
Devan mengajak vian untuk pergi ke kandang Mocha dan Mochi.
" masih pagi aa sayang, sebentar lagi ya." kata vian
" iya udah kalau begitu, aa mancing aja dulu." kata devan
" aa udah salam belum sama kakek." kata vian
" belum pah, kapan kakek datangnya." kata devan lalu menyalami pak wanto
" semalam aa, aa nya lagi asyik main jadi enggak ketemu." kata pak wanto
" terus nenek dimana kek " kata devan
" ada di kamar." kata pak wanto
" iya udah aa kesana aja, enggak jadi mancingnya." kata devan lalu pergi ke kamar yang di tunjuk pak wanto
jam 7 opik dan orang dari cattering datang menyiapkan sarapan, vian manggil isterinya untuk sarapan, sehabis sarapan pak gubernur dan pak bupati pamitan karena harus dinas.
" pak saya pamit karena harus bekerja, tapi ini isteri dan anak enggak mau pulang." kata pak bupati
" iya sudah disini aja, nanri bisa kita anterin sekalian pulang." kata vian
" kalau begitu terimakasih banyak pak, saya pamit." kata pak bupati
" saya juga pak vian izin pamitan, terimakasih banyak atas segalanya, tapi mohon maaf anak mau ikut bapak katanya, maaf jadu merepotkan pak vian sekeluarga." kata pak gubernur D
" iya sudah enggak apa apa pak, biar dia ikut kita ke jakarta, toh banyak temannya juga." kata vian
" kamu jangan nakal ya, nanti pakaiannya di atur sama ibu ya untuk pergi umroh." kata ibu athia
" iya bu, pak terimakasih ya." kata nirmala, vian dan lily pun mengantar mereka ke depan, setelah pergi baru kembali lagi ke villa, vian mengajak pak wanto, ibu sri dan ibu asti untuk melihat proses produksi, astrid dan dilla ikut mendampingi vian
" wah ini besar sekali pabriknya, jadi apa aja yang di produksi disini." kata ibu asti
" frozen food dan minuman susu, ada sosis, nuget, daging untuk BBQ, baso dan yang lainnya bu." kata astrid
" daging dagingnya ini dari hasil peternakan disini juga nak." kata ibu sri
" sebagian dari sini bu, sebagian lagi dari para peternak daerah ini." kata vian
" jadi hasil pertanian yang dikirim dillas di olah disini ya." kata wanto
" iya pak baru beberapa bulan di pindah disini supaya lebih fokus dan sesuai dengan bidang usaha LA." kata vian
__ADS_1
" terus yang disana jadi kantor apa pah." kata astrid
" fokus untuk pabrik makloonan LNI dan SPI aja. Tapi sementara masih opik yang bertanggung jawab secara keseluruhan." kata vian
" ingetin papah ya LCI supaya buat sabun dan shampo dalam kemasan sekali pakai seperti di hotel hotel." lanjut vian
" iya pah, nanti aku suruh wati buat designnya." kata astrid
" nanti kerjasama dengan hotel hotel dan untuk orang yang melakukan travel." kata vian
" iya pah." jawab astrid
" nanti dillas juga harus melakukan pengemasan produk hasil pertanian supaya bisa langsung jual ke konsumen. Jadi yang di toko sebelah cafe menjadi etalasenya," kata vian
" iya nak, itu sudah bapak kefikiran sama bapak." kata pak wanto
" nanti ingatkan saja habis pulang umroh kita benahi lagi dillas." kata vian
" iya pah, jadi biar konsumen yang ada disana bisa diambil sama dillas." kata dilla
" kalau hanya mengandalkan cafe dan jualan di toko saja enggak akan menarik usahanya." kata vian, setelah berkeliling di pabrik mereka pergi ke area peternakan.
" papah, mamah, aa naik moca nih." kata devan yang sedang naik kuda
" hati hati ya sayang." kata astrid
" enggak sayang nanti dede bayinya kaget." kata astrid
" ini berapa ekor ayamnya nak, banyak banget." kata ibu asti
" kurang lebih 50 ribu ekor, itu ayam petelur, dan yang disini ayam pedaging." kata vian
" terus kotorannya di buang kemana." kata ibu sri
" kita olah bu jadi pupuk kandang, jadi perkebunan disini pakainya pupuk kandang, sebagian kita jual." kata vian
" kalau kotoran sapi kemana." kata ibu sri lagi
" dijadikan biogas bu, jadi untuk pembakaran di mesin pembersih bulu ayam, dan masak disini gasnya dari situ, untuk pemanas air di kamar mandi itu dari sana juga." kata vian
" jadi bermanfaat semua ya." kata ibu sri
" alhamdulillah bu, sekarang sedang mau mencoba supaya kompor rumah tangga yang ada di perumahan Livi regency itu gasnya dari sini." kata vian
" disini juga ada perumahan juga." kata ibu asti
__ADS_1
" ada bu, ada kemungkinan di karawang juga akan di bangun karena disana ada pabrik juga karyawannya 100 orangan." kata vian
" kalau pabrik di karawang produksi apa memangnya pah." kata astrid
" disana produksi popok bayi, pembalut." kata vian
" jadi anak kalian enggak harus mikirin popok dan pakaiannya ya." kata ibu asti
" iya bu, sudah terjamin lah kalau pakaian bayi, dan sebenarnya untuk persalinan juga bisa saja di rumah sakit milik mas vian." kata astrid
" terus memangnya mau dimana rencananya." kata ibu asti
" mas vian sama mbak lily mau di rumah sakit lain sama seperti waktu aa devan dan de qinar lahiran dan sekarang kita saja kontrol disana." kata astrid
" yang terpenting kan kalian dan bayinya sehat." kata ibu asti
" oh iya bu, ada tradisi apa di keluarga ibu kalau 4 bulanan, astrid dan dilla minggu ini masuk ke 4 bulan, rencana saya hari jum'at besok mau mengadakan acara tasyakur binimahnya." kata vian
" enggak ada sih nak, palingan pengajian aja," kata ibu asti dan ibu sri
" iya sudah kalau begitu kita undang anak yatim saja." kata vian
" itu lebih baik nak." kata pak wanto, ibu sri dan ibu asti
" kalian persiapkan saja untuk acara 4 bulanan ini ya, kalau waktu aa sama de qinar kita ngasih bingkisan dan uang ke anak anak yatim, kalian siapkan aja bingkisannya sama tas goodybagnya." kata vian
" iya pah, nanti kita ngobrol sama mba." kata astrid dan dilla
" memangnya papah mau kemana minggu ini." kata dilla
" papah hari rabu mau ke pabrik dikarawang sam ketemuan sama pak gubernur D, papah mau cari pemasok gabah untuk di penggilingan beras." kata vian
" nanti belanja untuk bingkisan sekalian saja sama cari untuk perlengkapan umroh bapak dan ibu." lanjut vian
" iya pah." kata astrid dan dilla, setelah melihat lihat peternakan mereka kembali ke villa
" sayank nanti bantu astrid dan dilla ya beli untuk bingkisan acara 4 bulanan mereka." kata vian
" siap pah, sekalian kita beli perlengkapan umroh." kata lily
" nanti uangnya papah transfer ke rekening bulanan ya." kata vian
" oke, buatkan design untuk goodybagnya aja trid, supaya dibuatkan sama murti." kata lily
" iya mbak, nanti aku buat." kata astrid
__ADS_1
tak lama ika bilang bahwa pak iwan dan yana sudah datang kesana, vian menyuruh mereka untuk membawa pak iwan dan pak yana ke aula saja.