Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Jangan Sampai Anak Mengalami Seperti Saya


__ADS_3

Jam 9an pak bambang datang kesana, dia pun ikut mengobrol


" surat undangan untuk acara peresmian sudah saya kirimkan ke pak menteri, beliau bilang akan dimasukan ke agendanya." kata pak bambang


" terimakasih banyak pak atas bantuannya nih." kata vian


" sama sama pak, selagi saya bisa insyaAllah saya bantu toh ini enggak makan waktu." kata pak bambang


" nanti kita perlu siapkan tenda dan kursi pak sama sound juga kalau enggak kita beli saja buat inventaris yayasan." kata vian


" iya nanti bapak hubungi penyewaan tenda yang biasa, sound sih kayanya pasti kepake jadi lebih baik kita beli saja." kata pak bowo


" kita juga harus pasang CCTV di area pagar komplek sekolahan, ruang kelas setiap lembaga dan asrama untuk keamanan, kalau yang di kelas itu khusus sekolah itu yang mantau, jadi nanti kita bisa kirimkan bukti kalau orang tua mereka menanyakan anaknya." kata vian


" masih banyak ya PR kita ini." kata pak bowo


" iya kalau satu satu di lihat pasti masih banyak pak." kata pak adi


" a kamu udah undang ustadz buat hari jum'at acara 4 bulanan nak astrid dan nak dilla." kata pak adi


" belum pak, besok aa mau ke yayasan panti asuhan sekalian ngasih sembako, dan mau bilangin juga kalau anak anak panti yang mau sekolah di livi." kata vian


" bagus itu kenapa enggak kefikiran ya, kita bisa ke panti asuhan supaya mereka sekolahnya di livi aja sekalian kan kita membantu pihak panti dalam membiayai sekolah anak anaknya." kata pak bowo


" iya pak, nanti biar tim untuk melakukan koordinasi dengan panti asuhan panti asuhan, bukan karena kita takut tidak ada murid, tapi ini semua untuk mencari keberkahan kehidupan kita ini dan amalan buat kita akan terus mengalir." kata vian

__ADS_1


" aamiin." kata mereka


" oh iya pak vian saya mau tanya, bagaimana perusahaan livi mengeluarkan zakarnya." kata pak bambang


" saya sudah mengintruksikan kepada accounting supaya setiap bulan mengeluarkan 2,5% dari keuntungan jadi keuntungan bersih itu setelah di potong zakat terlebih dahulu, dananya untuk sementara di rekening livi group nanti akan di pindahkan ke rekning yayasan." kata vian


" selama ini sudah di salurkan kemana saja pak." kata pak bambang


" panti asuhan, buat bayar rumah sakit, kirim ke rusun, dan membantu warga sekitar perusahaan sama keluarga karyawan yang memang membutuhkan, saya menyampaikan ke pihak HRD supaya bisa melihat, memperhatikan kondisi karyawan." kata vian


" bapak melakukan sampai sebegitunya." kata pak bambang


" saya pernah merasakan pak, bagaimana rasanya di tolong disaat kita membutuhkan, kita akan selalu mendoakan mereka yang membantu kita itu." kata vian


" betul itu pak saya sangat setuju, pantes saja bapak banyak yang mendoakan." kata pak bambang


" kalau pak vian dulu sekolah dimana pak." kata pak bambang


" SD, SMP saya di kampung, SMA baru pindah ke kota B, kenapa saya bangun sekolah SMK disana karena jauh pak, saya dulu waktu SMP jalan kaki 1 jam pak, masuk jam 7 pagi saya dari rumah jam setengah 6 kalau memang mau jajan lebih, kalau naik kendaraan umum palingan motong waktu 15 menitan, dari rumah jalan dulu baru naik angkutan umum, setelah itu jalan lagi karena kalau naik ojeg mahal. Makanya kakek pas lulus SMP ngajak untuk sekolah di kota B, awalnya saya merasa minder karena dari kampung tapi lambat laun saya bisa menyesuaikan, saya dulu kecil pak sampai diledek teman teman. Belajar dari situ saya harus berusaha jangan sampai anak saya mengalami seperti saya." kata vian


Setelah mengobrol dan kerena sudah malam mereka pun bubar, pak bambang pamitan pulang bersama ibu sisil. Vian masuk ke kamar, lily, adtrid, dan dilla sedang ngobrol.


