Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menjelaskan dengan Data dan Fakta


__ADS_3

" sama sama pak burhan, setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaannya." kata vian


" terimakasih sekali lagi pak, bapak tidak membedakan dan memandang rendah saya. Kalau ada apa apa, ada yang ganggu pabrik PBN dan LA atau perusahaan Livi group, apalagi ada yang mau mencelakai bapak, panggil saja saya, saya siap membantu bahkan kalaupun nyawa saya taruhannya saya siap membela bapak dan keluarga, saya bersyukur bisa nertemu dengan bapak yang sudah menganggat keterpurukan kehidupan saya. " kata burhan


" terimaksih pak burhan, bapak bekerja yang rajin dan baik, saya sangat berterimakasih. silahkan bapak bekerja kembali, terimakasih." kata vian


" baik pak, terimakasih." kata burhan. Tak lama kepala desa SA datang. Dia pun menyalami semuanya.


" maaf pak kepala desa, terimakasih mau hadir maaf mengganggu waktunya, ini pak ada warga dari desa CH katanya mereka ini mewakili warga disini karena takut terintimidasi oleh kami kalau mereka protes dan meminta konpensasi dari kami tenatang pencemaran lingkungan." kata vian


" saya belum mendengar ya ada keluhan apalagi sampai merasa takut. Masalah pencemaran saya juga enggak mendapat laporan dari warga sekitar sini ataupun daerah lainnya sekitar desa SA ini, malahan mereka bersyukur dengan adanya pabrik LA dan PBN ini, kita bisa lihat pesawan di bawah pabrik ini, tanaman ya enggak masalah dan hasilnya pun ada yang dijual ke pabrik ini, saya juga selalu mendapat laporan setiap 6 bulan sekali tentang pembersihan penampungan limbah, bahkan kalau dirasa perlu dilakukan pembersihan sebelum waktunya saya juga dapat laporannya. Jadi menurut saya ini fitnah aja. Dengan adanya pabrik LA warga bisa betani di sawah kembali, kalau ada acara di warga perusahaan PBN ini dan LA akan membantu. Jadi menurut saya tidak ada masalah." kata pak kades


" apa yang saya bilang di awal saya akan memberikan penjelasan dengan data dan fakta, mengenai apa yang tadi disampaikan bahwa warga sini takut dan terintimidasi itu tidak terbukti, terus untuk masalah pengolahan limbah, jangan sampai ada pemikiran juga wah itu bisa di suap dengan uang sehingga laporan bisa saja selesai, apapun kalau ada uang bisa selesai, silahkan pak kepala dinas LH memberikan tanggapannya, menurut saya enggak salah juga kita mengeluarkan data karena saya memang tidak melakukan hal hal yang tidak baik." kata vian


" seperti yang disampaikan pak vian tadi mengenai ah itu mudah saja kalau ada uang, bisa selesai kalau ada uang. Jujur saja secara pribadi salut sama pak vian dan tim baik di perusahaan PBN ini, di LA, ataupun di SPI yang lokasinya ada di daerah saya menjabat, kenapa salut saya katakan disini walaupun pak vian kenal dengan pak bambang ketua dewan, pak menteri, pak gubernur, dan pak bupati, bahkan komandan pak endris, beliau ini tidak pernah sekali pun memakai perteman itu untuk kepentingan beliau, baik dari sisi perizinan atau pun hal lain seperti yang dikatakan pak cecep mengintimidasi warga atau pejabat pemerintahan setempat, saya katakan tidak pernah, bahkan kami merasa terbantu, kita juga suka sharing dengan tim LA dan PBN ini mengenai masalah lingkungan, untuk hal limbah PBN ini benar apa yang dikatakan pak kades setiap 6 bulan sekali kami dari dinas LH selalu datang kesini untuk melakukan pengecekan, datanya ada nanti saya akan perlihatkan, jadi tidak ada warga sekitar sini yang mengadu ke dinas LH maslah limbah PBN ini, karena selain mengecek kondisi penampungan dan pengolahan, kami juga menanyakan ke warga sekitar ada enggak masalah pencemaran karena bisa saja terjadi karena kelalian pegawai pengolahan ataupun karena bencana. Bapak ibu bisa lihat laporannya, disana juga ada tanda tangan warga sekitar." kata pak kepala dinas LH memperlihatkan laporan yang disebutkan tadi kepada pak bambang, pak menteri, pak gubernur, pak bupati, wartawan dan warga yang ingin mengetahui, bahkan ke cecep dan yang lainnya untuk melihatnya. Disana tercantum tandatangan dan cap dari dinas LH, direksi PBN dan karyawan yang melakukan pengolahan serta ada juga tanda tangan warga sekitar.


