
Acara kegiatan family gathering pun semakin malam semakin rame, mereka pun ada yang berjoget mengiringi lomba karaoke.
" pak aku boleh ya menginap disini sama ibu ibu lainnya." kata ibu komala
" kita kan belum booking kamar bu, lagian rumah kita enggak terlalu jauh dari sini." kata pak bupati P
" nanti saya coba dulu barangkali masih ada kamar kosong pak." kata vian, vian pun meminta ke opik supaya mengecek apakah masih ada kamar kosong di resort, tak lama opik pun mengabari bahwa masih ada kamar kosong.
" ada kamar kosong pak, bapak bisa gabung sama kita." kata vian
" jadi merepotkan pak vian ini." kata pak bupati P
" enggak apa apa pak, masa tuan rumah enggak bisa dapat kamar, keterlaluan." kata vian
" terus lisa gimana bu, masa dia sendirian di rumah." kata pak bupati
" ibu telepon aja dulu, lagian disini juga banyak yang sepantaran dia." kata ibu komala, dia pun menelepon anaknya itu.
" dia mau tuh pak kesini, nanti di antar sopir, ibu juga sudah minta dia membawa pakaian ganti untuk ibu dan bapak." kata ibu komala
" iya sudah kalau begitu," kata pak bupati P
" anaknya memang usia berapa pak Bup." kata pak bambang
" 20 tahun pak sekarang semester akhir." kata pak bupati P
" se umuran dengan anak saya dan anaknya pak gubernur D dan pak gubernur L kalau begitu." kata pak bambang
" memang anak bapak berapa." tanya vian
" 3 pak lisa anak bontot, kakak kakaknya sudah menikah." kata pak bupati P
" nanti saya mau ngajak anak pertama dan menantu saya juga supaya bisa mengobrol dengan bapak barangkali ada yang bisa dikolaborasikan dengan usaha dia." lanjut pak bupati P
__ADS_1
" memang usahanya apa pak." kata vian
" property dan tambak, kalau menantu saya PNS." kata pak bupati P
" kenapa waktu itu enggak ke tambak anaknya saja." kata vian
" enggak enak pak kalau langsung ke tambak anak saya, enggak enak juga sama yang lain." kata pak bupati
" iya sudah suruh bawa saja contoh beberapa kilo saya beli deh." kata vian
" boleh pak, nanti saya telepon dia." kata pak bupati P
" kalau memang sesuai standard kenapa harus takut merekomendasikan anaknya pak, toh ini juga akan mengangkat perekonomian daerah ini." kata pak bambang
" memang sih pak, tapi saya malas untuk menghadapi omongan orang, tapi dengan melihat pak suhendar tadi bisa berkembang, saya harap anak saya juga bisa melakukan hal yang sama, tapi sekarang sudah beda cerita karena ada orang lain yang terlebih dahulu bekerja sama dengan perusahaan pak vian jadi orang tidak akan menganggap saya mimihak keluarga duluan." kata pak bupati P
" bagus juga sih prinsip bapak." kata pak bambang
" suruh besok saja datang pak, nanti bisa sekalian ngobrol sama penanggung jawab LAnya." kata vian
Anak anak gadis pun ikutan bernyanyi bersama karyawan LA, keluarga karyawan pun begitu menikmati suasana disana. Karena sudah malam vian dan yang lainnya pamitan kembali ke resort, begitu pula pak bupati ikut pergi kesana.
di dalam kamar vian, lily, astrid, dilla dan shinta pun bersih bersih dan mengganti pakaian, setelah itu mereka pun melakukan pertempuran malam.
Setelah selesai sholat shubuh vian pergi ke balkon, shinta membuatkan susu panas, disana vian menyalakan rokoknya sambil menikmati susu yang dibuat shinta, mereka pun pergi menunggu sunrise muncul. Setelah sunrise muncul mereka pun berphoto, vian menikmati suasana pagi disana bersama isterinya. Vian bahagia melihat keluarganya bahagia, kesuksesan apapun tidak akan berarti apa apa kalau keluarganya tidak bahagia.
