
Jam setengah 11, vian dan lily sampai di kantor LNI, disana sudah ada Abe, Shinta, Raka, dan pak daryat. mereka melihat vian yang tangannya di perban kaget.
" pak kenapa tangannya." kata abe
" biasa ngetes pulang dari banten, eh malah masih mempan. kemarin kena golok di pabrik LA, ada preman yang teror pabrik itu." jawab vian
" Bapak gak apa apa tapi kan." tanya shinta
" Alhamdulillah gak apa apa, terimakasih." jawab vian sambil melihat ekspresi lily.
" alhamdulillah." kata pak daryat
ya sudah kita ke ruang meeting saja ajal abe ke mereka. di ruang meeting karyawan LNI yang mengambil perumahan sudah ada disana.
abe pun memberikan sambutan dan mengucapkan terimakasih kepada vian dan lily yang sudah bersedia hadir. setelah itu abe menyerahkan mic kepada vian untuk memberikan sambutan dan penyerahan simbolis kunci rumah
" Bismillah, terimakasih kepada semuanya, saya mohon maaf karena saya berpakaian seperti ini. karena mau pake jas tapi sakit. saya mengucapkan terimakasih atas doa doa teman teman semua sehingga saya terhindar dari bahaya yang lebih parah. dan terimakasih atas dedikasi teman teman semua untuk perusahaan ini. saya juga mengucapakan selamat kepada teman teman yang akhirnya memiliki sebuah rumah sendiri tanpa harus menjadi kontraktor, rawat, jaga karena itu sekarang milik kalian. disini juga saya mau memberitahukan kepada teman teman bahwa saya sudah memenuhi janji saya kepada bapak ibu waktu acara family gathering. sekian. terimakasih." kata vian menjelaskan.
raka pun memanggil satu satu karyawan untuk menandatangani surat perjanjian, setelah itu vian dan lily memeberikan simbolis kunci. pak daryat kuga menyampaikan minggu depan area perumahan sudah bisa ditempati dan akhir pekan ini sudah bisa memulai proses pindahan sudah bisa mulai. vian pun menambahkan bahwa minggu depan bis untuk antar jemput sudah siap. vian dan lily pamit karena harus ke kantor BLS. " mah mau makan dimana." kata vian
" biasa aja pah di rumah makan C." jawab lily. vian menyuruh edi untuk ke restoran C, 30 menit mereka sudah sampai disana, vian dan lily serta putra dan edi memesan makanan. vian terlebih dahulu menyelesaikan makanannya, dia pamit ke lily untuk merokok dulu. setelah selesai makan vian dan yang lainnya pergi ke kantor BLS, jam setengah 1 mereka sampai di kantor BLS, " selamat siang pak, bu," kata security
" siang juga pak. gimana sehat. maaf ya saya kemarin gak bisa jenguk kalian karena banyak yang harus diselesaikan. kalian luka karena saya." jawab vian, lily pamit masuk duluan, ia tau bahwa vian ingin mengobrol dengan mereka, tapi dia gak mau kecolongan sampai di ruangan lily lihat monitor cctv.
__ADS_1
" alhamdulillah pak, gak apa apa, terimakasih sudah memperhayikan kami. itu bapak kenapa tangannya." kata security
" kemarin saya kena sabetan golok preman di pabrik LA, pak.!" jawab vian sambil mengeluarkan rokok
" terus bapak gak apa apa kan," kata security khawatir
" harusnya dijahit bisa 10 jahitan, tapi kemarin diobati tradisional bisa kering jadi gak di jahit. alhamdulillah berkat doa kalian saya masih selamat." jawab vian, vian pamit sebentar ke ATM diikuti putra, setelah ambil uang dia balik lagi ke mobil mengambil amplop. vian merasa bahwa karena dia security itu luka dan gak mengajak keluarganya untuk ikut familly gathering. sesampainya di kantor vian menyerahkan amplop ke 2 orang security.
" ini apa pak, kami gak dipecatkan." tanya security
" gak pak, ini ucapan terimakasih saya dan keluarga, tolong sampaikan terimakasih ke keluarga kalian ya.. " jawab vian lalu pamit pergi ke ruangan lily.
