
Vian pergi le gazebo, disana sudah ada pak adi, pak bowo dan kakeknya vian.
" kamu dari mana a." kata pak adi
" habis dari ruko pak." jawab vian. Vian melihat ada indra disana lalu menyuruh dia untuk memasang tenda dan mempersiapkan pembakaran jagung.
" wah mau ada acara apa ini." kata pak bowo
" nanti habis magrib pak gubernur B mau datang silaturahmi pak." kata vian
" Wah betul betul berkah ini rumah ya, banyak yang mau datang kesini, apalagi pejabat yang mau datangnya." kata pak hadian
" iya pak, alhamdulillah." kata vian
" pantes saja kamu membangun kamar buat tamu dan mess." kata pak hadian
" iya kek, waktu itu apalagi 3 gubernur menginap disini sama pak bambang, padahal rumahnya disana ada." kata pak bowo
" Bagus pemikiran kamu cu, kamu mau memuliakan tamu yang datang kesini." kata pak hardian
" makanya pembangunan vian suruh percepat karena nanti sepertinya mereka akan menginap disini sebelum berangkat umroh." kata vian
" ditambah lagi keluarga dari surabaya dan orang tua teman temannya bella, terus distributor LNI." lanjut vian
" tapi kenapa waktu pembangunan mess enggak dari kavling nomor 1." kata pak adi
" rencananya mau kantor Livi Group pak, aa mau buat tempat meeting, terus kantor aa dilantai 2nya." kata vian
" memangnya tanah kamu itu dari ujung sana sampai ujung sini cu." kata pak hadian
" iya pak, ini ada 7 kavlingan dan ini tanahnya paling luas." kata vian
" kata lily kamu mau buat kamar lagi buat kalian." kata pak bowo
" betul pak, kata lily kamar di atas udah sempit apalagi nanti ada bayi." kata vian
" anak itu ya, padahal menurut bapak kamar atas udah luas ah." kata pak bowo
" enggak tau pak, saya ikutin aja kemauan mereka." kata vian
karena sudah magrib mereka pun pergi sholat ke musholla, orang orang dari catering sudah mempersiapkan makanan di tenda yang tadi dibuat indra. Sehabis sholat vian pergi ke gazebo lagi, membuat kopi dan merokok disana. Indra sudah mempersiapkan pembakaran untuk BBQ dan jagung bakar. Pak adi, pak bowo dan kakeknya vian datang kesana.
Jam 7 kurang pak gubernur B datang, lily membawa pak gubernur dan keluarganya ke gazebo. Lily juga memberitahukan ke yang lainnya bahwa makan malam di taman.
" selamat malam pak gub." kata vian
__ADS_1
" selamat malam juga pak vian, pak adi, pak bowo dan kakek." kata pak gubernur
" ini perkenalkan pak Gub. beliau kakek dan itu nenek saya." kata vian
" salam kenal kakek dan neneknya pak vian. Maaf nih kedatangan saya mengganggu acara keluarganya." kata pak gubernur
" enggak apa apa pak gubernur, saya senang malahan bisa kenalan sama pejabat." kata pak hadian.
" pak Gubernur dan ibu ayo kita makan malam bersama dulu." kata lily
" waduh saya jadi enak nih, disiapkan makan malam segala." kata pak gubernur, pak gubernur pun mempersilahkan kakek dan nenek vian terlebih dahulu mengambil makanan. Setelah itu baru dia dan selanjutnya pak adi, pak bowo, vian dan keluarga lainnya.
