
Vian meminum kopinya lalu menghisap rokoknya, pak adi, pak bowo dan pak wanto pun menyalakan rokok. Mereka ngopi bareng dan melanjutkan obrolannya.
" menurut bapak gimana." kata vian menanyakan ke pak bowo dan pak wanto
" bagus lahannya dan cocok untuk YPL, tadinya kita mau ngobrol kamu setelah makan siang, tapi kamu kelihatan cape jadi di tunda." kata pak bowo
" menurut bapak juga bagus, nanti akses ke lahan melalui klinik. Nanti dibuat kan jalan dan jembatan ke lokasi yang di sebrangnya, kenapa yang dibelakang klinik untuk TK dan SD karena mereka akan keluar masuk setiap hari kan tidak ada asrama, udah begitu enggak harus bangun klinik lagi." kata pak wanto
" kalau vian sih setuju saja, dan memang sudah ada rencana kesana sebelumnya juga, kemarin aja waktu vian ke perumahan livi regency mereka mengusulkan untuk dibangunkan sekolah supaya lebih dekat. Coba saja bapak cek keuangan YPL berapa sekarang, apakah bisa menutup untuk operasional disana minimal 1 semester, dan kedepannya dengan bayaran dari siswa apakah bisa mengcovernya juga, terus biaya ke bank. karena jujur saja vian akan berat kalau untuk masuk lagi dana ke YPL disana kalau membeli lahan ini, apalagi kan untuk.membangunnya juga bisa sampai 4 milyaran, setidaknya 7 milyar vian harus pegang, kalau hanya untuk membeli lahan aja insyaAllah vian ada, karena pak menteri pendidikan, pak menteri sosial, pak gubernur D, pak bupati KBB dan pak bupati P mau investasi di PBN, otomatis itu kan saham vian yang dijual seluruhnya 5% dari penjualan saham itu saja vian dapat 2,2 milyar karena valuasi saham sebesar 44 milyar, kenapa vian katakan itu supaya bapak bapak tau kondisi keuangan vian juga, dan uang itu enghak akan masuk full sekarang ini, tapi insyaAllah vian untuk membeli lahan aja ada ditambah tabungan vian. nanti ada uang besar lagi kalau sudah ada pembagian deviden." kata vian
" bapak sudah menanyakan tadi ke Selli keuangan YPL dia juga sudah mengirimkan laporannya, dilihat dari laporan itu, biaya operasional bisa terpenuhi 1 tahun kedepan malahan, jadi untuk tahun ajaran ini bisa tercukupi berikut dengan cicilan kita ke Bank." kata pak bowo
" syukur kalau begitu, kalau memang bapak sudah yakin, vian siapkan dana untuk pembelian lahan toh kalau memang enggak jadi sama YPL juga bisa untuk pengembangan LA atau PBN kalau memang YPL mundur untuk melakukan pengembangan disini, vian serahkan semua urusan YPL ke bapak untuk mengurusnya." kata vian
" kalau begitu bapak bisa hubungi pemilik lahan besok supaya datang kesini, gimana menurut kamu." kata pak bowo
" iya sudah enggak apa apa tapi mungkin siang ya pak karena harus di cek dulu status kepemilikannya, nanti untuk urusan pengecekan dan jual beli ini bisa minta bantuan ke bagian legal LA, jadi kalau sudah enggak ada masalah dilakukan transaksinya. Boleh bapak telepon sekarang supaya besok pemiliknya datang kesini, tapi siangan karena mau di cek dulu status kepemilikan lahannya dalam keadaan sengketa atau tidak. Tapi vian sepertinya enggak bisa menemani gimana? soalnya kan lusa ini mau ke surabaya." kata vian
" enggak apa apa, jadi bapak sama pak bowo enggak ikut ke surabaya, gimana pak?" kata pak adi
" iya udah kita enggak ikut, kita urus aja ini dulu. Pak wanto kan pasti harus kesana masa tuan rumah enggak ada, enggak enak nanti. Untuk kendaraan nanti bapak bisa minta jemput pak sunarto." kata pak bowo
" kalau begitu vian telepon opik supaya bagian legal kesini, bapak siapkan saja photo copy sertifikatnya supaya di cek." kata vian, vian menelepon opik meminta supaya bagian legal LA ke villanya. Pak bowo pergi mengambil photo copy sertifikat. Pak bowo dan pak fujianto bagian Legal LA datang.
" maaf pak fuji, saya mengganggu waktunya," kata vian
" enggak apa apa pak, lagian saya juga sedang santai, gimana pak ada yang bisa saya bantu." kata pak fujianto
" begini pak fuji, saya mau minta bantuannya untuk memeriksa status lahan, rencananya Yayasan Pendidikan Livi mau membeli lahan di belakang klinik livi, kalau memang sudah tidak ada masalah transaksinya akan dilakukan besok setelah pak fuji memeriksanya, apa kira kira siang bisa selesai pemeriksaannya." kata vian, lalu menyerahkan photo copy sertifikat ke pak fuji.
