Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Reuni Kelas 2


__ADS_3

Ibu Ningsih dan ibu Retno pergi ke restoran bersama hilda, ika, bella dan shinta beserta teman temannya main ke danau buatan.


" a, coba ada mainan airnya seperti bebek bebekan pasti seru a, nantinya bisa disewakan juga." kata ika


" iya mas tambah rakit, pasti nanti kan banyak anak anak sekolah yang mau main." kaya bella


" bagus juga ide kalian, nanti aa cari." kata vian


" benar benar keluarga pengusaha, hal sepele pun bisa jadi usaha." kata pak gubernur


" peluang dan kesempatan pak, itu yang harus di manfaatkan menjadi sebuah usaha, dan hal seperti ini, dengan komunikasi, silaturahmi terkadang memunculkan sebuah ide." kata vian


" di dekat mesjid itu kedepannya saya sudah siapkan tempat untuk para pedagang rumahan berjualan disana terutama untuk warga komplek perumahan ini dan warga terdekat komplek.." lanjut vian


" apa dengan seperti itu, kamu enggak takut tersaingi." kata endris


" kenapa harus takut bro, Allah sudah mengatur rezeki kita, persaingan enggak bisa kita hindari, malahan dengan persaingan otak kita disuruh untuk mencari inovasi atau ide ide lainnya." kata vian


" contohnya begini, di area pedagang nanti ada orang yang jualan sosis bakar, saya akan buat disana swalayan yang menyediakan sosis mentahnya keuntungan saya double bro, dari pedagang itu dan kalau sosis itu enak pasti akan dicari pembeli sosis bakar tersebut. Apalagi si tukang sosis bakar tersebut kita fasilitasi di grobak jualannya ada logo produk kita." kata vian


"jangan takut persaingan tinggal bagaimana kita mengolahnya saja." lanjut vian lagi.


" salut deh akan pemikiran kamu." kata endris


" anak saya bilang si silvia, katanya lebih enak dijarin bisnis sama om vian lebih mengerti dari duduk di bangku kuliahan." kata pak bambang


" nanti saya gabung pak di universitas kalau diperbolehkan." kata pak gubernur


" sangat boleh, saya sangat senang pak gub, bapak mau gabung, nanti saya sampaikan ke tim." kata vian


" kurang apa coba fasilitas yang diberikan yayasan pendidikan livi ke tenaga pengajarnya." kata pak gubernur


" mudah mudahan dengan adanya sekolah dan kampus livi ini, memunculkan talenta talenta muda yang berprestasi, bermanfaat untuk dirinya sendiri dan lingkungannya sehingga bisa berkontribusi terhadap negara ini." kata vian


"aamiin." jawab mereka


" oh iya pak, apa nanti yayasan pendidikan livi ini akan menerima siswa kurang mampu secara keuangan keluarga, apa bapak juga menyediakan tempat bagi yang temlat tinggalnya jauh." kata pak gubernur


" untuk tingkat sekolah itu ada messnya di lingkungan sekolah, untuk mahasiswa kita bangun kos kosan, untuk masalah biaya itu bisa diatur kedepannya, apalagi siswa atau mahasiswa tersebut berprestasi livi group akan membantu. Dan setelah lulus kita akan terima di perusahaan perusahaan livi." kata vian

__ADS_1


" untuk saat ini secara tidak langsung mencari siswa atau mahasiswa di yayasan livi sangat mudah apalagi ditambah kata kata setelah lulus di jamin bekerja di perusahaan livi, itu sudah menjadi nilai plus, seperti yang pernah saya katakan bahwa dinas ketenagakerjaan bilang bahwa perusahaan livi banyak peminatnya, itu sudah menjadi modal." kata pak gubernur


" pah udah mau jam 9 loh, di rumah kan ada acara reuni kelas papah." kata lily


" kalau makanan sudah siapkan." kata vian


" udah pah." kata lily


" maaf pak bambang, pak gubernur, saya duluan pulang ya ada acara soalnya di rumah." kata vian


" siap kalau begitu, nanti setelah anak anak puas kita pulang." kata pak gubernur


" bro kamu ikut saya aja pakai mobil, biar isteri sama anak anak bareng yang lainnya." kata vian


" siap bro, saya pamitan dulu." kata endris.


