan acara perusahaan. nanti untuk biayanya biar astrid yang menanganinya. pembukuannya bisa dilla yang melakukannya. kita bisa berkomunikasi lewat telephone." kata vian


" baik mas." jawab mereka (astrid, dilla, dan bayu)


setelah itu astrid mengunci toko kembali. mereka berpisah. astrid tetap menjadi sopir di sampingnya bella sedangkan vian duduk di belakang. mobil melaju menuju rumah astrid, 40 menit mereka sampai di rumah astrid.


" mas sudah sampai, maaf ya rumahnya kaya gini." kata astrid


" kenapa emang rumahnya, ini bagus kok." jawab vian


" ayo mas masuk dulu." ajak astrid


" iya kak vian masuk dulu anggap aja rumah sendiri." kata bella. vian pun masuk ke rumah astrid dan duduk di kursi di ruang tamu.


" mas tunggu sebentar ya, aku mau siap siap, tapi kalo mas mau ngerokok di luar ya di teras." kata astrid


" iya sudah aku tunggu di teras aja kalo begitu." jawab vian lalu berdiri dan pergi ke teras


tak lama bella datang sama ibunya.


" kok di luar nak," kata ibu Asti ibunya astrid dan duduk di kursi


" gak apa apa bu saya di luar biar sambil merokok." jawab vian


" kak mau minum kopi atau teh biar aku buatkan." kata bella


" gak usah repot repot bel, ini ada minuman yang tadi dibeli." jawab vian


" ini kan aku yang mau buatkan mas. kopi enaknya panas." kata bella merengut


" iya sudah kalo begitu kopi aja." jawab vian


" nak vian ibu mau mengucapkan banyak banyak terimakasih atas bantuan nak vian." kata bu asti


" sama sama bu. oh iya gimana kondisi ibu sekarang." tanya vian


" alhamdulillah baik nak berkat nak vian, ibu tinggal menjalani kemotrapi berapa kali. insyaallah sembuh kata dokter." jawab bu asti


" alhamdulillah kalo begitu, saya turut senang." jawab vian.


tak lama bella datang membawa kopi


" kak ini kopinya, kalo kemanisan maklum aja yang buatnya manis, tapi kalau kurang manis bisa langaung lihat aku ya." kata bella lalu duduk disebelah vian


" kamu ini gak sopan sama tamu." kata bu asti


" kak nanti aku boleh bantuin usahanya mba ya." kata bella


" iya boleh dong kenapa gak. oh iya bu, toko yang dekat rumah sakit itu saya sewa ya, buat usaha restoran astrid." kata vian


" iya silahkan aja nak. ibu cuma bisa bantu doa saja." jawab ibu asti


" itu udah sangat cukup. biar astrid juga gak jauh kerjanya." kata vian


" iya ibu khawatir kalo dia kerja jauh, berarti dia gak kerja lagi di bali." kata bu asti


" iya bu, saya suruh untuk fokus ngembangin usaha disini aja. hari ini dia akan mengajukan pengunduran diri disana, ibu jangan khawatir kalaupun usaha ini belum jalan saya akan tetap kasih dia gaji." kata vian


" terimakasih banyak nak atas perhatiannya." jawab ibu asti

__ADS_1


__ADS_2