
orang orang yang hadir di ruangan rapat ini melihat interaksi bosnya itu mereka juga salut akan pemikiran mereka sekecil apapun itu ide mereka akan tangkap menjadi sebuah peluang usaha.
" saya juga mengusulkan supaya keberangkatan umroh mereka biar kita yang menentukan. supaya bareng bareng perginya, sama perusahaan ini juga bisa memberangkatkan karyawannya untuk umroh juga sebagai bentuk apresiasi." kata lily
" papah setuju usulan mamah." jawab vian
" apalagi kami sangat setuju bu, pak." kata yang ada di ruangan itu
" saya rasa ide ini sangat bagus untuk memacu kinerja," kata vian
" saya setuju pak, mudah mudahan kinerja kita kan terus meningkat." kata pak abe
" sekalian aja disini saya putuskan setiap tahunnya akan ada 4 orang karyawan yang bisa berlibur ke luar negeri, baik umroh atau berlibur." kata vian
" setuju pak, nanti saya akan sampaikan ke karyawan." kata aga
" jadi nanti sampaikan juga ke para distributor yang dapat hadiah umroh keberangkatannya kurang lebih 3 bulan lagi untuk mempersiapkan mereka membuat pasport yang belum. dan jika distributor non muslim itu akan diberikan uang tunainya saja. sekarang kita bahas acaranya kapan, mau dimana tempatnya." tanya vian
" untuk waktunya minggu depan saja pak, karena kita harus komfirmasi ke distributor dan kita juga perlu mempersiapkan teknis lainnya dan kita adakan di hotel S aja pak, biar nanti kita bisa bawa para distributor untuk dapat berkunjung kesini untuk lebih menyakinkan mereka." kata pak abe
" karena sudah ditetapkan siapa saja yang akan di undang, silahkan marketing mengundang mereka untuk menghadiri acara ini di minggu depan tanggal 7, di hotel S waktu jam 2 siang saja, acara kita mulai setelah ashar. bagaimana." kata vian
" saya setuju pak karena mereka juga harus mempersiapkan perjalanan." kata cindy marketing
" kalo begitu silahkan bu cindy untuk koordinasi dengan timnya untuk mengundang distributor. perkembangannya saya minta laporannya." kata vian
" baik pak, setelah rapat ini saya akan komfirmasi ke distributor. o iya pak distributor kota surabaya sedang mencari toko dan gudang. waktu itu bapak kasih tau ada toko yang mau dijual atau di sewa. saya kasih ke beliau, beliau tertarik disewa juga gak apa apa katanya soalnya strategis dan dijalan besar juga. serta dari tempat sekarang gak jauh." kata cindy
" iya sudah nanti saya kabari ke pemiliknya, dan saya akan telepon distributornya " jawab vian
" baik pak nanti saya akan sampaikan," jawab cindy
" kalo ada kabar dari beliau kabari saya ya." kata vian
" baik pak, o iya saya lupa ngasih kabar ke bapak kemarin istri beliau meninggal karena sakit, kami juga baru tau bahwa istri beliau selama ini sakit." kata cindy
" apa... meninggal !!! kenapa baru hari ini kamu kasih tau. kamu tau kan saya dekat sama mereka, selama ini penjualan ke mereka tuh besar. kalo gak ada mereka gak tau usaha kita berkembang seperti kaya gini. hal penting kaya begini kalian gak ada yang ngabarin saya." kata vian. yang ada di ruangan kaget dan takut termasuk lily gak seperti biasanya vian marah begitu
" mohon maaf pak saya gak kefikiran ngasih tau bapak karena saya juga kaget gak percaya, selama ini yang saya tau istri beliau sehat, dan kata adiknya ibu menutupi penyakitnya termasuk kepada suaminya." kata cindy
" kemarin kita juga sudah kirimkan bunga dan ucapan bela sungkawa." kata pak abe
__ADS_1
" iya sudah makasih informasinya, besok saya akan kesana kalo begitu." kata vian
" selanjutnya untuk produk yang akan kita launching apa." kata vian
" kita akan launching produk pakaian anak umur 1 sampai 5 tahun pak." kata pak andi bagian R&D
" saya setuju, sebelumnya saya juga sudah menanyakan kepada istri dan orang rumah, karena dengan produk ini akan menjadi peluang besar buat LNI, pengembangannya nanti bisa dari model, motif. dan ukuran." kata vian
" saya sudah koordinasi dengan pak hendra untuk produksinya pak." kata pak andi
" iya pak saya juga sudah suruh ke bagian produksi di pabrik kita di karawang dan di KBB untuk membuatkan samplenya, nanti kita juga bisa bekerjasama sama dengan pabrik lain untuk maklun." kata hendra