" pah uang udah diambil belum buat anak anak panti." kata lily


" belum sayank, paling besok papah ambilnya." kata vian lalu dia tiduran di kasur

__ADS_1


" besok papah ada acara kemana." kata lily


" ke panti asuhan aja, memangnya ada apa." kata vian


" enggak ada apa apa." jawab lily, dia pun mendekat ke vian lalu mencium bibirnya, vian pun membalas ciuman lily, pemanasan pun dimulai, astrid dan dilla juga ikutan dengan membuka celana vian lalu memainkan pusaka vian, lily pun memulai permainan dengan mengambil alih pusaka vian. Lily begitu agresif sehingga dia pun mencapai puncaknya, vian menyuruh astrid untuk tiduran, permainan pun dimulai membuat dia mendesah desah hingga akhirnya dia mendapatkan puncaknya, vian pun berpindah ke dilla setelah memasukan pusakanya vian menciumi dilla membuat sensasi yang luar biasa, " pah aku enggak kuat lagi.", vian sedikit mempercepat permainannya dan akhirnya dia pun mencapai puncaknya bersama dilla, vian mencium kening dilla lalu astrid dan lily, mereka pun tertidur.


Seperti biasa di pagi hari vian bangun terlebih dahulu, ia pun pergi mandi setelah minum air putih, selesai mandi vian membangunkan lily, astrid dan dilla, setelah mereka mandi mereka sholat berjamaah, setelah itu duduk bersama di sofa, mereka mengobrol sambil becanda setelah itu dilla dan lily pamit mau istiraht dulu, sedangkan astrid duduk di pangkuan vian " pah dede mau ditengok lagi.", bisik astrid, dia pun memainkan pantatnya sehingga pusaka vian berdiri, astrid membuka ****** ******** dan membuka celana pendek vian, setelah itu mencium bibir vian dan memasukan pusaka vian ke dalam mahkotanya, dia pun menggerakan pantatnya, " pah aku mau keluar." vian membiarkan astrid merasakan puncaknya, " ayo pah dede mau di semprot." dia pun memainkan pantatnya lagi, vian menidurkan astrid di sofa lalu memulai kembali permainan, sesekali vian mencium bibir dan lehernya. " pah aku enggak kuat, aku pengen sampai, kita barengan." vian mempercepat permainannya, disaat astrid sudah memcapai puncaknya, vian pun mencapainya juga. Vian mencium kening dan bibir astrid mereka pun berpelukan. Lalu vian menggendong astrid ke kasur, astrid pun istirahat.


vian pergi ke kamar mandi bersih bersih, disaat mau keluar lily masuk ke kamar mandi juga, " hayo habis apa enggak ajak ajak, mamah juga mau lagi dong pah." kata lily sambil meraih pusaka vian lalu memainkannya. Pusaka vian pun berdiri kembali, vian dan lily berciuman tangan vian memainkan bukit kembar lily dan mahkotanya, setelah itu memasukan pusakanya ke mahkota lily " pah aku mau sampai nih." lirih lily, vian mempercepat permainannya lalu mereka sama sama mencapai puncaknya. Vian mencium kening lily dan bibirnya, mereka pun membersihkan diri. Vian pamitan ke bawah mau bikin kopi, setelah selesai membuat kopi vian pergi ke depan lalu menyalakan rokoknya sambil menikmati kopi dan suasana pagi disana.


" papah kok ada disini." kata devan


" papah lagi ngopi, aa lagi apa." kata vian


" eh aa udah bangun, sedang apa a." kata shinta


" udah dong mah, aa lagi ngobrol sama papah." kata devan.


" aa kita jalan jalan yu sambil olahraga." kata vian


" ayo pah, mamah shinta ikut ya." kata devan


" boleh sayang." kata shinta


" pah ajakin mamah lily yu." kata devan

__ADS_1


" boleh, panggil mamahnya dulu sana." kata vian, devan pun pergi ke kamar


" mah ayo kita jalan jalan dekat rumah, papah sama mamah shinta nunggu tuh." kata devan, lily pun bangun pergi ke kamar mandi dulu lalu pergi bersama devan ke bawah. Mereka pun pergi jalan jalan dekat danau.


__ADS_2