Setelah sarapan vian mengajak keluarganya pergi ke tempat karyawan LA berkumpul karena hari ini mau berkunjung ke cagar alam dan tempat wisata lainnya. Mereka menikmati liburan tersebut dengan gembira, vian juga senang melihat karyawan dan keluarga mereka gembira, berarti acara itu sukses. Mereka enggak bisa berlama lama karena waktu jum'atan, para pria pergi ke mesjid dan yang ibu ibu pergi belanja oleh oleh. Selesai sholat jum'at vian dan yang lain makan siang bersama. Tak lama anak pertama pak bupati datang bersama isteri dan anaknya, vian menyuruh makan bersama terlebih dahulu.
selesai makan siang, vian pergi ke area yang boleh merokok, vian juga memanggil opik, karena anaknya pak bupati merokok juga, ia pun ikutan bergabung.
" oh iya namanya siapa. Kamu usia berapa. Udah punya anak berapa" kata vian
" hisyam om, usia saya 26 tahun, saya baru punya anak 1 om." kata anaknya pak bupati P
__ADS_1
" perkenalkan saya vian, dan ini pak opik yang bertanggung jawab perusahaan LA, kata ayah, kamu memiliki tambak ya." kata vian
" iya alhamdulillah." kata hisyam
" apa aja yang ada di tambak kamu, selama ini kamu memasarkan kemana, berapa ton yang di hasilkan dari tambak kamu." kata vian
" udang, kepiting, ikan bawal, saya juga ada kolam ikan gurame. Pemasarannya ke pedagang pedagang di pasar pasar tradisional dan pedagang kaki lima aja om. Karena pemasarannya masih belum menentu jadi sekarang palingan di 1 ton tapi tambak dan kolam bisa sampai ke 4 ton om." kata hisyam
" selama ini kita juga di supply dari pak suhendar karena dulu ayah kamu merekomendasikan kesana, enggak tau pak opik kebutuhan LA apa masih bisa menampung hasil dari tambaknya pak hisyam ini," kata vian
" bisa enggak pengaturan panennya menyesuaikan sama kebutuhan kita, jangan sampai berbarengan dengan pak suhendar, jadi supply ke kaminya bisa teratur, kita memang masih mencari supplier untuk mengisi kekosongan kalau pak suhendar dan yang lainnya belum bisa panen." kata opik
" bisa pak, itu bisa di atur," kata hisyam semangat
" saya sebenarnya sudah meminta pak suhendar untuk mencari penambak lainnya waktu itu tapi sampai sekarang belum juga dapat, katanya beliau memang yang lain susah untuk diatur masalah penjadwalan panen itu, saya saya senang kalau begitu jadi supply kita bisa teratur dan produk kita bisa terjaga selalu ada." kata opik
" kalau begitu saya ambilkan dulu samplenya ya om." kata hisyam, dia pun pergi ke mobilnya untuk mengambil sample, tak lama dia datang lagi dengan membawa sample udang, kepiting dan ikan.
" ini cukup, pas segede ini, tinggal nanti saya lihat minggu ke berapa aja dikirim dari pak suhendar dan berapa lama panen mereka." kata opik
" biasanya pak suhendar kirim berapa ton dalam 1 kali pengiriman." kata hisyam
" 2 tonan, setiap 2 minggu sekali." kata opik
" memangnya kita bisa jual sampai berapa ton pik." kata vian
" seminggu bisa di 2 sampai 3 ton pak, kadang bisa ke 4 ton soalnya kan kita buat untuk produk lainnya." kata opik
" bagus juga ya kalau begitu." kata vian
" kita jual yang masih utuh dan sudah menjadi fillet dan nugget juga." kata opik
" nanti kamu sama pak opik saja komunikasi untuk masalah ini ya, dan nanti kamu juga harus berkomunikasi dengan pak suhendar, saya enggak mau ada gesekan antar kalian tapi yang saya harapkan kalian bisa kerjasama juga untuk mengembangkan usaha kalian juga, toh ini tidak merugikan pak suhendar juga." kata vian
__ADS_1
Vian meminta di pesankan kopi ke shinta, vian menyalakan rokoknya lagi, mereka pun terus mengobrol.