
Pak Rudi memperkenalkan Ayi sebagai orang yang mengunci pintu dan melakukan kebersihan pabrik, dan pak Dado kepala keamanan. setelah itu pak rudi pamit.
" biar santai, dimana tempat yang bisa ngobrol sambil ngerokok." kata vian
" di samping pabrik pak di kantin biar bisa ngopi juga." kata pak ayi
" kita ngobrol disana ya, gak apa apa." kata vian
" saya setuju pak." kata pak dado
mereka pun pergi ke kantin di samping pabrik, vian memesan kopi dan menyuruh yang lain pesan juga, vian pun menyalakan rokoknya lalu mengobrol dengan mereka
" perkenalkan nama saya vian, saya pemilik baru pabrik ini, transaksinya pembeliannya sudah selesai. karena tadi pak ayi dan pak dado sebagai perwakilan keamanan pabrik ini saya ingin menanyakan apakah bapak bersedia bekerja dengan saya." kata vian
" saya berterimakasih sekali kalau bapak masih membutuhkan tenaga saya dan percaya saya, saya bersedia." kata pak ayi
" saya mewakili teman teman bersedia pak." kata pak dado
" terimakasih banyak pak saya sangat senang bisa diterima disini, untuk penghasilan kalian saya sudah minta HRD dan keuangan untuk memberikan laporan, sehingga saya bisa menyesuaikannya bahkan menaikan kalau itu dirasa perlu." kata vian
" terimakasih banyak pak, kita masih bisa bekerja sudah untung tadinya saya khawatir kalau sampai berhenti kerja." kata pak dado
" bulan depan mudah mudahan pabrik ini sudah beroperasi lagi, tadi saya sudah meminta bagian HRD memanggil kembali karyawan yang sudah di PHK." kata vian
" bapak benar benar penolong kami." kata mereka
" waktu mereka di PHK banyak yang frustasi karena bingung dengan sulitnya mencari pekerjaan." kata pak dado
" salah satu dasar saya membeli pabrik ini juga karena saya memikirkan karyawan sini yang di PHK, karena jujur saya gak ada keahlian di bidang ini, tapi jangan khawatir saya juga memiliki tim." kata vian
" bapak sungguh baik." kata pak ayi
" saya bukan orang baik pak, saya berusaha menjadi orang baik." kata vian
" bapak bisa aja, jarang jarang lho pak ada bos dekat dengan bahawan kaya saya." kata pak Dado
" saya malahan biasa pak." kata vian
" saya perhatikan bapak bukan orang asli sini ya." kata pak dado
" saya asli Bandung, sekarang tinggal di jakarta, istri saya asli surabaya ini. nanti yang akan sering kesini istri istri saya" kata vian
" kok istri istri pak, memang bapak punya istri berapa." kata pak Dado penasaran
" 3 pak, yang pertama asli jakarta, yang 2 asli surabaya, nanti saya kenalkan biar bapak tau, perusahaan ini buat mereka bertiga." kata vian
" semuanya ada disini pak." kata pak ayi penasaran juga
" itu di mobil bahkan mertua saya semuanya ada." kata vian
" bapak hebat, salut saya bisa mengakurkan mereka." kata pak Dado
__ADS_1
" bukan saya yang mengakur mereka malahan istri pertama saya. ini perusahaan supaya mereka akur dan ngijinin saya nikah lagi." kata vian ketawa
" bisa aja bapak ini." kata pak dado
" kalau begitu saya pamit karena saya janji ngajak jalan jalan, besok saya kesini lagi, tolong bantu saya jaga pabrik ini." kata vian, vian membayar kopi mereka lalu memberi mereka uang.
