
Vian meminta Dr. Chandra untuk mengevalusi kinerja Dokter, Suster dan karyawan rumah sakit lainnya, menginventarisir fasilitas rumah sakit yang harus diperbaiki atau di tambah. Peralatan rumah sakit, tempat istirahat dokter dan mess karyawan kalau memang diperlukan.
" Dr. Chandra saya minta Dokter tanya nanti kepada semua karyawan keluhan dan harapan mereka, minggu depan saya minta laporannya." kata vian
" baik pak, saya akan membuat angketnya." kata dr. chandra
" pastikan juga untuk makanan pasien rawat inap dari catering mana." kata vian
" baik pak, kita sekarang lagi melihat dan mengevaluasi setiap lininya, nanti saya buatkan laporannya." kata dr. chandra
" bagus kalau begitu." jawab vian
setelah itu vian, dr. chandra dan yang lainnya berkeliling rumah sakit. vian berpesan supaya mengutamakan pelayanan terhadap pasien. bantu dulu kalau memang rumah sakit ini mampu untuk membantu, jangan membebankan kepada pihak keluarga pasien. apalagi sampai mengabaikan pasien.
Selesai berkeliling vian pamitan ke dr. chandra dan tim lainnya. vian pergi ke ruko untuk makan siang bersama lily. mereka pun pergi ke restoran C. selesai makan mereka kembali ke ruko, vian mengecek pengerjaan renovasi interior ruko untuk LCI dan SPI setelah itu kembali ke cafe, Bella pun mengerjakan design yang diminta vian disana.
Vian menanyakan tiket pesawat untuk Astrid, Dilla dan keluarganya kepada pak dede. pak dede pun meminta staf L-Trans untuk memesankannya. setelah mendapatkan tiket vian mengirimkannya kepada astrid dan dilla.
...****************...
Di hari dimana Astrid, Dilla dan keluarganya akan datang, Vian dan keluarga lainnya menjemput ke Bandara dengan Minibus. sampai di bandara mereka menunggu di pintu kedatangan, vian sudah memberitahukan kepada astrid dan dilla. tak lama Astrid, Dilla dan keluarganya datang, devan langaung menyambut mereka.
" mamah aa kangen." kata devan yang langsung dipeluk astrid dan dilla
" iya aa sayang, mamah juga kangen." jawab astrid dan dilla. astrid dan dilla pun mencium tangan vian dan lily, mereka pun berpelukan setelah itu bersalaman dengan mertuanya dan orang tua lily. vian pun bersalaman dengan mertuanya dan adik istrinya. setelah melepas kerinduan dan memasukan barang barang ke bagasi, vian meminta pak dede untuk membawa mereka ke restoran untuk makan malam.
selesai makan malam mereka pulang ke rumah, sampai di rumah lily menunjukan kamar kepada orang tua dan adik astrid dan dilla. setelah itu membawa astrid dan dilla ke kamar, devan terus menempel sama mamahnya itu.
" aa mau tidur sama mamah ya." kata devan
" boleh sayang." kata lily
" asyiik." jawab devan
" biar kalian gak bisa melakukan, karena aku masih datang bulan." kata lily
__ADS_1
" iya udah mba dan devan tidur duluan, kita kan bisa melakukan di tempat lain." kata astrid meledek lily
" awas aja ya kalau berani." jawab lily
Astrid dan dilla pun membereskan pakaiannya di lemari yang sudah disiapkan.
Kedatangan Mertua vian membuat suasana rumah menjadi ramai lagi, ibu asti dan ibu sri mengobrol di ruang keluarga bersama Bu Retno dan Bu Ningsih, sedangkan pak adi, pak bowo dan pak wanto pergi ke gazebo. Sedangkan ari dan bimo main di taman. sedangkan vian juga pergi ke gazebo untuk ngopi dan merokok. vian juga menyuruh indra untuk membakar jagung.
