
Mereka mengobrol di gazebo sampai enggak terasa waktu sudah sore. Mereka pun pergi untuk mandi, Tas tas bawaan sudah dimasukan ke dalam bagasi bis. vian menyuruh lily, astrid dan dilla untuk mengecek kembali barang bawaan terutama pasport, astrid dan dilla pun sedang di cek kondisi kesehatan oleh dr. silvy.
" pak vian terimakasih banyak ya, sudah mengajak kita pergi umroh." kata dr. Silvy
" sama sama bu, lagian saya juga memelukan bantuan dokter." kata vian, vian pun pamit mau ke gazebo.
" alhamdulillah ibu dan bayinya sehat." kata dr. Silvy
" tadinya mau kita tinggalin aja dokter." kata lily
" enak aja ditinggalin, terus aku berdua aja sama dilla gitu." kata astrid
" iya nih mbak tega banget sama kita." kata dilla
" maaf ya dokter kuta memang seperti ini." kata lily
" saya salut ibu bisa pada akur." kata dr. Silvy
Vian dan yang lainnya ngobrol di gazebo sambil ngerokok dan minum kopi. habis magrib mereka berkumpul di taman untuk makan malam. Setelah itu mereka siap siap untuk berangkat ke bandara. Vian pun masuk ke kamar menanyakan kesiapan mereka
" aa sam de qinar udah siap, pakaian hangat buat di pesawat." kata vian
" udah siap pah." kata lily
" semoga perjalanan ibadah Umroh kali ini diberikan kelancaran dan kesehatan semuanya." kata vian
" aamiin." kata mereka
Selesai sholat Isya, semuanya berkumpul di halaman depan, vian menyuruh pak dede, pak edi, haris, dan putra untuk mengecek semuanya, vian juga minta pak sanusi sebagai penjaga rumah untuk selalu mengecek dan memberikan uang untuk jaga jaga. Jam 8.17 menit mereka pun bergerak pergi menuju bandara, vian dan keluarganya naik minibus, yang lain naik 2 bus lainnya. Dengan dikawal oleh patwal di depan, jam 9.27 menit mereka sampai di bandara, mereka di bimbing oleh pihak travel untuk melakukan check in lalu masuk ke bagian imigrasi. Setelah selesai melakukan pemeriksaan di imigrasi mereka pun menunggu jadwal keberangkatan. Vian mengajak devan main dan melihat lihat dibandara supaya dia enggak bosen. Jam 11.07 menit mereka disuruh naik ke pesawat, vian menggendong devan naik ke pesawat kelihatan di pesawat hanya dari rombongan vian saja dan pak ustad juga mengkomfirmasi ke pihak maskapai bahwa yang ada di dalam pesawat hanya rombongan travel PI saja.
Di dalam pesawat vian membenahi devan, de qinar, kakek dan nenek vian serta neneknya lily supaya nyaman. Vian meminta pak ustad untuk memimpin doa sebelum penerbangan tersebut. Jam 11.27 pesawat mulai bergerak untuk lepas landas, waktu penerbangan kurang lebih 9 jam 48 menit. Vian pun berpesan kalau ada yang mau makan pesan saja nanti dia yang akan membayarnya.
Jam 9.15 menit mereka telah tiba di bandara medinah, setelah selesai pemeriksaan imigrasi dan mengambil barang bawaan, mereka langsung pergi ke hotel tempat mereka menginap di dekat mesjid nabawi. Setelah melakukan check in mereka masuk ke kamar masing masing, pak ustad ogi juga memberikan penjelasan bagi yang mau ingin sholat di mesjid di persilahkan tapi jika masih capai di hotel saja. Karena pergi kesana berniat ibadah jadi vian pergi ke mesjid bersama ustad ogi, lily, astrid dan dilla sholat di hotel.
Vian mengikuti ustad ogi, dan ustad ogi juga menjelaskan letak letak mesjid nabawi termasuk makam nabi muhammad, terus yang dimaksud Raudhoh.
__ADS_1
" pak mau ke raudhoh," kata pak ustad ogi sambil menjelaskan apa saja yang dilakukan disana, beliau pun membawa vian mendekati pintu masuk ke raudhoh
" kalau Allah mengijinkan pasti mau pak ustad, tapi saya enggak mau memaksakan." kata vian
selesai sholat zduhur pak ustad ogi membawa vian masuk ke raudhoh.
