
Pak gubernur pun duduk disebelah vian
" Assalamualaikum, terimakasih atas waktu yang diberikan kepada saya, saya hadir disini tanpa undangan karena kehadiran saya kesini karena dipaksa oleh isteri. Kalau saya enggak nurut saya bisa bisa tidur di luar (yang ada disana pun tertawa), saya mengucapkan terimakasih kepada pak walikota karena bergerak cepat dan respon pelaku usaha disini pun cepat, semoga saja dengan adanya acara seperti ini bisa mempercepat pengembangan usaha UMKM di daerah ini dengan bantuan pak vian tentunya karena di daerah jakarta saya mendapatkan data dari pak gubernur bahwa pengembangan pelaku usaha UMKM disana meningkat, semoga bisa menular ke daerah ini juga. Coba bapak ibu lihat beliau ini, dengan kondisi seperti ini saja beliau mau hadir saya rasa beliau juga masih shock atas kejadian kemarin, itu buktinya bahwa beliau bersungguh sungguh ingin membantu memajukan daerah ini, baik atas dasar karena isteri beliau berasal dari daerah ini, kesempatan ini yang harus kita ambil, beliau kemarin mengajak makan saya di Cafe miliknya di menu tertulis Jagung Bakar, saya lihat harganya 25 ribu padahal kalau kita beli di tempat lain itu paling mahal 10 ribu, karena dia kreatif maka di tambahkan saus berbagai macam rasa dan tempat makannya enak, orang enggak ada yang keberatan dengan harga segitu, itu yang harus bapak ibu lakukan seperti itu dengan kreativitas dan melakukan inovasi. Besok kita di dinas provinsi pun akan melakukan hal yang sama seperti ini, tunjukanlah bahwa kota ini bisa melakukannya. Terimakasih." kata pak gubernur
Setelah tidak lagi ada yang bertanya dan waktunya sudah masuk waktu makan siang, acara pun ditutup. Pak gubernur mengajak vian untuk pergi makan siang di rumahnya, setelah pamitan kepada walikota, kepala dinas dan peserta diskusi mereka pergi ke kediaman pak gubernur, tak memakan waktu lama mereka sampai di kediaman pak gubernur, pak gubernur dan ibu nurul mempersilahkan vian, lily dan shinta masuk ke rumahnya tersebut lalu mengajak mereka ke meja makan.
" terimakasih banyak pak gub, atas undangan makan siangnya nih. Ngomong ngomong pak gubernur anak anaknya mana ya." kata vian
" saya hanya memiliki 2 anak, yang pertama laki laki sudah menikah dan yang ke dua perempuan sekarang kuliah di kampus waktu kita datang kesana, dia juga nanti ikut pergi umroh." kata pak gubernur
" iya pak, hari ini sedang diajukan visa umrohnya pak, semoga saja kita bisa berangkat semuanya." kata vian, teringat itu vian mengirim pesan ke pak dede supaya mengirimkan pasport silvy, silvia dan keluarga endris ke travel.
" maaf loh pak ibu, disini hanya ada makanan seperti ini." kata ibu nurul
" ini jauh lebih baik bu, terimakasih." kata vian
" kalau ini siapa ya." kata ibu nurul
" ini shinta bu, sekretarisnya vian." kata lily
" ayunya, dikira saya isteri mas vian." kata ibu nurul
" semoga aja bu, mereka berjodoh." kata lily
" maksudnya gimana nih, jangan jangan ibu sudah memberi restu." kata ibu nurul
" kalau begitu ditunggu undangannya pak vian." kata pak gubernur
" kita kan enggak bisa melawan takdir bu, contohnya kemarin, karena telat hidup vian terselamatkan." kata lily
" betul bu, mungkin saat itu kita akan kesal karena di tinggal pesawat, tapi kemudian kita akan merasa bersyukur karena terlambat dan ditinggal pesawat tersebut." kata ibu nurul
" betul bu, saat itu saya sudah berlari tapi pintu boarding pass sudah ditutup, makanya saya langsung cari pesawat berikutnya." kata vian
" kenapa buru buru, memangnya bisa dikejar dan papah mau timpuk tuh pesawat." kata lily
" iya, karena itu jadi saya kena timpuk, memang enggak boleh punya niat jelak ke orang lain." kata vian
" jadi luka itu kena timpukan pak." kata ibu nurul
__ADS_1
" betul bu, ternyata ada sebagian preman yang ada di luar, jadi pas ada keributan di dalam mereka masuk dan menimpuk kami, mereka akhirnya kekurung sama security dan karyawan LCI." kata vian
" pulang dari sini kita harus kesana pah, kita harus mengucapkan terimakasih." kata lily
" iya." jawab vian
" itu buktinya bahwa pak vian itu dicintai sama karyawan, mereka mau membela pimpinannya yang sedang kesulitan, coba kalau pak vian jahat mungkin mereka malahan akan menggunakan kesempatan itu untuk nimpuk pak vian juga." kata pak gubernur.
