Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Gunanya mengobrol


__ADS_3

Setelah mengobrol dan waktunya makan siang, mereka pun makan siang bersama sama disana. Makanan yang sudah di pesan dari catering sama lily, sehabis istirahat pak made dan pak rudi pamitan untuk mengejar waktu keberangkatan pesawat. Mereka diantar ke bandara oleh tim dari l-trans, pak andi juga pamitan pulang ke pabrik PBN, dan pak ikhwan juga pamitan mau ke kantor BLS, dr. chandra pun pamitan mau ke tumah sakit. jadi yang masih tingggal pak abe, pak dede, opik, dan pak daryat.


Mereka membuat kopi lalu merokok bersama dan meneruskan ngobrol.


" oh iya pak, L-Pro akan mencari lahan untuk membangun perumahan elite, karena jujur saja kalau hanya mengandalkan konsumen karyawan livi keuntungan kita sedikit, jadi kita mau memperluas pangsa pasarnya." kata pak daryat


" silahkan aja, yang terpenting kajian untuk proyek tersebut harus benar benar matang." kata vian


" itu sudah pasti pak." jawab pak daryat


" rencananya mau daerah mana pak." kata pak dede


" kemungkinan besar daerah pinggiran kota ini, terutama yang dekat dengan akses jalan tol, karena hal itu akan menaikan daya beli." kata pak daryat


" sebenarnya daerah dekat dekat livi residence juga bagus pak." kata vian


" iya pak, kami sudah membuat tim untuk mencari lokasi yang cocok terutama masalah harga lahannya." kata pak daryat


" kalau yang di karawang itu sudah sejauh mana progres pembangunannya." tanya vian


" sudah beberapa blok jadi pak, dan kita sudah mau serah terima kunci." kata pak daryat


" bagus kalau begitu, jadi nanti setiap kita melakukan proyek perumahan baik yang sederhana ataupun elite, tawarkan melalui pembiayaan dari BLS, nanti pak daryat berbicara sama pak ikhwan, saya rasa dengan sistem syariah yang dibangun BLS bisa menarik konsumen juga." kata vian


" iya pak, nanti saya bicarakan dengan pak ikhwan kalau sudah berjalan." kata pak daryat


" itu pak yang dekat bengkel L-Trans masih ada lahan kosong katanya mau dijual, kurang lebih luas tanahnya 3 hektaran, memang akses masuk terhalang tapi bisa lewat lahan parkiran L-Trans kalau memang mau, itu dibelakangnya nyambung sama lahan yang baru dibeli L-Trans." kata pak dede


" kalau begitu bisa ditekan harganya, nanti saya dan tim main kesana." kata pak daryat


" boleh pak, nanti saya juga coba tanya tanya ke orang yang diauruh jaga disananya." kata pak dede


" oke kalau begitu, terimakasih informasinya." kata pak daryat


" seperti ini gunanya kita mengobrol," kata vian

__ADS_1


" berapa meter lahan milik L-trans pak de." kata pak daryat


" semuanya kurang lebih di 7.000 m2 pak, enggak banyak kaya LA pak. Itu juga kita beli karena untuk perluasan lahan parkir, asrama dan yang jual lagi perlu uang." kata pak dede


" terus kalau misal lahan yang 3 hektar itu jadi L- Pro beli untuk akses jalannya apa enggak ganggu bangunan L-Trans." kata pak daryat


" enggak pak, itu juga tempat keluar masuk bus dan mobil expedisi kita, dan masih ada jalan 5 meteran kalau memang mau dipake L-Pro, paling membongkar bangunan untuk pos aja, nanti pos bisa di geser." kata pak dede


" secepatnya saya akan kesana pak, kalau ada nomor kontaknya saja minta dulu supaya saya bisa komunikasi." kata pak daryat


" boleh pak, nanti saya kirimkan ke bapak." kata pak dede


" pik baru sadar nih merk air minumnya, apa ini produk LA." kata pak abe


" iya be, nanti kantor LNI pakai juga ya, ada yang bagusnya air alkaline yang bagus buat kesehatan." kata opik


