
Sampai di rumah mereka di sambut sama orang tua dan mertua vian, pak dodi dan pak anam serta anak anaknya di ajak ke gazebo untuk santai dan bermain sedangkan istri pak dodi di suruh ke kamar untuk menidurkan anaknya yang masih kecil. anak anak dari pak anam dan pak dodi di ajak main sama devan yang dari tadi menunggu kedatangan mereka sampai gak mau tidur.
" anak saya seneng banget punya teman main, katanya sampai dia gak mau tidur mau nunggu temannya datang." kata vian
" iya begitu lah anak anak pak. enak banget rumahnya pak." kata pak anam
" alhamdulillah, keluarga dan mertua saya tinggal disini jadi rame. kadang disini buat meeting juga." kata vian
" enak jadi gak jauh jauh harus keluar rumah untuk bahas kerjaan." kata pak dodi
" itu tujuan saya ambil rumah ini, kalau bapak mau istirahat kita sudah siapkan kamar, nanti habis ashar baru kita pergi ke tempat kuda." jawab vian, vian menawarkan mau minum apa kepada pak dodi dan pak anam serta yang lainnya.
vian mengecek hanphone ternyata ada pesan masuk dari astrid.
" mas aku baru pulang dari lokasi cafe, perkembangan cukup cepat. sekarang aku sama dilla lagi menuju mall yang waktu itu kita beli cincin. mas lagi apa." kata astrid
" lagi ngopi di gazebo sama pak anam. syukur kalau begitu jadi progres cafe bisa cepat terlaksana." kata vian
" untuk chef mereka bilang waktu di bali dikasih gaji 10jtan. tapi mereka bilang dibawah itu juga gak apa apa sementara karena ini baru dan tempatnya juga dekat dengan keluarga mereka." kata astrid
" iya udah kamu bilang aja 7 jutaan kalau rame baru nanti bisa didiskusikan lagi." kata vian
" iya udah kalau begitu nanti sama aku dibilangin." jawab astrid
" kalian sudah makan belum." tanya vian
" habis ini kita cari tempat makan mas. mas beneran mau beliin dilla cincin" jawab astrid
" menurut kamu gimana." kata vian
" iya gak apa apa sih, tapi aku gak enak sama mas." jawab astrid
" kalau menurut kamu gak apa apa ya udah, tapi harganya jangan lebih mahal dari yang kamu." kata vian
" iya mas aku ngerti, mana mungkin juga aku kasih dia yang mahalan." kata astrid.
" kamu mau sekalian beli buat mahar." kata vian
__ADS_1
" gak mas, nanti aja sama mas kalau itu." jawab astrid
" iya udah sekarang fokus ke usaha aja dulu." kata vian
" iya mas. mas ini bagus gak cincinnya, dilla juga suka dan harganya sama dengan yang aku beli." kata astrid sambil memperlihatkan jari dilla yang sudah memakai cincin
" iya bagus. iya udah kalau dilla suka, kamu bayar aja dulu ya. nanti mas ganti." kata vian
" iya mas, ini aku disuruh pakain ke jari dia, katanya sebagai pengganti kehadiran mas." kata astrid. tak lama dilla mengirim pesan
" mas makasih cincin ya, mas juga suka kan. aku akan selalu pakai sebagai tanda bahwa kita sudah jadian dan mulai hari ini aku jadi milik mas." kata dilla
" iya. kamu dan astrid harus bisa ngembangin usaha cafe itu, kalau sudah berkembang nanti buka cabang lagi." kata vian
" iya mas pasti. kalau buka cabang namanya jangan viastri ya. tapi Dilvi." kata dilla
" iya. kalian harus fokus ke usaha. jangan mikirin yang lain dulu, kita jalanin aja dulu." kata vian
" siap mas. aku dan astrid akan kerja keras dan menanti kehadiran mas disini." jawab dilla
sore hari setelah ashar vian mengajak keluarganya dan keluarga pak dodi dan pak anam untuk pergi ke villa di perumahan livi residence. kehadiran anak anak pak dodi dan pak anam jadi teman main untuk devan, dia sangat bahagia apalagi mau ketemu sama thunder.