" alhamdulillah pak Allah mempermudah, silahkan bapak sholat dan berdoa." kata pak ustad ogi.
vian pun melakukan sholat sunat disana lalu berdoa, entah mengapa orang lain di suruh buru buru keluar tapi vian tetap bisa menjalankan sholat dan berdoa lama disana, vian memohon ampunan kepada Allah dan doa lainnya. setelah itu dia pun keluar, di luar pak ustad sudah menunggu.
" Subhanallah, pak vian bisa berlama lama disana, saya saja tidak bisa, itu balasan Allah di dunia ini, Allah mempermudah urusan bapak karena bapak juga suka mempermudah urusan orang lain." kata pak ustad ogi. Mereka pun pergi ke hotel untuk makan siang bersama. Disana sudah menunggu para jamaah lainnya.
" pak ustad sama pak vian dari mana saja ini." kata pak bambang
" saya tadi menemani pak vian pak, beliau bisa masuk ke raudhoh dan subhanallah beliau ini bisa berlama lama disana sedangkan saya saja sudah diusir." kata pak ustad ogi.
" bagi yang mau jangan memaksakan, nanti malam kalau mau kesana, buat yang perempuan nanti pendamping perempuan akan mendampingi." lanjut pak ustad ogi
" tadi saya juga enggak sengaja bisa masuk dan ternyata Allah permudah." kata vian. Mereka pun makan siang bersama.
" baik pak ustad." jawab mereka. Selesai makan mereka pergi ke kamar masing masing untuk istirahat.
" papah doa apa saja di raudhoh." kata lily
" rahasia dong, yang jelas papah mohon ampun kepada Allah dan semoga keluarga kita selalu diberikan kesehatan, keselamatan dunia dan akhirat, dan kehidupan keluarga kita dipenuhi keberkahan dan kelancaran rezeki, serta untuk anak anak." kata vian
" nanti malam aku juga mau ya sama yang lainnya." kata lily
" aku juga mau ya pah." kata astrid dan dilla
" iya sudah tapi jangan memaksakan ya, masih ada 2 malam lagi." kata vian
" iya pah, terimakasih." kata lily, astrid dan dilla
" sore kita jalan jalan sekitar hotel yu." kaya lily
__ADS_1
" iya sudah kalau kalian enggak cape ajak yang lainnya juga, bapak dan ibu." kata vian
" nanti mamah bilang di group tadi shinta membuat group untuk mempermudah komunikasi." kata lily
" pah beli kurma muda ruthob ya katanya bagus untuk kesehatan." kata astrid
" iya sayank nanti sore sambil jalan jalan ya, tapi ingat kalain jangan sampai kecapaen." kata vian
" siap pah." jawab mereka
" kita belum ambil uangnloh pah, karena tadi di pesawat uangnya dipakai untuk bayar makan." kata lily
" nanti sekalian cari atm ya, sekalian ambil buat uang jajan bapak dan ibu sama kakek dan nenek barangkali mereka mau belanja." kata vian
" iya pah, sama buat orang tua teman temannya bella pah, khawatir dia enggak bawa banyak bekal." kata astrid
" sama kakek braja dan nenek juga jangan lupa pah." kata lily
" iya kalian lihat saja siapa yang memerlukan termasuk bi narsih, marni, evi dan lilis." kata vian
" kalau perlu kasih aja semuanya 500 riyal, kecuali yang tadi kita bilang." lanjut vian
" iya pah, kalau pak bambang, pak menteri, pak gubernur dan pak bupati enggak usah ya." kata lily
" iya, malu kita ngasihnya juga." kata vian
" sama kasih buat shinta dan ibunya sama murti juga pah, dr. Silvy dan suster juga." kata lily
" mamah atur aja ya, siapa yang menurut mamah mau dikasih kaya pak edi, pak dede, haris, putra." kata vian
" iya udah kalau papah sudah bilang begitu, tapi papah juga harus ada buat pegangan ya, kalau mamah mau beli apa apa." kata lily
" iya sayank." kata vian
mereka pun mengobrol sambil tidur tiduran, lily pun memesan makanan untuk di kamar.
__ADS_1