
gak kerasa waktu berjalan, devan sudah mau 1 tahun. di kamar vian dan lily mengobrol untuk masalah perayaan ulang tahun devan.
"pah 2 hari devan ulang tahun, kita mau rayain gak." kata lily
" tentu dong sayank harus dirayain. kita undang anak anak panti asuhan."jawab vian.
ya udah kalo begitu aku mau pesan tenda buat di taman dan catering, sama menyiapkan bingkisan buat yang hadir. kita bicarakan sama keluarga yang lain. "ya udah kita obrolkan sambil makan malam." kata vian..
dimeja makan vian membuka obrolan rencana ulang tahun devan
"pak, bu, 2 hari lagi devan mau 1 tahun, saya dan lily mau mengadakan acara syukuran di sini, mengundang anak yatim, kerabat, dan teman aja.." kata vian.
"iya bagus itu vian." kata pak bowo, pak adi, bu retno, dan bu ningsih. terus apa aja yang harus kita siapkan lanjut mereka
"lily pengen ada bingkisan buat anak yatim." kata lily
"ya udah biar ibu dan bu ningsih yang belanja. " kata bu retno
" iya nak, biar kami saja yang belanja" kata bu ningsih.
"iya sudah kalo begitu, kalo tidak merepotkan." kata lily. lagian buat cucu kita ini, kenapa repot jawab mereka. " pak adi kita juga cari tenda dan dekorasinya aja yu." kata pak bowo, "iya pak ayo kita cari tenda dan dekorasi yang bagus buat cucu kita." jawab pak adi.
"ya udah lily akan hubungi catering." kata lily. sama telepon murti suruh buatkan goody bag lanjut lily. "oh.iya pah mau ngundang berapa orang anak yatimnya?". sambung lily
"300 orang muat kayanya disini," jawab vian
************* ********* ************
sehari sebelum acara ulang tahun devan, di taman orang yang mau pasang tenda dan dekorasinya sudah mulai bekerja, ika dan teman temannya lusi dan mita membantu memasukan makanan ke goody bag untuk bingkisan, vian pergi ke bank untuk ambil uang buat diberikan ke anak anak yatim.
__ADS_1
*********** ************ ************
Hari ini tepat hari ulang tahun devan yang pertama kakek, nenek, tante, dan saudara saudara lainnya datang mereka sarapan bareng di taman. jam 10 para tamu undangan datang membawa hadiah dan anak anak panti 200 orang sudah datang. acara pun dimulai pembawa acara mempersilahkan orangtua devan untuk memberikan sambutan.
"terimakasih kepada seluruh undangan yang menyempatkan waktunya untuk menghadiri hari ulang tahun anak saya Devan Livian Permana yang pertama ini, semoga dia menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orangtuanya, selalu diberikan kesehatan dan dilindungi Allah." sambutan vian.
devan di gendong sama lily untuk acara tiup lilin, setelah itu para tamu dipersilahkan makan yang telah di sediakan. setelah makan anak anak yatim di berikan bingkisan dan amplop yang berisi uang jajan. mereka pun pamit untuk kembali ke panti asuhan.
saudara dan teman teman vian dan lily pun sudah pamit pulang. lily pun membawa devan masuk rumah bersama bu ningsih dan bu retno
tak lama pak adi memperkenalkan pak lukman kepada vian
" aa ini teman bapak, pak lukman." kata pak adi
" perkenalkan saya vian putra pak adi." kata vian memperkenalkan diri ke pak lukman.
"saya lukman, teman bapak mu, kamu udah gede aja dan sukses." kata pak lukman.
biasa aja pak kata vian sambil menawarkan makan, "aa ada waktu gak buat ngobrol sama pak lukman." tanya pak adi, "ada pak, ayo kita ke gazebo aja vian pengen ngopi sama ngerokok." jawab vian.
pak lukman memandang vian begitu serius.
"ada apa man kamu lihat si vian begitu." yanya pak adi.
"untung anak mu kuat di, kalo kena orang lain mungkin dia tewas dan kekuatan leluhurnya begitu kuat." jawab pak lukman sambil duduk di sebelah vian.
"vian bapak boleh bertanya?" kata pak lukman
"silahkan pak, tidak masalah." jawab vian
"apa yang terjadi sama kamu nak."
__ADS_1
"ya kemarin saya pingsan dan dari betis ini keluar darah sambil nunjukin luka bekas darah keluar." jawab vian.
pak lukman langsung memegang bekas luka tersebut lalu dia bicara tapi suaranya lain.
"saya tidak terima anak cucu saya di perlakukan seperti ini, kamu terlalu baik kepada orang. sehingga orang orang sebrang sana pun mau menyelakakan kamu " kata pak lukman sambil nunjuk ke vian.
"maksud kakek apa. perasaan saya tidak punya musuh?" kata vian
"iya kamu memang tidak punya musuh tapi mereka menganggap kamu musuh dalam usaha. meraka gak bisa melawan kamu secara langsung, mereka mau melenyapkan kamu dengan cara tidak pantas," kata pak lukman. "tapi kamu tenang aja cu, saya sama penjaga yang lain akan berusaha menjaga kamu dari orang orang yang mau mencelakakan kamu." lanjut pak lukman.
pak adi dan pak bowo saling memandang, vian bengong dengan apa yang di ucapkan pak lukman, tak lama vian merasakan pusing lalu dia pingsan.
"bangsat kalian masih tetep mau nyelakain cucu saya, tangan pak lukman memegang kepala vian, kemaren sudah diberi ampun tapi tetap gak mau tobat, dimusnahkan sama saya." suara pak lukman mengaum seperti harimau. lalu dia duduk bersila, keringat mengucur dari dahi pak lukman.
"pak adi, ini ada apa saya belum mengerti pak?". tanya pak bowo.
"Besan...... vian bisa kaya gini karena ada orang yang mau mencelakai dia, dia tidak senang akan kemajuan usaha vian, maka orang itu mengirim sesuatu melalui mistis." jawab pak adi
"terus... tadi pak lukman kenapa?". tanya pak bowo lagi.
" tadi pak lukman kemasukan leluhur vian pak.". jawab pak adi.
setelah 15 menit vian sadar, melihat sekeliling "pak dimana ini." kata vian. "ini di gazebo rumah kamu lah, masa kamu lupa." jawab vian
"kamu merasakan apa vian?" tanya pak lukman
"tadi saya merasa dibawa ke suatu tempat dan bemelihat seseorang yang vian kenal memerintahkan seorang paranormal untuk mencelakai saya. terus saya melihat paranormal itu bersujud di seseorang yang berjubah putih yang di dampingi 2 ekor harimau, setelah itu saya terbangun." jawab vian
pak lukman pun tersenyum mendengar penjelasan vian. "man terus anak saya gimana?" khawarir pak adi.
"gak apa apa di, dia sehat dan yang mecelakai vian udah tamat." jawab pak lukman, "di, kamu pageri rumah ini ya. besok datang ke rumah." lanjut pak lukman.
__ADS_1
"iya man, besok saya kesana." jawab pak adi.
pak lukman pun pamit pulang kepada pak adi, pak bowo, dan vian.