
Vian membuka diskusi seperti apa yang diminta ika tadi, lalu menyuruhnya untuk mempresentasikan di depan.
" seperti ini yang saya sangat suka, ada keinginan untuk berkembang, saya harap semuanya bisa berbicara di depan sini, saya hanya akan membantu menjelaskan saja terkecuali memang itu sulit untuk kalian putuskan. silahkan kalian sampaikan ide dan gagasan kalian, nanti jika febby dan nirmala mau ikut gabung di SPI, akan dijelaskan ya." kata vian
" terimakasih om." jawab febby dan nirmala
" terimakasih waktunya, kami mengobrol semenjak kemarin dan tadi dengan febby dan teman temannya serta nirmala juga, mereka memiliki ide bahwa SPI mengeluarkan produk Ciput untuk membantu menutupi rambut untuk memudahkan dalam memakai hijab, dan kaoskaki karena sebagai seorang muslimah kaki merupakan aurat juga, jadi produk ini menurut kami sangat cocok dengan segmen pasar SPI. Untuk itu saya minta febby dan nirmala untuk bisa menjelaskan ide dan gagasannya tersebut." kata ika
" terimakasih om, kak ika dan semuanya, kenapa saya memiliki ide untuk membuat produk kaoskaki karena saya melihat bahwa setiap muslimah yang berhijab terutama pasti memakai kaoskaki, kita akan berangkat umroh dan disana juga diwajibkan untuk perempuan memakai kaoskaki dan membawanya, jadi kedepannya kita bisa bekerjasama dengan travel travel haji dan umroh, majlis ta'lim, dan lain sebagainya, dan kalau bisa pas kita berangkat umroh kita bisa mempergunakan kaoskaki tersebut di rombongan kita ini. Selain untuk iklan juga bisa, terimakasih." kata febby
" terimakasih waktunya om, kak ika dan semuanya, di kaoskaki tersebut pula bisa kita gunakan motif motif yang sedang trend jadi untuk kalangan muda bisa mencocokan dengan busana yang mereka pakai dari kepala sampai ke kaki, sekarang kan banyak para hijaber muda, jadi mereka pun masih bisa trendy, nah untuk ciput itu sebagai alat untuk memudahkan orang dalam memakai kerudung. Terimakasih." kata nirmala
" seperti itu a, jadi untuk selanjutnya kita membutuhkan tempat produksinya aja." kata ika
" kalian beli dulu sample, nanti biar opik coba di pabrik LA, atau pun kalian cati tempat makloon terlebih dahulu." kata vian
" kita juga sudah cari a, tempat makloon, dan kebetulan banyak di daerah bandung ini, besok kita sudah janjian disini a untuk ketemuan." kata ika
" hebat, ini yang aa suka, kalian harus fikirkan juga kemasannya seperti apa, karena kemasan juga bisa mempengaruhi harga jual." kata vian
" untuk kemasan designnya sudah ada mas, designnya sudah bella, sella dan selly buat jadi tinggal memilih saja yang mana, mau pakai kemasan apa, plastiknya apa, design kaoskakinya juga sudah ada beberapa." kata bella lalu dia menampilkan di layar design design yang telah di buat.
" untuk memasarkan produk ini pun kita sudah buat konsepnya pak seperti yang tadi disampaikan febby sam nirmala, terus kita juga akan mempergunakan jaringan distribusi yang sudah kita japankan selama ini." kata Mitha
__ADS_1
" kalian juga harus hitung biaya packagingnya, mau di perusahaan makloon atau di kita dan harus kalian tentukan standard produknya." kata vian
" untuk perhitungan biaya packaging dan standard produk kita sudah mencarinya pak." kata lusi
" selain design bisa langsung di kaoskakinya bisa juga pakai printing, sekarang sedang trend tuh jadi bisa pakai design apa aja kalau printing." kata febby
" seperti itu a, jadi sebenarnya kita tinggal jalan aja." kata ika
" kalau kalian sudah putuskan tinggal jalan, seperti yang sudah sudah kalian besok tanya MOQnya berapa, lama pengerjaannya, harganya." kata vian
" iya a, tapi untuk masalah packaging itu juga kita harus fikirkan, kalau di kemas di kantor SPI tempatnya tidak memungkinkan, apa bisa di pabrik LA." kata ika
vian pun memanggil opik menanyakan apakah di pabrik LA masih ada lahan.
