Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Koordinasi Keamanan Wilayah


__ADS_3

Mereka langsung menuju TKP, dengan menyuruh kerumunan yang menonton minggir


" selamat malam pak." kata petugas


" malam, apa kejadian seperti ini sering terjafi di wilayah sini." kata endris


" mohon maaf pak, bapak siapa ya." kata petugas tadi. Endris mengeluarkan kartu anggotanya kepada petugas tadi.


" maaf komandan, merepotkan anda dan anda melihat kejadian seperti ini di wilayah kami." kata petugas tadi


" mereka telah mengganggu ketertiban umum, memeras, mereka lagi sial aja ketemu saya." kata endris


tak lama mobil pak bambang datang, dia turun dengan cepat lalu menghampiri vian


" pak vian enggak apa apa," kata pak bambang


" enggak pak, bapak tau dari mana saya disini." kata vian


" saya tadi mau ke rumah bapak, eh di telepon pak gubernur katanya tadi dia telepon bapak tapi ditutup dan dia mendenhar ada yang mengancam bapak jafi saya buru buru ke rumah bapak dan menanyakan ke security katanya bapak pergi ke ruko, jadi saya kesini." kata pak bambang


" iya tadi pas saya terima telepon pak gubernur, dia bentak saya, jadi saya tutup, karena darah jadi naik." kata vian


Petugas dari polsek dan endris terus introgasi pemuda tadi


" kalau saya mendengar kalian dan yang lainnya berbuat onar disini dan tempat lain, saya jamin saya akan ratakan markas kalian," kata endris. Pak bambang pun datang kesana, melihat kehadiran pak bambang orang orang yang hadir pun kaget begitu pula petugas polisi " benar benar apes pemuda itu." fikir mereka. Letugas dari polsek memberikan hormat ke pak bambang


" untung saja kalian bertindak di tempat saudara saya, jadi saya tau bahwa masih ada pemuda seperti kalian yang suka berbuat onar. Bukan melakukan hal hal yang baik ngaku ormas tapi memeras masyarakat. Untung saja kalian masih hidup enggak di tembak mati di tempat." kata pak bambang


" tadinya gitu pak, saya mau dor aja melihat arogannya mereka." kata endris sambil mengeluarkan pistolnya, membuat para pemuda itu gemetaran. Tak lama terdengar suara sirine patwal menuju kesana, ternyata pak gubernur datang kesana. Dia bergegas turun lalu menghampiri vian


" bapak enggak apa apa kan, tadi saya kaget mendengar ada yang teriak mengancam bapak apalagi bapak menutup telepon saya." kata pak gubernur.


" alhamdulillah baik pak, udah ditangani sama teman dan petugas polsek." kata vian. Petugas polsek pun memberi hormat ke pak gubernur, setelah itu dia melaporkan ke kapolsek bahwa telah ada kejadian pemerasan di tempat temannya pak bambang dan pak gubernur. Pak kapolsek pun dia segera kesana.

__ADS_1


" terimaksih kalian bisa cepat bertindak, tolong proses, introgasi mereka, jangan sampai kejadian ini terjadi lagi dimana pun. Silahkan bawa anak anak ini." kata pak gubernur


" siap laksanakan." kata petugas polsek lalu mereka membawa para pemuda tersebut ke polsek, para penonton pun membubarkan diri setelah disuruh bubar oleh polisi babhinkantibmas. Vian menyuruh putra dan haris serta pak riki merapihkan kursi dan meja. Karena dirasa sudah kondusif vian mengajak pak bambang dan pak gubernur ke rumah. Pak gubernur di perjalanan telah menelepon kapolres, beliau ingin menanyakan kondisi keamanan di daerah JT ini. sebelum mereka berangkat mobil pak kapolres dan pak kapolsek datang, mereka pun memberikan hormat kepada pak bambang dan pak gubernur.


" pak saya mau koordinasi keamanan dulu kalau begitu, nanti saya menyusul." kata pak gubernur


" iya sudah di rumah saya saja pak, sekalian kita makan malam bersama." ajak vian


" iya sudah kalau begitu, jadi merepotkan bapak." kata pak gubernur


vian menyuruh pegawai cafe tutup dulu aja, besok baru buka lagi. Setelah itu mereka pun pergi ke rumah vian.


Sesampainya di rumah vian langsung dipeluk lily, astrid dan dilla.


" papah enggak apa apa, kenapa papah enggak bilang kita." kata lily


" enggak apa apa mah, gimana papah mau ngabarin kalian." kata vian mengelus kepala lily, astrid dan dilla menenangkan mereka. Vian pun mengajak pak bambang, pak gubernur dan keluarganya, pak kapolres dan pak kapolsek masuk mengajak mereka untuk makan malam. Kebetulan makanan sudah siap.


