
Sambil menunggu shinta merasakannya, vian pun beristirahat.
" gimana mau diteruskan, atau sudah aja." kata vian di telinga shinta
" aku mau merasakan itu aa masuk ke mahkota aku, tapi pelan pelan ya aa." kata shinta lalu dia membuka kakinya, vian bangkit lalu mengambil pakaian shinta lalu meletakannya di bawah tubuh shinta, setelah itu vian memainkan pusakanya diluar mahkota shinta, lalu prlan pelan mengarahkan ke mahkotanya. " sakit aa." kata shinta sambil meringis. " mau di lanjut atau gak." kata vian pelan, " lanjutin aja a, aku mau merasakannya, tapi pelan pelan ya." kata shinta,
vian mendorong pelan pelan dan akhirnya pusaka vian menembus dinding selaput mahkota shinta. " aaaaaw." pekik shinta. Vian membiarkan pusakanya diam disana beberapa detik, lalu memulai mendorong kembali akhirnya masuk semua pusakanya ke dalam mahkota shinta. Vian memaju mundurkan secara perlahan, lama kelamaan shinta sudah bisa menyesuaikannya, dia pun sudah menikmatinya walau masih terasa sakit. Vian sedikit mempercepat permainannya " aa, aku mau pipis lagi.." kata shinta, tak lama tubuhnya mengejang, vian masih membenamkan pusakanya supaya shinta bisa menikmati puncaknya. Setelah itu vian mencabut pusakanya lalu memasukan ke mahkota bella. Vian pun menciumi bella, vian mempercepat permaian, " mas aku udah gak tahan, mau keluar." kata bella, " tahan sayang, mas sebentar lagi." kata vian lalu mempercepat intensitas permainannya " aku gak kuat lagi mas." dan akhirnya vian dan bella mencapai puncak bersama. setelah istirahat sebentar vian mencium kening bella dan shinta. Siang itu mereka berbaring bersama saling memeluk.
" terimakasih ya, kalian sudah memberikannya kepada mas." kata vian
" aku puas aa, akhirnya keinginan aku terkabul." kata shinta
" iya mas. Aku akan selalu sayang sama mas." kata bella. Vian pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih, setelah memakai pakaiannya vian pergi ke sofa, lalu minum kopi yang dibuatkan shinta tadi, vian pun menyalakan rokoknya.
" bagaimana kak shinta enak kan." kata bella
" iya bell terimakasih ya kamu udah memberikan waktu untuk aku merasakan itu, lalu merasa melayang di awan, hal ini yang aku tunggu tunggu, akhirnya aku bisa memberikan mahkota aku kepada orang yang aku suka dan sayang." kata shinta. Shinta merapapihkan pakaian yang ada bekas darah, lalu.memasukannya ke tas setelah dibungkus plastik. Mereka pergi bersih bersih lalu memakai pakaian tanpa memakai pakaian dalam. Shinta dan bella mendatangi vian yang sedang asyik minum kopi, lalu menyalakan rokoknya kembali, mereka duduk di samping vian.
" maaf iya, udah melakukan itu." kata vian
" enggak apa apa kok a, aa gak salah itu aku yang menginginkannya juga, aku malahan bahagia bisa memberikan yang pertama ke aa, terimakasih ya aa mau melakukan itu ke aku, jangan sakiti aku dengan tidak mempedulikan aku lagi apalagi sampai menghindar dari aku." kata shinta
" yang penting di saat kita sedang banyak orang jangan seperti ini ya." kata vian
" iya aa, aku tau itu." kata shinta
" kalau ada apa apa kamu kasih tau saya aja ya." kata vian
" iya a, terima kasih sudah banyak membantu saya." kata shinta. Selesai mengobrol vian beranjak pergi mandi, shinta dan bella pun sama petgi mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian vian keluar villa sambil menyalakan rokoknya dan membawa kopi menjumpai pak dede dan putra yang sedang memancing. di gazebo pinggir kolam vian mengirim pesan ke orang yang biasa melakukan dekorasi perayaan pesta dan di suruh berkoordinasi dengan pak daryat kalau mau memulai pengerjaannya. Vian mau mengadakan pesta ulang tahun lily, vian juga mengirim pesan ke pak daryat dan ibu retno.
