Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kehidupan Baru 2


__ADS_3

Setelah berkeliling mereka pun akhirnya menemukan toko yang menjual baju baju pengantin dan pesta. vian menyuruh astrid, dilla dan bella untuk melihat lihat.


" mas ini bagus gak." kata astrid dan dilla


" bagus simple tapi elegan, coba aja kalau kalian suka juga." kata vian. astrid dan dilla pun mencobanya dan memperlihatkan kepada vian


" kalau kalian suka ambil aja yang itu." kata vian, astrid dan dilla pun mengangguk, lalu mereka melepasnya lagi. dan menyerahkan ke kasir.


" mba ini bagus gak." kata bella


" bagus dik, cocok buat kamu, kamu coba aja dulu." kata astrid. bella pun pergi ke ruang ganti untuk mencobanya.


" iya mbak aku ambil yang ini aja." kata bella


" mas ini udah." kata astrid. vian pun pergi ke kasir untuk membayar, setelah membayar vian pergi ke toko yang menjual setelan jas. vian mencoba kemeja, celana, dan jasnya setelah cocok vian pun membayarnya.


mereka pun pergi ke toko sepatu, vian menyuruh astrid, dilla dan bella untuk memilih juga. vian membeli sepatu beserta kaoskakinya dan sandal karena dia selalu pakai sepatu cats, astrid, dilla dan bella membeli sendal.


" untuk seperangkat alat sholat gimana jadi beli," kata vian


" iya mas, tapi itu bukan kemahar tapi jadi hantaran aja." kata astrid


" o iya nih bapak aku tanyain maharnya buat di akta nikah." kata dilla


" jadi mahar kalian mau disamakan aja." kata vian


" iya mas." kata astrid dan dilla


" maharnya emas 9 gram, 7 gram kalung 2 gram gantungannya kan." kata vian


" iya segitu mas." jawab mereka lagi


" maharnya emas 9 gram dan uang 7.777.000, bagaimana." tanya vian


" udah mas kalung aja udah cukup." kata astrid


" iya mas itu udah cukup kok." kata dilla


" kalau mas mau gimana." kata vian


" kita manut mas aja." kata astrid dan dilla


" nanti cari uang 20 ribuan sama 7 ribunya ya. kalau ada mas tukar." kata vian


" ini aku ada mas uang 75 ribu 2 buah sama 2 ribunya." kata bella


" dari mana kamu dek dapat uang itu." kata astrid


" dari mbak waktu THR lebaran." kata bella


" mas tukar ya boleh." kata vian


" boleh asal jadi 300 ribu." kata bella


" oke." kata vian langsunv mengeluarkan uang 500 ribu dari dompetnya. nih buat kamu." kata vian


" ini baru kakak." kata bella


" emang mbak gak baik." kata astrid


" baik sih tapi kadang pelit." kata bella


" iya udah kita makan siang ini udah jam 1 lebih lho, tapi mas mau ke atm dulu." kata vian, mereka pun pergi ke atm dulu, setelah itu pergi ke restoran hotel

__ADS_1


sesampainya di restoran hotel mereka memesan makanan, vian memesan sop buntut sama jus, sambil menunggu pesanan vian pergi ke kursi yang ada di luar restoran supaya bisa merokok. disana vian pun menyalakan rokoknya, setelah merokok vian pun kembali ke dalam restoran. lalu mengirim pesan ke lily


" mah lagi dimana, sudah makan belum. maaf papah baru ngabarin ya." kata vian


" gak apa apa pah yang penting papah gak kenapa kenapa. mamah lagi di butik, udah tadi, papah udah makan belum." kata lily


" ini papah baru mau makan." kata vian


" kok baru makan sih," kata lily


" iya ini baru selesai lihat toko, jadi papah baru sempat makan." kata vian


" papah besok jadi pulangnya." kata lily


" kalau urusan disini selesai papah langsung pulang ya." kata vian


" iya, jangan keburu buru juga, selesaikan aja urusan disana." kata lily


" makasih ya sayank, papah makan dulu." kata vian


" iya papah sayank, jangan sampai lupa makan lho, jangan cape cape." kata lily


" iya sayank, makasih." kata vian


" mas chatan sama siapa, sama mba." kata astrid


" iya, mas lupa tadi kirim kabar." kata vian. vian pun langsung makan yang tadi dipesan.


" nanti kita ingetin deh." kata dilla


mereka pun makan pesanan mereka, setelah itu vian mengajak ke kamar hotel. dikamar hotel vian menganti pakaiannya lalu membuka kaca dan duduk di kursi.


