Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Utamakan Pendidikan Ahlak


__ADS_3

Mereka pergi ke kamar masing masing untuk istirahat, astrid dan dilla sudah tidur, vian mengobrol dengan lily di sofa dalam kamar, lily tiduran di pangkuan vian dan vian pun mengelus kepala dia. Karena kecapaian lily pun tertidur dipangkuan vian, vian pun membopong lily ke kasur lalu dia pun tertidur di sampingnya.


Di pagi hari vian bangun dan membangunkan mereka untuk sholat bersama. Akan tetapi lily tidak ikutan karena dia sedang berhalangan. jam 6 vian dan lily mengajak devan untuk bermain sepeda, mereka bertiga bermain sepeda di komplek. Setelah selesai mereka pun kembali ke rumah, vian duduk di teras depan, tak lama lily membawakan air minum untuk vian.


" hari ini mau kemana pah." kata lily


" palingan papah ke yayasan sambil melihat tanah untuk panti asuhan." kata vian sambil menyalakan rokoknya


" iya sudah kalau begitu, mamah palingan ke LCI dan ke butik." kata lily


" mamah jangan cape cape harus jaga kondisi loh." kata vian


" iya pah, mamah tau kok, mamah juga bilang ke astrid sama dilla supaya mereka jaga kondisi. terimakasih ya papah sayank." kata lily


suasana seperti itu yang selama ini mereka enggak dapatkan, selesai mengobrol di luar vian dan lily pun masuk untuk sarapan.


Setelah sarapan ibunya dan shinta pamitan pulang, vian meminta pak dede untuk mengantar mereka pulang terlebih dahulu sebelum berangkat ke yayasan.


jam 9 vian, pak adi, pak bowo dan pak wanto pamitan untuk pergi ke yayasan, vian tidak membawa devan karena khawatir dia akan kecapean. Jam 9.47 menit mereka sampai di villa perumahan livi residence, vian membawa minuman kopi kemasan dan duduk di gazebo lalu menyalakan rokoknya, orang tua dan mertuanya pun ikutan. Vian memberitahu pak daryat bahwa dia sudah ada di villa.


" pagi pak, ini saya bawa design untuk panti asuhan beserta rencana anggarannya." kata pak daryat


" menurut bapak design yang cocok yang mana." kata vian


" kalau bapak suka yang nomor 2 ini a." kata pak adi


" bapak juga, suka design itu, kelihatan aura rumahnya sehingga membuat anak anak panti aauhan akan merasa itu di rumah." kata pak bowo


" saya juga setuju, design itu ceria, melambangkan keceriaan anak anak panti kedepannya." kata pak wanto


" iya sudah pak daryat, design nomor 2 aja ya untuk bangunan panti asuhan itu." kata vian

__ADS_1


" baik pak, kita akan siapkan tenaga kerjanya dulu. Oh iya ini akta jual belinya dan sedang di urus sertifikatnya." kata pak daryat


" kalau begitu kita ke lokasi lahannya." kata vian


mereka pun pergi berjalan kaki kesana, pak daruat pun membawa mereka melalui jalan kampung ke lahan pembangunan panti asuhan, dia juga menunjukan gerbang yang akan di buat untuk tembus ke lokasi yayasan livi. Pak daryat juga menunjukan lokasi yang akan dibangun gedung asrama panti asuhan. Selesai dari sana vian dan yang lainnya pergi ke kantor yayasan.


" vian kamu memerlukan ruangan enggak, kalau membutuhkan ruang kantor disini akan disiapkan." kata pak bowo


" boleh pak, mungkin buat kedepannya saya membutuhkannya." kata vian, selesai dari aana vian dan yang lainnya berkeliling meninjau pembangunan kampus dan sekolah, serta melihat bangunan asrama, kelengkapan proses belajar mengajar.


" insyaAllah 2 bulanan sudah siap pak, tinggal taman dan area luar saja yang memerlukan waktu lebih lama." Kata pak daryat.


