Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Obrolan Disaat Santai 2


__ADS_3

Tak lama endris dan keluarganya pun datang, endris langsung menyapa mereka semua, isterinya langsung berkumpul dengan lily dan yang lainnya.


" pak mau di keluarkan sound juga untuk karaoke." kata opik


" boleh pak opik, kita mau senang senang, enggak akan mengganggukan." kata pak bambang


" enggak pak, lagian lokasi disini jauh dari pemukiman warga juga." jawab opik, lalu dia menyuruh tim LA untuk mengambil sound system.


" sedang ada acara apa ini, para pejabat berkumpul." kata endris


" kita liburan saja pak endris, menghilangkan penat kerjaan." kata pak bambang


" harus kaya begini pak, kalau perlu setiap minggu biar kita juga fresh dalam menghadapi kerjaan, jangan terlalu pusing mikirin kerjaan, kapan lagi dia ini motong kambing disini." kata endris


" disini jarang di tempat kamu sering juga kan." kata vian


" daripada kambing kamu enggak ada yang motong lebih baik saya manfaatkan untuk anak anak makan, kan lumayan menghemat anggaran." kata endris


" gimana kamu aja deh, atur saja." kata vian sambil ketawa


" dikira saya ada acara apa, sampai para pejabat berkumpul, takutnya ada acara partai." kata endris


" kemarin kita berkumpul di rumah pak vian, katanya temoat disini enak, jadi kita pergi kesini pak, liburan keluarga jarang jarang kan." kata pak menteri UMKM


" disini enak pak, susana alamnya, yang paling utama kita enggak harus mengeluarkan biaya." kata endris


" itu dia pak, jadi kita bisa hemat." kata pak menteri sosial, mereka pun tertawa. Mereka pun menikmati jagung bakar sambil mengobrol santai. Vian meminta dibuatkan kopi lalu pergi menjauh untuk merokok. Para ibu ibu dan para anak gadis bernyanyi bersama


" kak gimana enak enggak liburannya." kata pak menteri sosial


" enak pak, kakak kakaknya juga enak enak untuk mengobrol." kata resya


" enggak kalah sama di luar negeri, cuaca dan suasana lingkungannya alami banget, sepertinya bakalan sering kesini." kata anisa


" nanti kita bisa kesini kalau kunjungan ke pabrik." kata ika


" iya nih, kita bisa santai disini." kata amira


" kita bisa mengadakan rapat kerja disini aja, dan kalau butuh inspirasi bisa sambil santai disini." kata silvy


" kita jadi pak, kunjungan industri ibu ibu PKK kesini ya." kata ibu zahra

__ADS_1


" silahkan saja bu, koordinasi sama pak opik aja." kata vian


" bisa juga kan kunjungan untuk anak anak sekolah ya, supaya mereka bisa di edukasi juga." kata pak menteri pendidikan


" bisa pak, nanti anak anak bisa melihat dari hewan ternak, pemotongan, terus pengolahannya sampai jadinya, kita memang sudah membuat alur tersebut." kata vian


" itu ide bagus pak, sekalian promosi, mengenalkan produk yang biasa mereka makan." kata pak menteri UMKM


" itu tujuannya pak," kata vian


" kira kira betapa biaya masuknya pak, nanti saya bisa bilang ke beberapa sekolah untuk melakukan kunjungan industri kesini." kata pak menteri pendidikan


" paling 50 ribu per orang pak, nanti kita kasih produk untuk dibawa pulang dan dimakan disini. Kalau mau membeli produk lainnya juga bisa di toko yang sudah kita sediakan di depan." kata vian


" itu sangat murah ya, selain anak anak mendapatkan edukasi, mereka bisa menikmati langsung disini, buat perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan lainnya selain jualan. Karena kalau produk itu enak mereka akan bilang ke orangtuanya untuk membeli produk itu untuk dinikmati di rumah." kata pak menteri pendidikan


" kalau untuk ibu ibunya bisa ke perusahaan PBN juga pak vian, selain untuk menambah menyakinkan ibu ibu membeli produk PBN, karena kan itu produk yang digunakan sehari hari." kata pak bambang


