Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Malam terakhir di kota Medinah


__ADS_3

Vian dan lily pergi melihat devan dan de qinar, mereka ternyata sudah tidur bersama lilis dan evi. Vian dan lily pamitan ke lilis dia mau pergi keluar. Setelah berpamitan vian dan lily mengajak astrid, dilla dan shinta tak lupa mengajak oranhbtua dan mertua vian, mereka pun pergi jalan malam mencari tempat makan, selesai makan vian mengajak isteri isterinya dan orangtua serta mertuanya berbelanja. Tak lama vian menerima telepon dari pak bambang menanyakan posisi vian, vian memberitahu bahwa dia sedang jalan jalan menghabiskan malam di kota medinah.


" pak, ibu, saya mohon maaf kalau ada salah, baik ucapan, tindakan ataupun tingkah laku saya yang tidak berkenan di hati bapak ibu semuanya." kata vian


" bapak dan ibu kamu akan selalu memaafkan kamu dan mendukung kamu selagi itu tidak bertentangan dengan agama, bapak dan ibu senang dan bangga melihat kamu seperti ini, sayangi mereka jangan kamu sakiti, mereka berbesar hati mereka 1 dengan yang lainnya." kata pak adi


" iya vian, bapak dan ibu juga bangga bisa dapat menantu seperti kamu, ini jalan hidup kamu, terus jadi orang baik." kata pak bowo


" kami sudah memaafkan kamu nak, walaupun kamu tidak memintanya, bapak bangga memiliki menantu seperti kamu, jangan pernah hiraukan apa kata orang selagi itu tidak bertentangan dengan hati nurani kamu." kata pak wanto


" ibu memaafkan kamu nak, ibu bersyukur memiliki menantu seperti kamu, ibu bahagia melihat kalian akur, semoga kamu selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, ibu enggak tau mengucapkan terimakasih ke kamu seperti apa, pergi umroh ini sudah dicita citakan almarhum ayahnya astrid, dia pasti bahagia melihat kita bisa kesini." kata ibu asti sambil menitikan air mata


" sama bu asti, ini juga yang di impikan ayahnya shinta, sebelum kamu meminta maaf pun ibu pasti memaafkan kamu, kamu udah banyak membantu ibu dan keluarga, ibu berdoa semoga kalian selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan selalu akur, terimakasih nak lily, nak astrid dan nak dilla sudah mau menerima shinta menjadi bagian dari kehidupan kalian, kalau shinta melakukan salah tolong tegur dia, nasehati dia, ke ibu ningsih dan pak adi terimakasih ibu dan bapak sudah mau menerima shinta sebagai menantu, kepada pak bowo dan ibu retno, ibu asti, ibu sri dan pak wanto terimakasih sudah menganggap kami bagian dari keluarga bapak dan ibu." kata ibu anita


" nanti saya akan mengobrol dengan pak ustad untuk membadalkan ibadah umroh almarhum bapak Ishak Hartanto dan bapak Adi Wijaya." kata vian, vian pun menghubungi pak ustad ogi membahas perkara tersebut, karena kalau mau membadalkan itu harus pernah menjalankan umroh untuk diri pribadinya, pak ustad menawarkan supaya yang membadalkan dari orang travel termasuk pak ustad sendiri.


" alhamdulillah untuk yang membadalkan bapak sudah ada pak ustad ogi sama ustad hasan dari travel." kata vian

__ADS_1


" alhamdulillah terimakasih nak." kata ibu asti dan ibu anita.


" nanti kalau ada yang mau membadalkan lagi setelah kita melakukan umroh pertama ini, saya sudah meminta hari berikutnya karena kita akan berziarah dan nanti kita akan mengambil miqat lagi." kata vian


