Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ingin Konsultasi


__ADS_3

Lily meminta pak edi untuk membeli makanan untuk makan siang di restoran C. Pak edi pun pergi ditemani haris.


" kalian juga istirahat sana, jangan terlalu cape." kata ibu retno


" iya bu." kata lily, astrid dan dilla, mereka pergi ke sofa dan selonjoran disana sambil menunggu pak edi membeli makanan, akan tetapi astrid dan dilla merasa mual, lalu mereka berdua pergi ke kamar mandi lalu muntah disana, ibu asti dan ibu sri menemani mereka. Setelah muntah mereka kembali ke sofa, mereka disuruh Tak lama pak edi pun datang membawa makanan. Mereka pun makan siang bersama disana, selesai makan lily menyuapi vian, dia masih merasa bersalah.


" maaf papah jadi merepotkan mamah." kata vian


" ini udah kewajiban aku pah, papah jangan gitu dong." kata lily


Sekitar jam 1 siang dr. Chandra bersama dokter lainnya masuk ingin mengecek vian. Vian pun di cek kondisinya.


" bagaimana dokter, apa saya sudah boleh pulang." kata vian


" saya rasa sudah, kalau bapak tidak memiliki keluhan, tapi jangan melakukan gerakan berlebihan dulu ya pak, kami berikan gips ini hanya jaga jaga saja, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." kata dokter yang memeriksa vian


" soalnya saya gak betah disini dok, kayanya lebih baik istirahat di rumah saja. Sama kasihan isteri saya kalau tetap disini." kata vian


" iya sudah kalau begitu, nanti kalau ada apa apa kabari saja. Besok kami akan datang ke rumah bapak untuk pemeriksaan." kata dr. Chandra


" terimakasih banyak dokter chandra." kata vian


" sama sama pak, itu sudah kewajiban kami. Kalau sudah siap kabari saja." kata dr. Chandra


" baik dokter, terimakasih." kata lily, dia pun menelepon pak dede untuk membawa minibus, untuk membawa keluarganya. Lily pun menelepon mirna supaya membereskan kamar tamu utama.


" yakin papah udah gak apa apa." kata lily


" papah udah gak apa apa kok, kalau gak pake gips ini papah udah bisa jalan." jawab vian


" jangan maksain dong mas." kata astrid


" harusnya kalian juga istirahat, jangan maksain kesini." kata vian


" ini kita istirahat kok mas." kata dilla


jam 2 siang mereka siap siap pulang, keluarganya sudah duluan pulang naik minibus, astrid dan dilla pun disuruh bareng sama mereka karena mobil yang ada tidak akan cukup. Vian pun diantar dr. Chandra ke tempat parkir, vian pun pergi pulang ke rumah. Tak lama vian pun sampai di rumah, vian turun dari mobil lalu naik kursi roda yang ada di rumah bekas lily waktu hamil. Vian di suruh istirahat di kamar tamu supaya lebih mudah. Pak daryat yang sedang mengukur lahan untuk pembangunan mess dan kamar tamu pun ikut menyambut kehadiran vian.


vian mengucapkan terimakasih kepada mereka dan izin masuk untuk istirahat. Vian pun istirahat di kamar tamu utama.


" papah mau makan apa." kata lily


" itu aja buah buahan, maaf ya jadi merepotkan mamah." jawab vian


" kenapa sih pah, mamah kan isteri papah, wajar dong melayani suaminya." kata lily


" iya, terimakasih sayank." kata vian


mereka pun tidak mengungkit masalah kemarin, karena khawatir mengganggu kondisi vian. Tak lama pak dede datang bersama haris.

__ADS_1


" maaf pak, bu, untuk mobil jadinya bagaimana soalnya tadi dari polsek menanyakan." kata pak dede


" iya sudah ambil saja, perbaiki di bengkel L-Trans, nanti pakai buat oprasional disana." kata vian


" kalau begitu saya akan urus bersama haris pak." kata pak dede


" pak dede atur saja ya." kata vian, pak dede pun pergi dari sana bersama haris.


" terus papah mau pakai apa nanti." kata lily


" papah beli yang baru, lagian udah lama gak ganti kan, kalau gak papah pakai yang mamah, kalian beli yang baru." kata vian


" oke deal." kata lily. Lalu Lily mengoleskan salep ke luka vian dan menyuruhnya meminum obat yang diberikan dokter.


" mas, akta kelahiran aku sama dilla sudah dikirim tadi." kata astrid


" iya syukur kalau begitu jadi minggu depan kita bisa pergi ke imigrasi. Udah kalian istirahat juga, mas sudah gak apa apa kok." kata vian.


