Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Serah terima kunci


__ADS_3

Keesokan paginya para anggota tim patwal pamit, vian menyerahkan amplop kepada mereka dan mengucapkan terimakasih, setelah itu mereka pun meluncur pergi pilang ke KBB. lalu vian dan lily mengajak devan seperti biasa jalan jalan di taman. devan melihat tangan papahnya di perban.


" pah kenapa tangannya, kok di perban begitu." kata vian


" iya aa kemarin papah kena pisau, papah melawan penjahat." jawab vian


" ya udah papah istirahat kalo papah sakit, biar aa main sama lilis atau gak sama kakek dan nenek." kata devan


" terimakasih aa sayank. nanti papah istirahatnya. sekarang papah temani aa main." jawab vian


di taman ternyata sudah ada nenek lily dan nenek kakek vian ditemani bu ningsih dan bu retno. pak bowo dan pak adi menikmati teh di gazebo. " pah mau dipanggilkan dokter untuk periksa luka papah." kata lily


" iya, boleh sayank," jawab vian


lily pun telepon dokter keluarga supaya datang ke rumah dan menjelaskan kondisi vian supaya dokter bisa bawa obat untuk antisipasinya. vian dan yang lainnya masuk ke rumah untuk sarapan, setelah sarapan dokter datang dan memeriksa vian.


" pak, melihat luka bapak ini seharusnya di jahit, tapi ini gak ada bekas jahitan terus sudah kering. diobati pakai apa." kata dokter


" oh saya hanya teteskan getah pisang dok, ada masalah akan luka saya." jawab vian


" tidak apa apa, saya akan membersihkan luka bapak saja, saya harap bapak jangan banyak bergerak terutama tangan ini khawatir lukanya terbuka lagi." kat dokter sambil membersihkan luka vian, setelah itu memberikan obat antibiotik, setelah itu vian menyuruh evi panggil haris untuk diperiksa juga. setelah mengobati luka haris dokter pun pamitan.


" papah lain kali harus lebih hati hati ya.. lihat luka papah." kata lily


" iya sayank." jawab vian


" iya tuh aa, ngeri gitu lihat lukanya." kata ika


" papah jangan kemana mana dulu, istirahat di rumah." kata lily


" iya. papah juga belum ada rencana kemana mana kok." jawab vian


handphone vian berbunyi, ada telepon dari murti


" pagi pak, saya mu memberitahukan bahwa hari ini akan ada penandatanganan perjajian jual beli rumah dengan karyawan," kata murti

__ADS_1


" memang rumahnya sudah selesai ya," jawab vian


" sudah pak, makanya tim legal langsung menyusun perjanjian dan sudah saya kirimkan ke bapak juga kemarin." jawab murti


" iya mohon maaf saya belum sempat cek, karena baru pulang dari pabrik PT. LA. kapan akan dilaksanakannya?" jawab vian


" hari ini pak, bapak bisa datang kan habis istirahat. untuk simbolis saja." kata murti


" InsyaAllah saya kesana." jawab vian


setelah selesai dengan murti, tak lama telepon shinta masuk.


" selamat pagi pak, saya mau komfirmasi saja bahwa hari ini ada penandatanganan akta jual beli rumah karyawan." kata shinta


" iya barusan saya juga dapat informasi dari murti, kalo di LNI kapan dilaksanakannya." jawab vian


" hari ini pak, saya juga sudah koordinasi dengan ibu murti, katanya di BLS siang hari, untik itu biar tidak berbarenban saya jadwalkan jam 11an. apakah bapak biasa hadir untuk simbolis penyerahan kunci." kata shinta


" InsyaAllah, siapkan saja segala sesuatunya." jawab vian


" yank, papah harus ke LNI dan BLS jam 11an, mamah mau ikut." tanya vian


" papah kan sakit, katanya gak akan kemana mana." jawab lily cemberut


" iya papah gak ada agenda. tapi barusan shinta dan murti telepon, papah harus menyerahkan secara simbolis serah terima kunci perumahan kepada karyawan." jawaban vian