" betul pak, saya juga enggak nyangka mereka membantu saya." kata vian
" nanti kita beli makanan aja pah sebelum kesana." kata lily
" iya, mamah atur aja mau beli apa." kata vian
" alhamdulillah pak bu, saya juga banyak belajar sama vian ini, kemarin aja karyawan melakukan syukuran atas keselamatan vian, saya jadi terharu begitu banyak yang mendoakan dan takut kehilangan dia ini selain keluarganya." kata lily.
" saya jadi iri juga pak, apakah saya akan mendapatkan perlakuan seperti itu." kata pak gubernur
" bapak akan jauh lebih dari saya pak, apalagi bapak bisa mengayomi warganya, memperhatikan kesejahteraan warganya." kata vian
" makanya saya mengajak bapak untuk membantu saya dalam mensejahterakan warga daerah ini khususnya dengan meningkatkan pendapatan mereka." kata pak gubernur
Tak lama anaknya pak gubernur yang kedua datang.
" salam kenal Om, tante, mba, saya febby," kata anaknya pak gubernur lalu memberikan hormat ke meraka
" febby, kuliahnya jurusan apa, dan sekarang sudah semester berapa." kata lily
" saya mengambil jurusan bisnis sekarang masuk semestar akhir tante." kata febby
" kebetulan, bukannya kamu mencari tempat untuk magang, kamu magang aja di tempat om vian." kata ibu nurul
" iya bu, kalau boleh aku senang banget, jadi enggak harus mencari lagi." kata febby
" silahkan aja, kamu mau magang dimana di LCI atau di Dillas kalau di surabaya ini kalau 2 bulanan lagi bisa di BLS, tapi kalau di jakarta bisa di LCI, SPI, BLS, LNI, rumah sakit, kalau biar sama sama anak muda ya di SPI sama adik ipar om lulusan tahun ini dari kampus kamu juga, disana juga ada anaknya pak bambang silvy." kata vian
" kayanya asyik tuh bisa bergabung di SPI, perusahaannya bergerak bidang apa om." kata febby
" pakaian muslimah, kayanya cocok sih disana karena kamu bisa berkontribusi untuk mencari bisnis apa lagi kedepannya guna pengembangan usaha." kata vian
__ADS_1
" mau sih om tapi kalau kos enggak akan diijinin bapak sama ibu, kalau tinggal sama saudara takut kejauhan. Memangnya kantornya dimana om." kata febby
" dekat rumah om, sebelum masuk komplek perumahan, kapan memangnya kamu magangnya." kata vian
" dari sekarang juga udah boleh om karena kita lebih lama magangnya dibandingkan jurusan lain sekitar 3 bulanan, ini aja kita baru cari tempat magang." kata febby
" masa anak gubernur susah cari tempat magang sih." ledek vian
" karena itu juga mungkin mereka takut." kata febby
" iya sudah di SPI aja magangnya nanti tinggal di rumah kita, lagian kita sedang bangun mess dan anak anak SPI tinggal disana juga." kata lily
" kalau dibolehin sih aku seneng, tapi aku boleh bawa temen enggak." kata febby
" berapa orang cewek semuakan." kata lily
" iya tante cewek semua 2 orang, 3 sama aku." kata febby
" boleh, lagian kamar messnya juga banyak." kata lily
" gimana pak bu." kata febby
" kalau ibu sih enggak apa apa, apalagi tinggal di rumah pak vian dan bu lily jadi ibu bisa sering kesana." kata ibu nurul
" iya sudah kalau kamu mau disana." kata pak gubernur
" asyiik makasih ya pak, bu, om sama tante." kata febby
" aku minta nama perusahaan dan alamatnya saja tante, supaya aku bisa mengajukan magang." lanjut Febby
" nanti tante kirimkan, tante minta nomor telepon kamu aja." kata lily, mereka pun bertukar nomor
" hari kamis besok om ya, yang menjadi nara sumber seminar di kampus aku." kata febby
" iya kemarin om diminta sama rektor disana." kata vian
" terimakasih banyak ya om, tante udah ijinkan aku magang diperusahaannya apalagi dikasih tempat tinggal." kata febby
" sama sama." kata vian
__ADS_1
" udah tante kirimkan nama dan alamat perusahaannya ya." kata lily
" terimakasih tante." kata febby gembira, dia pun langsung menghubungi temannya.