" baik pak, terimakasih banyak." kata mereka
mereka pun pergi ke mobil, vian memanggil ketiga istrinya lalu memperkenalkan kepada pak dado dan pak ayi
" pak dado, pak ayi kemungkinan yang akan sering datang kesini ibu astrid dan ibu dilla, awas kalau kalian goda mereka." kata vian lalu pamit
" baik pak, kita mana berani ganggu istri bos. terimakasih hati hati di jalan." kata mereka sambil senyum
vian pun pergi dari sana dan menyuruh pak dede ke mall C untuk jalan jalan
" pah kok papah bisa langsung dekat dengan mereka." kata lily
" tadi papah ajak ngobrol dan meminta bantuan mereka untuk jagain ini pabrik sambil ngopi sama ngerokok, kita harus bisa nitipin diri." kata vian
" sekarang kita kemana mas." kata astrid
" ke mall C, katanya mau jalan jalan, kalian belikan sesuatu buat ibu bapak ya." kata vian
" iya mas, terimakasih." jawab astrid dan dilla
vian mengirimkan data ke bu gina untuk akta pendirian perusahaan " PT. LAD's Cosmitics Indonesia alamatnya pabrik, Komisaris utama vian 30%, komisaris pak bowo 10%, lily 20%, astrid 20%, dilla 20%.".
" ibu silahkan pilih mau yang mana." kata vian menawarkan kepada ibunya dan ketiga ibu mertuanya
" gak usah lah aa kamu baru aja beli pabrik." kata bu ningsih
" iya vian gak perlu." kata bu retno
" iya nak gak usah, ibu bahagia kalau kalian bahagia." kata bu asti dan bu sri
" ini bentuk terimaksih saya ke ibu yang sudah mendoakan vian." kata vian
" nah kalau yang ini bagaimana cocok kayanya buat ibu sama lagi." lanjut vian
" iya bu terima aja, ini bentuk terimakasih kami ke ibu." kata lily, astrid dan dilla,akhirnya mereka pun menerima nya
" ika beliin cincin ya samaan sama bella." kata ika
" iya boleh." kata vian
" bell ini bagus kamu suka gak." kata ika
" bagus kak." kata bella
" iya udah ambil." kata vian
__ADS_1
" aa boleh beli mainan ya pah." kata devan
" boleh sayang," kata vian
" makasih pah," jawab devan lalu mencari toko mainan, setelah ketemu dia berlari mencari mainan yang dia mau.
" kok aa beli boneka sih." kata lily
" ini buat de qinar mah." kata devan
" aa baik banget." kata lily
" cucu nenek luar biasa deh, ingat adiknya." kata bu retno
mereka pun pergi ke toko pakaian
" pah boleh ya beli, nanti disimpan di rumah sini jadi kalau kesini gak usah banyak bawa pakaian, sama papah juga." kata lily
" iya boleh sayank." kata vian
setelah itu mereka pergi ke restoran untuk makan siang.
" bapak ibu, nak vian ibu sama ari nanti sore mau pamit pulang, karena besok ari harus sekolah masih ujian soalnya." kata bu asti
" iya kami juga karena bimo besok harus ujian, kami pamit pulang, siang saya ke rumah lagi untuk antar bapak ibu ke bandara." kata pak wanto
" iya pak bu gak apa apa, kapan akhir ujiannya." kata vian
" minggu besok selesai kak." kata ari dan bimo
" iya udah hari sabtunya kalian ke jakarta, kami tunggu." kata pak bowo
" iya nanti liburan ke kampung halamannya vian, sekalian vian kan ada acara disana." kata pak adi
" iya aa, kakek kamu oengem ketemu katanya dia lagi sakit." kata bu ningsih
" iya bu, nanti kita kesana." kata vian
" bell kamu masih sibuk kuliah." kata ika
" udah gak kak, bella lagi nyusun skripsi sekarang." kata bella
" besok kamu ikut ke jakarta ya, kita akan bahas usaha kita, kamu juga bisa nyusun skripsi disana." kata ika
" bener bell, usaha itu harus segera di matangkan." kata vian
" gimana bu." kata bella
" iya kalau kamu mau dan gak ngerepotin boleh aja." kata bu asti
mereka pun makan siang bersama, hubungan keluarga lebih hangat lagi.
__ADS_1