Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Masakan is the best


__ADS_3

Vian membuat kopi lalu membawa ke ruangan kerjanya. Vian membuat perencanaan alokasi dana yang dibutuhkan untuk pengembangan perusahaan perusahaan livi group, yang sudah jelas pembangunan YPL dan pabrik Farmasi. Vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya, dia fokus membuat perencanaannya. Tak lupa vian memberitahu pak dede untuk menyiapkan mobil mengantar pak gubernur L dan pak walikota beserta keluarganya jam 4 sore ke bandara.


jam 3 sore vian kembali ke rumah lalu masuk ke kamar.


" papah dari mana kok baru pulang." kata lily


" tadi habis rapat papah di kantor dulu membuat rencana kerja dan perencanaan keuangan sayank." kata vian, lalu vian pergi mandi, shinta ikut mandi bareng. Mereka apun melakukan hubungan suami isteri disana.


" lily, astrid, dan dilla tumben enggak ikutan." kata vian berbisik di telinga shinta


" mbak lagi pada datang bulan pah, jadi enggak, mereka bilang nanti kalau aku melahirkan mereka siap." kata shinta


selesai mendapatkan puncak gairahnya, vian dan shinta mandi, vian memakai pakaian yang telah disiapkan dilla.


" besok setelah dari rumah sakit kita belanja ya pah, buat persiapan persalinan shinta dan pakaian anak anak." kata lily


" besok juga de avin sama de alea mau di imunisasi pah." kata astrid


" di rumah sakit itu juga kan." kata vian


" iya pah disana, mbak udah buat janji kok sama dr. Silvy." kata dilla


" iya udah kalau begitu, jadi kita sekali jalan." kata vian. Vian dan isterinya ke bawah karena pak gubernur L dan pak walikota bersama keluarganya mau pulang.


" pak, ibu semuanya terimakasih banyak atas jamuannya kepada kami. Dan nitip febby yan pak." kata pak gubernur L


" sama sama pak gub." jawab vian


" iya nih saya jadi merepotkan pak vian dan keluarga aja, terimakasih atas penerimaannya, nanti jangan kapok kalau saya akan datang kesini lagi, terus mungkin lusa Nabilla dan temannya akan datang kesini, saya jadinya akan merepotkan pak vian dan keluarga disini." kata pak walikota


" tidak ada yang di repotkan, nanti kabari aja ya kalau kamu mau kesini, supaya ada yang jemput kamu di bandara." kata vian


" iya om, terimakasih." kata nabilla. Mereka pamitan, vian dan yang lainnya mengantar kepergian pak gubernur dan pak walikota pergi ke bandara. Pak gubernur D dan pak bupati P juga sama pamitan untuk pulang ke rumah mereka.


" pah aku mau udang asam manis dan nasi goreng buatan papah ya," kata shinta


" iya nanti papah buat ya, buat kamu aja kan," kata vian


" oh jadi gitu papah sudah melupakan kita nih." kata lily, astrid dan dilla, mereka pun berusaha memukul vian, akan tetapi vian menghindar lalu lari. lily, astrid dan dilla mengejarnya.

__ADS_1


" awas ya pah, nanti kita pukulin." kata mereka


" kenapa sih ly, kaya anak kecil aja main kejar kejar." kata bu retno


" habisnya, dia enggak mau masak buat kita bu." kata lily


" memangnya vian mau masak apa." kata bu retno


" itu udang asam manis sama nasi goreng bu, masa dia mau masak cuma bjat shinta aja," kata lily


" nanti ibu buatkan." kata bu retno


" enggak mau, maunya masakan vian." kata lily


" vian mana mungkin dia masak cuma satu orang aja, kamu lagi datang bulan ya." kata bu retno, lily, astrid dan dilla mengangguk


" papah sama mamah nih kaya anak kecil aja sih, main lari larian." kata devan


" itu a, papah enggak mau masakin buat mamah." kata lily mengadu


" asyiiik... Aa mau udang goreng pakai sambelnya ya pah.. Nyaaam... Nyaaam. Nyaaaam." kata devan


" siap bos, nanti papah buatkan." kata vian


" iya nanti papah buatkan kok.. Kenapa jadi pada marah sih." kata vian. Lalu menghampiri dan memeluk mereka. Tak lupa vian juga memberikan kecupan di kening mereka


" awas ya kalau bohong." kata lily masih cemberut


" iya sayank masa papah masak cuma buat shinta sama aa aja sih, memang selama ini papah pernah gitu." kata vian. Mereka pun menggelengkan kepalanya. Setelah itu vian pergi ke dapur mengeluarkan udang dan kerang yang ada di kulkas, setelah itu merebus kerangnya. Dan membuat bumbunya. Vian juga meminta bi narsih untuk meniriskan nasi untuk nasi goreng. Vian juga kebingungan kenapa isteri isterinya menjadi sensitif padahal sebelumnya belum pernah seperti itu.