" pantesan semangat, ditelepon kekasih." jawab lily ngambek


" kekasih siapa sih mah, shinta dan murti kan sekretaris kantor wajar dong dia telepon papah." jawab vian kesal


" ada apa sih ly, kok kamu cemberut gitu." kata bu retno


" itu tuh menantu ibu, katanya mau istirahat, eh habis di telepon sekretarisnya langsung semangat mau pergi. aku sekarang gendut, jelek jadi dia cari yang lain." jawab lily


" ada apa sih vian, kamu juga harusnya istirahat malah mau pergi." kata bu retno

__ADS_1


" iya bu emang vian rencananya mau istirahat, tapi barusan shinta dan murti telepon bahwa hari ini ada acara penandatanganan akta jual beli perumahan serta simbolis serah terima kunci." jawab vian menjelaskan


" oh begitu. ly, kamu udah mau punya anak 2, janhan kekanak kanakan gitu dong, lagian vian tadi ngajak kamu juga kan, kalo dia ada affair sama sekretarisnya gak mungkin dia ajak kamu, kamu harusnya dukung dia dong, dia sampai kaya gitu kan demi keluarga." kata bu retno


" mamah itu kenapa, kalau ada masalah sama papah bilang aja, papah habis terima telepon dari mereka papah langsung bilang sama mamah. papah udah berapa kali bilang mau mamah kaya apa juga gak masalah yang penting mamah selalu support, percaya sama papah, sekarang mamah maunya gimana?, kalo papah gak boleh pergi ya udah gak apa apa, papah di rumah, tapi mamah gantiin papah kesana sebagai pemilik LIVI GROUP." kata vian, Vian pun pergi dari ruang keluarga menuju kamar.


" papah mau kemana?." tanya lily


" katanya gak boleh pergi, papah mau istirahat habis minum obat jadi ngantuk." jawab vian


" aduh ibu jadi pusing juga ini, kamu kaya anak remaja yang sedang pacaran aja. sana susul suami kamu, bicarakan baik baik." kata bu retno. lily pun pergi menyusul vian ke kamar, lily melihat vian tiduran di kasur.


" pah, mamah minta maaf yaa, udah nuduh papah macam macam." kata lily dan duduk di samping vian


" gak ada yang perlu di maafin mah, papah hak ribut hanya soal kaya gitu. tapi terserah tanggapan mamah ke papah seperti apa." jawab vian


" kok papah ngomong gitu. papah marah ya sama mamah, apa mamah gak boleh cemburu." kata lily


" papah gak marah, itu hak mamah cemburu tapi papah sudah menjelaskan semuanya ke mamah, kalo terus kaya gini rumah tangga kita bisa ancur hanya mengulang ulang kecemburuan mamah dan papah juga cape menjelaskannya. papah kalo mau selingkuh bisa aja mah, tapi papah gak mau." jawab vian


" iya mamah salah.. mamah minta maaf." kata lily


" tapi kalo terus terusan di tuduh dengan tuduhan yang gak pernah papah lakukan. lebih baik papah lakukan saja." kata vian


" tuh kan papah niat untuk selingkuh dari mamah." jawab lily


" iya kalo mamah menuduh papah kaya gitu lagi." ancam vian


" iya mamah minta maaf, mamah gak gitu lagi, jangan marah dong." jawab lily sambil meluk vian, vian juga gak tega melihat istrinya bersedih. dia juga membalas pelukan lily dan mencium keningnya.


" ya sudah sekarang mau mamah gimana." tanya vian masih memeluk lily


" iya udah kita sama sama kesana." jawab lily


vian dan lily pun mandi bersama saling peluk dan menyabuni, akhirnya ciuman mesra di bibir dan melepaskan ketegangan tadi dengan memberikan rasa hangat dan kenikmatan. mereka akhirnya mencapai puncak kenikmatan dan kepuasan. setelah itu mereka pun mandi. setelah berpakaian merekapun pergi dan pamitan kepada orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2