
Jam 9.37 menit mereka sudah berkumpul di lobby hotel, setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan mereka masuk ke bus dan pergi meninggalkan hotel menuju bandara, terlihat kesedihan di wajah para jamaah meninggalkan kota mekkah untuk pulang ke tanah air.
Sampai di bandara mereka melakukan check in lalu pergi ke imigrasi, jam 10.47 menit mereka masuk ke pesawat. Jam 11.07 menit pesawat pun mulai bergerak meninggalkan kota mekkah. Pesawat mengudara sekitar 9 jam, dan mendarat jam 11.54 malam waktu indonesia karena ada perbedaan waktu 4 jam.
Setelah melakukan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai mereka berkumpul di lobby bandara disana sudah ada 2 bus dan 1 minibus sama 2 mobil box untuk mengangkut barang bawaan jamaah, karena biasa kalau bepergian jauh berangkat membawa 1 koper pas pulang menjadi 2 atau 3 koper di tambah lagi membawa air zam zam yang diberikan pemerintah arab saudi.
Jam 00.17 menit meteka sampai di rumah vian, sesuai pembicaraan di hotel bahwa mereka akan beristirahat di rumah vian saja, dan ada juga yang sudah menunggu untuk menjemput mereka terutama yang tinggal di daerah B, termasuk managemen LNI. vian mempersilahkan mereka untuk makan terlebih dahulu walaupun dipesawat sudah makan dan ada pembubaran terlebih dahulu.
" Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, mohon maaf kepada bapak ibu jamaah sekalian, saya atas nama travel PI mengucapkan terimakasih banyak atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk perjalanan umroh kali ini, semoga kedepannya kita juga masih bisa melakukan umroh seperti ini lagi bersama kami tentunya, lami juga memohon maaf apabila ada yang tidak berkenan di hati para bapak ibu sekalian. Wassalam." kata pak ustad ogi
" saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas nama pribadi dan keluarga besar kami, mohon maaf juga apabila ada ucapan dan tingkah laku kami yang tidak berkenan, semoga perjalanan umroh kali ini membawa keberkahan dan menambah keimanan kita. Terimakasih." kata vian
mereka yang sudah di jemput termasuk tim dari travel pamitan sambil membawa barang bawaan mereka. Yang tinggal disana, vian menyuruh mereka untuk istirahat di mess dan kamar tamu, sebagian di paviliun. Pak menteri, pak bambang, pak gubernur dan pak bupati menginap disana. walaupun cape dan jet lag, vian tetap mengatur tamu terlebih dahulu, vian menyuruh isteri isterinya untuk istirahat. Vian membuat kopi lalu pergi ke teras depan melihat tamunya istirahat, vian pun menyalakan rokoknya.
" pak sudah istirahat saja, biar saya yang mengatur tamunya." kata pak dede
" pak dede pulang aja, kasian isterinya pasti lelah." kata vian
" sebentar lagi pak, ingin santai dulu." kata pak dede
" mau buat kopi dulu, tapi buat sendiri ya." kata vian
" iya pak, terimakasih." kata pak dede, dia pun masuk lalu membuat kopi.
" besok enggak ada rencana kemana mana kan pak." kata pak dede yang sudah kembali setelah membuat kopi
" enggak kayanya, istirahat dulu pak de." kata vian
karena sudah pada istirahat, pak dede pamit, vian pun masuk ke kamar. Di kamar, lily, astrid dan dilla sudah tidur, vian pun tidur sofa karena enggak mau ganggu isterinya yang sudah tidur. Di pagi hari setelah sholat shubuh vian dan yang lainnya pun tidur kembali.
Jam 8 vian dan lily bangun karena lapar dan belum menyiapkan sarapan buat tamunya. Vian dan lily pergi ke bawah sedangkan astrid dan dilla masih tidur. Vian memberitahu yang ada di rumah, kalau ada yang mau makan sudah siap. Vian dan lily makan terlebih dahulu tak lama orang tua dan mertuanya datang, shinta pun datang kesana bersama ibunya. Mereka pun sarapan bersama, tak lama devan datang.