" bagus kalo begitu, kita harus bisa memanfaatkan moment acara distributor gathering ini, selain itu nanti kita tanyakan ke mereka produk apa yang di inginkan pasar, karena mereka yang bersentuhan dengan konsumen selain dari toko kita sendiri." kata vian
" yang perlu di perhatikan dari pakaian anak ini adalah bahannya ya, karena kulit bayi dan anak jelas berbeda, anak dan dewasa juga berbeda. harga mahal tapi kalo bahan bagus akan menjadi pertimbangan orang tua membelinya." kata lily
" saya setuju atas saran istri saya ini. kita buat produk dengan 2 jenis bahan berbeda, tentunya motif dan modelnya beda juga tapi peruntukannya sama. bahan yang bagus dan sedang, tentunya kualitas tetap harus bagus." kata vian
" baik pak kalo begitu, saya akan carikan bahan lainnya." kata andi
" saya rasa cukup, atau ada lagi yang ingin sampaikan." kata vian
" cukup pak, tinggal kita exsekusi saja." kata abe
" baik pak." jawab mereka yang hadir
setelah rapat selesai, vian menanyakan kepada lily mau makan siang dimana
" yank mau makan siang dimana." kata vian
" di restoran C aja deh pah," jawab lily
" ya udah kalo begitu, kita berangkat kesana." jawab vian
setelah itu vian bilang ke shinta bahwa dia dan lily mau pergi makan siang diluar saja dan langsung pulang, jika ada apa apa bisa langsung informasikan ke dia
vian dan lily pun pergi ke restoran C, di perjalanan vian telepon murti untuk mencari tempat pembelian logam mulia atau bekerjasama sama perusahaannya.
tak lama mereka sampai di restoran C, vian mengajak putra dan pak edi makan bersama juga. vian memesan sop buntut dan jus, lily memesan sama dengan vian. lily menyuruh pak edi dan putra memesan makanan juga.
" pah mau langsung pulang, atau kemana dulu." kata lily
__ADS_1
" papah mau ketemu pak dede bahas rencana tadi mah, mamah mau kemana.?" tanya vian
" mamah juga pengen ke butik dulu pah boleh." kata lily
" iya boleh dong sayank, ya udah papah juga ketemu pak dede di cafe aja biar enak ya." jawab vian
selesai makan vian dan lily pergi ke butik, sampai di area butik vian duduk di cafe sambil pesan kopi, sedangkan lily pamit ke butik. di cafe vian menyalakan rokok dan telepon pak dede menyuruh dia ke cafe. vian melihat ada beberapa notifikasi pesan di handphonenya. salah satunya dari asrid vian membaca pesan itu.
" mas kemana aja, kok gak ada kabar." pesan dari astrid 2 jam lalu
" maaf ya, tadi saya meeting di kantor LNI sama istri. kamu dimana ini." kata vian
" meeting di kantor apa di kamar nih... he.. he.. he. aku lagi di rumah sakit mas, kata dokter kalo gak kesehatan ibu sore ini baik boleh pulang." kata astrid
" iya di kantor dong ini lagi persiapan acara LNI minggu depan, syukur kalo udah boleh pulang." kata vian
" kalo hari ini ibu boleh pulang lusa aku bisa kerja lagi mas, mas lagi sibuk ya jadi gak bisa kesini, padahal aku pengen kenalin mas ke ibu." kata astrid
" iya nih. maaf ya." jawab vian
" aku ngerti kok mas, aku kan gak penting buat mas." kata astrid
" kok ngomong gitu." kata vian
" habis mas gak ada waktu buat aku, gimana nanti." jawab astrid
" kamu tau posisi saya seperti apa." kata vian
" iya aku ngerti mas, mas udah makan belum." kata astrid
" udah barusan, ini juga lagi nunggu teman di cafe dekat butik istri. kamu sendiri udah makan." kata vian
" udah tadi mas, makasih. mas serius kan sama aku, gak akan ninggalin aku, aku nyaman sama mas." kata astrid
" iya. nanti kita bahas ya." jawab vian
" aku lihat mas bukan karena mas punya uang, aku merasa mas datang disaat aku bener bener butuh seseorang yang bisa ngerti aku dan aku nyaman setelah ngobrol waktu itu aku terus kefikiran mas,." kata astrid
" iya aku ngerti, udah dulu ya, teman udah datang gak enak.." kata vian
" iya mas.. makasih ya.. muuuuuucchh." jawab astrid
__ADS_1
vian pun menghapus semua pesan dari astrid. tak lama pak dede datang. vian langsung membahas mengenai travel umroh, dan jika tidak memungkinkan L-Trans tidak bisa mengurus izin secepatnya, vian menyuruh pak dede untuk.mencari travel umroh yang sudah jalan dan track record yang bagus.