Lily, Astrid, Dilla dan devan datang kesana, tak lama Bu retno, Bu Ningsih, Bu Asti dan Bu Sri pun datang ingin menikmati Kebersamaan dengan keluarga barunya di kediaman Vian sambil menikmati jagung bakar.
Ika, Bella, lusi dan mitha datang bergabung menikmati jagung bakar setelah itu mereka izin ke paviliun untuk membahas SPI. vian membuka obrolan dengan mereka
" gimana pak bu perjalannya." kata vian
" alhamdulillah lancar nak. wah rumahnya besar sekali." kata pak wanto
" alhamdulillah pak, ini juga sekalian dipakai kalau ada rapat jadi gak usah keluar rumah." jawab vian
" kalau disana itu apa bu." kata bi asti
" kalau yang itu apa bu." kata bu sri
" itu kandang burung si aa." jawab bu retno
" iya nek burung burung aa bagus bagus." kata devan
karena sudah malam lily, astrid dan dilla membawa devan masuk ke rumah, bu retno, bu ningsih , bu asti dan bu sri juga ikut masuk untuk istirahat. begitu pula ari dan bimo karena kecapean di perjalanan mereka juga pergi masuk untuk istirahat.
Pak Adi, pak bowo dan pak wanto pun pergi untuk istirahat sedangkan vian masih tinggal disana sambil menikmati kopi dan jagung bakar. setelah habis kopinya vian pun masuk, lalu bersih bersih dan berganti pakaian lalu duduk di sofa yang ada di kamar. astrid dan dilla pun menghampiri vian dan duduk disebelah vian.
" mas aku kangen." kata astrid lalu memeluk vian dan mencium bibir vian
" aku juga kangen mas." kata dilla, dia pun meleuk vian dan mencium bibir vian
" kalian ya bermesraan." kata lily, dia pun datang karena de qinar dan devan sudah tidur, lalu duduk dipangkuan vian dan mencium bibir vian. mereka pun melepaskan kerinduan. setelah mengobrol mereka tidur dikasur sedangkan vian tidur di sofa karena ada devan disana.
__ADS_1
Di pagi hari vian membangunkan astrid dan dilla untuk sholat berjamaah, setelah itu mereka pergi ke taman untuk olah raga.
" mas mau dibuatkan apa." kata astrid
" susu panas aja sayang." jawab vian, astrid pun pergi ke dapur dan membuatkan susu panas. mereka pun mengobrol disana.
" gimana pabrik sudah buat sample produk belum." tanya vian
" sudah mas, udah uji klinis, aku bawa kok samplenya." jawab astrid
" kalau uang dari pak bowo sudah masuk." kata vian
" sudah mas, aku juga simpan sebagian di rekening lainnya untuk cadangan." kata dilla
" bagus, kalau untuk operasional, gaji karyawan sudah ada gambarannya." tanya vian
" sudah mas, aku udah pisahkan untuk operasional selama 6 bulan termasuk buat cicilan ke BLS, sisanya aku simpan." kata dilla
" untuk bahan baku produk gimana." kata vian
" sudah selesai mas, dan kita juga sudah menjalin kerjasama sama supplyer, dan untuk kemasan juga sudah dibuat." jawab astrid
" kalian sudah bisa menjalankan usaha sekarang ya." kata vian
" mas kan yang bimbing kita," kata dilla
" nanti siangan kita ke ruko lihat kantor dan toko buat LCI." kata vian
" iya mas." jawab astrid dan dilla
" kalau untuk SPI gimana mas." kata astrid
" sama disana juga hanya beda blok, tandatangan akta pendirian perusahaan juga udah dilakukan, kayanya awal bulan sudah beroperasi, sekarang lagi di renovasi barengan sama LCI." kata vian
Setelah sarapan vian, lily, astrid dan dilla pergi ke ruko, sedangkan orang tua dan mertua vian pergi ke Livi Residence mau lihat restoran.
__ADS_1