
Setelah makanan yang dipesan di hidangkan mereka pun makan bersama. Selesai makan vian dan yang lainnya kembali ke pabrik LA, vian memesan jagung yang baru dipetik, daging untuk BBQ dan susu, vian pun meminta di pisahkan untuk shinta dan pak dede. Kalau putra biasa kalau mau masak sama yang lain biasanya mengambil dari rumah.
" kita pulang maximal jam 4an ya." kata vian
" baik pak, saya mau istirahat dulu kalau begitu." kata pak dede
vian dan shinta pun masuk ke villa lalu duduk di sofa dan menyalakan televisi. Vian minum kopi lalu menyalakan rokok, sedangkan shinta merapihkan pakaian dia dan vian lalu memasukannya ke tas.
" aa mau ganti baju lagi atau itu aja, biar aku masukan ke tas." kata shinta
" udah ini aja, aku ganti celana pendek aja dulu." kata vian
" tapi bajunya di lepas a, nanti kusut." kata shinta
" iya." jawab vian singkat, shinta pun mengeluarkan lagi celana pendek dari tas vian, lalu membawanya ke hadapan vian, lalu merapihkan baju dan celana yang di pakai vian., shinta pun duduk disebelah vian dan menyandarkan tubuhnya di tubuh vian.
" aa mau dipijitin." kata shinta
" enggak usah sayang, kamu juga cape." kata vian
" kita istirahat dulu aja yu di kasur." kata shinta manja. Lalu dia tiduran di paha vian sambil mengelus elus pusaka vian, vian pun bangkit lalu pergi ke kamar bersama shinta, shinta pun melepas semua pakaiannya, dia memulai pemanasannya. pertempuran di siang itu pun terjadi, dan akhirnya mereka mendapatkan puncak pertempuran tersebut, vian memeluk shinta lalu mencium keningnya, mereka berdua berpelukan saling memberikan elusan di tubuh mereka, Shinta pun tertidur, sedangkan vian pergi mandi, setelah itu dia berpakaian dan duduk di sofa, jam 3 vian membangunkan shinta supaya mandi karena akan pulang. Setelah mandi shinta membereskan kasur dan pakaiannya. setelah siap semuanya vian pamit ke opik lalu pergi pulang.
" pak kita langsung pulang atau kemana dulu." kata pak dede
" anterin shinta dulu aja, masa dia disuruh naik taxi." kata vian
" oh iya pak, pasport sudah saya simpan di tas bapak ya." kata shinta
" oke, terimakasih." jawab vian
Akhirnya mereka sampai di rumah shinta, putra membantu menurunkan oleh oleh buat shinta, setelah pamitan vian melanjutkan pulang ke rumah. Jam 8 malam mereka sampai dirumah.
" awas barang yang pak dede lupa dibawa ya." kata vian
" siap pak, terimakasih." kata pak dede.
Vian pun masuk ke rumah, di dalam rumah masih ngobrol, lily yang melihat vian pulang langsung pergi memberikan salam lalu memeluknya, diikuti astrid dan dilla
" papah udah makan belum." kata lily
" belum sayank. Kalian udah makan belum, papah bawa udang sama kepiting tuh." kata vian
" asyiiik. Makan lagi, mau dimasak apa." kata lily
" nanti papah yang masak aja, papah ganti baju dulu." kata vian, vian pun pergi ke kamar untuk ganti baju yang sudah disiapkan lily, setelah itu pergi ke bawah meminta mirna dan bi narsih membersihkan udang dan kepiting serta merebusnya. Vian membuat bumbu lalu masak udang asam manis, sedangkan udangnya di goreng terlebih dahulu. Bau yang harum dari masakan vian tercium ke ruang keluarga. Setelah selesai masak vian menyajikannya ke meja makan.
