Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
mewujudkan keinginan lily


__ADS_3

tiba di rumah mereka langsung masuk ke kamar masing masing, vian meminta bi narsih dan evi untuk buat nasi liwet buat makan siang seluruh orang yang ada di rumah. setelah sholat dzuhur vian dan keluarganya serta yang lain pergi ke taman untuk makan siang bersama, setelah makan vian merokok.


"mah, mau ikut gak ke depan komplek?" tanya vian


"ada apa memangnya." jawab lily


"pah pengen lihat lihat ruko aja." jawab vian


"iya boleh." jawab lily


vian dan lily pun mengajak orangtuanya , dan mereka mau ikut melihat lihat juga. mereka pun pergi ke depan komplek kawasan pertokoan dan terlebih dahulu ke bagian pemasaran, dengan di bantu oleh staf pemasaran vian di ajak melihat lihat ruko. ada salah satu ruko yang vian minat.


"menurut pah ini bagus dengan lokasinya, gimana menurut mah?" tanya vian


"iya mamah juga tertarik." jawab lily


" memang rencananya untuk apa." kata pak bowo


" buat cafe, butik, pelengkapan bayi, toko buah segar." jawab vian


vian pun menanyakan luas tanah dan bangunan serta harga ruko itu kepada staf pemasaran. setelah mengetahui luas dan harga ruko itu vian booking 2 ruko yang bersebelah itu ke Lia staf pemasaran.


" pah kok 2 ruko, untuk apa aja." tanya lily


" yang ini buat toko buah buahan dan cafe, tang 1 lagi buat butik dan perlengkapan bayi." jawab vian.


"bagus pemikiran kamu vian." kata pak bowo

__ADS_1


"ya udah mah setuju aja." jawab lily.


setelah itu mereka pergi ke kantor pemasaran untuk melakukan pembayar dan tanda tangan akta jual beli untuk proses kepemilikan. vian menyerahkan itu kepada lily untuk proses selanjutnya.


selesai melihat lihat ruko vian dan keluarganya pulang ke rumah, di rumah vian menyerahkan semuanya ke lily untuk mengatur dekorasinya dengan menghubungi orang design interior. lily gembira karena dia akan memiliki aktivitas lain dan gak jauh lokasinya dari rumah. vian dan lily pun pergi ke kamar untuk bersih bersih dan berganti pakaian. vian pergi ke balkon membuka laptop dan menyalakan rokok.


tak lama lily pun datang ke balkon menghampiri vian. " papah lagi apa?" tanya lily.


" papah lagi baca laporan dan browsing supplier buah buahan. karena perusahaan LA kan baru sayur sayuran" jawab vian


"pah, apa ini gak terlalu cepat untuk memulai usaha ritel, kita belum melakukan analisa apapun untuk lokasi itu." kata lily


"gak mah, papah cuma pengen mewujudkan keinginan mamah secepatnya, untuk bisnis ritel di kawasan ini menurut pah dengan melihat site plan pengembang property sudah bisa dilihat, apalagi sebentar lagi akan di buka akses dari kawasan lain yang melintas di depan wilayah ini." jawab vian


"apa papah gak takut rugi atau toko ini tidak berkembang." tanya lily


" semua bisnis pasti ada resiko, sebwlum kita mencoba kita gak tau resiko apa yang akan kita hadapi. mamah optimis saja yang penting kita sudah ikhtiar." jawab vian menjelaskan.


" sama sama sayank, tapi mamah jangan terlalu cape dan sibuk disana, papah mencoba yang terbaik buat keluarga, terutama kamu." jawab vian sambil mengecup kening lily.


"besok kita telepon aja orang design interior, dan penempatan toko buah buahan dan butik dimana lokasinya." lanjut vian menjelaskan.


vian pergi ke mushola untuk sholat magrib, setelah sholat dia pergi ke meja makan, lily sudah menunggu disana. mereka pun mengobrol.


