Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kejutan untuk Shinta 1


__ADS_3

Setelah bertemu vian, lily masuk kamar lalu dia ganti baju siap siap pergi, dia pun menyiapkan baju untuk vian.


" mbak mau kemana, kok nyiapin baju papah juga." kata astrid


" enggak kemana mana kok, memangnya enggak boleh aku ganti baju." kata lily


" tumben aja, mbak mau jalan ya sama papah." kata dilla


" memangnya aku enggak boleh jalan sama suami aku sendiri." kata lily


" ikut dong mbak, aku juga mau jalan jalan." kata astrid, tak lama vian datang kekamar setelah mengantar para tamu pulang. vian melihat hanya lily yang sudah berganti pakaian.


" kalian enggak ikut." kata vian


" memangnya mau kemana." kata astrid


" mau belanja kebutuhan rumah." kata vian


" ikut dong pah." kata astrid


" terus kenapa belum siap siap." kata vian


" kita enggak tau pah, mbak enggak bilang." kata astrid dan dilla


" terus shinta mana, dia mau ikut enggak." kata vian


" tadi sih main sama aa pah." kata dilla, shinta dan devan datang ke kamar


" mamah sama papah mau pergi ya, kemana." kata devan


" aa mau ikut jalan jalan mall." kata vian


" ikut dong pah, aa mau beli mainan, boleh." kata devan


" iya sudah aa ganti baju, minta tolong lilis ganti bajunya." kata vian, devan pun pergi menemui lilis


" kamu mau ikut enggak." kata vian


" iya ikut dong pah." kata shinta


" iya sudah sana ganti bajunya." kata vian, mereka pun sibuk ganti pakaian

__ADS_1


" ini gara gara mbak engak ngasih tau, jadi aja buru buru gini." kata mereka bertiga


" kalian mau pada kemana ini." kata ibu retno


" mau belanja bu, ibu mau ikut." kata vian


" ikut lah, masa belanja kita enggak ikut." kata ibu retno


" iya sudah bu, kasih gau juga yang lainnya kalau mau pada ikut." kata vian, vian pun menelepon pak dede supaya datang ke rumah membawa mobil dia yang baru pulang dari jogja mengantar neneknya lily, vian juga menyuruh pak edi untuk siap siap membawa ibu dan ibu mertuanya. Lily pun menyuruh evi untuk mengganti pakaian de qinar, dia juga mau bawa dia. Mereka pun berangkat ke mall naik 3 mobil karena bapak dan bapak mertua vian mau ikut juga. Karena sudah siang mereka pun pergi ke restoran biasa lily dan vian pergi. De qinar di gendong vian sedangkan devan di tuntun sama shinta.


" papah mau makan yang biasa di pesan ya." kata lily


" iya mah, terimakasih ya." kata vian


" makanan apa sih, kok kita enggak tau." kata astrid


" makanan yang kita pesan waktu awal mengobrol berdua." kata lily, lily pun memesan makanan tersebut, sedangkan vian pergi ke tempat pak dede dan pak edi serta pak sumarlan sopir pak bowo. Vian pun menyalakan rokoknya, lily datang kesana.


" pah aku sudah pesan kue dan makan malam serta hadiah untuk shinta," kata lily


" terus di rumah mau di dekor enggak." kata vian


" enggak usah lah ya, jadi kita pulang dari dari belanja kita makan malam bersama, terus kita ngobrol aja di taman jadi pas jam 12, lampu suruh matikan nanti kita bawa kue ulang tahunnya." kata lily


" jangan makasih dulu, papah juga harus kasih kita hadiah." kata lily,


" memangnya mamah mau apa sih." kata vian


" aku mau gelang, terus aku juga mau kasih ibu ibu kita dibelikan kalung." kata lily


" iya sudah, nanti kita beli ya." kata vian


" papah ada uangnya enggak." kata lily


" insyaAllah ada sayank." kata vian


" kalau enggak ada juga enggak apa apa, lagian papah banyak keluar uang untuk investasi di pabrik PBN, terus bangun kantor livi group dan renovasi rumah dan bangun kamar tamu." kata lily


" ada kok sayank, itu sudah aman." kata vian. Mereka pun makan siang bersama disana. Setelah itu mereka pergi ke mall untuk berbelanja. Vian menyuruh ibu dan mertuanya untuk membeli yang mereka mau, setelah itu mereka pergi ke toko perhiasan lily pun memilih gelang dan kalung yang samaan. Tak lupa mereka pun membeli kalung dan cincin untuk orang tua mereka.


