Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Persiapan Perjalanan Umroh


__ADS_3

Selesai rapat dengan SPI, vian pamit lalu pergi ke Cafe, vian menerima pesan dari raka bahwa nanti malam akan ke rumah untuk penandatanganan perusahaan PT. Besan Bersama Sejahtera. Vian meminum kopi dan menyalakan rokoknya. Vian pun mengobrol dengan pak dede.


" pak dede, coba cek berapa harga dan lama pembuatan bus, modelnya sama saja dengan minibus ini, tapi saya minta di bagian belakang ada kasur ukuran king size ada penghalangnya yang bisa ditutup dan dibuka, terus sofa bed dan kursi muat 10 orang, tempat karaoke, mini bar buat bikin kopi dan lainnya, kamar mandi, lalu kursi buat penumpang depan 15 -20 orang yang nyaman 1-2 kursi persis lah sama minibus." kata vian


" baik pak nanti saya tanyakan ke tempat kemarin buat minibus ini." jawab pak dede


" persiapan aja, tau sendiri sekarang seperti apa." kata vian


" iya pak, tadi aja ini sudah desak desakan, untung saja dekat perjalannya." kata pak dede


" gimana pasport sudah disiapkan, tinggal 1 bulan lagi loh." kata vian


" belum pak, katanya mau sekalian sama keluarga bapak." kata pak dede


" nanti saya tanyakan ke keluarga dan yang lainnya." jawab vian


Tak lama pak daryat datang kesana, vian pun mengobrol dan menanyakan bagaimana proses transaksi pembelian lahan di surabaya.


" maaf loh pak, saya minta bapak datang kesini." kata vian


" gak apa apa pak, lagian biar cepat selesai juga dan cepat dikerjakan." kata pak daryat. Lalu memperlihatkan denah lahan tersebut.


" saya mau di dedepan in ada jarak 7 meter untuk parkir, dari jalan ke tempat parkir ada pembatas 1 meteran untuk taman, bangunan yang akan ada di area depan, 10 x 10 meter 2 lantai untuk kantor cabang BLS, 7 x 10 meter 2 lantai untuk supermarket, baru jalan masuk ke area perumahan 6 meter, diantara jalan dan bangunan ada 1 meteran untuk taman, toko untuk LCI ukuran 5 x 10 meter, klinik 7 x 10 meter 2 lantai. Dari bangunan tersebut kasih jarak untuk taman 5 meteran, baru buat mesjid 20 x 25 meter. Dibelakang klinik dan toko itu jangan ada pembangunan dulu. Buat rumah type 36/72 dan 45/90, pembangunan type 36 lebih banyak. Coba pak daryat dan tim buat site plannya." kata vian


" baik pak nanti saya buat design dan site plannya." kata pak daryat


" pak daryat atur saja seperti apa penempatannya. Sama saya mau bangun untuk mess ukuran 5 x 6 meter, 2 lantai setiap lantai 5 kamar, yang 1 unit lagi setiap lantainya 7 kamar dan mau bangun 5 kamar ukuran 5 x 8 meter, yang 1 kamar connecting dengan kamar ukuran 5 x 6 meter. Jadi di area tersebut 6 unit. lokasinya kavling no 3 dan 4, kalau 5 unit itu di kavling 5 dan 6, posisinya setelah lahan parkir dekat ke danau." kata vian


" baik pak saya akan buat designnya dan besok saya akan cek dan ukur buat memastikan designnya," kata pak daryat


" untuk mess seperti kamar hotel superior bintang 4 aja pak, tapi pakai balkon. Untuk kamar tamu balkonnya lebih luas." kata vian


" kalau begitu saya akan mencari referensi aja ya pak." kata pak daryat


" boleh, yang paling terpenting kualitas bangunan dan nanti interiornya saja, nanti saya kasih referensi juga." kata vian


" baik pak, akan saya kerjakan." kata pak daryat.


" sekali lagi mohon maaf ya pak." kata vian


" gak apa apa pak, biar saya bisa cepat juga menjalankan proses izin pembangunannya, kalau sudah selesai saya pamit pak." kata pak daryat. Pak daryat pun pergi pulang.


" mau bangun lagi pak di rumah." kata pak dede


" iya pak de, gak enak kalau ada tamu." kata vian


" iya sih pak, apalagi suka banyak tamu." jawab pak dede.


vian pun menikmati kopinya dan menyalakan kembali rokoknya


" ini pak saya sudah dapat informasi mengenai Bus yang bapak inginkan. Harganya 3,7 milyar, pengerjaannya 18 bulan, kalau kosong bisa 1 tahun." kata pak dede

__ADS_1


" oke kalau begitu, nanti saya akan bicarakan dulu sama isteri." kata vian.


Jam 5 lewat mereka berkumpul di cafe lalu pulang ke rumah. Sampai di rumah vian dan isteri isterinya pergi ke kamar, vian terlebih dahulu mandi, lalu berganti pakaian yang sudah disiapkan isterinya. Lalu duduk di sofa menunggu magrib. Selesai sholat magrib vian dan isteri isterinya pergi ke ruangan makan.