" kenapa papah ngasih amplop buat mereka," selidik lily
" aduh ada yang mantau nih... itu papah kasih uang ke mereka sebagai bentuk terimakasih kita, karena kita mereka terluka sampai gak bisa ikut family gathering." kata vian
" iya papah juga lupa, untung tadi pas ngobrol papah inget, kita belum ngucapain makasih apalagi kita gak jenguk mereka." jawab vian. vian pun mengajak lily untuk sholat dzuhur dulu.
" pah, maafin mamah ya.. mamah telah mencurigai papah yang gak gak." kata lily lirih
" iya sayank gak apa apa," jawab vian sambil mengecup kening lily dan mengjapus air mata yang menetes
tak lama murti mengetuk pintu.. tok...tok...tok
__ADS_1
" permisi pak, bu, maaf mengganggu, bapak sama ibu di tunggu di ruangan meeting." kata murti
" oh iya kita sekarang kesana." jawab vian, mereka pun pergi ke ruangan meeting, disana sudah di tunggu pak manopo, pak daryat dan karyawan yang mengambil perumahan. pak manopo pun memberikan sambutan dan mengucapkan terima kasih kepada vian dan lily yangvtelah bersedia hadir disana. pak manopo menyerahkan mic kepada vian untuk memberikan sambutan.
" Bismillah, terimakasih kepada semuanya, saya mohon maaf karena saya berpakaian seperti ini. karena mau pake jas tapi sakit. saya lihat banyak yang bertanya tanya kenapa saya seperti ini, kemarin saya kena musibah di pabrik LA ada beberpa preman yanv menerobos masuk dan meneror disana jadi saya menghadapinya eh saya kecolongan sampai kaya gini. tapi berkat doa doa teman teman semua sehingga saya masih selamat. dan terimakasih atas dedikasi teman teman semua untuk perusahaan ini. saya juga mengucapakan selamat kepada teman teman yang akhirnya memiliki sebuah rumah sendiri tanpa harus menjadi kontraktor lagi, saya berharap bapak ibu teman teman bisa rawat dan menjaganya karena itu sekarang milik kalian. disini juga saya mau memberitahukan kepada teman teman bahwa saya sudah memenuhi janji saya kepada bapak ibu waktu acara family gathering. sekian. terimakasih." kata vian menjelaskan.
tim legal BLS memanggil satu persatu karyawannuntuk menadatangani akta jual beli dan perjanjian lainnya. setelah itu vian dan lily memberikan simbolis kunci.
pak daryat juga menyampaikan bahwa mereka sudah bisa pindahan akhir pekan ini. dan minggu depan sudah bisa memulai kehidupan baru di rumah sendiri. vian juha mengabarkan bahwa untuk bis antar jemput minggu depan sudah bisa. vian dan pak daryat juga mengobrol mengenai proyek selanjutnya, dan meminta pak daryat untuk menghubungi opik di LA mengenai tanah untuk perumahan disana. vian pun telepon opik
" pik, lagi dimana, ganggu gak." tanya vian
" lagi di pabrik pak, ini lagi ketemu sama pak wanto yang kemarin ngasih kabar mengenai tanah." jawab opik
" terus gimana kondisi disana sekarang.?" tanya vian
" alhamdulillah kondusif pak, sama ini juga ada beberapa anggota polisi dari polsek." jawab opik
" oh iyq pik nanti ada pak daryat yang akan hubungi kamu, beliau dari L-Pro." kata vian
" baik pak." jawab opik
vian pun mengakhiri telepon dengan opik dan memberitahukan ke pak daryat bahwa pak wanto sekdes disana yang memberi tahu tanah sedang bertemu opik. lalu vian nyamperin lily yang sedang mebgobrol dengan murti dan ika. " mah, habis ini mau kemana lagi." tanya vian
__ADS_1
" sudah pulang aja, paling ke butik sebentar." jawab lily
" ya udah kalo begitu sekarang kita pulang, nanti ppah juga mau ngobrol sama pak dede mengenai bus antar jemput karyawan." kata vian, mereka pun pamit pulang duluan.