" saya juga ingin mohon maaf kepada bapak ibu, jika ada kesalahan yang anak saya ini perbuat, saya juga enggak nyangka vian bisa memiliki isteri 4, dulu saya sangat khawatir karena semenjak SMA anak saya ini enggak pernah membawa cewek untuk malam mingguan seperti anak anak lainnya, dia hanya bilang belum saatnya aja, dan saya batu tau mengapa dia seperti itu, karena dia enggak mau orang tuanya kecewa apalagi sampai dihina orang, jujur waktu vian mengenalkan nak lily kami khawatir akan seperti yang sebelumnya terjadi, makanya setelah nak lily pulang kami menanyakan kepada vian, kenapa a kamu membawa dia kerumah mengenalkannya ke kita, apa enggak takut kehilangan lagi, vian hanya menjawab biarkan saja pak kalau memang dia jodoh aa dia akan terima aa apa adanya, dan menerima keluarga kita, aa enggak mau menyembunyikan kondisi keluarga lebih baik sakit sekarang dibandingkan nanti kalau sudah nikah, kita enggak usah menutupi kondisi keluarga kita, karena menikah itu bukan aa dan dia saja akan tetapi yang jauh lebih berat itu menyatukan 2 buah keluaraga." kata pak adi


" aku kan enggak seperti itukan pak." kata lily tersenyum


" iya, kamu sangat baik, baik banget mau nerima kami apa adanya." kata ibu ningsih, lily pun menghampiri ibu mertuanya lalu memeluknya


" terus aku eggak baik ya bu." kata astrid dia pun mendekat ke ibu mertuanya itu


" kalian anak baik juga kok, udah mau nerima vian dan keluarganya, bu ningsih pun memanggil shinta lalu memeluk semuanya


" bapak berharap dan berdoa supaya kalian selalu akur, rukun, saling menjaga, kalau ada masalah apapun kita bicarakan bersama," kata pak adi


" mari kita jaga sama sama keluarga besar ini, kalau ada hal yang tidak enak kita bicarakan bersama supaya kita sama sama enak, tidak ada kecemburuan dalam hal apapun. Ada rezeki kita syukuri dan nikmati bersama." kata pak bowo

__ADS_1


" kalau ada permasalahan kita bahas sama sama, kita tanggung sama sama, kita dukung anak anak kita ini selama hal itu positif." kata pak adi


" disini juga saya ingin menyampaikan terimakasih banyak atas kelapangan hati bapak dan ibu, jika ada yang bapak dan ibu perlukan atau inginkan jangan ragu bicara saja, kalau memang saya bisa mewujudkannya insyaAllah saya akan wujudkan, akan tetapi jika belum mohon bisa memakluminya. Saya bekerja seperti ini bulan untuk siapa siapa, pastinya yang pertama untuk keluarga dahulu, untuk masa depan anak anak saya, karena saya enggak mau mereka seperti saya." kata vian


" kita paham dan sekarang kita bisa mengerti, jangan sampai hal ini sebagai ajang balas dendam kamu terhadap perempuan." kata pak bowo


" InsyaAllah enggak pak, ini semua jalan hidup yang saya harus tempuh." kata vian


Tak lama rombongan pak bambang dan yang lainnya datang bersama isteri isteri mereka.


" maaf nih mengganggu acara keluarganya." kata pak bambang


" enggak kok pak, kita hanya ingin jalan jalan saja di malam terakhir di kota medinah ini." kata vian


" iya pak, ibu cari oleh oleh buat di rumah nanti." kata lily


" nanti malam kita ke mesjid pak ya, siapa tau kita bisa masuk ke raudhoh dengan santai supaya bisa lebih khusuk lagi." kata pak gubernur B

__ADS_1


" iya pak, saya dan isteri memang berencana ke mesjid nanti." kata vian


mereka pun berkeliling ke toko toko untuk melihat lihat dan membeli beberapa barang yang cocok untuk di rumah, kalau ada temlat makan mereka pun berhenti dan membeli makanan tersebut. Jam 11 malam mereka kembali ke hotel, di lobby vian bertemu dengan pak ustad lalu vian mengobrol mengenai masalah membadalkan almarhum bapak mertuanya. yang lainnya pun pergi masuk ke kamar masing masing dan berencana nanti sama sama pergi ke mesjid. Sedangkan Vian pamitan untuk mengobrol dengan tim LNI dan yang lainnya lalu memesan kopi, setelah itu dia pergi keluar untuk merokok bersama pak dede dan yang lainnya sambil mengobrol.


__ADS_2