Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Gangguan di Livi Village 2


__ADS_3

Vian dan pihak polsek pun terus mengobrol membahasa masalah ini.


" ini kalau terus berlanjut, pasti akan ada yang terluka." kata vian lalu menghisap rokoknya


" betul pak, saya sudah mengirim pesan ke polsek supaya mengirim bantuan, saya perhatikan juga warga sekitar sudah mengambil senjata tajam dari rumahnya." kata Taher


" iya sudah saya coba negosiasi sama mereka." kata vian, dia pun mendatangi aldi dan asep, para karyawan LNI pun memberikan salam.


" kenapa bapak datang katanya bapak sedang ada acara, saya bisa menghabisi mereka pak." kata aldi


" kalau masih bisa di ajak bicara kita bicarakan baik baik dulu kecuali mereka sudah enggak bisa di ajak bicara." kata vian


" mereka enggak mungkin bisa di ajak bicara pak, mereka baru akan selesai kalau udah kena tangan." kata aldi


" oh ini pimpinannya, gimana ini pak, mau lanjut membangun disini atau memang mau diratakan lagi." kata agung


" anda punya hak apa sampai bisa meratakan tempat ini, kami membangun sesuai izin, dan perlu diketahui enggak mungkin izin keluar kalau warga di sekitar tidak mengijinkan proyek perumahan ini, tadi saya dengar anda menerima laporan bahwa ada warga yang tidak setuju ada pembangunan ini, tunjukan siapa dia, dan supaya ini juga jelas silahkan tanya langsung ke warga yang ada disini, kalau memang warga disini tidak setuju kami akan berhentikan pembangunan ini." kata vian


" saya warga disini saya enggak setuju, karena yang bekerja disini bukan dari warga sini." kata salah satu preman


" maju sini tunjukan kepada saya kartu identitas anda," kata vian


" dia itu bukan warga sini pak, dia warga desa sebelah." kata aldi


" iya tapi kan dampaknya akan berimbas ke desa sebelah juga." kata preman tadi


" saya tanya tadi orang ini menyebut bahwa yang bekerja disini bukan dari daerah ini, angkat tangan kalian yang berasal dari daerah ini." kata vian, para pekerja yang ada pun mengangkat tangan mereka hampir 70% mereka berasal dari sana


" saya minta kesini, tunjukan kepada saya kartu identitas anda, kalau enggak bawa dan masih dirumah silahkan ambil dulu, saya kasih waktu 20 menit untuk mengambilnya." kata vian, vian meminta pak taher dan polisi lain memeriksa kartu identitas pekerja yang sudah membawa kartu identitasnya, yang enggak mereka pulang ke rumahnya.

__ADS_1


" pak saya enggak membawa kartu identitas dan kami dari desa sebelah kalau pulang enggak mungkin keburu fengan waktu 20 menit." kata pekerja


" oke enggak apa apa, tau nomor telepon pak RTnya atau pengurus disana." kata vian


" ada pak." kata mereka


" kamu telepon disini." kata vian, vian pun meminta pak taher untuk mengkomfirmasinya.


Yang enggak bawa kartu identitas sudah kembali lalu menyerahkannya kepada polisi, setelah diverifikasi polisi pun mengembalikannya. Pak taher pun telah mengkomfirmasi pekerja yang berasal dari desa sebelah.


" saya sudah komfirmasi bersama pak taher dari polsek daerah ini, mereka yang bekerja disini benar warga sini dan sekitar, terus siapa yang menyebut yang bekerja disini bukan dari daerah ini," kata vian


" saya tanya ke bapak dan ibu yang enggak bekerja disini tolong kesini, tunjukan kartu identitasnya, apakah bapak ibu keberatan dengan adanya perumahan ini." lanjut vian


" saya sanusi ketua RT di wilayah ini, saya tidak keberatan sama sekali karena waktu karyawan perumahan ini meminta izin ke kami mereka juga meminta supaya warga yang lain menyampaikan pendapatnya, dan warga pun menyetujui pembangunan ini asalkan...." kata pak sanusi


" tuh kan mereka menuntut sesuatu tapi enggak dilaksanakan." kata pemuda tadi memotong perkataan pak sanusi


" asalkan warga disini bisa bekerja menjadi kuli bangunannya bagi yang memerlukan pekerjaan, dan alhamdulillah itu ditepati sama pengembang, dan saya juga berterimakasih selaku pengurus wilayah sini bapak telah mempekerjakan warga kami untuk bekerja di pabrik bapak dan mereka bilang perumahan ini untuk karyawan pabrik tersebut juga." kata pak sanusi


" kalian sudah dengarkan, terus hak apa anda meminta biaya keamanan, sedangkan warga sini saja setuju." kata pak taher