" aa, papah pulang duluan ya, nanti kalau sudah main disini aa pulang bareng kakek sama nenek dan tante juga." kata vian


" iya pah, aa enggak akan lama kok." kata devan


" papah sama mamah pulang ya." kata vian. Vian , lily, astrid dan dilla pamitan ke orang tua dan mertuanya, setelah itu pergi pulang naik mobil pribadinya. Di group alumni kelas sudah banyak yang bilang sedang di jalan. Vian menelepon ke rumah kalau ada teman sekolahnya di suruh menunggu di area taman.


Di perjalanan vian menunjukan kepada endris rumah sakit livi, vian juga bilang ke endris jika ada keluarga dan kerabatnya mau berobat disana dipersilahkan. Jam 9.37 menit mereka tiba di rumah.


" iya pak, terimakasih ya." kata vian, vian juga menyuruh pak supriyanto untuk mengatur parkir kendaraan dan jangan sampai menutup akses jalan keluar. Dia pun bergegas menuju ke taman bersama endris dan isterinya


" kamu gila ya vian, saya disuruh nunggu." kata halida, dia pun memperkenalkan suami dan anak anaknya.


" maaf banget, diluar rencana anak ngajak naik kuda." kata vian


" ini rumah kamu ya, gede banget vian." kata halida


" bukan ini rumah isteri saya." kata vian


" iya sama aja tau," kata halida


" kamu hebat vian sampai bisa sesukses ini." kata halida


" ini semua karena bakat aja, bakat karena butuh." kata vian tersenyum.

__ADS_1


" apa enggak serem tinggal di rumah gede seperti ini hanya keluarga kamu aja." kata halida


" ini enggak muat malahan makanya lagi bangun mess dan kamar tamu tuh, soalnya orang tua, mertua, adik, adik ipar dan teman temannya tinggal disini, terkadang kakek nenek saya juga disini. Apalagi kalau ada tamu penuh." kata vian


" berkah rumah kamu bro, pak bambang aja yang rumahnya disana mau menginap disini coba, berapa pejabat yang sudah menginap disini." kata endris


" pak gubernur B, pak gubernur D, pak Gubernur L, iya masa mereka mau menginap saya usir kan enggak enak." kata vian, Tak lama satu per satu temannya pada datang


" pak ibu sambil menunggu yang lainnya silahkan di cicipi makanan yang alakadarnya ini." kata lily


" terimakasih bu, ini udah mewah banget." kata halida


" indra tolong nyalain music aja, biar enggak sepi dan tolong bakar sosis dan jagung ya. Terimakasih." kata vian


" baik pak." kata indra


" kamu udah lama tinggal disini." kata halida


" semenjak saya nikah sama lily tinggal disini, 6 atau 7 tahunan lah." kata vian


" ayo di coba jagung bakarnya pak ibu, pak indra saya minta ya, saya kok lapar." kata astrid


" saya juga pak." kata dilla


" iya tunggu sebentar ya." kata indra


" istri dan anak kamu dimana dris." kata halida


" masih main di villanya vian, mereka pengen main sama anaknya vian naik kuda." kata endris


" kamu sering ketemu vian ya." kata halida lagi


" kalau dia pergi ke pabrik aja palingan ketemunya." kata endris


" kok bisa ketemu gitu gimana ceritanya." kata aida


" waktu itu pabrik vian di serang preman, si vian telepon saya minta bantuan, dari situ kita sering bertemu dan latihan bareng juga." kata endris


" kok bisa pabrik kamu diserang gitu, jangan jangan pabrik kamu ilegal." kata halida

__ADS_1


" enak aja ilegal, biasa lah mereka minta jatah, tapi sama saya enggak digubris." kata vian


Teman teman vian semuanya yang komfirmasi sudah datang dari 40 orang yang datang 35 orang. Acara reuni kelas pun dimulai.


__ADS_2