Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kehidupan baru 1


__ADS_3

vian, astrid dan dilla pun pergi, astrid yang mengemudikan mobil, di perjalanan vian melihat pagar mengelilingi komplek perumahaan, vian pun bertanya karena waktu itu cuma sekilas memperhatikannya


" ini komplek perumahan apa," tanya vian


" ini salah satu perumahan elit di kota ini." kata astrid


" memang harganya berapa, siapa pengembangnya." kata vian


" yang aku tau di perumahan ini cuma ada type 120 dan suite, harga rumah type 120 aja 2 milyaran, pengembangnya PT. xxxx." kata astrid.


" kenapa mas mau beli rumah disini ya." kata dilla


" iya pengen, memang kalian gak mau gitu." kata vian


" aku bayangin aja udah susah mas." kata dilla


" iya di mimpi aja gak kemimpiin.," kata astrid


" terus kalian nanti mau tinggal dimana setelah menikah." tanya vian


" ya di rumah orang tua kita aja dulu mas." kata astrid


" jadi kalian gak akan tinggal 1 rumah." kata vian


" iya mau banget kita tinggal 1 rumah, apalagi ada mas." kata dilla


" gak apa apa kalian tinggal 1 rumah, kalian gak akan pada syirik." kata vian


" insyaAllah gak mas, kita sebelumnya sudah bicarakan. kita akan seneng malahan." kata astrid


tak terasa perjalanan sudah sampai di rumah pak anam. setelah bersalaman pak anam mengajak ke dalam rumah


" kok bapak tidak ngabarin saya, biar saya jemput." kata pak anam


" gak apa apa pak, kebetulan saya juga ada urusan dulu sebelum kesini." kata vian, tak lama anak anak pak anam datang dan menyapa vian, astrid dan dilla.


" om apa kabarnya, kok devan gak di ajak om." kata anak pertama pak anam


" baik, devannya belum mau om ajak." kata vian


" om kapan kapan kalau ayah ada waktu lagi boleh gak kita main ke rumah om dan naik kuda lagi." kata anak kedua pak anam


" tentu boleh devan pasti seneng, waktu kalian pulang aja dia sedih." kata vian


" kapan yah, kita main ke rumah om lagi." kata anak pertama pak anam


" iya kalau kalian liburan ya, dan ayah ada waktunya." kata pak anam


" asyiiiik beneran ya yah." kata anak pertama pak anam


" iya nak, masa ayah bohong, ya udah kalian main di dalam sana." kata pak anam, anak anak pak anampun pergi bermain lagi


" gimana pak penjualannya." kata vian


" alhamdulillah pak, dan itu untuk produk LA anak anak saya suka dan pesanan saya yang kemarin alhamdulillah sudah laku, dan saya sudah order lagi." kata pak anam


" alhamdulillah. terus ada barang cacat gak pak." kata vian


" gak ada pak, soalnya pengirimannya langsung pakai pengiriman dari LA, kalau pakai jasa pengiriman lain saya belum tau." kata pak anam


" untuk produk LA itu bapak jual kemana." kata vian


" sebagian besar orang tua dari anak anak temannya anak saya pak. dan ini sudah pada tanya, mungkin besok baru datang pesanan saya dari LAnya saya mau stok tempatnya sempit." kata pak anam


" ngomong ngomong apa usaha bapak ini sudah berbadan hukum." kata vian


" belum pak, makanya itu saya sulit untuk mendapatkan pinjaman bank yang besar." kata pak anam

__ADS_1


" iya udah bapak urus saja, nanti saya bisa bantu ke teman untuk mengurusnya." kata vian


" boleh pak, saya minta nomor kontaknya." kata pak anam


" ini pak pak, dia juga yang ngurus perizinan usaha saya disini." kata vian, lalu menyerahkan kartu nama ibu gina, dan vian pun mengirim pesan ke bu gina untuk menghubungi pak anam.


