
disitu vian dan lily bengong lagi, ternyata mereka masih mampu memberi dan peduli walaupun mereka memerlukan juga. buat lily ini memberikan pelajaran yanh sangat luar biasa karena dulu dia tidak peduli akan lingkungan sekitar dia, kalo makanan yang gak habis tinggal buang. hati lily merasa teriris kalo gak melihatnya langsung mungkin dia tidak akan percaya tapi kejadian ini didepan mata dia dan nyata. "terimakasih pah udah ngasih aku pelajaran kehidupan." lirih lily.
vian mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang 40 lembar 50 ribuan dan memberikannya kepada sang kakek. kakek menolaknya karena dengan bantuan tadi pun dia merasa cukup. vian memaksanya supaya menerima, " ini ada sedikit rezeki kakek dan nenek yang Allah titipkan kepada saya, mohon diterima." kata vian
" ternyata masih ada orang baik ya nek, kakek terima, terimakasih, semoga kalian bahagia selamanya." kata sang kakek sambil menerima uang itu. disaat itu pula sang kakek memegang pundak vian. " kamu anak baik, Allah akan menjaga kalian." kata kakek lagi. vian yang di pegang pundaknya merasakan ada sesuatu yang hangat masuk kedalam tubuhnya. vian hanya berfikiran bahwa itu adalah doa tulus dan ikhlas dari kakek.
vian dan lily pun pamitan, di luar vian melihat ada anak anak sedang main, vian mengeluarkan lembaran uang 50 ribuan dan memberikannya kepada anak anak itu, vian juga menghampiri rumah rumah yang ada disana, dan memberikan 2 lembar 100 ribuan ke orang tua yang ada disana.
mereka pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dengan perasaan yang tak menentu. lily selama ini tidak pernah berfikiran bahwa di luar sana masih banyak yang membutuhkan uluran tangan orang lain, dan ternyata mereka yang sedang kesusahan mau berbagi dengan yang lainnya.
" pah terimakasih ya, sudah memberikan pelajaran hidup buat mamah." kata lily.
" sama sama sayank. mengapa papah kerja keras membangun usaha itu bukan semata mata papah ingin di hormati atau dihargai orang lain. tapi papah ingin membantu mereka memperbaiki kehidupannya." jawab vian
" terus rencana papah gimana untuk bantu mereka." tanya lily
" papah akan komunikasikan dengan pak daryat supaya dia bisa berkoordinasi dengan pemerintahan bagaimana mengatasi masalah ini. biar pemerintahan menyiapkan lahan nanti kita bantu pembangunannya." jawab vian
" mamah jadi pengen pergi ke panti asuhan sambil bawa si aa, supaya dia juga bisa melihat bagaimana kehidupan anak anak lainnya." kata lily
" ya udah kita habis asyar kita ke panti asuhan. dan kita juga bisa lihat apa kebutuhan mereka disana secara langsung." jawab vian.
__ADS_1
15 menit di perjalanan vian dan lily sudah sampai di rumah. lily pun menyampaikan rencananya ke ornag tuanya. mereka pun mau ikut pergi ke panti asuhan. vian telepon pak dede untuk membeli sembako, dan makanan ringan buat anak anak panti.
setelah asyar mereka pun pergi ke panti asuhan yang biasa suka di undang ke rumah kalau ada acara. disana sudah ada pak dede dengan mobil box yang terparkir. vian dan keluarganya di terima pemimpin panti asuhan tersebut. devan yang dari tadi bengong melihat sekitarnya banyak anak anak sedang bermain, membaca. " mah ini sekolah ya, tapi kok mereka gak pakai seragam sekolah." tanya devan
" ini bukan sekolah aa, ini tempat tinggal mereka." jawab lily
" kalo ini rumah tinggal mereka kemana orang tuanya, apa bapak itu ayahnya." tanya devan
" iya itu orang tua asuhnya, mereka gak punya orang tua seperti aa, orang tuanya ada yang sudah meninggal, atau masih ada tapi mereka itu di telantarkan, tidak di urus sama orang tuanya." jawab lily
" jadi mereka itu anak anak nakal dong karena gak di urus sama orang tuanya." tanya devan
" mereka gak nakal, mungkin orang tuanya gak punya uang untuk mengurus mereka itu. jadi aa harus bersyukur ya, karena aa masih ada mamah sama papah, dan ada kakek dan nenek yang sayang sama aa." jawab lily
vian pun menanyakan apa saja kebutuhan yang diperlukan oleh panti asuhan ini. ketua panti tersebut mengharapan ada tempat bermain anak anak, dan adanya perbaikan rumah tinggal mereka. vian menyuruh pak dede untuk menurunkan sembako dan makanan buat anak anak.
