Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Peresmian Gedung Livi Group 1


__ADS_3

Di pagi hari vian berolahraga sendiri naik sepeda ke luar komplek. Jam 6.47 menit vian baru kembali ke rumah. Sampai di rumah vian membuat susu panas lalu duduk di teras depan dan menyalakan rokoknya, Setelah itu dia pergi ke gedung livi group melihat lihat kembali dan mengecek apa yang kira kira kurang. vian mencoba kursi di ruangannya. Jam 7.17 menit orang dari tim L-Pro datang mau menyelesaikan interior di mess dan kamar tamu sebagian di gedung livi, vian meminta kepada mereka untuk membuatkan meja portable tapi itu tidak terburu buru, vian hanya meminta memasangkan televisi di ruangannya aja supaya bisa di pakai untuk melihat CCTV. Setelah itu vian pergi ke rumah untuk sarapan dan karena saudara saudara astrid dan dilla mau pergi ke bandara setelah sarapan. Vian pun memberikan amplop kepada mereka.


Setelah sarapan saudara saudara astrid dan dilla pamitan dan pergi ke bandara pakai minibus.


" pah sepertinya hari ini enghak akan keburu deh untjk syukuran, gimana kalau besok aja." kata lily


" iya sih, mepet banget, palingan besok anak anak panti asuhan yang kecel kecil aja yang datangnya, soalnya yang besar besar pada sekolah." kata vian


" iya enggak apa apa, tapi nanti tanya yang enggak datangnya berapa orang, kita titip bingkisan dan uangnya ke pak ustadz jangan sampai mereka yang enggak datang cemburu," kata lily


" iya mah, makasih udah mengingatkan." kata vian


" iya sudah mamah sekarang telepon murti supaya buat goodybag mudah mudahan keburu, kalau enggak ya sesuai dengan rencana awal aja pakai goodybag polos, dan kita juga bisa leluasa waktu untuk pergi belanjanya." kata lily


tak lama haris datang memberitahukan bahwa anak anak yang kemarin datang. Vian menyuruh harus supaya mereka tunggu dulu di depan.


" loh kan hari ini libur, kenapa mereka masuk." kata lily


" enggak tau, apa jangan jangan karena papah bilang kemarin besok kalian masuk ya." kata vian


" iya kayanya, papah lagian." kata lily


" maaf, maklum sudah tua." kata vian


" itu sadar diri, udah mau punya anak 5 juga." kata lily


" tua tua masih laku ke yang masih muda." kata vian


" coba coba ya, awas aja nanti di cincang sosisnya." kata lily


" iya sudah papah temui mereka dulu ya." kata vian, lalu pamitan menemui dimas dan kawan kawannya. Vian pun pergi kedepan.


" aduh maaf ya, kemarin saya lupa bahwa hari ini hari libur." kata vian


" enggak apa apa pak, lagian kita juga enggak ada kegiatan dan kami memang mau kesini mengerjakan yang kemarin dan merapihkan semuanya." kata dimas


" kalau begitu saya terimakasih, ya sudah kita kesana sekarang." kata vian, mereka pun pergi ke gedung livi group.


Vian menunjukan supaya server cctv di ruangannya dan di tampilkan ke TV yang tadi dipasang tim L-Pro, dimas pun memasang komputer di meja vian, sedangkan Agung, Tio dan Gunawan pergi ke lantai atas merapihkan komputer disana,.


" Tio dan gunawan kalian buat program supaya laporan dari masing masing perusahaan bisa terkoneksi ke system yang ada disini supaya saya bisa mengontrol dan mengawasinya, misalnya stok barang, penjualan, karyawan, untuk laporan keuangan pun kalau kalian bisa boleh dibuat, tapi supaya enggak mengganggu yang sudah berjalan, kalian coba supaya bisa mengkonsolidasikan program keuangan yang sekarang di pakai apakah bisa tau enggaknya." kata vian


" baik pak, kalau begitu kami buat program stok produk dan penjualan dulu karena itu satu paket biasanya." kata tio

__ADS_1


" iya sudah kalau begitu, saya serahkan ke kalian. Oh iya besok kita disini akan mengadakan syukuran peresmian gedung livi group ini." kata vian


