
Jam 10.17 menit vian dan isterinya pamitan pergi berbelanja untuk persipaan liburan, sesampainya di tempat belanja lily membeli untuk keperluan rumah terlebih dahulu.
" kalian punya baju berenang enggak." kata lily
" enggak mbak, memangnya untuk apa." kata astrid
" iya berenang dong, nanti buat disana," kata lily
" oh untuk disana, memangnya kita mau berenang gitu." kata dilla
" iya kan kita mau ke laut, sayang kalau enggak berenang dan snorkling, disana itu bagus lautnya." kata lily
" iya udah kalau begitu kita beli." jawab mereka
" sekalian beli untuk bapak dan ibu ya sama adik kalian juga." kata vian
" siap pah." kata mereka
" mamah mau belikan buat si aa sama de qinar ya pah, mamah mau ajak mereka berenang juga." kata lily
" iya sudah beli aja." kata vian
" aku mau beli juga buat de avin ah." kata astrid
" iya aku juga mau beli buat de alea." kata dilla, setelah berbelanja untuk kebutuhan di rumah dan liburan mereka pun pergi ke toko yang menjual perlengkapan berenang. Lily dan yang lainnya pun memilih milih pakaian berenang, setelah itu membelinya. Sehabis berbelanja untuk persiapan liburan mereka pergi ke rumah makan. Setibanya di rumah makan mereka pun memesan makanan.
" papah seperti biasa kan makanannya." tanya lily
" iya, papah pengen yang seger seger juga." jawab vian. Setelah itu vian pergi untuk merokok, 27 menit kemudian makanan yang di pesan pun sudah di hidangkan di meja, vian dan isterinya pun makan siang bersama, haris dan pak edi pun makan. Selesai makan mereka pun pulang ke rumah, jam 02.17 menit mereka tiba di rumah, vian pun pergi ke kamar bersama isterinya. Mereka pun mengganti pakaian lalu berrs berra mempersiapkan pakaian untuk pergi liburan.
__ADS_1
" pah, mau bawa baju apa aja." kata lily
" jangan banyak banyak mah, baju santai aja dan enggak perlu banyak banyak juga, palingan bawa kemeja 1 sama celana panjangnya takut nanti di bali ada ketemuan sama manajemen resort, atau ada tamu yang mengharuskan papah pakai pakaian formal untuk jaga jaga aja." jawab vian
" iya udah kalau begitu." kata lily
" oh oya pah orang dari travel tanya apa akan ada acara khusus enggak, misalnya BBQan atau yang lainnya." lanjut lily
" mamah atur aja ya, kalau memang perlu boleh aja, biar kita bisa merasakan liburan keluarga dan lebih dekat lagi." kata vian
" iya ufah kalau begitu, kita adakan aja pas malam terakhir aja ya." kata lily
" iya boleh." jawab vian
" oh iya pah, tadi ibu ngasih tau ke aku, apa enggak masalah ibu sama adik aku ikut, karena ibu merasa enggak enak dan baru kali ini ibu ikut liburan keluarga jauh." kata shinta
" iya boleh dong, masa yang lain ikut, ibu dan si deni enggak di ajak, kecuali ibu merasa bukan bagian keluarga ini. Papah enggak merasa keberatan sama sekali, tapi kalau memang ibu merasa enggak mau ikut, iya enggak apa apa juga, uang terpenting kita sudah mengajaknya." jawab vian
" papah tidak pernah merasa terbebani dengan keberadaan kalian, dan semenjak kita nikah mereka pun secara otomatis bagian dati keluarga papah, masa papah bisa ngajak yang lain sedangkan orangtua sendiri enggak di ajak, gimana penilaian orang kepada papah, papah bukan mau mendapatkan penilaian dari orang, ingin di puji tapi kan itu enggak pantas aja, masa yang lain di ajak sedangkan mertua sendiri enggak diajak." kata vian
" iya udah kalau begitu, nanti aku sampaikan ke ibu," kata shinta