" tuh aa lihat, masih ada anak anak yang gak bisa bermain karena gak punya tempat bermain, gak main game, apalagi main handphone." kata vian
" iya pah aa tau. pah boleh gak mainan aa kasih ke anak anak disini."
" iya boleh dong aa, emang aa udah gak mau mainin lagi."
__ADS_1
" iya mainan yang sudah aa bosen maininnya."
" iya aa pilih saja ya. nanti suruh pak edi untuk kirim kesini."
" iya pah, nanti aa beresin."
mereka pun pulang ke rumah, vian telepon pak daryat untuk memperbaiki panti asuhan dan membeli peralatan mainan anak. dan berkoordinasi dengan pemerintahan setempat untuk bisa membangun rumah susun buat orang orang terpinggirkan.
sesampainya dirumah lily dan vian pun pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. vian memeinta dibuatkan kopi dan duduk di sofa yang ada di balkon sambil membuka laptop. membuka laporan keuangan dan rencana kerja vian meminum kopi sambil merokok
lily sekarang lebih bisa memahami kenapa suaminya begitu mengebu gebu untuk membangun sebuah usaha dan bekerja keras, dengan pelajaran pelajaran yang di dapat hari ini dia bersyukur mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab.
setelah mendapatkan perintah dari vian pak daryat langsung menghubungi dinas terkait akan keinginan bosnya itu. dan alhamdulillah mendapat sambutan baik, dan dari pihak dinas meminta untuk ketemu langsung. pak daryat pun menyampaikan hal tersebut kepada vian dan vian meminta besok untuk bisa bertemu.
keesokan paginya setelah sarapan vian berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke dinas sosial dan pemukiman. lily mengantarkan vian sampai ke pintu depan dan lily bilanh nanti mau ke butik. vian pun mengecup kening lily setelah itu pergi untuk bertemu pak daryat di kantor dinas.
dikantor dinas vian menyampaikan keinginannya untuk bisa membantu pemerintah dalam membangun rumah susun dalam mengatasi permasalahan bangunan bangunan liar yang dipakai untuk tempat tinggal. dari hasil pertemuan itu pihak dinas memberitahukan kepada gubernur untuk tindakan selanjutnya. setelah pertemuan itu vian pulang ke ruko, sampai di ruko dia duduk di cafe sambil minum kopi dan merokok. vian juga mengabari lily bahwa dia ada sudah ada di cafe. lily mengajak vian untuk makan siang, mereka pun pergi ke rumah makan yang tidak jauh dari ruko. setelah makan vian dan lily pulang ke rumah.
di sore hari vian mendapat kabar dari pak daryat bahwa vian di undang untuk bertemu gubernur untuk membicarakan tindak lanjut pembangunan rumah susun. pihak pemerintah sangat mengapresiasi keinginan vian.
karena waktu bertemu dan interaksi dengan devan sedikit, disore hari vian mengajak devan bermain di taman. devan mengajak vian untuk berenang. devan begitu menikmati kebersamaan dengan ayahnya itu. selesai berenang vian dan devan masuk ke rumah untuk mandi.
__ADS_1
waktu makan malam vian menyampaikan bahwa besok dia mau bertemu gubernuh membicarakan tindak lanjut pertemuan tadi dengan kepala dinas tenyang rwncana vian membangun rumah susun untuk warga yang terpinggirkan karena keadaan.
setelah makan malam vian dan lily masuk ke kamar, sebelum tidur mereka pun mengobrol sambil berpelukan. mereka pun tertidur karena kecapean.