
Setelah mengantarkan devan, vian kembali ke teras depan memastikan barang barang tidak ada yang tertinggal di bus, putra, haris dan yang lainnya membantu menurunkan barang bawaan dari PBN dan LA. Vian kembali ke kamarnya lalu bersih bersih dan ganti pakaian yang sudah disiapkan shinta, mereka pun tidur.
Di pagi hari vian berolahraga, shinta ingin ikut tapi dilarang sama vian karena khawatir kalau kalau dia sedang hamil muda, shinta pun menuruti apa kata vian. Jadi hanya vian sendiri yang pergi olah raga. selesai naik sepeda vian istirahat di kursi teras depan, shinta sudah membuatkan suau panas dan menyiapkan minum air putih yang dibawa dari LA.
" pah hari ini mau kemana." kata shinta
" memangnya kenapa sayang." kata vian
" aku pengen periksa ke dokter pah, jadi kalau jelas aku kan bisa lebih hati hati dan menjaga kandungan ini." kata shinta
" kamu sudah periksa pakai test pack." kata vian
" udah pah garis 2, tapi aku ingin menyakinkan aja." kata shinta
" iya sudah kalau begitu nanti kita ke dokter, minta lily buat janji sama dokter anita ke dr. silvy." kata vian
" sudah pah, mbak bilang jam 10an disana." kata shinta
" iya sudah kalau begitu, kenapa harus bicara sama papah." kata vian
" aku mau papah temani kedokternya." kata shinta
" iya udah nanti papah temani ya." kata vian lalu memeluk shinta
" terimakasih ya pah," kata shinta
" ih papah berduaan aja sama mamah shinta." kata devan yang datang ke depan mau naik sepeda
" a sepertinya aa mau punya adik lagi deh." kata vian
" asyiiik, jadi tambah rame nanti di rumah ya." kata devan
" aa senang kalau mamah hamil adiknya aa." kata shinta
" iya senang dong mah, mamah jangan cape cape ya dan mamah harus makan banyak supaya adik bayinya sehat." kata devan
" terimakasih ya sayang, nanti aa jagain adiknya ya.." kata shinta
" iya mah, nanti aa jagain kok adik adik aanya." kata devan sambil mengayuh sepedanya.
" papah aa mau makan udang goreng buatan papah ya." kata devan
" oke sayang, papah buatkan sekarang ya." kata vian
" makasih papah." kata devan
__ADS_1
vian pergi ke dapur mau membuat udang goreng sama sausnya. Sedangkan untuk sarapan yang lainnya lily sudah memesan catering.
" kok papah masih masak sih, kan sudah ada catering." kata lily
" si aa mau udang goreng buatan papah." kata vian
" kirain biat kita sarapan, ternyata untuk si aa, buat banyak enggak pah, mamah juga mau dong, sausnya pedas ya." kata lily
" siap nyonya, sebentar ya, saya masakin dulu." kata vian
" makanya ajarin mamah masak dong." kata lily
vian memang sudah goreng udang banyak, tapi belum membuat sausnya aja. Mereka pun sarapan bersama di taman.
" pah nanti ikut kan antar shinta ke dokter." kata lily
" iya mah, papah ikut." kata vian
" nanti kita sekalian jalan ya." kata lily
" iya terserah mamah aja." kata vian
" nak saudara saudara ingin pergi ke tempat sekolahan gimana ya." kata ibu asti
" iya sudah, nanti saya hubungi pak dede aja naik minibus, tapi saya enggak ikut dulu ya, kalau masih ada waktu nanti saya kesana gimana." kata vian
" nanti makan siang di restoran aja, bilang ke hilda tagihannya saya yang akan bayar." kata vian, vian menelepon pak dede supaya membawa minibus ke rumah. Selesai sarapan mereka semua kembali ke kamar masing masing untuk siap siap pergi ke YPL, di kamar vian bicara sama astrid dan dilla.