" tapi jangan buru buru juga, harus memperhatikan kualitas dari bangunan tersebut." kata vian


" itu sudah pasti pak, kita akan berusaha untuk menjaga kualitas bangunan tersebut." jawab pak daryat


" kita harus membuat nyaman para siswa dalam proses belajar." kata pak adi


" iya itu harus nomor pertama, kualitas pendidikan pun harus dibentuk," kata pak wanto


" jadi kita juga harus cari pengurus asrama yang baik dan kompeten." kata vian


" iya jangan sampai ada berita yang enggak enggak." kata pak adi


" pembentukan karakter siswa mengenai kedisiplinan terutama mengenai ahlak mereka, dan anak anak yang tinggal di asrama harus bisa mandiril." kata vian


" kalau prosesnya baik isnyaAllah haslilnya pun akan baik." kata pak adi


" kita pun dalam melakukan penerimaan siswa kedepannya harus ada kontrol juga jangan sampai mencari terus siswa sedangkan kitanya enggak siap untuk mendidik mereka." kata vian


selesai dari sana mereka kembali ke kantor yayasan, disana membahas mengenai penerimaan siswa. Tim sekolahan pun datang mempersiapkan penerimaan siswa.

__ADS_1


" selain kita harus mendidik mereka supaya pintar tapi kita harus mendidik tentang ahlak kepada mereka." kata pak bowo


" itu yang utama masalah ahlak, sepintar apapun anak didik kita kalau ahlaknya tidak bagus." kata pak wanto


" iya kita Utamakan pendidikan Ahlaknya dulu, supaya mereka bisa memiliki karakter yang baik untuk masa depannya." kata vian


" kita harus mempersiapkan generasi yang berahlak, pintar dari berbagai macam keahlian sesuai dengan hobbi mereka." kata pak bowo


" pas penerimaan siswa kita tanyakan juga minat mereka, supaya kita bisa lebih mudah mengarahkan mereka." kata vian


" siap pak, nanti kita tambahkan di formulir pendaftaran." kata bayu


karena sudah siang mereka pun pergi ke restoran untuk makan siang termasuk tim sekolah juga pergi ke restoran.


Selesai makan vian pergi ke area duduk di luar dekat danau, dia menyalakan rokoknya. Vian menelepon opik menanyakan perkembangan pabrik dan lahan yang baru di beli.


" pabrik penggilingan padi dan tepung minggu depan sudah bisa mulai beroperasi ini sedang di rakit mesinnya dan mau di uji coba, sedangkan untuk mie istant masih ada mesin yang belum datang kemungkinan baru bulan depan pak." kata opik


" kalau untuk oabrik minyak gimana pik." kata vian


" mesinnya baru datang bulan depan sepertinya pas kita pulang umroh pak, sekarang kita sedang mengetes kilang kilang minyaknya apa ada kebocoran dan ketahanan lokasinya kalau ada getaran ataupun gempa." kata opik


" kalau untuk lahan pesawahan yang baru dibeli itu bagaimana." kata vian sambil menghisap rokoknya


" sesuai perjanjian awal bahwa hasil panin sekarang masih milik sebelumnya, alan tetapi mereka bersedia menjualnya kepada kita pak, panen berikutnya baru itu milik kita seutuhnya, untuk yang menggarap pun saya sudah komunikasi dengan penggarap yang sekarang dan mereka mau bekerja dengan kita, jadi untuk pekerja sudah aman, saya sedang bicatakan untuk padi apa yang akan di tanam berikutnya apakah padi yang sama atau berbeda." kata opik


" terimakasih pik, kamu sudah bekerja keras dan membesarkan LA." kata vian


" sama sama pak, ini juga berkat bimbingan bapak dan kepercayaan bapak yang diberikan kepada saya." kata opik.


" yang terpenting kamu jangan merasa cepat puas dengan pencapaian LA sekarang ini. Sekali lagi terimakasih mudah mudahan saya bisa kesana sebelum berangkat." kata vian lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan istirahat vian, pak adi, pak bowo dan pak wanto pamitan pulang ke rumah.


__ADS_2