Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berkunjung ke Rumah Shinta


__ADS_3

Mereka pun berjalan jalan di pinggir danau, setelah berketingat mereka kembali ke rumah.


" ternyata enak juga ya." kata lily


" iya, nanti setiap pagi kita jalan jalan." kata vian


" iya, papah harus kuat dan sehat, beli sepeda pah, kita bisa main sepeda keliling komplek." kata lily


" iya pah, sepeda aa kan ada di surabaya, disini aa enggak ada." kata devan


" iya udah nanti kita beli ya." jawab vian


mereka pun sampai di rumah, orang tua dan mertua vian sudah ada di ruang makan.


" dari mana kalian." kata bu retno


" aa habis jalan jalan nek sama papah, mamah lily dan mamah shinta." kata devan


" kok aa enggak ngajak mamah juga." kata astrid


" tadi aa kekamar mamah astrid dan mamah dilla lagi tidur, aa kasian kalau bangunin dan nanti mamah cape kasian kan dede bayinya." kata devan


" papah juga mau beliin aa sepeda loh mah, nek." lanjut devan


" nenek seneng melihat aa bahagia seperti ini." kata bu retno. mereka pun sarapan bersama


" vian kamu sekarang mau kemana." kata pak bowo


" saya ke panti asuhan aja pak, memangnya ada apa." kata vian


" enggak ada, tapi kalau ada waktu kita beresin di sekolah dulu, hari ini ada presentasi dari calon guru jam 11an." kata pak bowo


" iya sudah nanti saya kesana pak." kata vian


" syukur kalau begitu, bapak mau beli dulu sound system dulu baru kesana." kata pak bowo


" iya udah nanti kita ketemu disana aja ya." kata vian


" pah beli sepedanya kapan." kata devan


" nanti habis ke panti asuhan kita beli sepedanya." kata vian


" oke pah " kata devan.


" mamah enggak ikut enggak apa apa soalnya ada yang mau ke butik dan ada yang mau jadi agen LCI." kata lily


" aa di ajak enggak pah." lanjut lily


" di ajak dong mah, aa kan mau beli sepeda." kata devan


" tapi a, lilisnya lagi enggak enak badan gimana." kata lily


" enggak apa apa mbak ada saya yang bisa jagain aa." kata shinta

__ADS_1


" gimana pah." kata lily


" iya udah kalau shinta mau jagain aa mah, enggak masalah aa ikut juga." kata vian


" terimakasih ya shin." kata lily


" sama sama mbak. Tapi aku harus pulang dulu pak karena saya enggak bawa pakaian, bagaimana." jawab shinta


" iya udah nanti habis beli sepeda ke rumah kamu dulu baru ke yayasan livi." kata vian


" iya shin kamu bawa pakaian yang banyakan aja, karena disini perlu bantuan kamu." kata lily


" iya mbak." jawab shinta


selesai sarapan vian pergi ke teras depan, menyalakan rokok dan mengobrol dengan pak dede yang baru datang.


" sembako sudah siap pak, nanti kalau sudah mau berangkat saya suruh anak anak untuk mengirim ke pantinya." kata pak dede


" oke pak terimakasih, sekarang kita ke atm dulu, baru ke panti, setelah itu beli sepeda buat devan, terus ke rumah shinta dan kita ke sekolahan." kata vian


" baik pak." jawab pak dede


setelah habis rokoknya vian masuk kedalam memanggil devan dan shinta. Vian pun pamitan kepada keluarganya, vian mengambil dulu uang di ATM setelah itu pergi ke panti asuhan, vian juga meminta tolong supaya besok hadir ke rumahnya acara 4 bulanan astrid dan dilla. Vian memberikan sembako ke ketua yayasan lalu pamitan.


Vian pergi ke toko sepeda untuk membeli sepeda devan, vian menyuruh devan memilih sepada yang mana. Vian pun membeli sepeda dewasa 3 buah, devan pun sudah memilih sepedanya, vian meminta untuk mengantarkannya ke rumah tapi yang untuk devan dibawa di mobilnya. Setelah membeli sepeda selesai vian pergi ke rumah shinta.


" pah kita mau kemana lagi." kata devan


" oke pah, nanti aa boleh naik sepedanya ya disana." kata devan


" oke sayang." jawab vian, tak lama mereka pun sampai di rumah shinta.