" papah, ini dimana, kok aa pusing ya." kata devan
" kita sudah di rumah sayang, semalam kita kan sudah pulang dari mekkahnya." kata vian
__ADS_1
" oh, aa masih mau tidur tapi aa lapar tadi." kata devan
" aa mau makan, sini mamah suapi ya." kata lily
" iya mah." kata devan, lily pun mengambil makan untuk devan lalu menyuapinya. Tak lama astrud dan dilla datang
Pak bambang dan yang lainya pun datang, vian mempersilahkan mereka untuk sarapan.
" pak vian dan keluarga, kami mengucapkan terimakasih banyak untuk semuanya, mudah mudahan pak vian enggak kapok ya." kata pak menteri
" kami malahan senang pak jadi banyak saudara, pintu rumah ini terbuka selalu." kata vian
" iya bu kalau suntuk di rumah main aja kesini, saya paling ke ruko di depan sana." kata lily
" baik bu, terimakasih banyak atas sambutan baiknya." kata ibu nurlaela
" sama sama, seperti ke siapa aja." kata lily
" nanti kita akan sering sering kesini jangan bosen aja ya." kata ibu nerlaela
" enggak kok bu, saya senang malahan. Apalagi nanti kalau astrid sama dilla udah hamil besar" kata lily.
" InsyaAllah kita hadir, iya kan pak." kata ibu nurlaela
" iya insyaAllah." jawab pak menteri
" InsyaAllah saya datang juga." kata bu zahra
" kita juga insyaAllah hadir." kata ibu Athia dan ibu siska
" sudah di daftarkan di KUA juga bu." kata pak bambang
" sudah pak, memang rencananya besok, kalau kemarin itu karena ada moment aja." kata lily
" emang udah gitu mah." kata vian
__ADS_1
" udah pah, tadinya kita mau bikin kejutan buat papah." kata lily
" atau enggak usah jadi aja ya, kamu jadi isteri siri aja." kata lily
" orang udah di daftarin kok." kata shinta
" kita cabut aja surat pernyataannya kan masih bisa." kata lily
" oh gitu, jadi mbak terpaksa nih." kata shinta
" kamu itu sukanya ngegoda aja sih." kata bu retno
" papah hari ini enggak kemana mana kan." kata lily
" enggak, istirahat di rumah aja dulu, masih jet leg juga." kata vian
" bapak dan ibu besok aja atau minggu depan juga enggak apa apa ya kembali ke surabayanya, istirahat dulu aja disini," lanjut vian
" baik pak, terimakasih banyak." kata orang tua temannya bella
" pantas saja pak vian waktu disana diperlakukan baik, karena disini beliau memperlakukan baik juga tamu tamunya." kata pak menteri
" bro saya dan keluarga pamit ya, besok saya harus dinas lagi, terimakasih sudah mengajak kami nih, kalau kamu ke pabrik kabari ya." kata endris
"siap, mudah mudahan minggu depan saya kesana mau lihat proses pengecekan mesin di pabrik PBN." kata vian
" nak terimakasih ya, kamu mengajak ibu untuk umroh, ibu hanya bisa mendoakan kamu aja, nanti main ke rumah dong." kata ibunya endris
" insyaAllah bu, sama sama, terimakasih atas doa doanya." kata vian
" ibu juga main aja kesini, jangan segan segan bu, kalau perlu kami akan jemput kalau ibu mau kesini pas enggak ada pak endris." kata lily
" terimakasih banyak nak, kalian anak anak baik, terimakasih sudah mengaku kami." kata ibunya endris
" iya nak, kami sekeluarga mengucapkan terimakasih telah membawa kami untuk pergi umroh, kami hanya bisa membalas dengan doa terbaik untuk kalian." kata bapak mertuanya endris
__ADS_1
" sama sama pak, bapak sekeluarga juga jangan segan segan main kesini kalau enggak sama endris juga enggak apa apa. pintu ini selalu terbuka." kata vian
endris dan keluarganya pun pamitan, mereka pun pergi dari rumah vian.