
Endris datang ke tempat tadi sambil mengrutu selama perjalanan.
" kenapa lw marah marah gitu, apa salah gw." kata vian
" lw ya, waktu nikah gak ngundang ngundang gw, sekarang lw udah punya istri lagi gak ngenalin gw juga." kata endris
" iya gw kenalin, jangan pingsan aja lw." kata vian lalu memanggil lily, astrid dan dilla. mereka pun datang kesana
" nih gw kenalin biar lw gak penasaran, ini lily istri pertama gw, ini astrid istri kedua dan dilla ini istri ketiga gw. puas lw." kata vian. lalu lily, astrid dan dilla bersalaman dengan endris, pak sudiono dan pak siswandi.
" gw salut deh sama lw, gw gak tau lw punya ilmu apa bisa nikahin cewek cantik cantik kaya gini, mereka akur lagi." kata endris
" ilmunya lakukan dulu baru minta maaf." kata vian sambil ketawa, pak sudiono, pak siswandi dan endris pun ketawa
" lw mau minum apa brother." lanjut vian
" susu deh kalau ada. katanya susu dari sini enak" kata endris
" lebih enak lw minum susunya langsung dari sapinya." kata vian
" bangsat lw ya, mentang mentang udah merasakan susu yang berbeda beda." kata endris
" maaf pak ya begini nih kalau ketemu, dulu saya masih bisa menyiksa dia waktu pramuka, sekarang saya gak berani." kata vian. mirna pun menyuguhkan susu panas ke endris
" mau ikut gak terjun payung, akhir pekan ini ada pelatihan." kata endris
" gak bisa gw harus meresmikan rumah sakit akhir pekan ini, dan awal bulan gw harus ke surabaya meresmikan pabrik." kata vian
" pabrik apa di surabaya." kata endris
" pabrik kosmetik, perusahaan istri istri gw." kata vian
" dulu aja lw anak yang pendiam, sekarang lw benar benar gw gak nyangka." kata endris
" ini lah jalan hidup, lw tau lah gw dulu dihina anak kampungan, iya sekarang juga masih sih makanya gw buka usaha disini juga." kata vian
" gw salut sama lw yang gak lupa akan asal lw dan mau memajukan daerah asal lw ini." kata endris
" lw belum ngenalin keluarga lw. kapan." kata endris
" nanti kalau gw gak dinas dan lagi pulang ke rumah orang tua gw, gw mampir ke rumah lw bawa istri dan anak gw." kata endris
" iya kabari aja dulu ya. takut gw lagi diluar kota." kata vian
" siap kawan, oh iya gw minta kambing lagi ya buat acara akhir pekan ini." kata endris
" tuh kan bener apa gw bilang." kata vian
" gw minta 2 ekor aja gak bakalan lw rugi, lagian lw melihara kambing kan buat gw, emang lw jual juga." kata endris
" iya gw jual lah buat ke restoran arab sama pedagang sate, kapan lw mau bawa." kata vian
" nanti aja gw bawanya biar dikasih makan disini dulu." kata endris
" pak Sudiono mau bawa juga buat di polres bikin kambing guling." kata vian
__ADS_1
" boleh pak, kalau di izinkan." kata pak sudiono
" pak kalau dia nawarin jangan pernah ditolak nanti dia marah." kata endris
" bisa aja nih pak endris." kata pak sudiono
" enak juga nih jagung bakarnya, nanti gw juga minta ya buat keluarga gw." kata endris
" lw datang kesini mau rampok gw nih." kata vian
" kapan lagi gw bisa gini, lw yang ngundang gw." kata endris
" iya terserah lw aja, yang penting lw seneng." kata vian.