" iya kalian ke kamar aja, biar aku yang disini." kata lily, astrid dan dilla pun pergi menuju kamar. Vian dan lily pun istirahat di kamar tamu.


jam 5 mereka bangun, lily pergi ke kamar yang biasa di tempati, astrid dan dilla datang membawa pakaian vian, mereka mengelap badan vian dengan hati hati lalu mengganti pakaiannya. " terimakasih ya sayank." kata vian.


" iya mas sama sama, cepet sembuh ya mas." kata astrid, mereka berdua pun duduk di sebelah vian


" ini sudah kewajiban kita kok mas." kata dilla


" kalian jangan terlalu cape ya." kata vian


" mas... Tolong lain kali jangan seperti ini lagi ya." kata astrid


" iya sayang maafin mas." kata vian


" o iya berkas berkas ibu untuk buat pasport ada kan." lanjut vian


" ibu bilang sih ada mas." jawab astrid


" bapak sama ibu juga ada kan." kata vian sambil melihat dilla


" ada mas, sudah bapak siapkan." kata dilla


" syukur kalau begitu, jadi bisa di urus 2 minggu lagi." kata vian


" mas emang sudah gak apa apa." kata dilla


" udah sayang, mas kenapa kenapa, untung aja mas kemarin bisa menghindar, Jadi kejadian yang lebih parah terhindarkan." kata vian.


" mas mau makan buah buahan." kata dilla


" boleh... Makasih ya." jawab vian. Dilla pun mengambil buah anggur, lalu menyuapi vian

__ADS_1


" kalian juga makan buah buahan ya, biar anak kita sehat." kata vian lagi menyuruh astrid dan dilla makan buah buahan juga.


" mas katanya besok bapak mau kesini nengok mas." kata dilla


" bilang gak usah, mas gak apa apa kok, kasian bapak jauh jauh, bilang doakan saja ya." jawab vian


" iya aku bilang ke bapak." kata dilla, lalu menelepon bapaknya.


Tak lama lily datang menggendong de qinar.


" papah, dede mau main sama papah." kata lily, lalu menidurkan de qinar di kasur.


" wah anak papah sudah mandi... udah cantiiiiik." kata vian. Sambil menggoda de qinar, " Baaaa.... Baaaaa." membuat de qinar ketawa.


Setelah sholat magrib vian dan yang lainnya berkumpul di ruang makan.


" gimana kondisi kamu sekarang a." kata pak adi


" udah baikan pak, tinggal buka gips ini saja, lagian ini hanya untuk jaga jaga aja besok juga di lepas." jawab vian


" memang kamu mau apa malam malam ke livi residence." kata pak bowo


" saya mau ketemu kakek braja pak, saya merasa ada sesuatu jadi ingin konsultasi sama beliau, gak enak kalau saya suruh beliau kesini, dan harusnya hari ini saya ke KBB cek pembangunan pabrik." jawab vian


" ooooh.... memangnya kamu merasakan apa." kata pak bowo


" saya merasakan ada yang mengawasi dan badan kurang nyaman aja sama kaya waktu itu." kata vian


" iya udah suruh sekarang pak dede atau pak edi jemput aja." kata pak bowo


" iya boleh pak." jawab vian. Lily pun menelepon pak edi supaya menjemput kakek braja. Lily pun menyuruh mirna menyiapkan kamar untuk kakek braja.


Tak lama rombongan ika datang bersama ibu sisil.


" maaf bu ya jadi merepotkan ibu di toko." kata lily


" gak apa apa bu, lagian saya disana gak bekerja apa apa, hanya bisa mengawasi saja. Oh iya gimana pak vian kondisinya sekarang." kata ibu sisil


" alhamdulillah bu sudah baikan, terimakasih atas doanya." kata vian


" ibu silahkan makan." kata lily


" terimakasih bu, saya selalu merepotkan keluarga ini." kata ibu sisil


" kaya sama siapa aja bu, silahkan." kata lily


" ika dan yang lainnya silahkan makan juga." kata lily


" iya kak terimakasih." jawab mereka. Meteka pun mengambil makanan, lalu makan bersama disana. Vian pamit ke halaman depan ia ingin merokok. Lily pun mengantar vian ke depan.

__ADS_1


" papah mau dibuatkan susu." kata lily


" boleh mah, terimakasih ya." kata vian. Lily masuk kembali dan meminta dibuatkan susu panas ke mirna.


__ADS_2