Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Panti Asuhan Kita Bersaudara


__ADS_3

Tak lama lily, astrid dan dilla datang kesana, lily sambil menggendong de qinar.


" de ayo main sepeda sama aa." kata devan, evi pun menaikan de qinar ke kereta bayi lalu mendorongnya, astrid dan dilla ikut jalan jalan bersama mereka.


" papah udah naik sepedanya." kata lily


" udah mah tadi, sekarang sedang di pake pak gubernur B dan pak Gubernur D." kata vian


" terimakasih banyak loh bu sudah menerima kami." kata pak walikota


" sama sama pak, saya senang bisa nambah saudara." kata lily, tak berapa lama ibu hanum, ibu sisil, ibu athia, ibu zahra keluar kamar bersama azka dan angga. Mereka lalu betmain bersama devan.


" oh iya pak, ibu mau minum kopi atau susu biar di buatkan." kata lily


" biar kami buat sendiri saja bu," kata bu athia


" anggap rumah sendiri saja ya," kata lily


" terimakasih banyak bu." kata ibu zahra


" saya jadi enggak enak ini, baru pertama silaturahmi sudah merepotkan." kata ibu hanum


" saya tiap hari bu merepotkan keluarga pak vian." kata ibu sisil


" tapi mohon maaf ya, kalau pelayanan kami ini tidak sesuai dengan yang bapak dan ibu fikirkan." kata lily


" ini sudah sangat istimewa bu. Angga aja sampai betah disini." kata ibu hanum


" iya si azka aja setiap akhir pekan mintanya kesini, katanya senang main sama devan." kata ibu zahra


" anak saya si Nirmala sampai enggak mau pulang." kata ibu athia


Pak gubernur B dan pak gubernur D kembali ke rumah setelah main sepeda, pak bambang pun keluar kamar, vian mengajak mereka untuk sarapan dahulu, rombongan anak gadis pun datang dan langsung di suruh sarapan terlebih dahulu. Mereka pun bersama sama sarapan, setelah selesai vian, lily, astrid dan dilla pergi kamar untuk berganti pakaian, vian mandi terlebih dahulu. Setelah siap mereka pergi ke bawah.


Mereka pun berkumpul di halaman depan setelah sudah siap semuanya mereka berangkat, jam 9.17 menit mereka sampai di villa livi residence, devan membawa azka dan angga pergi ke kandang thunder, sedangkan para anak gadis mereka pergi ke danau untuk naik bebek bebekan, vian dan yang lainnya santai di gazebo dan menyuruh pak dede untuk membeli kopi di restoran, ibu ningsih dan ibu ibu lainnya pun pergi ke restoran. Vian duduk di kursi pinggir danau karena ingin merokok.


" papah kita naik ini yu." kata lily

__ADS_1


" iya nanti dulu dong, biar mereka aja dulu." kata vian


" enggak apa apa ajak de qinar naik nih." kata lily, vian pun pergi kesana lalu naik ke bebek bersama de qinar di pangkuannya. Lily pun terlihat bahagia, devan pun ingin ikut, setelah beberapa putaran mereka pun kembali, pak bambang dan yang lainnya pun mau mencobanya. Setelah selesai main bebek bebekan mereka pergi ke lahan untuk panti asuhan, di lahan tersebut sedang dikerjakan pematangan lahan untuk bangunan dan sudah membuat galian pondasi.


" ini lahan berapa meter pak." kata pak bambang


" kurang lebih 2000 meter pak, nanti lahan kosongnya akan saya suruh anak anak panti untuk berkebun, berternak untuk kebutuhan mereka." kata vian


" iya sudah nanti saya transfer, mungkin enggak besar tapi setidaknya saya ada andil dalam bangunan panti asuhan ini." kata pak bambang


" iya pak saya juga ingin ikutan." kata pak gubernur B dan pak gubernur D


" saya juga boleh dong ikutan." kata pak walikota


" silahkan pak, toh ini juga untuk anak anak panti asuhan." kata vian, vian pun memberikan rekening yayasan kepada mereka


" apa nama yang bagus untuk panti ini." kata vian


" Bersaudara aja pak bagus." kata pak gubernur B


" Kita Bersaudara, jadi kita kita ini saudara dan mereka pun anak anak panti asuhan merasa memiliki saudara." kata pak gubernur D