" gimana kita mau makan, mendengar papah ada yang mengancam." kata lily


" iya gimana kita tenang." kata ibu retno.


" iya sudah kita makan sama sama." kata vian, vian pun mempersilahkan mereka mengambil makan, lalu mengajak mereka ke gazebo. Sedangkan isteri dan anak pak gubernur mengobrol di rumah. azka anaknya pak gubernur main sama devan dan anak anaknya endris.


" mohon maaf pak, bapak mengalami hal yang tidak menyenangkan di wilayah kami ini." kata pak kapolres


" enggak apa apa, saya harapkan patroli lebih diperhatikan lagi supaya warga masyarakat menjadi lebih nyaman dan tenang pak." kata vian


" baik pak, terimakasih masukannya." kata pak kapolres


" kita sama sama berharap dan sama sama mengupayakan supaya kejadian kriminal di provinsi ini dan provinsi lainnya tidak ada lagi, tapi pasti ada aja seperti itu, tadi kebetulan menimpa saya dan saya sedang bersama teman beliau adalah komandan di satuan khusus di daerah KBB, gimana kalau itu terjadi pada warga biasa, menurut saya pihak kepolisian terus melakukan patroli baik ada masalah atau pun enggak, setidaknya akan cepat bisa mengatasi permasalahan kriminal." kata vian


" saya setuju dengan usulan pak vian, nanti saya akan mendiskusikan dan koordinasi masalah keamanan wilayah kita ini dengan pak kapolda." kata pak gubernur.

__ADS_1


" saya setuju pak gub, masalah keamanan ini harus ditingkatan jadi warga masyarakat merasakan nyaman, tenang dalam melakukan aktivitasnya, ini bentuk tanggung jawab kita sebagai pemerintahan." kata pak bambang


" ini bukan masalah tanggung jawab pemerintah dalam hal ini kepolisian tapi warga masyarakat juga sama memiliki tanggung jawab dalam membantu pihak kepolisian dalam hal ini, jadi saya rasa perlu edukasi ke warga dalam meningkatkan keamanan ini contohnya siskamling, dengan siskampling warga akan melakukan interaksi satu dengan yang lainnya, saling mengenal jadi jika ada orang yang mencurigakan akan bisa dikenali dan nanti warga melaporkan ke pihak kepolisian, dan pihak kepolisian harus merespon itu dengan cepat." kata vian


" itu ide luar biasa, kita budayakan lagi hal itu." kata pak gubernur


" jadi pak kapolres dan pak kapolsek bisa berkeliling misal sholat bersama, berkomunikasi dengan warga, sehingga warga menjadi dekat." lanjut pak gubernur


" saya setuju idenya pak gub." kata pak bambang


" siap laksanakan pak." kata pak kapolres dan pak kapolsek


mereka telah selesai makan, mereka pun lanjut mengobrol, vian pamit untuk merokok dan menyuruh indra memasang kursi, vian juga menyuruh indra untuk membuat bara untuk membakar jagung dan daginh BBQ.


" bapak bapak tidak ada kegiatan lain kan kita nikmati jagung bakar dulu." kata vian


" tidak ada pak, terimakasih banyak." kata pak kapolres dan pak kapolsek


" kalian harus coba pasti ketagihan." kata pak gubernur


vian pamit mau panggil sopirnya endris dan anggota polisi lainnya. Vian menanyakan udah makan belum dan mengajak mereka untuk bergabung bersama bakar jagung dan BBQ. Vian pun memanggil keluarganya jika ingin makan jagung dan BBQ ke taman.


" pak bambang tinggal di daerah ini juga." kata pak kapolres


" iya saya sudah 2 bulanan tinggal daerah ini, itu rumah saya, tapi rumah ini udah seperti rumah saya sendiri karena kalau pulang kerja saya kesini jemput isteri, terkadang saya menginap disini." kata pak bambang


" tadi saya telepon tuh, mau menanyakan apa pak vian ada di rumah atau enggak, soalnya isteri dan anak mengajak kesini." kata pak gubernur


" kita baru datang sebelum magrib habis ke acara reuni pak vian lanjut ke tempat bermain, tadi juga kita bertemu pak walikota B." kata pak bambang.


" kalau isteri tau pasti dia akan ikut tuh." kata pak gubernur


tak lama vian dan keluarga lainnya datang termasuk haris dan putra bersama anggota polisi. Vian mempersilahkan mereka untuk makan jagung bakar.

__ADS_1


__ADS_2