" mas mau dibuatkan kopi." kata dilla lalu dia memanaskan air


" dik kamu, mau berangkatnya bareng kita atau pulang dulu kerumah." kata astrid


" bareng mbak aja deh, biar ibu sama adik aja naik mobil rentalnya." kata bella


" iya udah kalau begitu, tapi kamu kabarin ibu ya." kata astrid


" iya mbak." kata bella


" oh iya mas, kenapa buru buru beli rumah, disana lagi rumahnya." kata astrid


" iya mas, mas kan lagi bangun sekolahan juga." kata dilla


" sekolahan dananya sudah ada dari BLS, uang yang pakai buat kalian tidak ada hubungannya dengan aset livi group. kalian tenang aja, ini juga bentuk tanggung jawab mas sebagai suami kalian." kata vian


" makasih ya mas." kata astrid lalu memeluk dan mencium pipi vian


" iya mas kan bisa beli rumah yang bukan di perumahan elit juga." kata dilla sambil menyimpan kopi yang baru dia buat di meja, lalu memeluk dan mencium pipi vian juga.


" enaknya punya istri 3, eh 4 aku juga mau jadi iatri mas vian." kata bella


" gak boleh, kamu fokus dulu kuliah." kata astrid


" iya deh mbak, aku selesai kuliah nanti aku minta nikahnya sama mas vian." kata bella sambil senyum


" kenapa kamu juga mau dinikahi sama mas vian." kata dilla


" mas vian baik, perhatian, ganteng, pengusaha, itu type aku." kata bella


" mas untuk modal operasional cafe juga nanti butuh 500 jutaan mas buat savenya." kata dilla

__ADS_1


" insyaAllah mas sudah siapkan. makanya kalian harus fokus menjalan usaha itu. jadi setelah nanti tandatangan akta pendirian dan surat izin lainnya ada, kalian buka rekening atas nama perusahaan biar kelihatan transaksinya." kata vian


" iya mas, kita akan kelola usaha ini dengan baik." kata astrid


" iya mas, mas tenang aja kita pasti bisa ngelola usaha ini dengan baik. ini juga kan buat kehidupan baru kita" kata dilla


" coba kamu tanya ke si amel, apa udah ada yang beli." kata vian. dilla pun mengirimkan pesan ke amel


" kata amel udah ada beberapa yang beli mas. kata dia perlu promo dulu dan spanduk di depan." kata dilla


" iya udah kamu buat promonya, dan buat spanduk, ini kan awal toko dibuka, bagus juga kalau sudah ada yang beli." kata vian


" iya udah sama aku aja dibuatkan designnya." kata bella


" emang kamu bisa gitu." kata vian


" aku kan kuliah jurusan design grafis mas." kata bella


" bagus kalau begitu, kamu bisa bantuin disana." kata vian


" digajikan." kata bella


" tentu dong, kalau design kamu kepakai." kata vian


" siap mas, jadi nanti aku gak harus cari tempat untuk Magang." kata bella


" kenapa mas cape ya, sini aku pijitin." kata astrid lalu memijit kepala vian


" mas kata bapak semuanya sudah siap, dan bapak juga mengundang tetangga dekat. terutama pak RT." kata dilla


" iya udah nanti sebelum kesana beli dulu makanan, kaya kue kue gitu, o iya ini uang buat mahar kalian, kalian pegang." kata vian, vian menghitung uang lalu menyerahkannya kepada astrid dan dilla, lalu menyalakan lagi rokok.


" mas aku mandi dulu ya." kata dilla


" iya udah, sebentar lagi kan kita mau tanda tangan akta perusahaan." kata vian


" aku siapkan perlengkapan mas ya." kata astrid


" makasih ya." jawab vian


setelah dilla selesai astrid mandi lalu bella.


" mas kata bu gina dia sudah jalan menuju kesini." kata dilla


" iya udah mas mandi dulu kalau begitu, suruh aja tunggu di lobby kalau dia sudah sampai, kalau gak kalian duluan kesana." kata vian, lalu dia pergi mandi, selesai mandi vian berganti pakaian


" mas mau langsung pergi ke tempat dilla, atau mau balik lagi ke kamar." kata astrid


" langsung aja, kan mau beli makanan dulu." kata vian


mereka pun keluar kamar dengan membawa perlengkalan buat acara nanti dan memasukannya ke mobil. setelah itu menunggu bu gina di lobby hotel.


tak lama bu gina pun datang bersama staffnya.


" sore pak vian, mba astrid dan dilla, maaf kalian jadi menunggu." kata bu gina


" gak apa apa bu, kita baru aja sampai sini. ya udah biar enak kita di restoran aja ya." ajak vian, lalu pergi ke restoran, vian pun menawarkan untuk memesan makanan, vian memesan steak dan jus. setelah memesan makanan bu gina langsung membacakan isi akta pendirian perusahaan. selesai membacakan isi akata pendirian perusahaan staff bu gina meminta tanda tangan vian, astrid dan dilla.


" o iya bu mohon bantuannya untuk teman saya pak anam membuat perizinan perusahaannya, untuk biayanya nanti saya akan bantu beliau, jadi konfirmasi saja ke saya." kata vian


" baik pak, terimakasih." kata bu gina.


mereka pun memakan makananbyang dipesan, seleaai makan bu gina dan staffnya pamit pergi duluan. tak lama vian, asrrid, dilla, dan bella pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2