
Vian menikmati kopi dan menghisap rokoknya, setelah memijit pak adi dan pak bowo, pak riki datang ke gazebo pamitan pulang, vian memberikan uang ke pak riki sebagai ucapan terimakasih. vian pun pergi ke kamar, lalu duduk di sofa dan rebahan disana. Astrid dan dilla yang baru selesai minum vitamin mendatangi vian dan duduk di sebelahnya.
" gimana mas udah enakan, maaf ya aku enggak bisa mijitin mas." kata astrid
" udah enggak apa apa kan udah sama paka riki, jangan panggil mas lagi ya, nanti kalau anak kita udah gede, dia akan ngikutin apa kata ibunya lagi." kata vian
" tapi lucu loh pah, nanti di panggil Mas sama anaknya, jadi kalau lagi jalan jalan, dia bilang mas, aku mau jajan. Jadi papah bisa ngeles tuh kalau ada cewek, itu keponakan saya.. Ha..ha..ha..ha." kata lily sambil ketawa
" nanti panggil kalian mba..." lanjut lily
" iya juga sih, mereka akan mengikuti kebiasaan orang tuanya." kata astrid
" iya udah aku panggil papah aja deh." kata dilla
" udah panggil mas aja, biar disangka kalian adik kakak." kata lily
" iiih mbak, enggak gitu juga kali." kata astrid
" aku suruh devan sama de qinar panggil kalian mbak ah.." kata lily terus menggoda astrid dan dilla
tok...tok...tok
" iya masuk, siapa ya." kata lily yang baru menidurkan de qinar
" aa mah..." kata devan dia pun masuk ke kamar
" panjang umur.. Aa nanti panggil mamah astrid sama mamah dilla mbak ya." kata lily
" kok gitu sih mah, mamah astrid dan mamah dilla memangnya adiknya papah." kata devan
" jangan dengerin mamah lily sayang. Mamah lily belum minum obat jadi begitu." kata astrid
" oooooh, papah kemana aja sih, aa kangen sama papah." kata devan
" sama papah juga kangen sama jagoan papah ini." kata vian lalu menggendong devan
" aa besok mau ikut papah enggak, ke tempat thunder." lanjut vian
" ikut pah.. Asyiiik, papah baik deh." kata devan
" emangnya mamah enggak baik ya." kata lily
__ADS_1
" baik kok, mamah baik." kata devan
" memangnya mas, eh papah mau ke livi residence." kata astrid
" iya, papah mau melihat progres pembangunan dan mau ngasih lihat rumah buat karyawan resort yang mau kena gusur revitalisasi sungai." kata vian
" kok bisa begitu pah." kata lily
" kemarin waktu di bali, setelah rapat anak anak waitress nangis, papah tanya kenapa, dia bilang ibunya sakit dan perlu dilakukan operasi, dia bingung masalah perawatannya karena sebelumnya sempat di tolak dari rumah sakit lain karena enggak ada biaya dan akhirnya dibawa ke rumah sakit livi. Papah bilang sudah enggak usah difikirkan masalah biayanya dan papah langsung cek ke dr. Chandra dan betul ibunya di rawat disana. Dia juga bilang bahwa rumahnya akan terkena penggusuran revitalisasi sungai, kalau pindah dan cari rumah lain dari hasil penggusuran enggak akan dapat. Papah bilang kamu besok ikut pulang, selesaikan dulu masalahnya baru kerja lagi dan besok papah janjian sama dia." kata vian
" kok bisa kebetulan gitu ya, kasian juga itu anak." kata lily
" untung aja waktu itu papah bilang ke pak gubernur, jika ada warga yang memang memerlukan perawatan dan tidak memiliki asuransi dan biaya bawa saja ke rumah sakit livi." kata vian
" cantik enggak pah anaknya, umurnya berapa." kata lily
" cantik, umurnya sekitar 20 tahunan. Orang tuanya pedagang makanan. Besok lihat aja sama mamah." kata vian
" enggak akan papah nikahin dia kan." kata lily