" selamat siang pak, silahkan masuk." kata ibu anita ibunya shinta


" siang juga bu, terimakasih, oh iya bu mohon maaf ya shinta harus menginap di rumah karena sedang banyak acara, udah gitu devan suka minta ditemani shinta." kata vian


" iya enggak apa apa nak, terimakasih sudah mau berkunjung ke sini. anak ganteng apa kabarnya." kata bu anita


" baik nek, nenek sehat kan, soalnya mamah shinta suka menginap di rumah aa, enggak apa apa kan nek " kata devan


" alhamdulillah sayang, iya enggak apa apa, tapi jangan aa jahilin ya." kata ibu anita


" enggak kok nek, aa kan baik, kalau ada yang jahat sama mamah shinta nanti aa pukul dia." kata devan


" terimakasih ya, udah sayang sama mamah shinta." kata ibu anita


" nak mau minum kopi, atau apa." kata ibu anita


" aa maunya ice cream nek." kata devan


" kalau ice cream adanya di toko sayang gimana dong atau mau ambil dulu kesana." kata ibu anita


" boleh nek, aa pengen ice cream soalnya." kata devan

__ADS_1


" shin, ibu ke toko dulu ya sama devan, kamu tolong buat kopi buat nak vian." kata ibu anita


" iya bu." jawab shinta.


" maaf ya bu jadi merepotkan." kata vian


" enggak apa apa, ibu senang kok." kata ibu anita


" iya sudah minta antar pak dede aja ya." kata vian


" oke pah." jawab devan, mereka pun pergi ke toko


" aa ini kopinya." kata shinta, sambil duduk di sebelah vian


" makasih ya." kata vian


" iya aa, toh nanti juga aku harus nyiapin buat aa, aku." kata shinta, lalu dia mencium vian


" aa mumpung enggak ada siapa siapa, aku lagi pengen nih a." bisik shinta


" nanti ibu keburu pulang, enggak bakalan enak nanggung." kata vian


" tapi aku mau mas, please.." kata shinta dia pun langsung mencium bibir vian dan mengajak ke kamarnya. Shinta membuka bajunya yang sudah tanpa pakaian dalam lalu membuka celana vian dan menyuruh vian untung terlentang lalu memainkan pusakanya. Setelah pusaka vian tegak sempurna dia membimbing untuk segera masuk ke dalam mahkotanya, shinta pun menggoyangkan pantatnya dan mendesah desah " a aku mau keluar." tubuhnya pun mengelinjang, vian membiarkan shinta untuk merasakan kepuasannya dia pun ambruk di tubuh vian, vian mencium bibir lalu leher, setelah itu membalikan tubuh shinta tanpa melepas pusakanya, vian pun memainkan bukit kembar shinta dan akhirnya shinta pun kembali bergairah, vian mempercepat irama sambil tetap memainkan bukit kembar milik shinta. " ah.. A aku mau keluar lagi." di saat tubuh shinta menggelinjang vian pun mencapai puncaknya. Vian mengecup kening dan bibir shinta, lalu dia pergi ke kamar mandi, shinta pun membereskan kamarnya setelah vian keluar " aa mandi ya." kata shinta, vian memakai pakaiannya lagi lalu pergi keluar kamar membawa kopi yang dibuat shinta tadi dan membawanya ke teras lalu menyalakan rokoknya


7 menit kemudian ibu anita dan devan datang kesana


" aa kemana aja, kok lama sih." kata vian


" habis ambil ice cream pah, tadi pas mau pulang ada yang beli jadi lama." kata devan


" maaf ya nak jadi lama menunggu." kata bu anita


" enggak apa apa bu, saya yang enggak enak jadi merepotkan ibu." kata vian


" oh iya besok datang ya bu ke rumah mau ada syukuran 4 bulanan astrid dan dilla, kalau enggak sekarang aja ikut sekalian." lanjut vian


" iya nek, ikut aja, nenek kan belum pernah ke rumah aa." kata devan


" nanti saja ya nenek kesananya pas mau berangkat umroh, sekarang nenek harus buka toko dulu." kata bu anita


" yah nenek, sekarang kita mau lihat kuda loh nek, nenek juga belum pernah lihat kuda aa." kata devan


" iya bu enggak apa apa nanti bisa tidur sama shinta di kamarnya." kata vian


" iya bu, kalau ibu mau siap siap aja, si deni kasih tau aja." kata shinta


" ibu takut merepotkan nak vian dan keluarga." kata bu anita


" enggak kok bu, di rumah tuh udah biasa banyak orang." kata vian


" iya sudah kalau begitu ibu siap siap." kata bu anita


Setelah siap semuanya vian dan yang lainnya pergi ke livi residence.

__ADS_1


__ADS_2