" boleh nanti saya suruh di kantor ganti air minumnya kalau begitu." kata pak abe


" nanti kirimkan juga ke BLS, L-Trans, SPI, LCI, rumah sakit, L-Pro, sama ke YPL, terus ke PBN juga, terus LCI surabaya dan dillas, suruh dillas jadi distributor aja kamu hubungi aja direkturnya langsung." kata vian


" pak wahyudi aja, nanti saya telepon dia sama dijual di cafe." kata vian


" untuk disini, apa tetap distributornya livi store, biar nanti pengiriman ke BLS dan LNI dari livi store aja." kata opik


" boleh juga, biar berkembang juga usaha livi storenya." kata vian, vian pun meminum kopi lalu menyalakan rokoknya.


" oh iya pak, saya lihat dimess kok banyak anak gadis, siapa itu pak." kata opik


" wah kamu pik, saya bilang sama isteri kamu loh." kata pak dede


" saya heran aja disini banyak orang, dikira bapak buka perusahaan penhalur tenaga kerja." kata opik


" itu ada adik ipar dan teman temannya yang kerja di LCI dan SPI bagian design, ada anaknya pak bambang, anaknya pak menteri UMKM, anaknya pak gubernur L, anaknya pak gubernur D, sama anak anak yang kerja di SPI temannya adik." kata vian


" terus yang kamar kamar itu memang sengaja pak untuk para tamu." kata opik masih penasaran

__ADS_1


" iya, kamu bisa lihat ssndiri pak menteri. Pak gubernur, bahkan pak bambang pun menginap disana padahal rumahnya di sebalah sana, tapi anak anaknya lebih betah disini, makanya saya bangun lagi karena khawatir kurang kalau semua pejabat pejabat itu datang kesini." kata vian


" iya ya padahal pak menteri dan pak gubernur rumahnya masih di kota sini, tapi mereka mau menginap disini." kata opik


" kita suka ngumpul kalau akhir pekan disini, iya jadi saya harus menyiapkan itu, jadi supaya privasi kita juga sekarang bisa lebih kejaga." kata vian


" semalam saya fikir pak menteri dan pak gubernur enggak menginap disini, eh pas bubar kok mereka masuk ke kamar." kata pak abe


" alhamdulillah rumah saya selalu ada aja tamu. Makanya nanti kirim lagi air ya pik, sama ke livi store sekalian." kata vian


" siap pak, saya hubungi karyawan LA supaya kirim ke livi store dan ke sini." kata opik, lalu dia menelepon karyawan LA.


" oh iya pak, saya pamit dulu mau ke kantor dulu, sekalian melihat pembangunan panti asuhan." kata pak daryat


" oke pak, terimakasih ya." kata vian, pak daryat pun pamitan kesemuanya. Setelah pak daryat pergi pak dede ngajak ngopi sama ngerokoknya di teras kantor vian, mereka pun mengenang masa masa dulu masih sama sama menjadi karyawan


" enggak menyangka kita bisa kumpul seperti ini lagi, ngopi dan merokok bareng." kata pak abe


" kamu aja yang jarang seperti ini be, saya, pak dede, pak vian suka seperti ini kalau di pabrik LA." kata opik


" oh iya gimana omzet LNI be." kata vian


" alhamdulillah lancar pak, dan ada sedikit kenaikan dari bulan lalu." jawab pak abe


" kalau perkembangan penjualan produk air minum dan makanan ringan gimana pik." kata vian


" kita baru jalan bulan ini, jadi belum terlihat, tapi setiap harinya selalu ada kiriman produk tersebut." kata opik


" perlu tambahan armada lagi kira kira pik." kata pak dede


" untuk sementara belum pak de, nanti saya kabari kalau memang perlu, ada berapa armada yang kosong." kata opik


" tinggal 4 armada dan itu untuk cadangan kalau ada yang masalah kendaraan lain." kata pak dede


mereka mengobrol santai sambil menikmati kopi dan rokok terkadang mereka ketawa bersama. Saling meledek satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2