Selesai sholat magrib vian pergi ke dapur, menyiapkan makanan untuk makan malam, karena disana masih ada pak bambang, pak menteri dan pak gubernur, selain itu juga lily masih meminta bu retno untuk menyiapkan makanan dari restoran BBB karena khawatir kurang.


" enaknya... Aa udah enggak sabar nih pah pengen makan..." kata devan, dia sampai menunggu di dekat dapur


" sabar dong sayang, sebentar lagi ya.." kata vian memberitahu


" aa kok disana sih mainnya.." kata lily


" aa nungguin papah masak mah... Heeemm enaknya...." kata devan

__ADS_1


" kaya enggak di kasih makan aja sih...itu udah ada makanan yang nenek siapkan." kata lily


" beda mah... Masakan papah itu is the best..." kata devan


" ini udah sayang... Papah siapkan buat aa ya... Aa mau apa." kata vian


" aa mau nasi goreng... Udang goreng sama sausnya ya pah.. eeemmm nyamiiii." kata devan. Vian pun menyiapkan buat devan dan azka... Tak lupa buat de qinar juga karena dia juga suka, vian juga menyiapkan untuk isteri isterinya...


vian meminta bi narsih dan mirna untuk menyiapkan masakannya itu supaya di bawa ke taman belakang juga. Vian membuat masakan itu untuk sekitar 27 orang...


" ini nih masakan spesial pak vian... Mantaaaap." kata pak bambang


" iya om, masakan papah itu paling is the best deh pokoknya." kata devan yang sudah makan duluan.


" saya jadi pengen juga nih... Mencoba masakan pak vian." kata pak menteri tenaga kerja. Vian mempersilahkan semuanya untuk makan malam termasuk kepada anak anak SPI.


" disini saya bisa tambah gendut nih pak.. Makanannya banyak banget lagi." kata pak menteri sosial


" kalau memang enggak habis, kita suka kirim ke rusun atau enggak kita buat nasi bungkus, nanti dibagikan ke pemulung atau orang orang yang ada dijalanan. Jadi jangan khawatir makanan ini mubazir " kata vian


" sungguh luar biasa pak vian dan keluarga ini, masih ingat orang orang yang dibawah." kata pak menteri sosial


" kita boleh menatap keatas tapi sesekali kita juga perlu menatap kebawah, karena kalau terus menatap ke atas khawatir ada batu sehingga membuat kita jatuh.." kata vian


" saya salut loh pak... Sibuk kerjaan tapi masih bisa menyempatkan masak, dan masakannya ini enak banget." kata ibu sofie


" biasa saja bu, kebetulan aja ada waktu dan tadi isteri minta dimasakin, dan si aa kalau saya yang masak biasanya dia makannya banyak." kata vian


" pah... Boleh yaaaa... Aa nambah lagi. Habisnya masakan papah enak sih." kata devan sambil memperlihatkan piring yang kosong


" boleh dong sayang, tapi jangan kebanhakan yaaa... Besok lagi kalau aa mau papah masakin." kata vian


" iya pah... Beneran ya pah masakin lagi.." kata devan


" masakannya enak seger lagi, pak vian buka restoran aja." kata bu citra


" udah ada bagiannya bu.. Nanti kalau saya masak di restoran siapa yang mengurus yang lainnya." kata vian


" sewaktu waktu saja pak... Supaya konsumen menjadi tertarik dan menunggu nunggu masakan bapak." kata bu citra

__ADS_1


" kasih resepnya aja dong vian, supaya restoran bisa ada menu andalan." kata bu retno


" sebenarnya sama aja bu resepnya... Yang membedakan hanya tangan yang mengolahnya saja." kata vian. Mereka pun menikmati masakan vian.


__ADS_2