" terimakasih banyak pak, semoga belaiu bisa bantu saya." kata pak anam


" seharusnya saya membantu bapak, bapak maju juga saya akan kebagian hasilnya." kata vian tersenyum


" kalau begitu, kita lihat toko yang waktu itu pak." kata vian


" boleh pak," kata pak anam


mereka pun pergi ke toko miliknya astrid, vian naik mobil pak anam, sedangkan astrid dan dilla naik mobil yang tadi mereka bawa. 15 menit perjalanan mereka telah sampai di toko tersebut, bella adiknya astrid sudah menunggu disana membawa kunci


" mas vian apakabarnya." kata bella sambil menyerahkan kunci


" alhamdulillah baik, maaf ya nunggu. kamu naik apa." kata vian


" gak apa apa mas, aku naik ojek online mas." jawab bella


vian pun membuka toko tersebut lalu masuk kedalam


" mbak astrid harga sewanya berapa ya." kata pak anam


" waktu itu sih 15juta per tahunnya pak." kata astrid


" jadi ke sekarang berapa ya." kata pak anam


" sama aja pak 15 juta, tapi karena ini banyak yang harus dibetulin gimana kalau saya kasih untuk tahun ini 12 juta aja." kata astrid


" saya sewa mbak, gimana pembayarannya." kata pak anam


" bisa di cicil per bulan kalau ke bapak, karena bapak temannya mas vian." kata astrid


" saya minta nomor rekeningnya mba, nanti saya akan transfer, nomor kontaknya masih yang waktu itu kan." kata pak anam, dia pun mengirim pesan ke kontaknya astrid


" untuk perizinan nanti ibu gina akan hubungi pak anam." kata vian


" baik pak, terumakasih banyak." kata pak anam


" sebelah sini buat display produk LNI, disini buat produk LA, dibelakang ini buat rak rak stok,." kata vian


" kalau bapak mau, yang tanah kosong sebelah bisa bapak bangun juga kalau bapak bersedia." kata astrid


" itu lahan mbak juga." kata pak anam


" iya pak, tadinya sama almarhum bapak mau dijadikan tempat cuci motor, tapi belum kesampaian." kata astrid sedih


" terus gimana hitungannya mbak." kata pak anam


" nanti bapak bangun aja, habis berapa nanti di potong aja ke sewa selanjutnya." kata astrid


" baik kalau begitu mbak terimakasih." kata pak anam


" nanti bapak bangun kasih jarak dari depan ini biar mobil bisa parkir pak. yang sana khusus buat produk LA, kalau ada apa apa kabari saya aja, jika perlu modal nanti saya bisa carikan juga," kata vian


" iya pak terimakasih banyak bantuannya, saya jadi lebih semangat lagi jalanin usahanya " kata pak anam


" pokoknya kalau ada apa apa dan mau sharing, kabari saya aja pak, insyaallah saya akan bantu." kata vian


" terimakasih pak, oh iya ini kunci tokonya gimana mbak." kata pak anam


" bapak pegang aja, kalau mau di ganti juga gak apa apa, saya juga sudah tau rumah bapak." kata astrid


" terimakasih mba atas kepercayaannya, jadi saya bisa langsung suruh orang untuk perbaiki toko ini." kata pak anam

__ADS_1


" karena sudah siang juga, dan saya ada janji lain. saya pamit pak." kata vian


" baik kalau begitu pak, salam sama keluarga pak." kata pak anam


" terimakasih pak, nanti saya sampaikan." kata vian


" mas kita kemana sekarang." kata astrid


" ke hotel aja, kita makan siang disana." kata vian


" dek kamu pulang atau mau ikut kita." kata astrid


" ikut mba aja, aku mau cari baju buat nanti malam." kata bella


" iya udah kita sekalian aja." kata vian


mereka ber empat pun pergi setelah pamitan sama pak anam menuju ke hotel M. 40 menit perjalanan mereka sampai di hotel, vian mengajak mereka makan di restoran hotel. selesai makan vian mengajak mereka pergi mall untuk membeli pakaian. di lobby mall ada pameran property, vian mengajak astrid, dilla dan bella melihat lihat.