" semuanya sudah dengarkan, saya disini tidak mengada ada, sesuai fakta, sedangkan anda tadi berbicara tanpa ada bukti sama sekali, tolong diingat apa yang dilontarkan kalian itu sudah masuk keranah hukum, pencemaran nama baik kami dan anda bisa dituntut ditambah lagi pemerasan, setidaknya 10 tahun lah dipenjara." kata vian


" betul pak, kalau bapak mau melanjutkan perkara ini ke pengadilan." kata pak taher


" kalau kalian mau uang, kalian bicara baik baik dengan bekerja tentunya, jangan seperti ini, berapa kerugian saya yang ditimbulkan anda, karyawan perusahaan mereka pada datang kesini karena mereka enggak mau rumah yang saya janjikan kepada mereka akan dirusak oleh kalian, kalau masih ada kalian kalian yang seperti ini mana ada orang yang mau berinvestasi mengembangkan suatu daerah, saya masih mentolerasi ini, jujur saya bukan takut kalian main tangan, ini tangan saya habis 7 jahitan di KBB, ini 4 jahitan di surabaya tapi mereka sekarang masih didalam penjara, dan ada beberapa yang masuk penjara di jakarta sama ormasnya, kalau memang masih seperti ini dan kalian berulah lagi saya enggak akan pernah lepaskan kalian, kalian mungkin pernah dengar kejadian para preman di daerah KBB yang diburu tentara dan polisi, saya bisa aja meratakan basecamp kalian kantor kalian. Kalau ada darinpimpinan kalian yang merasa enggak terima saya tunggu, silahkan telepon pimpinan kalian sekarang." kata vian


" aldi, asep kamu tau kantor mereka dimana," kata vian

__ADS_1


" tau pak. Kita hancurin aja pak." kata aldi


" pak taher saya minta data semua orang orang ini, saya akan lepaskan untuk saat ini, jika mereka tidak mau berubah apalagi berbuat onar terhadap usaha usaha saya dan mengintimidasi kepada keluarga besar saya, saya enggak akan bilang lagi ke pak taher dan yang lainnya." kata vian


" kalau mereka mengancam kepada karyawan gimana." kata aldi


" karyawan saya dan pekerja disini pun keluarga besar saya," kata vian


" siap pak dimengerti." kata asep, para karyawan yang mendengar ucapan vian mereka merasa terharu


" jadi kalau ada dari mereka ini yang membuat onar langsung tangkap, masukan ke karung, nanti bilang ke saya supaya dibawa kapal yang membawa sawit untuk dibuang ditengah laut. Siapkan karung di pabrik dan disini." kata vian


" siap pak, karung banyak di kantor pak." kata asep


Jam 4.47 menit disaat sedang ada pendataan para preman, rombongan pak kapolres dan pak kapolsek datang kesana, mereka langsung menuju ke arah kerumunan. Pak taher yang sedang mendata pun memberi hormat. Para preman itu pun menjadi gemetaran.


" bagaimana situasinya," kata pak kapolres


" sudah kondusif pak, tadi pak vian sudah memberikan pengertian dan menjelaskan semua yang mereka sangkakan dengan bukti bukti, saya disini sebagai saksinya dan yang melakukan verifikasi langsung." kata taher


" bagus kalau begitu, lanjutkan tugas kamu." kata pak kapolres, dua pun menuju ke vian.


" selamat sore pak vian, saya Mulyono saya kapolres daerah ini, mohon maaf bapak mengalami masalah seperti ini di daerah saya." kata pak mulyono


" sore juga pak, enggak masalah pak, biat saya ini sudah biasa, maaf membuat anda jadi repot seperti ini." kata vian


" enggak masalah pak, ini kewajiban kami, kalau boleh tau apa yang menjafi keributan ini." kata pak mulyono


" tadi mereka datang meminta uang keamanan 10 juta, terus pas pak vian datang kesini mereka bilang bahwa mereka mendapat laporan dari warga seni bahwa pembangunan perumahan ini warga tidak setuju, terus warga sini tidak ada yang dilibatkan untuk bekerja di perumahan, untuk masalah yang disebutkan tadi seperti saya lapotkan di awal bahwa itu semua tidak terbukti, bahkan 70% yang bekerja disini adalah warga sekitar sini bahkan ada beberapa dari desa lainnya saya sudah melakukan verifikasi kartu identitas mereka, bahkan ketua RT pak sanusi pun telah memberikan persetujuan pembangunan perumahan ini." kata taher

__ADS_1


pak kapolres pun mendatangi para preman tersebut, dia ingin menanyakan langsung kepada para preman


__ADS_2