" iya pak, saya juga sudah menyuruh pak andi supaya membuat alur orang lain bisa melihat proses produksi tanpa mengganggu proses produksi, dan itu sebagai salah satu bentuk promosi juga." kata vian


" benar benar pebisnis pak vian ini, segala sesuatunya dijadikan peluang usaha." kata pak menteri UMKM


" kalau ibu ibu PKK yang mau menjadi agen penjualan PBN juga bisa tuh pak, sekalian membuka peluang usaha untuk mereka menambah income." kata pak bambang


" saling menguntungkan lah, memang cocok kalau ibu ibu datang kesini dan ke PBN." kata pak bambang


" tempat ini pun bisa menghasilkan uang dengan disewa sewakan bagi yang mau menginap." kata pak menteri UMKM


" bisa di atur pak, dan kemungkinan nanti juga akan dibangun tempat makan di dekat sini," kata vian


" itu bagian kita. Jangan kamu ambil ya peluangnya." kata ibu retno


" iya bu, makanya ibu cari saja lokasinya dimana yang bagus dan cocok untuk lokasi restorannya." kata vian


" itu dekat sungai bagus vian, pemandangannya enak, dan ini juga jalur rame, apalagi kalau nanti banyak yang berkunjung kesini." kata ibu retno


" kalau memang ibu mau, cari saja konsepnya nanti biar pak daryat dan tim membangunnya," kata vian


" memangnya itu lahan kamu juga." kata ibu retno


" iya bu, tadinya memang saya mau bangun restoran, tapi belum jadi karena kita fokus ke pembangunan klinik, nanti sekalian untuk tempat parkir bus juga bisa disana." kata vian

__ADS_1


" iya udah bangun ya." kata ibu retno


" bayar dulu bu, baru bangun, enak saja main bangun bangun." kata lily


" kamu perhitungan banget sama orang tua ya." kata ibu retno


" iya sudah ibu cari saja dulu designnya, konsepnya mau seperti apa, nanti biar pak daryat dan tim membangunnya." kata vian


" pah bangun juga toko untuk LCI ya," kata lily


" iya papah mau bangun beberapa toko disana, nanti bisa jadi tempat oleh oleh juga." kata vian


" iya udah a, SPI booking 1 tempat ya." kata ika


" iya boleh," kata vian


" untuk produk PBN juga pak, lumayankan untuk penjualan ke karyawan LA dan PBN." kata pak bambang


" iya pak, nanti produk LA dan PBN akan dikelola oleh koperasi karyawan dan untuk produk LA sebenarnya sudah jalan." kata vian


" kita harus ikutan nih usaha juga, jadi kita bisa sering kesini." kata ibu citra


" gabung di LCI aja bu." kata lily


" memangnya produk LCI apa saja bu." kata ibu Kayla


" kosmetik bu, sekarang kita lagi mau produksi di sabun mandi, sampoo, dan ditergen juga. Jadi bisa lengkap lah kebutuhan sehari hari." kata lily


" jadi semua kebutuhan sehari hari bisa terpenuhi oleh perushaan pak vian ya." kata pak menteri sosial


" PBN bisa produksi margarin dan gula pasir juga kalau begitu pak." kata pak bambang


" nanti saya suruh pak andi untuk menganalisanya dulu pak, nah kalau untuk teh enggak tau akan di produksi PBN atau LA, kalau untuk kopi memang sedang dilakukan analisa oleh LA." kata vian


" ini manfaat kita mengobrol walaupun santai tapi bisa menghasilkan sesuatu." kata pak gubernur D


" saya dukung pak, selain akan membuka lapangan pekerjaan, pendapatan daerah juga akan meningkat kalau begini." kata pak bupati


" pak bupati yang bakalan untung besar nih." kata pak menteri UMKM


" saya rasa kesejahteraan warga disini pun akan meningkat ya." kata pak menteri sosial

__ADS_1


" sekarang saja alhamdulillah pak, pendapatan masyarakat daerah sini meningkat dengan perusahaan LA bekerjasama dengan para petani pak." kata pak bupati


Mereka pun menikmati jagung bakar dan kambing guling serta minum susu panas dibarengi dengan musik dan suasana api unggun di tengah tengah mereka


__ADS_2