Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Aqiqah De Avin dan De Alea 2


__ADS_3

Jam 11. 37 menit mereka sampai di rumah vian, vian dan shinta pun pergi mandi dan ganti pakaian. Barang barang tadi dibawa ke kamarnya bu anita. Setelah sholat zduhur mereka pergi makan siang bersama. Selesai makan siang vian, lily dan shinta pergi ke mall, akan tetapi di perjalanan mereka merubah tujuan mereka menjadi ke pusat grosir untuk membeli isi bingkisan.


" iya udah pah kita ke pusat grosir saja dulu, nanti kalau kurang kita baru ke mall ya, toh barangnya sama dan juga harga lebih murah." kata lily


" iya sudah gimana mamah aja." kata vian


" nanti pakai kartu anggota aku aja lumayan dapat discount." kata shinta


" kamu sering belanja ke pusat grosir shin." tanya lily


" iya mbak waktu buka toko sebagian aku belanja disana." kata shinta


mereka sampai di pusat grosir, lalu vian mengajak pak edi dan haris untuk membawa troly belanjaan. Lily dan shinta memilih barang apa saja yang akan di beli.


" untuk berapa bingkisan pah jadinya." kata lily


" untuk 200 bingkisan aja dulu, dan untuk yang dewasanya juga beli 100 bingkisan." kata vian


" kaya minyak, mie instant, terigu, beras gitu aja pah untuk yang dewasanya, beras minta yang 2 kg packingnya ke PBN." kata lily


" iya udah kalau begitu yang dewasa dari PBN aja deh, beli tambahan kaya gula dan teh atau kopi aja kalau begitu." kata vian.


" sama siapkan juga uang buat ngasih ke anak anak yatim dan ibu ibu pengajian pah." kata lily


" pah kita ke kampung papah yu, enggak tau kenapa aku pengen kesana." kata shinta


" kamu pengen hamil juga ya." kata lily


" iya pengen dong mbak masa enggak." kata shinta


" iya udah kesana sekalian pesan ke PBN pah, aku hatus menyiapkan bingkisan juga buat ibu ibu pengajian produk LCI dan ada beberapa agen LCI yang mau bertemu dari luar." kata lily

__ADS_1


" terus mamah sama siapa di LCI." kata vian


" kan ada ibu sisil, aku izinkan kalian berbuat disana mudah mudahan tokcer." kata lily


" aamiin, terimakasih ya mbak, mbak memang baik." kata shinta


" baru tahu, atau pura pura enggak tahu nih, aku baik." kata lily becandain shinta


" memang mbak baik kok." kata shinta,


tak terasa troly pun sudah penuh, jadinya sudah hampir 4 troly.


" pak sepertianya perlu kendaraan lain deh untuk membawa barang barang ini." kata haris


" oh iya ya, telepon pak dede aja, suruh dia kesini, kalau ada mobil box aja ya." kata vian


" iya pak lebih baik mobil box." kata haris, haris pun menelepon pak dede supaya membawa mobil box ke pusat grosir.


" pah sekalian belanja untuk keperluan di rumah aja ya." kata lily


Vian, pak edi dan haris memesan kopi, lily dan shinta memesan jus dan cemilan seperti somay dan makanan basah lainnya. Vian menyalakan rokoknya sambil menikmati kopi.


" mah habis ini mau kemana lagi." tanya vian


" udah sih pah, tapi aku pengen jalan ke mall, kita harus beli selimut dan handuk kan mau ada saudara astrid dan dilla." kata lily


" iya udah kita kesana, kalau pak dede sudah membawa barang barang ini, selain itu mamah mau apalagi." kata vian


" pengen ke salon sih sekalian di pijat, badan mamah pegal pegal nih." kata lily


" iya sudah kalau begitu, papah juga mau cari tempat cukur juga." kata vian. Tak lama pak dede dan karyawan L-Trans datang, pak edi dan haris membantu memasukan barang barang belanjaan ke mobil box. Setelah selesai pak dede pamitan pulang, vian dan yang lainnya pun pergi ke mall.