" iya sudah nanti kita akan patentkan, Panti Asuhan Kita Bersaudara ini." kata vian


" konsep yang pak vian tadi itu saya setuju, supaya mereka pun tidak hanya mengandalkan dari donasi akan tetapi mereka pun setidaknya untuk kebutuhan makan sudah tersedia." kata pak gubernur B


" selain kebun, peternakan, biat juga pak kolam ikan jadi sisa makanan bisa diberikan ke ikan." kata pak walikota


" boleh nanti saya sampaikan ke pak daryat." kata vian, vian pun lalu menelepon pak daryat supaya membuat 2 kolam ikan, 1 kolam untuk lele dan 1 kolam lagi untuk ikan lainnya.


setelah dari lahan untuk panti asuhan, vian dan yang lainnya pergi ke kantor yayasan livi, vian mengajak mereka melihat bangunan kampus dan sekolah.


" ini komplek pendidikan sangat megah." kata pak gubernur B


" semoga dari sini muncul generasi muda yang berprestasi bisa mengharumkan nama negara kita dan pengusaha pengusaha baru." kata pak bambang


" aamiin." jawab mereka

__ADS_1


" saya sudah bicara sama tim, sekolah ini harus mengutamakan pendidikan Ahlak, selain berprestasi mereka diharapkan memiliki ahlak yang baik." kata vian. Tak lama bapak walikota F datang kesana. Pak gubernur memperkenalkan vian ke beliau.


" salam kenal pak vian, ini kok lagi pada kumpul. terimakasih sudah ikut membangun di daerah ini, jadi hari jum'at besok itu lokasinya disini pak." kata pak walikota F


" betul pak, nanti untuk peresmian yayasan pendidikan livi itu disini, saya harap bapak bisa meluangkan waktunya." kata vian


" insyaAllah pak, kalau saya enggak datang bisa bisa di tegur sama pak gubernur." kata pak walikota F


" iya sudah kita mengobrolnya di kantor yayasan saja pak, supaya enggak panas." ajak vian kepada mereka, mereka pun pergi ke kantor yayasan


" sudah lama saya ingin ke daerah ini tuh, tapi baru bisa sekarang itu pun di telepon pak gubernur, kalau yang ada mesjid dan danau itu dimana pak, itu rame juga di media sosial loh." kata pak walikota F


" itu disana pak di perumahan livi residence, nanti kita makan siang dan istirahat disana." kata vian


" ngomong ngomong peresmian, kemarin pak menteri telepon saya katanya insyaAllah dia akan hadir pak." kata pak bambang


" alhamdulillah kalau begitu." kata vian


" saya juga mendengar bahwa livi juga memiliki rumah sakit ya, dan informasi juga bahwa rumah sakit tersebut menerima pasien yang tidak mampu." kata pak walikota F


" dari sini kurang lebih 30 menitan pak, jadi kalau ada warga daerah sini atau yang lainnya yang tidak mampu dan perlu di rawat di rumah sakit silahkan saja bawa terlebih dahulu kesana, setelah di rawat nanti surat keterangan tidak mampunya menyusul." kata vian


" siap pak nanti saya sampaikan ke aparat desa untuk disampaikan juga ke RT dan RW." kata pak walikota F


" masa warga saya saja sudah banyak yang datang kesana pak wali." kata pak gubernur B


" disini akan ada sekolah apa saja pak." kata pak walikota F


" sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan universitas pak wali, dan disana juga akan dibangun panti asuhan." kata vian


" wah lengkap dan megah ini komplek pendidikannya, oh iya pak walikota B juga hadir dalam rangka apa nih." kata pak walikota F


" silaturahmi saja pak, karena pak vian sudah membantu dalam pendampingan dalam pengembangan pelaku usaha UMKM." kata pak walikota B


" Boleh tuh pak daerah saya juga, saya minta bantuan bapak dalam membimbing pelaku usaha UMKM." kata pak walikota F


" boleh pak, saya minta pelaku UMKM apa saja yang ada di daerah bapak serta potensi daerahnya mudah mudah mudahan ada yang bisa kita kerjasama dengan perusahaan saya terutama di bidang pertanian." kata vian

__ADS_1


Mereka pun terus mengobrol, pak walikota F pun menjelaskan apa saja potensi yang ada di daerah F ini.


__ADS_2