" sayang ini kasih uang ke ibu, supaya ibu tenang kalau mau beli apa apa di jalan, papah mau antar shinya dulu ke dokter, tadi papah juga udah bilang untuk makan nanti biar papah yang bayar di restorannya." kata vian sambil menyerahkan amplop ke astrid dan dilla
" terimakasih ya pah." kata astrid dan dilla
" kalau ibu pegang ATM enggak." kata vian
" enggak pah." kata astrid
" iya sudah nanti buatkan, jadi kalau ada kebutuhan bisa di transfer dan buat jaga jaga juga." kata vian
" iya nanti kita buatkan buat ibu." kata astrid dan dilla lagi.
" takut aja ibu enggak berani minta sama kita, kalau ibu pegang uangkan kalau mereka mau apa apa tinggal beli, enggak segan minta kepada kita." kata vian
" iya pah, terimakasih ya." kata astrid dan dilla
Jam 9.17 menit vina, lily dan shinta pamitan untuk pergi ke rumah sakit di antar pak edi. jam 9.47 menit mereka sampai di rumah sakit. Karena tadi diperjalanan lily sudah memberitahukan kepada dr. Silvy bahwa mereka sudah di perjalanan, dr. Silvy sudah menunggu di lobby rumah sakit, setelah itu dr. Silvy membawa shinta, liky dan vian ke ruang praktek dr. Anita. Di dalam ruangan dr. Anita sudah menunggunya.
__ADS_1
" selamat siang dokter." kata vian
" selamat siang pak, ibu lily, ibu shinta, jadi siapa ini yang sedang hamil." kata dr. Anita
" ini dokter shinta kemarin pagi di test dan hasil test pack garis dua, makanya semalam saya hubungi dr. Silvy supaya lebih menyakinkan lagi dokter." kata lily
" dikira saya ibu lily yang enggak mau kalah sama ibu astrid dan ibu dilla." kata dr. Anita
" sepertinya cukup dokter, lagian saya kan masih alat kontrasepsi." kata lily
" iya sudah ibu shinta kita langsung kita periksa kalau begitu." kata dr. Anita
" kapan ibu terakhir menstruasi." kata dr. Anita
" 2 minggu yang lalu dokter." jawab shinta
" iya sudah kita cek ya." kata dr. Anita, lalu menyuruh shinta berbaring di kasur.
" alhamdulillah, selamat pak vian memang ibu shinta Positif hamil, kalau dari hasilnya memang usia kehamilan ibu sudah masuk di 2 minggu, mohon jangan dulu berhubungan ya, terus jangan cape cape, turun naik tangga, ibu ada keluhan enggak." kata dr. Anita
" saya akhir akhir ini memang suka cepat lemas, inginnya tiduran aja." kata shinta
" mual atau pusing begitu." kata dr. Anita
" paling sedikit suka mual." kata shinta
" itu wajar sih bu, apalagi usia kehamilan ibu masih di trisemester pertama, tapi saya rasa ibu ini kuat kehamilan pertama saja seperti ini, kalau biasanya ada yang mabuk parah." kata dr. Anita
" jangan sampai dokter," kata shinta
" berarti kamu tidur sendiri di kamar bawah ya mulai sekarang." kata lily
" iya enggak apa apa aku tidur di kamar bawah tapi sama papah." kata shinta
" iya aku juga mau tidur di bawah, biar astrid sama dilla aja diatas, jadi aku bisa berduaan sama papah." kata lily
" terimakasih banyak dokter, kalau begitu kami pamit dulu." kata vian menyela lily dan shinta.
" iya pak sama sama, ini vitamin yang harus ibu minum ya." kata de. Anita sambil menyerahkan resep dokter. Mereka pun pergi dari ruang pemeriksaan dr. Anita, lalu pergi ke apotik untuk menebus resep di antar oleh dr. Silvy. Selesai menebus obat, vian, lily, dan shinta pamitan ke dr. Silvy lalu pergi dari rumah sakit.
" sekarang kita mau kemana mah." kata vian
" cari tempat makan aja deh, kasian shinta juga. Oh selamat ya shin atas kehamilannya." kata lily
" iya mbak, terimakasih juga udah menemani aku." jawab shinta
__ADS_1
Jam 11.27 menit mereka sampai di restoran, vian memesan sup buntut, tak lupa dia menyuruh pak edi dan haris untuk pesan juga, setelah memesan makanan vian pergi ke temoat duduk yang bisa merokok sambil menunggu makanan siap.