" enggak lah, papah benar kasian dia baru lulus sekolah karena keterbatasan biaya, untuk membantu keluarganya di bekerja keras jauh dari orang tuanya. Kita bisa membantu kenapa enggak dan ada kemungkinan papah akan pindahkan ke restoran ibu dan suruh dia kuliah di livi. Karena dengan umur segitu takutnya terbawa situasi lingkungan disana dan kalau dia kepepet biaya hidup bisa bisa melakukan hal yang enggak bagus." kata vian
" mamah setuju pah, kita kan harus membantu orang terdekat kita dulu, apalagi mereka yang udah berjuang buat kita." kata lily
" iya dong mamah siapa dulu." kata lily
" kita bisa seperti ini berkat mereka, papah pengen di ingat orang sebagai orang yang baik sehingga di doakan yang baik pula." kata vian
" kok papah ngomong gitu sih. Kaya mau kemana aja." kata lily
" papah enggak tau kan umur papah sampai kapan, coba kalau papah meninggal sekarang dan papah melakukan enggak baik kepada karyawan papah, papah belum meninggal aja pasti didoakan yang jelek jelek, kalau udah meninggal di syukuri mereka bukan kehilangan." kata vian
" udah ah jangan ngomong gitu." kata astrid
" iya nih papah." kata lily
" iya mas.. Eh papah jangan gitu dong," kata dilla
" Papah ingin di waktu dilahirkan menangis orang lain bahagia, di waktu meninggal tersenyum bahagia orang lain menangis." kata vian
" papah banyak dosa, mudah mudahan dengan banyaknya yang mendoakan Allah mengampuni dosa papah itu." lanjut vian
__ADS_1
" Aamiin." kata mereka
" aa udah bobo, besok kan mau ikut papah ketemu thunder." kata lily
" iya mah, aa kesini mau ketemu papah aja kok dan tidur sama papah." kata devan
" papah kan mau bobonya sama mamah." kata lily
" bobonya barengan aja ya." kata devan
" mamah astrid di ajak enggak bobo bareng papah." kata astrid
" boleh.. Mamah dilla juga boleh ikutan. Ayo pah kita bobo." kata devan menarik vian ke kasur, vian mengikuti keinginan devan. Tak lama dia pun tertidur di pelukan vian
" pah, kita pindah dulu aja kamarnya ke bawah ya, kamar ini biar di renovasi supaya besar." kata lily
" iya udah nanti papah ngomong sama pak daryat." kata vian
" sekalian kamar mandinya juga." kata lily
" iya sayank, atau enggak kita buat kamar baru, yang tadinya buat orang yang bantuin di rumah, kita buat disana aja gimana." kata vian
" terus kamar ini untuk siapa." kata lily
" iya udah buat mbak aja, kita disana sama papah ya." kata astrid
" enak di kamu enggak enak di aku dong." kata lily
" ini bisa buat bapak sama ibu, atau buat de qinar nantinya." kata vian
" boleh juga, biar nanti astrid sama dilla berjemur dekat ya." kata lily
" iya mbak nanti akau lebih gampang jemur dede bayinya." kata dilla
" kalian harus siap siap cari yang bantuin kalian loh." kata lily
" iya ya mbak, nanti aku bicara sama ibu deh." kata astrid
" aa ini mengganggu mamah aja sih, mamah kan mau main kuda kudaan sama papah." kata lily
" dia tau mbak, mamah sama papahnya mau main jadi dia gangguin." kata astrid
__ADS_1
" pah angkat aa ke kamarnya." kata lily. Vian pun menggendong devan ke kamarnya. Setelah itu dia kembali ke kamar. Melihat vian datang dia langsung menyerbu. mereka pun melakukan hubungan suami isteri. Setelah mereka mencapai puncak kenikmatannya, mereka pun tertidur berpelukan dibawah selimut. Di pagi hari vian bangun lalu pergi mandi dan membangunkan lily, astrid dan dilla, mereka pun melakukan sholat shubuh bersama. Selesai sholat Vian duduk di sofa. Setelah itu vian pamit ke gazebo, sedangkan lily, astrid dan dilla melanjutkan tidurnya.