__ADS_1


" mah nanti ingatkan papah ya ambil uang juga." kata vian


" iya papah." jawab lily. Sampai di mall, vian menyuruh pak edi dan haris menunggu di cafe biasa vian menunggu lalu memberikan uang kepada mereka, setelah itu vian, lily dan shinta pergi ke salon langganan lily, vian pergi ke tempat cukur yang buat laki laki. Vian sudah selesai di cukurnya, dia pun pergi ke cafe karena lily dan shinta pasti masih lama.


Di cafe vian memesan kopi lalu duduk bersama pak edi dan haris sambil menyalakan rokoknya. Mereka pun mengobrol dari masalah kerjaan sampai masalah keluarga. Setelah 1 jam menunggu lily dan shinta datang kesana.


" kalian udah selesai." kata vian


" udah pah, mamah merasa segar dan rilex sekarang." kata lily


" terus mau kemana lagi sekarang." kata vian


" beli barang barang untuk di rumah yang tadi enggak ada di pusat grosir." kata lily


mereka pun pergi mencari barang barang yang belum dibeli, setelah selesai membeli vian pun mengambil uang lalu mereka pun pergi pulang.


Jam 4.47 menit mereka sampai di rumah, vian, lily dan shinta pergi ke kamar untuk mandi, lily mengajak vian mandi bareng, shibta pun ikutan gabung, di kamar mandi mereka pun melakukan pertempuran, selesai melakukan pertempuran mereka mandi lalu ganti pakaian. Vian pun pamitan mau ke gazebo sambil membawa laptopnya. Sampai di gazebo vian menyalakan rokok dan laptopnya dia pun membuka lapiran laporan dari perusahaan perusahaan livi group. Tak lama shinta datang lalu membuatkan kopi dan teh untuk dirinya. Lalu dia duduk disebelah vian dan melihat laporan laporan keuangan.


" pah disana tuh terlihat laba berjalan, nah itu berbentuk apa labanya, soalnya yang aku perhatikan kas sama banknya masih enggak sesuai." kata shinta


" laba berjalan selain dari kas dan bank bisa berupa Piutang dan persediaan barang, jadi keuntungan ada disana juga." kata vian


" oh begitu, dikira aku keuntungan itu berupa kas dan bank aja." kata shinta


" selain itu juga kamu harus bisa melihat hutang dengan persedian atau piutang, dan melihat kas dan bank juga, kalau masih kurang bisa lihat di aktiva lainnya seperti kendaraan atau bangunan yang termasuk ke aktiva tetap. Jadi bisa di lihat hutang tersebut disebabkan oleh apa, kalau terjadi kejanggalan itu baru diperiksa kenapa hutang bisa besar. Dan itu pula yang akan dilihat bank dalam menyetujui kredit debitur." kata vian


" kalau di laporan laba rugi kamu bisa lihat faktor apa yang menyebabkan keuntungan kecil atau bahkan rugi itu. kamu bisa lihat dari sisi biaya tetap misalnya gaji, utilitas seperti listrik, air, telepon dan lainnya. Untuk promosi itu masuknya ke variable cost yang mudah untuk berubah ubah." lanjut vian


" aku udah sedikit mengerti pah." kata shinta


" jadi kamu bisa mengevaluasi faktor faktor tersebut yang menyebabkan penurunan keuntungan." kata vian lalu menghisap rokoknya

__ADS_1


" selain angka nominalnya kamu juga harus melihat jumlah persentasenya berapa karena tidak bisa hanya melihat nominal begitu saja, mislanya waktu awal tahun kamu menentukan biaya tetap hanya 10%, jadi kalau sudah mau melebihi 10% tersebut kamu harus cepat cepat melihat faktor apa yang menyebabkan biaya tersebut meningkat." lanjut vian


" oke pah, terimakasih ya atas ilmunya, semoga kedepannya akua bisa membantu papah." kata shinta, lalu dia memeluk vian dan mendaratkan ciumanan di pipi vian.


__ADS_2