mereka pergi semuanya naik mini bus, selama perjalanan devan kelihatan gembira, dia bercerita tentang thunder ke teman temannya itu. di perjalanan vian berhenti sebentar di supermarket untuk beli makanan dan minuman serta bahan kebutuhan pokok untuk kakek braja dan pak zainuri pengurus villa dan kuda.
jam 4 mereka sampai di villa, di sambut pak zainuri dan pak agus. devan langsung mengajak teman temannya ke kandang kuda ditemani lilis dan pak zainuri. sedangkan vian, pak bowo, pak adi, pak dodi dan pak anam pergi ke gazebo pinggir danau buatan, ibu ibu pergi ke villa. sebelumnya vian menyuruh agus untjk mengantarkan bahan pokok ke rumah kakek braja.
di gazebo mereka mengobrol sambil menikmati suasana di villa, ngopi dan merokok.
" ini perumahan perusahaan bapak yang bangun." kata pak anam
" iya pak, penghuni perumahan ini sebagian besar adalah karyawan LNI dan BLS." kata vian
" wah enak ya jadi karyawan pak vian di kasih fasilitas perumahan juga." kata pak dodi
" mereka tetap bayar pak, tapi harga jualnya gak sebesar kita kasih ke umum. tanpa DP, cicilan sama setiap bulan selama 10 tahun." kata vian
__ADS_1
" luar biasa pak, ini namanya bos yang memperhatikan kehidupan karyawannya." kata pak anam
" ini berkat bapak bapak dan share horder lainnya. saya bisa seperti ini karena bapak bapak, oh iya saya juga lupa kemarin ngasih tau bahwa sebagian keuntungan perusahaan Livi group kita membangun sebuah rusun dekat rumah saya kerjasama sama pemerintah kurang lebih 100 unit, jadi apa yang bapak bapak lakukan buat kami secara tidak langsung sudah membantu saudara saudara kita yang gak mampu." jawab vian
" saya jadi tambah semangat nih pak, dan beruntung bisa kerjasama sama bapak." kata pak anam
" iya pak saya akan terus ngembangin usaha ini, mohon juga bimbingannya." kata pak dodi
" oh iya pak anam, gimana jadi sewa toko teman saya itu." kata vian
" jadi pak, nanti saya hubungi siapa ya." kata pa anam
" nanti langsung saja pak ke teman saya, mungkin akhir bulan ini saya akan kesana sekalian cek usaha cafe saya disana." kata vian
" baik pak, terimakasih atas dukungannya." jawab pak anam
" saya juga kan harus mendukung usaha bapak, jabgan sampai saya juga lepas tangan begitu saja, kalau ada peluang saya pasti kabari dan bantu, kita kan audah lama bekerjasama bukan sekedar rekan bisnis tapi buat saat sudah seperti keluarga." jawab vian
" terimakasih banyak pak." kata pak anam
" nanti juga kalau diperbolehkan saya akan main ke tempat pak dodi yang baru." kata vian
" sangat boleh pak, saya akan tunggu kehadirannya." jawab pak dodi
" pak dodi juga kalau ada tempat bagus, dan perlu modal bisa hubungi tim BLS, saya bantu." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata pak dodi
devan yang bermain sama teman temannya begitu asyik bergantian menunggangi thunder. tak lama kakek braja datang menghampiri vian.
" gimana kek, sehat, maaf saya baru bisa kesini lagi." kata vian
" alhamdulillah cu, kakek dan nenek betah disini, terimakasih atas pertolongan kamu." kata kakek braja
" syukur kalau kakek dan nenek kerasan tinggal disini. oh iya kenalin ini teman vian kek." kata vian
" salam kenal semuanya, kalau begitu kakek permisi mau ketemu jagoan kakek." kata kakek braja
__ADS_1
" iya kek pasti aa senang bisa ketemu kakek." jawab vian
setelah kepergian kakek braja, vian menjelaskan siapa kakek braja, karena takut akan ada salah paham. kakek braja asalnya seorang pemulung yang dibantu dan di tempatkan disini karena tempat tinggalnya dulu hanya gubuk, dan tetangga kakek braja waktu tinggal di gubuk sudah dipindahkan ke rusun yang Livi Group bangun. pak dodi dan pak anam pun akhirnya tau. di lubuk hati mereka tambah salut akan kepedulian vian.