" iya pak baik." kata mereka


" untuk hari ini masuknya kalian ke lembur ya." kata vian


" iya pak, terimakasih." kata mereka


" maaf pak, apakah kita disini akan mendapatkan gasilitas seperti karyawan di LNI dan perusahaan lainnya, misalnya asuransi kesehatan dan kepemilikan perumahan." kata tio


" iya sama dong, disini juga bagian dari livi group apalagi diaini holdingnya." kata vian


" terimakasih banyak pak." kata tio


" oh iya untuk makan siang hari ini kalian pergi saja ke cafe livi yang ada di ruko depan komplek ini ya, bilang saja pak vian, nanti saya yang akan bayarnya." kata vian


" iya pak terimakasih." kata mereka lagi


" kalau begitu silahkan kalian kerja, saya mau pergi dulu belanja untuk acara syukuran besok, kalau ada yang harus dibeli kalian catat saja dulu ya." kata vian, vian pun pergi dari sana menuju ke rumah.


" pah mau berangkat jam berapa. Oh iya pak edi enggak bisa datang katanya mau ngajak keluarganya jalan jalan." kata lily


" iya udah papah telepon pak dede, kita berangkat sebentar lagi aja, kalian enggak ikut kan." kata vian, lalu menelepon pak dede supaya datang ke rumah.


" sama aku juga pah, enggak enak ninggalin de avin." kata astrid


" aku juga pah, de alea takut rewel." kata dilla


" si aa mau di ajak enggak pah." kata lily


" iya sudah ajak aja, biar dia enggak bosen di rumah terus." kata vian. Setelah siap siap vian dan lily pamitan ke astrid, dilla dan shinta,


" kalian mau pergi kemana." kata bu retno


" mau belanja bu beli makanan untuk bingkisan acara besok." kata lily


" ibu ikut ya." kata bu retno


" iya udah, ajak juga ibu ibu lainnya, siapa tau mereka juga mau ikut." kata lily. Tak lama hanya bu retno dan bu ningsih aja yang datang kesana, ibu asti, ibu sri dan ibu anita enggak ikut karena mau istirahat aja. Mereka pun pergi ke mall.


" pah, aa boleh beli mainan ya." kata devan


" iya boleh sayang." kata vian

__ADS_1


" asyiiik terimakasih ya pah." kata devan


akhirnya mereka pun sampai di mall, mereka menuju ke supermarket, sedangkan vian dan devan pergi ke toko mainan yang biasa dia beli. Devan pun memilih mainan.


" aa kok beli mainan banyak sih." kata vian


" aa belum beli pah, ini aa sedang pilih untuk de qinar, de avin dan de alea dulu." kata devan


" aduh anak papah pinter banget sayang sama adik adiknya." kata vian


" iya dong pah harus sayang, kalau aa sayang sama mereka mereka juga akan sayang sama aa nya." kata devan


" pah, aa boleh beli yang ini ya, aa belum punya." kata devan lagi


" iya boleh sayang." kata vian


" terimakasih ya pah." kata devan. Vian lalu membayar semua mainan yang di pilih sama devan, setelah itu pergi ke supermarket


" ih aa kok beli mainannya banyak." kata lily


" ini bukan buat aa semua mah, ini buat de qinar, ini buat de avin, dan ini buat de alea." kata devan sambil menunjukan mainan yang dia pilih tadi.


" aa pinter deh sayang sama adik adiknya." kata lily


" iya nih cucu nenek pinter banget." kata bu ningsih dan bu retno


" itu papah yang ngasih tau atau aa sendiri yang memang pilih." kata lily


" aa sendiri, tadi juga papah tanya kenapa dia ambil mainan banyak banyak." kata vian


" oh iya a, nanti mainannya pilih yang sudah enggak kepakai ya, kita kaaih ke anak anak panti asuhan, boleh." kata lily


" iya mah, nanti aa pilih yang enggak kepakai sama aa udah bosen mainkannya," kata devan


" udah di pisahkan sebenarnya bu, mainan mainan yang aa udah bosen." kata lilis


" iya sudah besok aa kasih ke anak anak pantinya ya." kata lily


" iya mah, aa kan harus berbagi juga." kata devan


" anak pinter." kata vian


setelah membeli makanan dan minuman untuk bingkisan, lily mengajak ibu dan ibu mertuanya ke toko pakaian. Sedangkan barang batang yang tadi dibeli di bawa haris dan lilis ke mobil duluan.

__ADS_1


__ADS_2