" papah enggak mau mendengar bahwa keberadaan keluarga kalian disini akan menjadi beban papah. Papah menerima kalian semua berarti papah juga harus siap menerima keluarga kalian, dan perasaan papah selama ini enggak pernah membeda bedakan kalian dan keluarga kalian." kata vian
" iya pah maaf ya." kata shinta, lalu memeluk dan mencium vian
" iya shin, aku juga enggak pernah melarang kalian dan keluarga kalian, kalau yang ada disini semuanya milik bersama, silahkan saja, kaya misal kamu mau pakai mobil aku silahkan aja kalau memang enggak aku pakai. Yang perlu bilang itu kalau kalian mau pakai papah." kata lily
" iya mbak, terimakasih banyak." kata shinta
__ADS_1
" supaya tidak ada kesalah pamahan, papah sudah bilang dari dulu, jika kalian atau keluarga ada sesuatu yang kalian inginkan, kalian bicarakan sama papah, jika memang bisa papah penuhi, insyaAllah papah akan penuhi, jikalau belum mohon bersabar. Papah hanya meminta kepada kalian jika ingin pergi kemanapun keluar dari rumah ini kalian izin sama papah, dan tolong jaga dan rawat anak anak terlebih dahulu, jangan sampai selalu mengandalkan yang mengasuh mereka." kata vian
" iya pah."jawab mereka. Sehabis mengobrol vian pun pamitan pergi ke gazebo. Sampai di gazebo vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian meminum kopinya lalu menghisap rokoknya. Karena sudah ashar vian melaksanakan sholat di musholla lalu kembali ke gazebo. Tak lama putra datang bersama pak bupati P.
" selamat sore pak vian, sedang santai nih." kata pak bupati P
" sore juga pak bupati. Kapan datang?, jam berapa dari sana." kata vian
" baru saja tiba, dari sana jam 9an pak, tadi mampir dulu ke saudara jadi telat datang kesini." kata pak bupati P
" bapak mau minum apa, kopi atau jus." kata vian
" kopi saja pak, biar lebih enak merokoknya." jawab pak bupati P. Vian pun membuatkan kopi, lalu menghidangkannya untuk pak bupati.
" terimakasih banyak pak." kata pak bupati P, lalu dia meminum kopi dan menyalakan rokoknya.
" maaf loh pak vian, jadinya saya merepotkan pak vian dan keluarga pak vianatas isteri dan anak saya yang berada disini dan sekarang mereka mau ikut berlibur bersama keluarganya pak vian." lanjut pak bupati P
" enggak apa apa pak, lagian lusa enggak merepotkan kok, dia sudah bergabung sama anak anak yang lainnya." kata vian
" alhamdulillah dia sekarang enggak manja lagi, terutama biasanya dia itu selalu minta uang, tapi sudah srbulan ini enggak, kematin sama ibunya di tanya kenapa kok enggak minta uang, kata dia dapat dari perusahaan, apa benar itu pak." kata pak bupati P
" iya pak, walaupun tidak besar, tapi saya menyarankan ke perusahaan, jika memang kita memakai tenaga mereka siapapun itu, perusahaan harus memberikan upah atau gaji kepada mereka." kata vian
" alhamdulillah, jadi dia bisa merasakan bagaimana susahnya mencari uang. Oh iya pak waktu itu saya enggak sempat menanyakan tentang biaya atau apa lah mengenai tempat tinggal mereka, karena orangtua teman temannya lisa menanyakan kepada saya betapa biayanya." kata pak bupati P
" enggak perlu pak, insyaAllah saya ikhlas, doakan saja saya dan keluarga dibetikan kesehatan dan keselamatan serta dimudahkan dalam mendapatkan rezekinya." kata vian.
" saya sellau mendoakan untuk hal itu untuk pak vian dan keluarga, dan saya juga akan sampaikan ke orangtua teman temannya lisa." kata pak bupati P
__ADS_1
mereka pun menikmati kopi dan rokoknya sambil mengobrol.