" ini beneran papah yang masak." kata lily
__ADS_1
" ini bi narsih yang masak ya." kata bu retno
" bapak yang masak bu, kita hanya bantu goreng dan merebus kepitingnya saja, bumbunya bapak yang buat." kata bi narsih
" iya nih membuat perut jadi lapar lagi." kata astrid
" menggugah selera masakannya." kata dilla
" iya udah di coba, gimana masakan papah enak enggak." kata vian. Lily pun mengambil piring lalu mencoba masakan vian
" ini luar biasa mantaaaaap." kata lily
" enggak nyangka kamu bisa masak loh." kata ibu retno
" bi narsih, mirna coba gimana masakan saya." kata vian. Bi narsih dan mirna pun mengambil piring lalu mencoba masakan vian
" ini enak banget pak, sungguh." kata mirna
" dikira buat apa tadi nanas, ternyata buat asamnya ya pak. Ini enak banget." kata bi narsih
" iya sudah kalian di pecat ya, biar papahbyang jadi koki di rumah." kata lily
" jangan dong bu." kata bi narsih dan mirna
" saya becanda." kata lily, dia terus menikmati udang dan kepiting
" ini beneran mantaaap." kata bu retno, yang lain pun ikut makan lagi jadinya
vian pun makan bersama mereka. Ibu ningsih, ika, bella dan teman temannya pun ikut mencoba, tapi karena enak mereka pun jadi makan lagi.
" pah besok buat lagi ya." kata astrid
" iya pah, aku jadi bersera makannya." kata dilla
" iya a, masakan aa enak." kata ika.
" pah, buat aku mana, itu kan pedes." kata devan
" papah udah buat goreng udang sama sausnya." kata vian. Devan pun makan goreng udang dicolek ke sausnya.
" enak pah. Aa boleh nambah enggak." kata devan
" boleh dong sayang, gimana masakan papah mantap." kata vian
" mantaaaap, is the best deh papah aa." kata devan
" ini menu harus ada di restoran nih." kata bu retno
__ADS_1
" iya bu, ambil aja udangnya dari LA, saya kemarin dapat supplier dari daerah PA." kata vian
tak lama pak bambang datang kesana.
" lagi rame apa nih." kata pak bambang
" ini pak, udang sama kepiting asam manis buatan pak vian." kata ibu sisil
" menggoda nih, seriusan buatan pak vian." kata pak bambang lalu mencicipi dari piring bu sisil
" ini luar biasa mantaaaap." lanjut pak bambang, dia pun mengambil piring dan mengambil udang dan kepiting
" eh bapak mau apa itu." kata ibu sisil
" ini enggak bisa dilewatkan bu, rasa enak, asamnya dari nanas ini kan." kata pak bambang
" pah besok buatkan buat aa ya, ini habis dan perut aa udah kenyang." kata devan
" aa tumben makannya banyak." kata lily
" habis enak mah." kata devan
" iya udah besok papah buatkan ya." kaya vian
" kok pak vian makannya sedikit sih." kata pak bambang
" saya sudah dari tadi pak, ayo dihabiskan." kata vian
" mas kok jago masak sih.. Tau gitu dari kemarin kemarin masak kaya gini." kata bella
" iya ya, kalau begini kita bisa gendut." kata ika
" besok coba ya nasi goreng buatan chef vian." kata vian
" kok pulang dari bandung papah jadi bisa masak gini sih." kata lily heran karena selama ini belum pernah lihat vian memasak
" dari dulu juga bisa masak, tapi malas aja, karena lihat udang dan kepiting papah jadi mau masak." kata vian
" kok bisa enak gini, apa resepnya." kata lily
" rahasia. Karena masaknya pakai hati." kata vian
" jangan jangan karena besok mau reunian dan mau ketemu mantan ya. Kalau gitu kita harus dandan yang cantik." kata lily
" papah aja tau reunian dari endris dan dipaksa sama dia buat datang." kata vian
" mir, kalau disini enggak habis suruh yang lain makan ya." lanjut vian
__ADS_1
" baik pak." kata mirna
Vian pun pamit ke depan rumah mau lihat kondisi pembangunan mess dan kamar tamu. Sesudah di luar vian menyalakan rokoknya dan berkeliling melihat pembangunan.