
Mereka pun sampai di mall, lily dan yang lainnya izin pergi ke salon, sedang vian pergi ke cafe aja karena kalau menunggu di salon pasti lama dan membosankan. Sampai di cafe vian memesan kopi lalu duduk di area boleh merokok, vian pun menyuruh pak abe, pak opik, pak daryat dan pak dede mengirimkan laporan keuangan terkini. Vian ingin melihat cash flow perusahaan seperti apa, vian berencana mau membuat Shock therapy ke BLS, vian enggak mau di bilang hanya cuma omong doang. vian juga bilang ke mereka supaya menanyakan ke BLS sisa hutang mereka, vian meminta mereka supaya bisa mengalokasikan dana lebih untuk bayar hutang ke BLS.
Terjadi kehebohan di perusahaan LNI, LA, L-Tans, dan L-Pro mereka menerka nerka apa yang sedang terjadi antara vian dan BLS serta hubungan dengan isterinya lily, karena BLS itu kuat dengan nama lily, soalnya BLS berasal dari perusahaan keluarga Lily. Vian pun menerima telepon dari opik.
" assalamualaikum pak, maaf mengganggu waktunya, ada apa sebenarnya kok mendadak seperti ini ya, kita harus menyiapkan dana untuk membayar hutang ke BLS." kata opik
" waalaikumsalam pik, enggak ada apa apa, saya hanya mau memberikan Shock therapy saja ke direksi BLS, karena kinerja mereka menurun, dan saya juga ingin lihat kemampuan keuangan perusahaan perusahaan lainnya. kalau saya terus biarkan kinerja BLS terus seperti ini, saya akan merasa enggak adil ke karyawan perusahaan perusahaan lainnya karena biaya operasional BLS selalu mengandalkan dari pendapatan perusahaan peruaahaan lain. Kalau enggak ada perusahaan lain dibawah livi group yang meminjam ke BLS mereka enggak akan mendapatkan omzet sama sekali, kan enak banget kinerja direksi BLS kalqu saya terus biarkan seperti itu, kita jor joran untuk mengembangkan usaha, eh mereka malahan santai santai kerjanya karena merasa untuk operasional sudah bisa ketutup dari perusahaan livi yang lain." kata vian
" oh saya kira ada hal lain, kalau memang seperti itu saya mengerti pak, terimakasih atas informasinya, saya akan melakukan rapat dengan direksi kalau begitu." kata opik
tak lama pak abe dirut dari LNI pun telepon menanyakan kondisi yang terjadi jangan sampai mempengaruhi operasional LNI juga. Pak dede dan pak daryat pun sama menanyakan perihal kondisi perusahaan BLS dan kondisi keluarga vian. Setelah menerima informasi tersebut, pak abe, pak daryat, pak dede, pak opik menelepon ke BLS menanyakan kondisi hutang mereka. Di sisi BLS pak manopo setelah mendengar informasi dari bagian marketing bahwa perusahaan LNI, LA, L-Trans. Dan L-Pro menelepon menyakan kondisi hutang mereka menjadi panik, karena apa yang disampaikan vian tadi, langsung ditanggapi oleh perusahaan livi lainnya. Pak manopo yang memiliki hubungan keluarga dengan lily pun langsung menelepon pak bowo, dia menanyakan kondisi rumah tangga lily sampai vian yang selama ini adem adem aja bisa menjadi seperti ini. Pak manopo pun menyampaikan isi rapat tadi ke pak bowo.
Setelah mendapat telepon dari pak manopo, pak bowo menelepon vian.