__ADS_1
" pak daryat maaf ganggu waktunya, saya minta area taman belakang di tutup sementara memakai terpal." kata vian
" memangnya kenapa pak ada yang mau di renovasi lagi." kata pak daryat
" enggak ada pak, saya mau kasih kejutan buat lily, dia ulang tahun, supaya dia enggak melihatnya, sore ini orang dari tim dekorasi mau datang ke rumah." kata vian
" oh begitu, siap pak saya akan mengerjakannya sore ini." kata pak daryat.
" terimakasih ya pak." kata vian
" sama sama pak," jawab pak daryat
Srtelah selesai koordinasi dengan tim dekorasi dan pak daryat, Vian mengirim progres pembangunan pabrik ke pak bambang dan vian juga meminta tolong kepada pak bambang apabila ada kenalan di dirjen imigrasi supaya bisa membantu pembuatan pasport.
" selamat siang pak, saya kirimkan photo dan video progres pembangunan pabrik." kata vian
" iya pak enggak apa apa, terimakasih banyak. Pak vian sedang di lokasi." tanya pak bambang
" ada pak, nanti sekalian saja sama saya dan istri membuatnya kebetulan pasport saya juga sudah habis. Kapan kira kira mau pergi kesananya." kata pak bambang
" 3 hari lagi, soalnya lusa lily ulang tahun dan besok saya baru pulang dan mau membuat kejutan buat lily." kata vian
" oh.. Ibu lily mau ulang tahun. Siap kabar kabar saja. Bapak kapan pulang ke jakarta." kata pak bambang
" besok siang saya pulang pak, sore sudah ada di rumah. " kata vian
" sampai ketemu besok malam kalau begitu." kata pak bambang
" baik pak, terimakasih." kata vian, setelah itu vian mengirim pesan ke astrid.
__ADS_1
" sayang lagi dimana, udah makan dan minum vitaminnya belum." kata vian
" ini baru sampai di kantor LCI habis makan, ini mau minum vitamin sama dilla. Mas udah makan." kata astrid
" sudah. Ini lagi ngobrol sama pak dede dan putra, oh iya besok ada orang yang akan dekorasi taman ya. Lily jangan sampai tau. Untuk hadiahnya mau apa." kata vian
" sandal sama sepatu aja mas, aku sudah pesan kok buat kita ber tiga, sama makanan juga udah aku pesan. tinggal uangnya aja, mas kapan pulang." kata astrid
" iya sudah mas transfer ke kamu ya, mas besok sore sampai di rumah." kata vian, vian pun mentransfer uang ke astrid, lalu memberitahukannya. Vian pun menelepon ke toko perhiasan untuk membeli kalung, vian memesan 3 buah kalung. Setelah selesai untuk urusan persiapan ulang tahun lily, vian pergi ke kandang kuda, dia mau naik kuda, shinta dan bella pun mau mencoba naik kuda.
Vian kembali ke gazebo sedangkan bella dan shinta masih mencoba naik kuda. Vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya lagi.
" pak de, besok siang kita baru pulang ya, saya mau istirahat dulu disini." kata vian
" siap pak, santai aja pak, lagian saya juga mau istirahat, suasana disini enak." kata pak dede
" siap kalau begitu, kita merilexkan fikiran kita dulu." kata vian. Tak lama shinta dan bella datang ke gazebo.
" mas kita pulang sekarang." kata bella
" enggak besok siang baru pulang, kenapa kamu ada kerjaan." kata vian
" enggak ada mas. Iya udah aku sama kak shinta masuk ke ke villa dulu mau bersih bersih." kata bella
" kalau enggak ada yang saya kerjakan, saya juga pamit pak." kata shinta mereka pun pergi masuk ke villa.
" tuh put masa kalah sama pak vian, dia saja dikelilingi wanita cantik cantik, kamu anak muda gimana." kata pak dede
" beda di dompet pak dede, kalau tebal saya juga pasti seperti itu." kata putra
__ADS_1
" iya udah isi kertas aja biar tebal dompetnya put." kata vian
" harus kertas merah merah pak, baru banhak cewek tertarik." kata putra sambil tertawa. Mereka pun mengobrol, karena sudah sore mereka pun pergi masuk ke villa masing masing.