" kalau perumahan yang deket cafe itu apa namanya." kata vian


" perumahan B mas, itu yang disana standnya." kata astrid. vian pun pergi kesana untuk melihatnya, dan penjaga stand pun mengahampiri vian


" ada yang bisa saya bantu pak." kata penjaga stand itu


" kalau harga di perumahan ini berapa ya." kata vian


" perumahan B ini memiliki type 120 di 2,3 milyar dan type suite luas bangunan 200 m2, luas tanah 400 m2, sudah ada kolam renang, gazebo, harganya di 5,7 milyar tapi kalau bapak booking disini harganya di 5 milyar dan udah ada kitchen setnya. bapak bisa lihat di maket dan designnya. investasi bagus pak." kata penjaga stand


" ini yang type suite ini sebalah mana kata vian." kata vian


" yang disebelah sini pak." kata penjaga stand menjelaskan


" bisa kurang lagi gak harganya, dan gimana prosedur pembeliannya. rumahnya sudah ready belum." kata vian


" kalau pembayaran bapak langsung setelah pembayaran booking kami bisa kasih potongan lagi pak jadi 4,7 milyar. dan akan langsung kami proses pembuatan akta kepemilikannya." kata penjaga stand


" kalian mau yang mana." tanya vian


" terserah mas aja." kata astrid dan dilla


" kalian kan yang akan tinggal disana, dan memulai kehidupan baru kalian." kata vian


" yang mana aja mas, kita bakalan seneng kok, di perumahan yang sederhana pun gak apa apa." kata astrid


" setelah booking ini, kapan saya bisa lihat rumahnya." kata vian


" sekarang juga bisa pak." kata penjaga stand


" kalau di perumahan itu ada kan kantor marketingnya." kata vian


" ada pak, nanti untuk proses selanjutnya memang disana pak." kata penjaga stand


" iya udah saya mau yang ini, besok saya kesana kebetulan dekat dengan tempat usaha saya." kata vian


" yang no 7 ini ya, mau atas nama siapa pak, boleh saya minta kartu identitasnya." kata penjaga stand


" atas nama astrid dan dilla, bisa kan." kata vian


" sebentar pak saya akan tanyakan dulu ke bagian legal." kata penjaga stand itu, lalu dia telepon ke kantornya.


" bisa pak dalam sertifikat bisa lebih dari satu nama, kalau begitu saya minta kartu identitas mbaknya." kata penjaga toko, vian meminta KTP astrid dan dilla, setelah itu menyerahkan kepada penjaga stand tersebut. penjaga stand tersebut lalu mengcopynya di mesin yang sudah tersedia disana. setelah itu menyerahkannya kembali kepada astrid dan dilla.


" minimal bookingnya berapa." kata vian


" 100 juta pak, uang tersebut sebagai jaminan saja pak, dan nanti kalau pas pembayaran selanjutnya tinggal di kurang saja." kata penjaga stand.


" iya udah saya booking yang no 7 ini, sama booking 700 juta dulu, besok say bayar 4 milyarnya " kata vian lalu menyerahkan kartu ke penjaga stand tersebut. penjaga tersebut pun menggesek kartu tersebut. setelah struk keluar dari mesin dia membuat tanda terima booking lalu menyerahkan kepada vian.

__ADS_1


" terimakasih pak sudah berinvestasi di property kami, sampai ketemu besok. besok kira kira jam berapa bapak kesana, o iya perkenalkan nama saya Amel." kata penjaga stand


" jam 11an, terimakasih mba amel, kalau begitu kami pamit dulu." kata vian, lalu vian pun pergi mencari tempat yang menjual baju pengantin.


__ADS_2