" vian kamu lagi dimana, apa yang sebenarnya terjadi di BLS soalnya bapak baru dapatbyelepin dari manopo bahwa perusahaan livi lainnya menanyakan hutang mereka dan katanya mau siap siap dilunasi." kata pak bowo
" saya lagi di cafe pak, menunggu lily, astrid, dilla dan shinta di salon. Soal BLS saya hanya mau memberikan Shock therapy kepada mereka jangan sampai kenaikan omzet selama ini dikarenakan omzet perusahaan livi lainnya naik jadi penerimaan hasil bagi usaha di BLS pun ikutan naik, enggak fair dong kalau begitu terhadap perusahaan livi lainnya, kerja direksi dan tim BLS dimana, gimana kalau perusahaan livi yang lain menurun omzetnya lan bisa kacau semuanya kalau BLS terus mengandalkan dari sana untuk menghidupi operasionalnya. Sedangkan saya sendiri sudah membuka peluang untuk BLS untuk membuka pasar baru, misalnya saya mengisi seminar seminar kewirausahaan saya selalu membawa nama BLS dan permintaan supaya BLS membuka cabang di daerah lain enggak mereka tanggapi serius, kota B, kabupaten P 6ang kemarin saya ngisi seminar disana, terus di surabaya padahal saya sudah siapkan bangunannya." kata vian
__ADS_1
" oh kirain kamu ada apa sama lily, kalau seperti itu bapak setuju atas pemikiran kamu itu, percuma saja karyaean banyak kalau kinerja meteka enggak ada hasilnya. Iya sudah kalau begitu bapak mau telepon manopo, bapak juga akan ancam dia kalau enggak bisa kita akan mengadakan RUPS luar biasa untuk mengganti jajaran dewan direksi." kata pak bowo
" iya pak, maaf jadi merepotkan bapak." kata vian
" enggak apa apa, bapak hanya khawatir terjadi sesuatu anatara kamu dan lily, maaf bapak juga tadi berprasangka jelek ke kamu." kata pak bowo
" enggak apa apa pak, wajar itu." kata vian, vian pun menutup teleponnya lalu meminum kopi dan menghisap rokoknya.
setelah lama menunggu akhirnya lily, astrid, dilla dan shinta datang ke cafe.
" habis ini kalian mau kemana lagi." kata vian
Vian melihat laporan keuangan satu per satu dan membaca kemungkinan jika melakukan pelunasan hutang ke BLS. Vian pun menanyakan laporan keuangan livi group ke bu andriani, dan menyurih dia membuat kemungkinan dampak kalau enggak lagi ada BLS. Vian pun menanyakan kepada pak raka jika BLS mengadakan RUPS luar biasa 3 bulan lagi dan vian meminta pak raka untuk mempersiapkan kemungkinan itu jika terjadi.
Setelah mengecek laporan keuangan vian pun mengingatkan ke perusahaan LNI, LA, L-Trans dan L-Pro supaya bisa melakukan pengembangan usaha terus jangan merasa cepat puas. Vian pun menelepon murti
" mur, gimana kondisi sekarang di BLS." kata vian
__ADS_1
" direksi sedang sibuk pak, mereka menjadi kalang kabut setelah tadi bapak ancam mereka." kata murti
" menurut kamu siapa yang cocok untuk menjadi direktur utama jika nanti kita lakukan pergantian direksi di RUPS luar biasa." kata vian
" kalau menurut saya sih pak ikhwan, beliau pernah bekerja di bank dan dari sisi kepemimpinan dia baik." kata murti
" kalau begitu saya minta CV dia, terus selain dia ada lagi enggak kalau ada kamu sama kirimkan CV nya ke saya." kata vian
" baik pak, nanti saya kirimkan email ke bapak." kata murti,
" oh iya mur, menurut kamu secara obyektif ya kenapa terjadi penurunan kinerja BLS ini." kata vian
" menurut saya sih karena pak manopo tidak bisa memimpin BLS karena beliau akhir akhir ini jarang datang ke kantor katanya sih alasannya karena dia ketemuan dengan calon debitur dan ada keluarga yang sakit." kata murti
" oke kalau begitu, kita lihat saja 3 bulan kedepan, kalau memang selama 3 bulan bahkan 2 bulan aja kita harus siap siap mengadakan pergantian direksi, jadi kamu siapkan juga laporan laporan kalau terjadi RUPS luar biasa. Saya minta kamu buatkan juga daftar hadir direksi ya." kata vian
" baik pak, nanti saya buatkan dan saya kirimkan datanya ke bapak." kata murti
__ADS_1
vian pun menutup teleponnya, vian menikmati kopi dan rokoknya sambil menunggu magrib.