" pik maaf ganggu, ini anak anak SPI memerlukan lahan untuk tempat packaging produk baru sama kapasitas mesin kaoskaki LA apa bisa untuk membuat kaoskaki muslimah." kata vian
" iya sudah kamu order lagi aja mesin kaoskakinya, untuk perlengkapan lainnya masih bisa digabung dengan yang ada sekarang kan." kata vian
" bisa pak, kalau begitu besok saya akan memesan mesinnya." jawab opik
" siip kalau begitu, kamu siapkan juga tenaga kerjanya ya." kata vian
" baik pak." jawab opik
__ADS_1
mereka pun lanjut berdiskusi, mengungkapkan pemikirannya masing masing.
" ini yang bapak suka, kamu bisa mengeluarkan ide dan berani bicara." kata pak gubernur D
" perlunya forum forum seperti ini untuk menumbuhkan keberanian dalam mengungkapkan ide atau gagasannya, karena memang enggak mudah loh bicara depan forum dengan mengobrol biasa." kata pak Gubernur B
" makanya saya berusaha melatih mereka, karena orang yang pinter ngomong belum twntu pas di forum resmi dia mampu bicara." kata vian
" betil itu, pas ngobrol aja kaya dia yang paling jagi, pas di suruh maju ke depan pas forum gemetaran." kata pak bambang
" sekarang saya mau bahas masalah kepemilikan saham di SPI, kalau tidak salah susunannya seperti ini, saya 35% , Ika 25%, Bella 20%, Silvy 10%, mitha 5%, lusi 5% dari nominal 15 milyard, karena akan mengalami penambahan modal dan jika kalian tidak akan menambah modal maka akan terjadi delusi penurunan persentase nilai saham kepemilikan, yang tadinya modal 15 milyard akan menjadi 20 milyard, nanti saya akan susun kembali kepemilikannya, kalau yang kurang nanti saya akan bayar sebagai pembelian saham, misalnya ika 25% akan menjadi 20%, bella dari 20% jadi 15%, nanti saya akan anggap bahwa mereka menjual sahamnya. Jadi kalau febby dan nirmala mau gabung, akan dihitung dari modal dasar 20 milyard. Persentasenya silahkan tentukan sendiri saja dan akan di catat dalam akta pendirian tahun depan seperti silvy." kata vian
" jadi kalau misal saya ambil 5% saja saya harus bayar 1 milyard ya." kata pak gubernur L
" betul pak, nanti saya alan buatkan akta notaris sementara sebelum diadakan RUPS LB." kata vian
" siap pak, nanti saya diskusikan dulu sama isteri." kata pak gubernur L
" sama saya juga pak mau diskusikan terlebih dahulu." kata pak gubernur D
" silahkan saja pak, bagaimana baiknya saja." kata vian
" saya senang kalau seperti ini, kalian sudah bisa menciptakan produk sendiri, berinovasi, pergunakan waktu kalian nantinya walaupun sedang mengobrol santai keluarkan ide ide kalian jangan takut, kalau idenya tidak diterima jangan marah dan jangan belikan, karena mungkin saat itu ide kalian tidak bisa dipakai akan tetapi suatu saat itu bisa dipakai, kalian akan rugi kalau hanya memendam di otak kalian saja." lanjut vian
__ADS_1
" iya, pasti kita akan gunakan waktu sebaik baiknya." kata mereka
vian pun menutup diskusi tersebut, lalu mengobrol bebas.