tak lama terdengar suara sirine patwal masuk ke lokasi pabrik. opik datang bersama pak bupati dan keluarganya. ibu siska di ajak masuk sama lily, sedangkan akbar anaknya pak bupati pergi ke kandang sapi ke tempat devan bermain. pak adi, pak bowo dan pak wanto pun datang bersalaman setelah itu kembali memancing
" wah rame nih, ada pak kapolres, komandan endris, pak kapolsek." kata pak bupati
" selamat sore pak," kata endris, pak sudiono, dan pak siswandi
" ada acara apa nih, ngumpul ngumpul." kata pak bupati
" silaturahmi sambil ngopi pak." kata endris
" bisa bisa pabrik saya dikira lagi ada infeksi karena berkumpulnya para pejabat." kata vian
" disini kita bukan pejabat tapi saudara dan teman." kata pak bupati
" kecuali dia nih pak, penjahat baru datang udah ngerampok kambing saya." kata vian menunjuk ke endris
" apa sih yang enggak buat lw." kata vian
" saya dapat informasi tadi keluarga mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, gimana kondisinya." kata pak bupati
" alhamdulillah gak apa apa, cuma haris, putra dan pak wahyudi yang lecet lecet." kata vian
" gimana pak sudiono sudah dibereskan." kata pak bupati
" siap, sudah pak, mereka sudah di tahan di polsek SA." kata pak sudiono
" hal itu membuat citra kita jadi jelek dan nanti gak ada wisatawan yang datang." kata pak bupati
" saya sudah instruksikan untuk melakukan patroli setiap saat dan akan kita bangun pos pos penjagaan di setiap titik titik rawan." kata pak sudiono
" bagus, jangan sampai kita sedang membangun dan mengembangkan daerah ini di kotori dwngan hal hal seperti itu." kata pak bupati
" bapak kok tau saya ada disini." kata vian
" tadi sekretaris saya tanya ke pak opik dan ajudan tanya ke haris." kata pak bupati
" bapak mau minum apa." kata vian
" susu panas aja, saya jadi ketagihan semenjak di villa kemarin." kata pak bupati, vian pun meminta dibuatkan ke bi narsih
" wah lw bener bener ya gak ngajak gw." kata endris
__ADS_1
" iya nanti gw ajak lw dan keluarga ke sana." kata vian
" ngomong ngomong susu apa yang membuat bapak ketagihan." kata endris
" susu yang bapak minum, emang susu apa lagi. susu yang lain saya gak berani kaya pak vian" kata pak bupati sambil ketawa, mereka pun tertawa
" nanti kapan kapan gw ajak anak gw main kesini ya." kata endris
" iya kesini aja, temuin opik aja, biar lw bisa nyusu sapi langsung." kata vian, mereka pun ketawa lagi
" enak juga disini bisa mancing dan gak kecium bau kotoran hewannya, bersih." kata pak bupati
" kotoran ayam dan kambing itu dikumpulkan untuk jadi pupuk kandang buat lahan pertanian, sedangkan kotoran sapi kita buat biogas, anak anak lagi mau mencoba menyalurkannya ke perumahan livi regency." kata vian
" bapak nginap disini atau pulang ke jakarta." kata pak bupati
" pulang pak nanti malam, besok mau peresmian rumah sakit, sekalian izin mau pakai pak suparman dan pak sudianto sampai ke rumah." kata vian
" boleh pak, nanti saya instruksikan ke mereka." kata pak sudiono
tak lama devan datang bersama akbar, vian menyuruh devan salam sama pak bupati.
" pah thunder bawa kesini aja, kak akbar katanya mau naik thunder." kata devan
" kak akbar aja suruh main lagi ke rumah, nanti aa bawa kak akbar ke thunder." kata vian
" kak akbar main ya, nanti aa kenalin sama thunder." kata devan, akbar pun melihat ke bapaknya
" iya nanti kita main ke rumah aa ya." kata pak bupati
" aa bilang sana sama kakek, supaya dibelikan kuda buat disini, kandangnya kan sudah ada." kata vian, devan pun berlari ke pak adi dan pak bowo
" kakek beliin kuda buat aa ya, kalau disana kan ada thunder, disini juga harus ada kek." kata devan
" iya nanti kakek belikan." kata pak adi
" terimakasih ya kek." kata devan
" iya aa sayang." kata pak adi
" pak kami izin balik kanan, karena sudah sore." kata pak sudiono dan pak siswandi
" kambingnya mau dibawa sekarang atau kapan pak." kata vian
" besok saja pak vian." kata pak sudiono
" iya sudah hubungi opik aja pak." kata vian, lalu memberitahukan ke opik
" nanti akhir pekan anak buah saya kesini ambil juga ya." kata endris
" baik pak." kata opik
" kalau gitu saya juga izin balik kanan." kata endris
" pik kasih jagung buat bapak bapak ini." kata vian
__ADS_1
" baik pak." kata opik, pak siswandi, pak sudiono dan endris pun pergi setelah pamitan ke keluarga vian