" baik pak, enggak masalah itu jam 11an audah selesai, besok pagi saya akan pergi ke BPN untuk mengeceknya, saya akan bawa photocopy sertifikatnya kalau begitu." kata pak fujianto
__ADS_1
" terimakasih pak, dan saya juga minta bantuannya mendampingi bapak saya dan bapak mertua saya dalam melakukan akad jual beli dan mengurus sertifikatnya karena saya harus pergi ke surabaya jadi tidak bisa hadir, nanti biayanya minta ke pak opik saja dulu. Nanti balik namanya ke YPl." kata vian
" baik pak, nanti kalau sudah transaksi saya minta akta pendirian YPL dan pboto copy identitas pendirinya. Kalau tidak ada lagi saya permisi, saya mau kirim ke teman yang di BPN supaya cepat, mudah mudahan sebelum jam 11 sudah ada hasil." kata pak fujianto
" baik pak, terimakasih banyak atas bantuannya." kata vian
" sama sama pak, saya permisi." kata pak fujianto, dia pun pergi ke kantor LA lagi. Vian pun menelepon orang BSL supaya menyiapkan dana untuk pembelian lahan tersebut dan besok mentransfernya. Tak lama datang pak gubernur dan pak bupati KBB.
" lagi rapat keluarga nih." kata pak gubernur
" enggak pak gub, kita sedang ngobrol saja, ini ada yang mau menjual lahan di belakang klinik, kalau jadi rencananya mau dipergunakan untuk pengembangan YPL jadi akan kita bangun seperti disana." kata vian
" saya doakan jadi kalau begitu, jadi disini juga akan ada sekolah berkualitas." kata pak bupati KBB
" saya dukung penuh itu pak, semoga lancar semuanya." kata pak gubernur
" aamiin." kata mereka
pak bambang, pak menteri dan pak bupati P pun datang, mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah disana. Selesai sholat mereka pun pergi ke tempat makan, vian memanggil semuanya untuk makan malam bersama yang udah disediakan opik. Vian pun mempersilahkan mereka untuk mengambil makanan sesuai seleranya. Tak lupa vian juga menyuruh ajudan dan yang lain makan sama sama juga.
" pak, yang tadi sore bapak minta sudah saya antarkan ke villa bapak, tadi ibu shinta yang terima." kata opik
" makasih ya pik, maaf tadi habis ngirim pesan ke kamu saya ketiduran. Terus makasih juga tadi kata bapak kamu dampingi melihat lahan." kata vian
" siap pak, enggak apa apa." kata opik
" iya pah, rokok papah mamah simpan di tas papah." kata shinta
" iya sayang makasih ya. Mamah udah makan martabaknya." kata vian
" udah sama mbak dan aa, akbar, rizky, devina sama febry juga. Habisnya tadi kita lapar." kata shinta.
__ADS_1
" iya enggak apa apa sayang." kata vian, lalu mencium kening shinta
" iiih kok shinta aja sih yang dicium." kata lily. Vian pun mencium lily, astrid dan dilla
" malu tau mah, kan banyak orang minta cium cium ke papah." kata devan
" biarin, papah kan sayang sama mamah." kata lily
" orang papah sayangnya sama aa weeeeee." kata devan, lalu dia mencium vian dan vian pun mencium devan
" kaya gitu tuh ibu sama anak enggak mau ngalah." kata bu retno.
" kenapa ibu mau juga dicium... Minta sama bapak sana." kata lily
" udah tadi." kata bu retno enggak mau kalah juga
" mamah sama nenek kaya abak kecil aja sih... Ribut aja." kata devan
" seru ya keluarga pak vian ini, kompak banget." kata pak menteri tenaga kerja
" iya seperti ini pak, sampai kita saja terbawa suasana kebersamaan keluarga pak vian." kata pak bambang
" saya baru merasakan suasana seperti ini pak melebihi saudara sendiri, rasa kekeluargaan dan kebersamaannya itu bikin betah." kata bu sofie
" tadi isteri bilang, pak, ibu nyaman banget bersama keluarga pak vian." kata pak menteri tenaga kerja.
" benar benar terbukti kan, nanti malam kita harus rayakan Kebersamaan dengan Anggota Baru ini nih." kata pak bambang
" kita adakan seperti semalam lagi aja, buat api unggun sambil bakar jagung dan ikan. Terus nyanyi bersama." kata pak menteri UMKM.
" setuju.." kata mereka. Mereka pun makan bersama dengan gembira.
__ADS_1