
Setelah mengobrol, pak dede pun pamitan untuk kembali ke L-Trans mau booking tiket pesawat. Tak lama datang devan ke ke kantor
" pah.... Pah.... Pah." kata devan
" iya sayang ada apa." kata vian
" papah dimana sih, aa cari cari." kata devan
" papah disini sayang, di balkon." jawab vian, devan pun masuk ke ruangan vian
" ada apa sayang." kata vian
" aa pengen main sama papah." jawab devan lalu mengajak vian main
" mau main apa sayang." kata vian
" main game aja deh pah, tapi aa mau di temani papah." kata devan
" iya sudah aa mainnya di dalam kantor papah aja ya, papah disini dulu ya, nanti papah temani aa didalam." kata vian
" iya pah, disini panas." kata devan, lalu pergi masuk dan duduk di sofa. Vian masih menikmati kopi dan rokoknya, setelah itu vian pun pergi masuk menikmati devan main.
" ini kantor papah kerja ya." kata devan
" iya sayang, kenapa." kata vian
" enak kantornya dekat, jadi aa bisa main ke kantor papah, soalnya kan kantor mamah jauh." kata devan
" iya nanti kalau aa bosen di rumah bisa main disini, aa kan mau sekolah juga ya." kata vian
" iya pah, kata nenek aa sekolahnya disana dekat kandang thunder." kata devan
" aa boleh main thunder tapi setelah sekolah ya." kata vian
" iya pah, nanti aa mainnya setelah pulang sekolah, papah anterin aa sekolahkan." kata devan
" iya kalau papah enggak ada kerjaan ya, pasti papah temani aa." kata vian
" oke pah." jawab devan. Vian pun menemani devan main, sampai sampai devan tertidur di sofa, vian membiarkan devan tertidur disana. Vian lalu membuat kopi lagi dan duduk di balkon menikmati kopi lalu menyalakan rokoknya.
" papah dimana, sebentar lagi mau makan siang soalnya." kata shinta
" papah di kantor livi group, ini si aa bobo disini habis main." kata vian
__ADS_1
" mau dianter kesana makan siangnya, nanti aku suruh marni untuk kirim kesana makanannya." kata shinta
" enggak usah sayang, nanti kalau si aa udah bangun papah kesana." kata vian
" iya udah kalau begitu." kata shinta. Tak lama lily datang ke kantor menemui vian, lily pun melihat devan yang sedang tertidur pulas disana
" kok si aa bisa ketiduran begini sih pah." kata lily
" tadi pas main game dia tidur, iya udah papah biarkan aja, mau dipindahin kasian, kok mamah tau papah disini." kata vian
" shinta bilang, tadinya mau dianter makanan tapi katanya papah ke rumah aja nanti." kata lily
" iya kalau si aa udah bangun." kata vian
" si aa biasa bangunnya lama loh pah, mau suruh lilis aja nunggu disini dulu atau makanannya diantar kesini." kata lily
" kalau nanti pas aa bangun lilis yang ada khawatir si aa bingung, apalagi ini tempat baru." kata vian
" iya udah mamah siapkan makan dulu kalau begitu, kita makan siang disini, kapan lagi kita bisa makan dikantor." kata lily
" iya sudah mamah atur aja deh kalau begitu, sama bawakan sajadah ya." kata vian
" iya udah kalau begitu, nanti mamah siapkan." kata lily. Lily pun pamitan pergi ke rumah. Lalu menyuruh marni menyiapkan makanan untuk di bawa ke livi group.
" mau makan di kantor papah lah, si aa soalnya belum bangun." kata lily
" bi minta tolong dibanyakin makanannya ya, saya juga makan disana aja rame rame kalau begitu." kata shinta
" iya bi saya juga mau makan disana aja." kata astrid
" sama saya juga bi. Kok mbak bawa sajadah untuk apa." kata dilla
" papah minta buat sholat disana." kata lily, mereka pun pergi ke gedung livi group. Marni dan bi narsih pun menyiapkan makan di ruangan vian.
" kok jadi repot seperti ini sih." kata vian
" ini pah mereka mau pada ikut juga makan disini, jadi rame deh." kata lily
" hitung hitung liburan pah, masa aku makan di rumah sedangkan papah makan disini." kata astrid
" si aa nyenyak banget tidurnya ya." kata shinta
" iya sampai ngorok gitu, nanti de qinar, de avin sama de alea juga nqnti bakalan mainnya disini." kata astrid. Mereka pun makan bersama di ruangan vian.
__ADS_1
" kalau besok acaranya jadi di aula livi group ini pah." kata lily
" iya jadi, biar lebih enak aja, khawatir hujan kalau di taman." kata vian
" terus bingkisan yang sudah di bungkusin mau dibawa sekarang atau besok pagi aja kesininya." kata lily
" sekarang juga enggak masalah, supaya besok bisa santai." kata vian
" iya sudah kalau begitu, nanti suruh haris dan putra dan yang lainnya untuk mengangkat barang barang itu kesini." kata lily
" katanya om narto mau datang hari ini." kata vian
" iya pah, mungkin sore datangnya." kata shinta
" ibu sisil kemana mah, kok enggak ikut." kata vian
" ibu sisil tadi ada temannya di kantor dan katanya mau makan siang di luar jadi enggak ikut pulang." kata lily
" pah gimana tiket udah di pesan." lanjut lily
" udah tadi pagi papah udah suruh pak dede untuk memesannya. Kenapa ada perubahan." kata vian
" perubahannya nambah ibu siska dan ibu komala, mereka juga mau ikut." kata lily
" iya sudah kirimkan aja datanya ke pak dede, aupaya di pesankan biar enggak beda jadwalnya." kata vian
" iya udah mamah kirimkan langsung ke pak dede ya." kata lily
" iya udah langsung aja," kata vian. Setelah makan vian pergi ke balkon, menyalakan rokoknya disana. Setelah semuanya makan vian dan para isterinya melakukan sholat berjamaah. selesai sholat lily pamit pergi ke kantor LCI lagi. Devan masih tidur dengan nyenyak. Vian pergi lagi ke balkon meminum kopi dan menyalakan rokoknya, astrid menyuruh bi narsih dan mirna untuk membereskan bekas makan siang mereka. Mereka pun bersantai dulu di ruangan vian. Tak lama devan bangun
" mah, aa dimana ini." kata devan
" ini di ruangan kerja papah sayang, tadi aa bobo disini, itu papah ada di balkon." kata shinta
" oh... Aa tadi ngantuk, terus sekarang aa kok lapar ya." kata devan
" aa mau makan apa, biar mamah suruh lilis siapkan makannya, aa mau makan disini atau di rumah aja." kata shinta
" apa aja boleh mah, di rumah aja deh mah." kata devan, shinta pun menelepon lilis supaya menyiapkan makan untuk devan di rumah. Astrid pun memberikan minum kepada devan
" terimakasih ya mah." kata devan
" sama sama aa sayang." kata astrid. Setelah itu mereka pun pergi ke rumah bersama devan.
__ADS_1