" saya sudah menjelaskan permasalahan yang dengan data sekarang kita lihat fakta dilapangan mengenai pengolahannya, saya persilahkan pak cecep juga ikut sebagai perwakilan dan dari perwakilan warga yang ada disini serta wartawan untuk melihat bagaimana pengolahan limbah di PBN ini." kata vian, vian meminta pak andi untuk mendampingi mereka, vian juga meminta dari polsek dan anggota endris, sekitar 30 menit melihat pengolahan limbah mereka pun kembali ke depan. Vian menelepon opik supaya memesan makanan untuk makan siang di LA sekitar 70 porsi

__ADS_1


" saya telah menjelaskan permasalah yang terjadi dwngan data dan fakta, bapak ibu semuanya sudah melihatnya, jadi apa yang di tuduhkan pak cecep dan rekan rekannya adalah fitnah karena tidak terbukti dan ini juga sudah mencemarkan nama baik perusahaan, jadi saya minta ke pak heri dari polsek untuk memprosesnya secara hukum, apalagi tadi mereka telah melakukan penganiyaan ke kemaanan perusahaan, adapun mereka ini, itu sebagai bentuk solidaritas karyawan terhadap karyawan lainnya untuk membeladiri karena kalau tidak mu gkin keamanan kami yang akan celaka. Dan satu lagi masukan dari saya karena saya mendengar dari sopir bahwa mereka ini kerap melakukan pungutan kepada sopir sopir." kata vian


" baik pak kita akan lakukan introgasi, apa ada dalang dari tindakan ini, untuk masalah pungutan jalan kita juga akan koordinasikan dengan jajaran lainnya supaya daerah ini aman dan tertib pak, terimakasih, kami akan bawa mereka ke polsek." kata pak heri


" kalau perlu bantuan memberantas premanisme hubungi kami saja pak heri, kami siap membantu." kata endris


" siap pak endris." kata pak heri


" terimakasih pak sudah membantu kami, insyaAllah saya silaturahmi lagi." kata vian


" terimakasih kepada warga dan wartawan, mohon maaf atas keributan yang terjadi disini." kata vian


" sama sama pak, terimakasih." kata mereka, mereka pun bubar, anggota endris pun sudah disuruh kembali ke markasnya. Begitu pula kepala desa dan kepala dinas LH pamitan. Vian, pak bambang, pak menteri, pak gubernur dan pak bupati masuk ke kantor PBN.


" pak mau disiapkan makan siang atau bagaimana." kata pak andi


" saya sudah suruh pak opik untuk memesannya, nanti kami makan siang di LA saja," kata vian

__ADS_1


" baik pak kalau begitu." kata pak andi


" pak vian, pak menteri tenaga kerja sudah di depan katanya." kata pak menyeri UMKM, mereka pun kembali ke depan menjemput pak menteri tenaga kerja beliau datang berasama isteri dan anaknya serta ada tim dari kementrian tenaga kerja. Pak menteri UMKM pun memperkenalkan vian kepada beliau


" selamat siang pak vian, salam kenal nih, alhamdulillah saya bisa bertemu dengan bapak, selama ini saya hanya mendengar nama bapak saja. Ini perkenalkan isteri saya sofie, anak saya salva dan rizky serta ini tim dari kantor." kata pak menteri tenaga kerja


" salam kenal juga pak, ibu, semuanya, saya vian, oh oia pak supaya ibu sofie dan anak anaknya bisa istirahat bisa gabung bersama ibu ibu lainnya suapaya enggak bosen kalau disini." kata vian


" iya bu ke sana saja supaya enggak bosen kalau disini, disana salva bisa ngobrol sama kak anisa dan yang lain, kalau rizky bisa main sama aa devan, akbar dan bisa main kuda juga." kata pak menteri UMKM


" lebih baik gitu pak, ibu bapak ada kerjaan dulubya, ibu kesana aja sama ibu nurlaela. Ibu citra dan yang lain." kata pak menteri tenaga kerja


" iya pak, ibu mau ketemu mereka aja." kata ibu sofie. Vian pun memanggil keamanan supaya mengatar mobil pak menteri tenaga kerja ke pabrik LA.


" ikuti saja motor itu, enghak jauh kok dari sini." kata vian


" baik pak, terimakasih." kata ibu sofie. Mereka pun pergi ke pabrik LA.

__ADS_1


__ADS_2