" beneran ini kalian mau belikan ibu perhiasan." kata ibu retno

__ADS_1


" iya bu masa bohongan," kata lily


" dalam rangka apa ini." kata bu retno


" enggak dalam rangka apa apa bu, kita mau ngasih sesuatu aja sama ibu." kata vian. Ibu ningsih, ibu retno, ibu asti, ibu sri dan ibu anita pun memilih walau awalnya mereka menolak terutama ibu anita merasa masih enggak enak.


" saya akan merasa berhasil kalau saya bisa membuat ibu bahagia." kata vian


" oh iya ibu juga bisa nabung emas di BLS kalau mau investasi." kata lily


" oh iya bu, beli juga buat emma ya." lanjut lily


" iya nak, pasti dia senang banget." kata ibu ningsih


Setelah itu lily membawa ke toko pakaian. Lily pun memilih untuk devan dan de qinar, lalu membeli untuk mereka, lily pun menyuruh kepada ibu ibunya untuk memilih pakaian, termasuk untuk lilis dan evi. Vian pun membeli perlengkapan untuk di kamar tamu, lalu membeli kebutuhan untuk di rumah, vian mengajak shinta dan devan membeli mainan, dia sangat senang karena bisa membeli mainan. Lily pun mengajak astrid dan dilla untuk membeli pakaian untuk hadiah shinta, lily memberitahu mereka bahwa nanti malam akan memberikan kejutan kepada shinta. Mengetahui bahwa lily dan yang lainnya mau memberikan kejutan untuk shinta, ibu anita pun menangis karena bahagia.


" kenapa bu kok nangis." tanya lily


" iya bu kok nangis." kata ibu retno


" saya menangis karena bahagia, terimakasih kepada semuanya karena sudah sayang sama shinta." kata ibu anita


" kita kan sudah keluarga bu." kata lily


" iya nak terimakasih, selama ini kami enggak pernah mengadakan acara ulang tahun untuk shinta semenjak ayahnya meninggal, sampai tiup lilin pun enggak ada, awalnya shinta juga pernah menanyakan itu, setelah ibu jelaskan akhirnya dia pun mengerti tentang masalah ekonomi kita jadi enggak pernah dia menuntut itu lagi. Dia pasti akan senang mendapatkan kejutan ini." kata ibu anita,


mereka yang mendengar itu pun menjadi sedih.


" sama vian juga bu, malahan dari awal kita enggak pernah ada tradisi tiup lilin apalagi mengadakan pesta pesta gitu, setelah menikah aja baru dia merasakannya." kata ibu ningsih. Mereka pun selesai berbelanja, lalu mereka pulang ke rumah, sampai di rumah sudah jam 4.47 menit sore hari, vian sehabis mandi dan berganti pakaian dia pergi ke gazebo, vian membawa laptopnya lalu membuat kopi dan menyalakan rokoknya. Vian membuka laptopnya karena mau membuat perencanaan untuk PBN dan pengembangan LA. Tak lama shinta datang kesana.


" ada yang bisa aku bantu pah." kata shinta


" kamu catat aja untuk persiapan rapat disana apa saja, terimakasih." kata vian


" kapan kita jadinya ke KBB." kata shinta


" Senin pagi aja, kita langsung ke pabrik PBN, lalu siangnya rapat di LA bahas pembangunan pabrik pengolahan air minum." kata vian


" ingetin nanti ya, tentang neraca awal untuk operasional PBN, perencanaan Laporan Laba Rugi, sama konsep pemasaran, yang akan dilakukan tim pemasaran disana." lanjut vian sambil minum kopi lalu menghisap rokoknya


" iya pah." kata shinta

__ADS_1


Mereka pun berdiskusi disana, apa saja yang akan dilakukan kedepannya.


__ADS_2