" o iya bu, ibu punya kenalan designer pakaian gak " tanya lily


" ada, nanti ibu hubungi dia. emang buat apa." jawab bu retno

__ADS_1


" buat nanti ngisi di butik, pakaiannya design dan mau pake merk sendiri." jawab lily.


" oh iya pah untuk nama tokonya apa ya." tanya lily


" gimana kalo LIVI STORE aja, nah untuk butiknya bisa LIVI BUTIK atau apa yang mah mau, toko buah buahan Livi Fresh, Livi cafe untik cafenya." jawab vian, " untuk merk pakaiannya mamah cari aja, kalo sudah ada biar nanti kita patent kan merknya." lanjut vian


" aa, nak lily, bapak sama ibu besok mau pulang dulu kerumah ya, gak enak karena udah lama kita gak kesana mungkin kita nginep." kata pak adi


" iya pak gak apa, besok minta anter pak dede aja dan kalo mau kesini telepon aa." jawab vian


setelah makan dan sholat isya vian membuat kopi dan dibawa ke balkon kamarnya, disana dia menyalakan rokok dan memikirkan rencana bisnis lain. untuk bisnis expedisi vian berencana fokus ke pengiriman barang antar perusahaan dan pengiriman sayuran dan buah buahan tetap segar. selain expedisi vian berencana membuat perumahan untuk karyawannya, selain mencari lokasi yang tidak terlalu jauh dari perusahaan, vain memikirkan transportasinya juga. setelah itu vian browsing tanah yang akan di jual di sekitaran perusahaan yang masih luas dan harganya terjangkau, fasilitas umum tidak terlalu jauh. vian berfikir supaya harga jual ke karyawan tidak besar, dan perusahaan property juga harus ada untung, sudah beberapa batang rokok dan kopi hampir habis lily datang menghampiri


"pah udah malam, kita tidur yu." kata lily.


" iya sayang, pah matiin laptop dulu." jawab vian lalu pergi ke kamar mandi, dari kamar mandi vian langsung menghampiri lily yang sudah tiduran di kasur, memeluk sambil menggoda lily, dan akhirnya proses supaya devan punya adik pun di mulai., ******* dan lenguhan keduanya pun berakhir dengan kebahagiaan di keduanya. vian pun mengecu kening lily. " terimakasih sayank.".


di pagi hari vian dan lily membawa devan jalan jalan di taman. setelah berkeringat mereka masuk ke rumah dan sarapan. setelah sarapan pak adi dan bu ningsih pamitan untuk pulang ke rumahnya.


jam 10 an vian dan lily pergi ke ruko yang kemarin dibeli untuk melakukan pembayaran dan bertemu dengan orang dari design interior. setelah pembayaran selesai dan menerima kunci ruko, vian dan lily pergi ke ruko, disana orang dari design interior sudah menunggu. vian menjelaskan ruko dan peruntukannya. yang di pinggir untuk cafe karena ada tanah lebih yang bisa buat cafe outdor dan membuat dapur yang rukonya bisa buat toko buah buahan dan sayuran segar, dan bisa buat 1 tempat untuk meeting kecil muat sampe 5 orang. yang lantai 2 nya bisa buat kantor atau disatukan dengan riko sebelah untuk butik. vian meminta kalo design sudah selesai dikirim ke emailnya.


selesai menjelaskan ke orang design interior vian pamit pulang. pas dzuhur vian dan lily sudah sampai di rumah, vian pergi ke mushola sedangkan lily pergi ke kamar melihat devan. karena devan tidur lily sholat di kamar, lalu setelah selesai sholat dia pergi ke ruang makan untuk makan siang.


" ly, gimana pembelian ruko sudah selesai." kata bu retno


" alhamdulillah bu selesai. dan tadi sudah ketemu sama orang design interior." jawab lily.


" syukur kali begitu, oh iya ly, vian, ibu sama bapak mau pulang dulu, kita kangen rumah." kata bu retno lagi

__ADS_1


" oh ya sudah kalo begitu, lily juga gak bisa maksa." jawab lily


setelah makan bu retno dan pak bowo pamit pulang dulu. di rumah jadinya terasa sepi.


__ADS_2