" Pak Gub. Saya mau menanyakan apa benar di daerah kampung M akan ada penggusuran untuk revitalisasi sungai." kata vian
" betul pak, karena kampung M itu kalau muaim hujan dan kalau ada kiriman air dari kota B selalu banjir, minggu ini sudah kita laksanakan penggantian lahan dan setelah itu baru kita adakan penggusuran, untuk keluarga yang terdampak kalau memang mereka tidak mendapatkan rumah baru kita usulkan kepada mereka untuk menempati rusun yang bapak bangun itu. Memangnya kenapa pak." kata pak gubernur
" enggak apa apa pak Gub. Soalnya ada karyawan saya yang keluarga kena gusuran dan saya sudah bantu untuk pindah ke Livi Residence." kata vian
" bagus kalau beliau sudah dapat rumah baru." kata pak gubernur
" iya pak, kebetulan kemarin pas saya di bali, dan saya memberitahukan ke karyawan bahwa kalau ada kebutuhan urgent boleh mengajukan pinjaman, terus anak itu bicara apa boleh saya pinjam sekarang karena ibu lagi di rawat di rumah sakit, dan sempat di tolak rumah sakit lain karena enggak punya asuransi dan biaya, tapi sama pengurus RT ditempat dia diusulkan dibawa ke rumah sakit livi karena pengurus itu dapat informasi bahwa rumah sakit livi menerima pasien walaupun enggak ada biaya. Saya langsung telepon dr. Chandra untuk komfirmasi dan ternyata benar." kata vian
" iya pak waktu habis saya dapat informasi dari bapak saya sampaikan ke pihak kelurahan supaya disampaikan ke pengurus RT RW. terimakasih pak atas kontribusi bapak kepada warga saya, ngomong ngomong untuk menanggulangi biaya mereka dari mana pak." kata pak gubernur
" itu bagus pak, jadi langsung terasa bermanfaatnya." kata pak gubernur
" makanya saya harus berusaha lebih keras lagi nih pak, masih banyak stakeholder yang memerlukan keberadaan perusahaan saya." kata vian
" oh iya pak untuk biaya perjalanan umroh ini bagimana ya," kata pak gubernur
" nanti saya tanggung pak sebagai ucapan terimakasih saya kepada bapak yang sudah mengurus warga, nanti kalau ada pemeriksaan kepada bapak, saya buatkan kwitansi dari L-Trans sebagai tanda terima pembayaran." kata vian
" waduh saya benar benar enggak enak nih pak, sampai bapak juga memikirkan saya." kata pak gubernur
" saya enggak mau merusak citra bapak dan perusahaan saya juga karena hubungan kita ini." kata vian.
" saya mengerti, terimakasih banyak nih pak semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan keberkahan. Oh iya bu pasport kita dimana." kata pak gubernur
" sudah ibu kasih ke ibu astrid pak, bapak udah bayar kan." kata ibu zahra
" pak vian enggak mau di bayar bu." kata pak gubernur
a bu, kami sudah anggap bapak sama ibu seperti saudara kami, toh mungkin kita bisa seperti ini juga ada bantuan bapak baik yang terasa ataupun tidak." kata lily
Tak lama pak bambang datang kesana.
__ADS_1
" assalamualaikum. wah ada pak gubernur, dikarain saya tadi pak vian mau pergi kemana sampai ada patwal segala." kata pak bambang, lalu menyalami mereka semua
" iya nih pak bambang, isteri saya ngajak silaturahmi ke pak vian sekalian anter pasport." kata pak gubernur
" pak kenalkan ini kakek dan itu nenek saya." kata vian
" salam kenal pak, ibu, maaf nih saya jadi ganggu acaranya." kata pak bambang
" enggak pak, ini sengaja supaya kita bisa bertemu maklum walaupun sudah bertetanggaan tapi jarang ketemu," kata vian lalu menawarkan makan ke pak bambang.
" iya ya, kita udah bertetanggaan tapi jatang kita bertemu, saya yang sibuk atau pak vian yang sibuk." kata pak bambang
" bapak dari dulu juga jarang di rumah, pak vian juga sama, kapan mau ketemu." kata ibu sisil
" jangan bongkar rahasia dong bu." kata pak bambang
" saya BBQ aja sama jagung bakar, mau diet soalnya kan kita mau umroh." lanjut pak bambang
" olah raga makanya pak, pagi pagi joging di komplek." kata ibu sisil
" iya pah, joging sama pak bambang. Biar kuat." kaya lily
" kuat apanya bu... Memangnya pak vian lemah." kata pak bambang. Semuanya ketawa haaa. Haaaa... Haaa. Haaaa. Kekeluargaan diantara mereka sangat terasa
" ini yang saya sangat suka disini, kekeluargaan terasa banget." kata pak gubernur
" iya pak, kita malahan jarang seperti ini kalau bertemu kekuarga sendiri ya. Tapi disini suasana enak banget, cape kerja jadi seperti terlepas." kata pak bambang
" apalagi pak vian mau nyiapin kamar kamar buat para tamunya." kata pak gubernur
" tau seperti itu saya enggak akan beli rumah disini, numpang saja sama pak vian." kata pak bambang.
" ih bapak ini bikin malu aja." kata ibu sisil
" dulu hang ngajak menginap disini siapa duluan," kata pak bambang
" oh iya bu pasport kita sudah di kasih sama pak vian, bapak sudah mengajukan cuti soalnya." lanjut pak bambang
" udah dong pak, tinggal yang anak anak aja," kata ibu sisil
" kapan silvy sama silvia kembali pak." kata vian
" kemarin sih katanya minggu depan pak." kata ibu sisil
Mereka pun terus mengobrol sambil makan jagung bakar dan BBQ.
__ADS_1