Disaat makan tersebut vian menyampaikan bahwa tinggal 1 bulan lagi akan pergi umroh bersama distributor LNI.


" tolong persiapkan pasportnya, yang belum tolong segera buat." kata vian


" pah, pasport mamah sama papah juga habis loh, kita buat aja sekalian sama devan dan de qinar." kata lily


" akta lahir aku masih di surabaya mas." kata astrid


" iya mas aku juga." kata dilla


" iya sudah suruh dikirimkan aja ya sama bapak, kalau kamu As kasih tau ari dimana disimpannya nanti suruh dia ambil dan dikirimkannya barengan. Ibu, bella, sella, selly, nanti buat pasportnya di surabaya saja, bareng sama bapak, ari dan bimo, sekalian sama erni, nadine dan wati." kata vian


" iya mas nanti aku telepon ari." Kata astrid


" untuk pasport umroh biar enak minta dari travelnya pah." kata lily


" papah nanti suruh pak dede minta ke travel, nanti minta datanya saja sama copy kartu indentitas, bell minta ke erni, nadine, dan wati, ari juga." kata vian


" iya mas nanti aku minta." kata bella


" lusi dan mitha kalian juga siapkan ya persyaratannya." kata vian


" iya kak, nanti kita siapkan." jawab lusi dan mitha


" iya pah nanti mamah sampaikan ke dr. Silvy." jawab lily


" pak vian saya juga mau ikutan dong." kata ibu sisil


" aku juga mau om ikut, 1 bulan lagi aku sudah bebas kayanya." kata silvy


" aku juga ikut, aku kan sudah praktek disini." kata silvia


" boleh bu, biar kita bareng bareng umrohnya." kata vian


" terus dari rumah ini siapa aja yang akan ikut pah." kata lily


" lilis, indra, evi, putra, haris, edi dan isterinya, pak dede dan isterinya, yang lainnya mamah list aja ya. Yang lainnya bisa lain kali kalau gak bisa bareng kita kali ini." kata vian


" iya sudah kalau begitu nanti mamah list." jawab lily


" sama list juga mungkin dari perusahaan lainnya yang mamah rekomendasikan." kata vian


" pah kalau dr. Silvy gak bisa berarti astrid dan dilla gak jadi ikut ya." kata lily keluar isengnya


" kalau gak salah memang harus ada pendamping dokter untuk jaga jaga buat ibu hamil." kata vian


" kan bisa cari dokter lain mbak." kata astrid

__ADS_1


" iya nih mbak, aku kan pengen umrohnya bareng bareng." kata dilla


" wah anak kembar sedang berantem nih." kata ibu retno


" iya udah kalian cari aja dokter lain." kata lily


" kan dr. Silvy juga belum di hubungi." kata astrid


" iya udah kalian hubungi dr. Silvy, Persiapan perjalan umroh ini harus sebaik mungkin, supaya umroh kali ini berjalan lancar." kata vian


" aamiin." jawab mereka


" aa, bapak aki sama ema mau di ajak." kata ibu ningsih


" tanya aja mereka bu, kalau mereka mau, langsung buatkan pasport dan bawa kesini." kata vian


" iya sudah kalau begitu ibu kabari mereka." kata ibu ningsih


" ibu juga mau ajak nenek boleh kan." kata ibu retno


" boleh bu, yang penting nanti disana ada yang temani beliau." kata vian


" iya sudah ajak aja si Rina ya." kata ibu retno


" boleh bu, gimana baiknya aja." kata vian


" mungkin minggu depan di kavling 3 sampai kaviling 5 akan mulai pembangunan mess dan kamar buat tamu." lanjut vian


" kalau itu udah jadi nanti bongkar kamar kita ya pah." kata lily


" iya sayank." jawab vian


" kamar si aa mau kamu bongkar." kata ibu retno


" iya bu, biar luas sama buat lemari pakaian kita, kan nanti akan ada 2 bayi." kata lily


" oh si aa pindah kemana kamarnya." kata ibu retno


" nanti kamar lantai 2 buat kita sama anak anak, ika, bella, lusi, mitha, sella, selly pindah ke mess bu. Lagian mess itu vian buat seperti kamar superior hotel bintang 4 ada 12 kamar untuk cewek dan 10 untuk cowok." kata vian


" banyak banget vian untuk apa." kata pak bowo


" iya sekarang suka ada tamu, lagian kan keluarga kita keluarga besar jadi bisa buat menginap kalaubada acara, sama kamar kamar buat orang yang kerja di rumah nanti pindah kesana sebagian." kata vian


" iya juga sih, jadi kalau rapat malam juga bisa disini apalagi nanti kalau sekolah dan kampus sudah jalan, mereka bisa menginap kalau kemalaman." kata pak bowo


" aku pesan kamar juga om." kata silvy


" iya boleh, lagian banyak." kata vian


" o iya ibu hari ini penandatangan akta perusahaan Besan Bersama Sejahtera." kata vian

__ADS_1


__ADS_2